Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, August 19, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Pendidikan Agama Islam:Partisipasi wali murid dalam meningkatkan minat belajar anak di Raudlatul Athfal Miftahul Ulum Pamekasan.

Abstract

INDONESIA:
Wali murid memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap masa depan anak. Keberhasilan anak di dalam menjalani hidup di dunia tergantung pada ke dua orang tua. Jika orang tua salah mendidiknya, maka akan berakibat fatal bagi perkembangan kehidupan anak. Oleh karena itu, Allah mengingatkan kepada setiap keluarga yang beriman agar bisa menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
Minat belajar anak pertama kali tumbuh dan berkembang bersama orang tua. Oleh karena itu, orang tua sebagai yang pertama dan utama harus tahu terhadap anak secara keseluruhan untuk kemudian meningkatkan minat belajar yang dimilikinya.
Di Pamekasan, kecamatan Pasean, tepatnya di sekolah RA Miftahul Ulum penting untuk dilakukan penelitian terkait dengan partisipasi wali murid dalam meningkatkan minat belajar anak.
Bepijak pada permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk membuat judul “ Partisipasi wali murid dalam meningkatkan minat belajar anak di RA Miftahul Ulum Pamekasan.” Permasalahan yang diangkat adalah: Bagaimana bentuk partisipasi wali murid terhadap pendidikan anak di RA Miftahul Ulum dan Bagaimana dampak partisipasi wali murid terhadap peningkatan minat belajar anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui dan mendeskripsikan partisipasi wali murid terhadap peningkatan minat belajar anak dan dampaknya.
Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, karena peneliti ingin mendeskripsikan apa adanya hasil dari penelitian lapangan yang akan diteliti. Penelitian jenis ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih terhadap sekolah untuk kemudian dijadikan pertimbangan dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan minat belajar anak di RA Miftahul Ulum.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk partisipasi wali murid dalam rangka meningkatkan minat belajar anak bermacam-macam; Mulai dari bimbingan belajar, penyediaan fasilitas belajar, penjagaan kesehatan anak, pengawasan lingkungan pergaulan anak dan lain-lain. Begitu juga dampak yang dihasilkan beragam, hal ini bisa dilihat dari perilaku keseharian anak di sekolah, di rumah maupun ketika anak bergaul dengan teman-temannya yang lain seperti antusias mengingkuti pelajaran dan mengerjakan PR dengan baik.
Jadi, partisipasi wali murid dalam rangka meningkatkan minat belajar anak penting untuk dilakukan, mengingat wali murid adalah orang paling tahu terhadap sikap, watak, dan karakter yang dimiliki oleh anak.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Bagaimanapun pendidikan mempunyai peranan penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam perspektif ekonomi pendidikan yang merupakan Human Invesment akan dapat memberikan keuntungan yang akan datang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Bahkan secara simultan dapat memberikan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dalam menghadapi tantangan global, masa kini dan masa yang akan datang. Dalam Islam pendidikan mempunyai makna sebagai proses investasi kemanusiaan yang mengandung nilai ibadah. Oleh karena itu setiap muslim wajib menjadi subjek sekaligus objek pendidikan sepanjang hayatnya. Menjadi subjek dalam arti seorang muslim ikut berperan aktif dalam pendidikan itu sendiri yaitu dalam proses pendidikan anaknya. Sebagai objek pendidikan, seorang muslim merupakan bagian dari proses pendidikan itu sendiri dalam arti seorang muslim adalah peserta didik atau peserta dari pendidikan. Begitu penting dan strategisnya peran pendidikan, maka pendidikan seyogyanya dilakukan secara luas dan merata. Artinya bahwa pendidikan tidak hanya dapat diperoleh dari sistem pendidikan formal yang biasanya diselenggarakan oleh sekolah baik negeri maupun swasta, tetapi juga dapat diperoleh melalui pendidikan non formal bahkan dari keluarga dan masyarakat. Ini berarti bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya dimonopoli pemerintah semata, melainkan juga keluarga dan masyarakat.
Ketiganya yang dikenal dengan istilah tri pusat pendidikan harus bersinergi dan komitmen yang sama untuk membangun masa depan. Dalam konteks demikian, maka keberhasilan pendidikan Indonesia ke depan akan sangat tergantung pada peran penting dari proaksi pemerintah, keluarga dan masyarakat. Ketiga-tiganya harus saling bahu membahu, lebih-lebih keluarga atau famili, karena keluarga merupakan proses yang pertama dan utama. Dikatakan pertama karena sebelum memasuki dunia pendidikan yang lain seorang anak mengalami proses pendidikan ini. Sedangkan istilah utama, dimaksudkan peran kedua orang tua terutama ibu tidak bisa tergantikan oleh orang lain. Karena itu Nabi Muhammad bersabda: “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitroh, maka dua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu yahudi, nasrani, dan majusi”, (HR. Bukhari dari Abu Hurairah). Sabda Nabi tersebut menegaskan peran strategis keluarga dalam membina pribadi dan akhlak anak. Dalam kontek ini bagaimanapun orang tua harus menjadi suri tauladan yang baik dihadapan putra-putrinya, seperti hidup rukun antara sesama keluarga, menghargai dan menghormati tetanggga, menunjukkan praktek prilaku yang baik bukan hanya sekedar memberi nasehat belaka, melainkan harus membuktikan melalui pola tingkah laku yang baik. Di samping itu juga perhatian dan keikutsertaan keluarga bukan hanya berbentuk akhlak, perilaku dan budi pekerti saja, melainkan berupa dukungan materi.
 Dukungan materi itu berupa langsung maupun tidak langsung. Bagaimanapun juga kedua dukungan tersebut harus se iya se kata. Jika salah satu dari keduanya terabaikan, maka pendidikan anak akan tidak optimal atau mungkin tidak akan sesuai dengan apa yang diinginkan. Hubungan orang tua dengan anaknya bukan merupakan hubungan pribadi yang didasarkan atas kewibawaan saja, melainkan hubungan yang didasarkan atas cinta kasih. Karena itulah perhatian orang tua sangat diperlukan demi keberlangsungan belajar anaknya. Apabila ibu meluangkan sebagian waktunya, maka akan berpengaruh dalam kehidupan keluarga dan kemajuan belajar anaknya. Menurut penelitian ahli jiwa terbukti bahwa semua pengalaman yang dilalui orang sejak lahir merupakan unsur-unsur dalam pribadinya.1 Tugas keluarga adalah meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak ke tahap berikutnya agar anak berkembang secara baik. Seorang anak yang tidak mendapatkan pendidikan secara wajar akan mengalami kesulitan dalam perkembangan berikutnya. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang pertama sangat penting dalam membentuk pola kepribadian anak, karena di dalam keluarga anak pertama kali berkenalan dengan nilai dan norma. Bimbingan dan bantuan pada anak dalam lingkungan keluarga yang dilakukan orang tua pada prinsipnya terikat oleh adanya kewajiban sekaligus sebagai penanggung jawab pertama dan utama sejak anak itu lahir ke dunia sampai anak itu dewasa dalam arti berumah tangga dan berkeluarga Pendidikan dalam rumah tangga tentu memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai, salah satu pendapat tentang tujuan tersebut sebagaimana yang dinyatakan oleh Ahmad Tafsir.2 Tujuan pendidikan dalam rumah tangga ialah agar anak berkembang secara maksimal, itu meliputi seluruh aspek perkembangan anaknya, yaitu jasmani, akal, rohani. Di samping itu juga membantu sekolah atau lembaga kursus dalam mengembangkan pribadi anak didiknya.
 Oleh karena itulah maka sebaiknya pihak orang tua memahami, mengetahui sekalipun hanya sedikit mengenai apa dan bagaimana pendidikan dalam rumah tangga, sehingga dengan pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi penentu, rambu-rambu bagi orang tua dalam melaksanakan tugas dan kewajiban membimbing anak. Adapaun salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pendidikan anak adalah perhatian orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak. Perhatian orang tua merupakan faktor yang penting dalam menunjang keberhasilan pendidikan dan dapat membantu proses kegiatan mengajar guru di sekolah. Dengan adanya perhatian akan menimbulkan minat tersendiri bagi seorang anak. Jika orang tua memberikan perhatian sepenuhnya kepada anak maka akan tumbuh di dalam diri anak untuk selalu mengikuti dan melaksanakan apa yang menjadi kehendak orang tua, sudah sewajarnya orang tua memelihara dan mendidik anakanaknya dengan rasa kasih sayang, perasaan, kewajiban dan tanggung jawab yang ada pada orang tua untuk mendidik anak timbul dengan sendirinya secara alami tidak karena dipaksa atau disuruh orang lain. Perhatian orang tua terhadap anak 2 Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. (Bandung: Remaja Rosda Karya, 1991) hlm. 155 sangat menentukan dalam pendidikannya, dan dapat meningkatkan minat belajar anak. Berbicara tentang minat akan menyangkut dua hal. Pertama, minat pembawaan. Minat ini muncul dengan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, biasanya minat ini muncul berdasarkan bakat yang ada.
Kedua, minat yang muncul karena adanya pengaruh dari luar baik lingkungan maupun kebutuhan. Adapun minat yang pertama dan perlu diperhatikan oleh orang tua adalah minat pembawaan karena ia merupakan tameng yang kuat apabila dikembangkan di dalam diri anak dan bisa menjadi tameng bagi anak itu sendiri dari pengaruh yang kurang baik dari luar. Minat, memegang peranan penting dalam kehidupan anak sebagai sumber motivasi untuk belajar, sumber aspirasi, kegembiraan dan prestasi. Sedangkan faktor yang mempengaruhi minat yaitu: a. Kondisi fisik b. Kondisi mental c. Emosi d. Lingkungan sosial Kondisi fisik meliputi kesehatan, kelengkapan indera yang dimiliki individu. Kondisi mental seperti kematangan, kestabilan emosi dan masa kejiwaan. Emosi berkaitan dengan kepekaan individu dan kejiwaan serta penghayatan. Sedangkan lingkungan sosial adalah suatu lingkungan hidup di mana individu-individu bersosialisasi, misalnya di dalam sekelompok masyarakat, di antara teman sebaya, yang mana individu itu terlibat aktif dalam lingkungan sosial.
Kurangnya perhatian dari orang tua terhadap seorang anak dapat mempengaruhi perkembangan minat belajar anak. Problem pendidikan yang sering ditemukan dalam masyarakat dewasa ini adalah bahwa pendidikan adalah mutlak urusan lembaga pendidikan formal sehingga berhasil tidaknya proses pendidikan hanya diarahkan pada sekolah terutama guru. Padahal kalau kita melihat pada aturan yang baku, pendidikan adalah tanggung jawab orang tua, pemerintah dan masyarakat. Melihat masyarakat Langgar Polay yang nota bene penduduknya beragama Islam, bisa dikatakan seratus persen anaknya disekolahkan ke RA Miftahul Ulum, dan Setiap hari orang tua mengantarkan anaknya pergi ke sekolah tersebut sampai selesai atau sampai pulang ke rumah. Ini berarti orang tua RA Miftahul Ulum sangat memperhatikan terhadap pendidikan anaknya. Karena itulah peneliti merasa tertarik untuk meneliti partisipasi orang tua terhadap pendidikan anaknya dalam meningkatkan minat belajar anak di lembaga tersebut. Terhadap penelitian ini, penulis sengaja memberi judul skripsi ini dengan “Partisipasi Wali Murid Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Di RA Miftahul Ulum Langgar Polay Pamekasan”.
B.     Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis merumuskan masalah penelitian ini pada:
1. Bagaimana bentuk partisipasi wali murid terhadap pendidikan anak di RA Miftahul Ulum? 2. Bagaimana minat belajar anak di RA Miftahul Ulum?
 C. Tujuan Penelitian
 Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: 1. Mengetahui dan mendeskripsikan partisipasi wali murid terhadap pendidikan anak di RA Miftahul Ulum. 2. Mengetahui dan mendeskripsikan minat belajar anak di RA Miftahul Ulum. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti, menambah wawasan tentang penulisan karya ilmiah serta dapat mengetahui kondisi riil tentang pendidikan RA Miftahul Ulum. 2. Bagi lembaga, sebagai bahan pertimbangan untuk kemajuan pengelolaan RA Miftahul Ulum.  

Untuk Mendownload Skripsi "Pendidikan Agama Islam" :Partisipasi wali murid dalam meningkatkan minat belajar anak di Raudlatul Athfal Miftahul Ulum Pamekasan." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment