Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, May 9, 2013

Download Skripsi PAI : Pemikiran Humanistik dalam Pendidikan

Pemikiran Humanistik dalam Pendidikan (Perbandingan Pemikiran Paulo Freire dan Ki Hadjar Dewantara)
Penulis:Ashifatul Anany
Tahun:2010
Fakultas:Tarbiyah
Jurusan:Pendidikan Agama Islam
Pembimbing:1) Dr. H. M. Samsul Hady, M. Ag..  
Kata Kunci:Humanistik, Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiranpendidikan humanistik Paulo Freire dan Ki Hadjar Dewantara dankemungkinan relevansinya dalam pendidikan Islam melalui nilai-nilai yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis, dengan menggunakan metode dokumentasi, serta dianalisis secara kritis-komparatif. Metode ini digunakan untuk mengetahui pemikiran pendidikan humanistik Paulo Freire dan Ki Hadjar Dewantara, perbedaan dan persamaan keduanya, serta seberapa jauh pendidikan humanistik memiliki relevansi dengan pendidikan Islam.
Hasil penelitian ini menunjukkan, adanya beberapa persamaan dan perbedaan antara pemikiran pendidikan humanistik Paulo Freire dan Ki Hadjar Dewantara. Adapun persamaan dapat dilihat dari pandangan mereka tentang konsep manusia dan pendidikan, meliputi: 1. Pengakuan terhadap keberadaan fitrah manusia, yakni manusia memiliki kemampuan atau potensi dalam dirinya untuk berkembang. 2. Humanisasi pendidikan, yakni menjadikan pendidikan sebagai media pembentukan manusia seutuhnya, dan pembebasan sebagai tujuan pendidikan. 3. Sama-sama memandang pendidik sebagai seseorang yang mempunyai kemampuan untuk memberi arahan atau tuntunan, juga menjadi fasilitator dan motivator bagi peserta didik. 4. Memandang peserta didik sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk memahami diri sendiri menurut kodratnya.
Sedangkan perbedaan pemikiran pendidikan humanisti kedua tokoh tersebut tidaklah banyak, adapun hasil analisis mengenai perbedaannya meliputi: 1. Pendidikan Freire ingin mengkonstruk pendidikan  sebagai media untuk keluar dari belenggu penindasan. Sedangkan Ki Hadjar Dewantara, lebih mengutamakan nilai luhur, kebudayaan atau budi pekerti, yang nantinya akan tercipta rasa kasih sayang atau saling menghormati sesama dalam diri individu. 2. Dalam Metode yang digunakan, Freire dengan Metode hadap masalahnya, yang mengembangkan peserta didik untuk berfikir lebih kritis dalam menghadapi masalah dan memecahkan masalah. Sedangkan Ki Hadjar menggunakan Metode Among yang bersifat menuntun atau membimbing peserta didik agar dapat mengembangkan potensinya secara utuh.
Beberapa nilai yang menjadi titik tekan dari pemikiran Paulo Freire dan Ki Hadjar Dewantara yang bisa dihubungkan ke dalam pendidikan Islam yaitu: Pertama nilai-nilai kemanusiaan, yaitu bahwa manusia sebenarnya mempunyai potensi untuk berkembang dan berubah. Kedua, nilai  persamaan atau kesetaraan, yakni proses pendidikan seharusnya memberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pendidikan. Ketiga, ketiganya  menginginkan peserta didik dapat aktif berpartisipasi atau ikut andil dalam berjalannya proses belajar-mengajar.
Dari pemaparan di atas di harapkan dapat memperbaiki pendidikan, serta memberi semangat kepada pendidik agar menjalankan pendidikan sesuai dengan tanggung jawabnya, baik dalam penentuan sistem pendidikan maupun dalam usaha mengembangkan anak didik.


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment