Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, March 23, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi ekonomi pembangungan: Analisis Indikator Daya Saing Industri Pariwisata di Kabupaten Samosir

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sektor pariwisata merupakan sektor yang sangat strategis dan memiliki trend kontribusi positif terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia. Menurut data BPS, pada tahun 2010 pariwisata menempati urutan kelima sebagai penghasil devisa terbesar di bawah minyak dan gas bumi, batu bara, minyak kelapa sawit, dan karet olahan dengan nilai devisa sebesar 7,6 milyar USD. Pada tahun 2014 pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar keempat dengan total devisa yang diterima sebesar 11,2 milyar USD. (Kementrian Pariwisata, 2014)
Beberapa organisasi internasional seperti perserikatan bangsa-bangsa (PBB), Bank Dunia danworldtourism organization (WTO), mengakui bahwa pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi.
Kegiatan sektor pariwisata juga memberikan kontribusi penting dalam penyerapan tenaga kerja, mendorong kesempatan berusaha pada sub-sub sektor pariwisata seperti hotel; biro perjalanan (travel);restoran; rumah makan; jasa pramuwisata; transportasi;meeting, incentive, convention, and exhibition(MICE), industri-industri kerajinan di kawasan kunjungan wisata. Perkembangan pariwisata juga mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa. Universitas Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak daya tarik wisata alam yang menjadi daerah tujuan wisata dan memiliki potensi alam yang tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia. Objek wisata dan daya tarik wisata yang tersebar hampir diseluruh kabupaten di Sumatera Utara. Namun potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan dana dalam pembangunan dan pengembangannya.
Kabupaten Samosir merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi pariwisata yang menjanjikan jika memang ditata secara komprehensif. Kabupaten Samosir dimekarkan pada tanggal 18 Desember 2003 melalui Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2003 tentang otonomi daerah. Secara geografis, Kabupaten Samosir diapit oleh tujuh kabupaten, yaitu di sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Karo dan kabupaten Simalungun; di sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Toba Samosir; di sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Tapanuli Utara dan kabupaten Humbang Hasundutan; dan di sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Dairi dan kabupaten Pakpak Barat.
Menurut BPS Samosir(2015), Kabupaten Samosir setidaknya memiliki 75 objek wisata yang tersebar diseluruh wilayah Samosir dan terdiri dari objek wisata alam, sejarah dan budaya. Tata letak Kabupaten Samosir yang berada ditengah-tengah Danau Toba yang merupakan danau terbesar di Asia Tenggara menjadi salah satu daya tarik terbesar pariwisata di kabupaten ini, disamping banyaknya wisata alam dan budaya serta sejarah yang semakin meningkatkan pamor pariwisata daerah ini.
Universitas Sumatera Utara
Industri pariwisata merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Samosir. Masyarakat kabupaten Samosir harus mengambil peluang dari industri pariwisata. Artinya dengan melakukan penataan wisata alam serta pelestarian situs-situs budaya daerah, itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis untuk melakukan kunjungan wisata ke daerah Samosir. Pengembangan industri pariwisata juga mampu meningkatkan PAD.
Sumber: Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Samosir
Berdasarkan data yang dipaparkan padaTabel 1.1 dapat dilihat bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi objek wisata, izin hotel/restoran dan bar di Kabupaten Samosir selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang mengindikasikan bahwa pariwisata di Kabupaten Samosir selalu meberikan kontribusi positif bagi PAD Samosir.
Tabel 1.2 diatas menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir pada tahun 2010 yaitu 109.464 orang, terdiri dari 97.366 orang (82,36 persen) wisatawan nusantara dan 20.849 orang (17,64 persen) wisatawan asing. Sementara pada tahun 2012, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir mengalami peningkatan sebesar 9,20 persen, yaitu dari 132.629 wisatawan pada tahun 2011, menjadi 144.827 wisatawan pada tahun 2012. Dan terus mengalami peningkatan hingga angka 171.087 wisatawan pada tahun 2014.
Berdasarkan Survey Hotel dan Akomodasi Lainnya Tahunan yang dilaksanakan oleh BPS pada tahun 2014 terdapat 82 perusahaan/usaha hotel dan jasa akomodasi lainnya yang beroperasi di Kabupaten Samosir, dengan jumlah kamar sebanyak 1.706 dan fasilitas tempat tidur sebanyak 2.920. Rata-rata tingkat penghunian kamar hotel dan jasa akomodasi lainnya di Kabupaten Samosir selama tahun 2014 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2013, yaitu dari 14,85 persen menjadi 12,99 persen.
Dalam pengembangan industri pariwisata tentu harus diimbangi dengan penataan atau perbaikan daripada sarana/prasarana pariwisata agar bisa menunjang kelancaran aktivitas industri pariwisata. Sarana/prasarana itu antara
lain penataan transportasi, penginapan, rumah makan dan juga ketersediaan fasilitas-fasilitas lainnya. Faktor lingkungan, keterbukaan, SDM, teknologi, interaksi sosial juga sangat mempengaruhi minat wisatawan melakukan kunjungan.
Dengan meningkatnya informasi destinasi wisata, dan biaya perjalanan yang semakin rendah mendorong peningkatan wisatawan dari mancanegara dan nusantara sehingga pariwisata menjadi bagian yang penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Media informasi online menampilkan harga hotel, makanan, dan transportasi secara riil sehingga wisatawan dengan mudah membandingkan harga dan layanan yang di dapat pada hotel dan jasa penunjang wisata lain antar daerah. Hal ini mendorong setiap destinasi wisata harus memiliki daya saing yang tinggi dalam hal harga yang kompetitif, paket perjalanan yang menarik dan mengesankan.
Secara ringkas, daya saing sektor pariwisata dapat didefinisikan sebagai kapasitas usaha pariwisata untuk menarik pengunjung asing maupun domestik yang berkunjung pada suatu tujuan wisata tertentu. Pariwisata dapat digambarkan sebagai produk bersaing bila daerah tujuan wisata menarik, kompetitif dari segi kualitas dan harga, dibandingkan dengan produk dan jasa dari daerah tujuan wisata lain. Ketidakmampuan suatu daerah menciptakan dan mengemas sektor pariwisata yang berdaya saing akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan wisatawan dan mengurangi pendapatan daerah potensial.
Dengan melihat kondisi dan faktor-faktor apa saja yang mendukung pariwisata di Kabupaten Samosir dibandingkan dengan sektor pariwisata Universitas Sumatera Utara
kabupaten/kota lain di Sumatera Utara, diharapkan pemerintah mampu memanfaatkan potensi yang ada dan menetapkan strategi kebijakan yang efektif dan efisien agar pariwisata di Kabupaten Samosir dapat terus meningkat dan mampu berdaya saing dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Utara. Oleh karena itu perlu studi untuk menganalisis daya saing sektor pariwisata di Kabupaten Samosir dibandingkan dengan daerah sekitarnya di kabupaten/kota di Sumatera Utara.
1.2 Perumusan Masalah
Adapun beberapa permasalahan yang dapat dirumuskandalam penelitian ini, yaitu :
1. Indikator-indikator apa saja yang menentukan daya saing sektor pariwisata Kabupaten Samosir?
2. Bagaimana daya saing sektor pariwisata Kabupaten Samosir?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Menganalisis Indikator- indikator yang menentukan daya saing sektor pariwisata Kabupaten Samosir
2. Menganalisis daya saing sektor pariwisata Kabupaten Samosir.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini diantaranya adalah sebagai berikut:
Universitas Sumatera Utara
1. Sebagai bahan masukan dan informasi bagi para pengambil kebijakan ditingkat daerah Kabupaten Samosir dalam peranannya untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Samosir.
2. Sebagai bahan pustaka, informasi dan referensi bagi yang memerlukan serta sebagai bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi ekonomi pembangungan: Analisis Indikator Daya Saing Industri Pariwisata di Kabupaten Samosir " Ini silakan klik link dibawah ini
Download



Wednesday, March 15, 2017

Download Skripsi Akutansi Sistem Pengawasan Intern Kas Pada Dinas Sosial Kota Langsa

BAB I PENDAHULUAN
A.      Alasan Pemilihan
Judul Lembaga atau instansi pemerintahan merupakan salah satu badan yang juga mengolah/memproses sistem keuangan baik penerimaan maupun pengeluaran kasnya menggunakan Sistem Akuntansi. Untuk mencapai tujuan tersebut pihak instansi pemerintahan menerapkan beberapa pengawasan yang salah satunya adalah pengawasan intern.
Pengawasan dapat diartikan sebagai alat untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas perusahaan agar sesuai dengan rencana semula. Salah satu cara untuk melaksanakan pengawasan adalah dengan menyusun sistem pengawasan intern yang memadai. Tujuan pengawasan intern adalah untuk mengamankan harta instansi perusahan dari berbagai bentuk penyelewengan yang dapat merugikan pemerintah, meningkatkan efisiensi dan mendorong pegawai mematuhi kebijakan yang ditetapkan pemerintah.
Kas merupakan aset perusahaan yang paling lancar (likuid) bila dibandingkan dengan aktiva lainnya. Hal ini karena hampir seluruh transaksi dalam perusahaan berhubungan dengan kas baik pada instansi pemerintahan maupun non-pemerintahan. Disamping itu kas merupakan aktiva yang paling sering dan mudah diselewengkan, sehingga banyak orang berusaha untuk menyelewengkan kas dengan berbagai cara baik usaha penyelewengan sendiri maupun bersama. Apabila pengawasan intern terhadap kas dalam perusahaan efektif maka segala penyelewengan dapat terungkap dengan mudah.
Berdasarkan uraian diatas, dapat dilihat betapa pentingnya suatu pengawasan intern kas dalam mendukung keberhasilan instansi pemerintahan dalam menjalankan aktivitasnya. Sebagai instansi pemerintahan yang bergerak di bidang sosial, instansi ini tentu memerlukan sistem pengawasan yang matang dan cermat khususnya pada kas guna mencegah terjadinya penyelewengan dan kesalahan yang dapat merugikan pemerintah. Hal ini mendorong penulis untuk meneliti sejauh mana pelaksanaan pengawasan intern kas yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan dengan judul “Sistem Pengawasan Intern Kas Pada Dinas Sosial Kota Langsa”.
B.      Perumusan Masalah
Di dalam ilmu akuntansi, keberadaan kas terbagi 2 (dua) bagian, yaitu kas yang ada di perusahaan dan kas yang disimpan di bank. Ruang lingkup dari kas tersebut sangat luas dan membutuhkan penjelasan secara khusus dan terperinci. Disini penulis tidak membahas apa itu kas dan ruang lingkupnya. Penulis akan membahas yang hanya berkaitan dengan sisitem pengawasan intern kas pada Dinas Sosial Kota Langsa, khususnya pada masalah-masalah berikut :
1. Bagaimana sistem pengawasan intern kas yang berlaku di instansi pemerintahan?
2. Apakah sistem pengawasan intern kas di instansi pemerintahan sesuai dengan standaar  akuntansi keuangan publik? Universitas Sumatera Utara
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis dalam mengadakan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. untuk mengetahui bagaimana sistem pengawasan intern kas yang berlaku di instansi pemerintahan tempat dilakukannya penelitian,
2. mengetahui apakah sistem pangawasan intern kas yang dilakukan instansi pemerintahan tersebut sudah sesuai standar akuntansi keuangan publik.
D. Manfaat penelitian
1. untuk melihat perbandingan antara teori yang diuraikan dalam masa perkuliahan dengan    praktek yang terjadi dilapangan,
2. untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis mengenai pengawasan intern kas dalam Dinas Sosial,
3. sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pengambilan keputusan demi meningkatkan kinerja Dinas Sosial sehingga Dinas Sosial dapat mencapai tujuan yang diinginkan,
4. sebagai bahan rujukan bagi peneliti selanjutnya dalam membahas permasalahan yang sama.
E. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan merupakan suatu gambaran yang memudahkan penulisan, penyusunan dan perincian sehingga data-data yang relevan dengan Universitas Sumatera Utara judul skripsi minor ini dapat diperoleh dengan sebaik-baiknya. Penulis merinci sistematika penulisan tersebut sebagai berikut :

BAB I :           PENDAHULUAN
Dalam bab satu diuraikan secara singkat alasan pemilihan judul, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika pembahasan.
BAB II :          DINAS SOSIAL KOTA LANGSA
Bab dua membahas tentang profil perusahaan, fungsi pengawasan intern kas dan unsur-unsur pengwasan intern kas, tujuan pengwasan intern kas, prosedur penerimaan dan pengeluaran kas, serta pengawasan intern penerimaan dan pengeluaran kas.
BAB III :        ANALISA DAN EVALUASI
Bab tiga memaparkan analisa prosedur penerimaan kas, analisa prosedur pengeluaran kas, sistem pencatatan penerimaan kas, sistem pencatatan pengeluaran kas pada Dinas Sosial Kota Langsa.
BAB IV :        KESIMPULAN

Pada bab empat penulis menyimpulkan dan memberi saran atas penelitian yang dilakukan berdasarkan uraian sebelumnya yang mungkin berguna dalam meningkatkan sistem pengawasan inter kas pada Dinas Sosial Kota Langsa

Untuk Mendownload Skripsi "Sistem Pengawasan Intern Kas Pada Dinas Sosial Kota Langsa " Ini silakan klik link dibawah ini
Download



Download Skripsi Akutansi Sistem Informasi Akuntansi Aktiva Tetap Pada CV. Agro Surya Medan

BAB I PENDAHULUAN
A.      Alasan Pemilihan
Judul Setiap organisasi memiliki sasaran yang akan dicapai, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, yaitu memperoleh laba dan menaikkan nilai perusahaan. Perusahaan tidak akan dapat mencapai sasaran tersebut tanpa adanya aktiva (Asset) yang dapat menjamin kelancaran operasional rutin perusahaan, terutama aktiva tetap (Fixed Assets). Aktiva tetap merupakan asset perusahaan yang sangat penting, tanpa adanya aktiva tetap mustahil sebuah perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasional rutinnya dengan baik.
Menurut PSAK No. 16, aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dulu yang digunakan dalam proses produksi, tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai manfaat lebih dari satu tahun.
Hampir setiap perusahaan, baik yang bergerak dalam bidang jasa, perdagangan, maupun industri pasti memiliki aktiva tetap untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan setiap harinya. Aktiva tetap merupakan harta perusahaan yang masa penggunaannya lebih dari satu periode normal akuntansi (biasanya diatas satu tahun penggunaan). Aktiva tetap ini digolongkan kepada dua kelompok berdasarkan wujudnya yaitu, aktiva tetap berwujud (Tangible asset) dan aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Assets). Harta perusahaan yang termasuk kedalam kelompok aktiva tetap ini yaitu, tanah (land), gedung Universitas Sumatera Utara (building), mesin (machine), kendaraan (vehicles), goodwill, hak cipta (copy rights), dan lain sebagainya.
 Di dalam menjalankan kegiatan operasi perusahaan, proses perolehan aktiva tetap tersebut tentu memerlukan pertimbangan-pertimbangan bagi pihak perusahaan, karena kesalahan dalam mempertimbangkan cara memperoleh aktiva tetap juga akan mempengaruhi operasi perusahaan, terutama dari segi dana yang tersedia untuk memperoleh aktiva tetap tersebut. Untuk itu diperlukan suatu perencanaan yang berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang tepat bagi para pengambil keputusan, tentang kebijakan apa yang perlu diambil untuk memperoleh aktiva tetap.
Seiring dengan berjalannya waktu, maka aktiva tetap yang telah dimiliki perusahaan tentunya mempunyai batas waktu tertentu untuk beroperasi, serta memerlukan perbaikan-perbaikan yang kadangkala juga membutuhkan dana yang tidak sedikit jumlahnya, disamping biaya-biaya pemeliharaan rutin agar dapat menunjang kegiatan pengoperasiannya yang berkesinambungan. Dalam hal ini perlu penetapan apakah pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan aktiva tetap masuk kepada pengeluaran modal (Capital Expenditure) ataupun pengeluaran pendapatan (Revenue Expenditure).
 Penanganan aktiva tetap bertujuan untuk memperoleh efisiensi dan pengamanan terhadap aktiva tetap agar dana yang diinvestasikan kedalam aktiva tetap memperoleh manfaat yang maksimum sesuai dengan jangka waktu pemakaiannya, serta untuk menghindari ketidakwajaran pelaporan biaya dalam satu periode akuntansi.
Aktiva tetap juga sangat erat kaitannya dengan umur ekonomis dari aktiva tersebut sehingga perusahaan perlu menerapkan suatu sistem informasi akuntansi aktiva tetap untuk dapat mengestimasikan secara lebih akurat umur ekonomis aktiva tetap tersebut. Hal ini sangat penting karena dengan estimasi umur ekonomis yang akurat, perusahaan dapat mentaksir masa penggunaan aktiva tetap tersebut secara lebih efektif.
Mengingat pentingnya aktiva tetap (Fixed Assets) bagi sebuah organisasi/ perusahaan, maka penulis tertarik untuk menganalisis aktiva tetap tersebut kedalam sebuah skripsi minor yang diaplikasikan oleh perusahaan dengan judul “Sistem Informasi Akuntansi Aktiva Tetap Pada CV. AGRO SURYA MEDAN”.
B.      Perumusan Masalah
Didalam ilmu akuntansi, pembahasan masalah dalam sistem informasi akuntansi aktiva tetap sangatlah luas, sehingga penulis merasa perlu membatasi permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi minor ini. Dalam kesempatan ini penulis hanya akan membahas tentang aktiva tetap berwujud (Tangible Asset), khususnya pada masalah berikut “Apakah Sistem Informasi Akuntansi Aktiva Tetap yang diterapkan oleh CV. AGRO SURYA MEDAN telah sesuai dengan prinsip cepat, aman dan murah?”
C.      Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan skripsi minor ini adalah untuk mengetahui apakah CV. AGRO SURYA MEDAN telah menerapkan sistem informasi akuntansi aktiva tetap yang cepat, aman, dan murah.
D.      Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan penulis dari penulisan skripsi minor ini adalah sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk peningkatan kualitas sistem informasi akuntansi aktiva tetap yang diterapkan.
E.       Sistematika penulisan
Agar penulisan skripsi minor ini lebih terarah dan dapat mempermudah penulis dalam pengerjaan hal-hal yang dibahas, penulis membuat beberapa bab sesuai dengan kebutuhan pembahasan antara lain :
BAB I :           PENDAHULUAN
Bab ini membahas alasan pemilihan judul, perumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, dan sistematika penulisan,
BAB II :         CV. AGRO SURYA MEDAN
Bab ini membahas uraian tentang sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan, definisi sistem, perbedaan pengertian sistem dan prosedur, deskripsi aktiva tetap, dokumentasi, catatan akuntansi, fungsi yang terkait, jaringan subsistem, unsur pengendalian intern, dan bagan alir dokumen jaringan yang membentuk sistem akuntansi aktiva tetap,
BAB III :        ANALISIS DAN EVALUASI

Dalam hal ini akan diuraikan tentang analisis dan evaluasi atas masalah aktiva tetap pada CV. AGRO SURYA MEDAN, yaitu dengan membandingkan antara teori dengan hasil survey dilapangan, yang mencakup deskripsi aktiva tetap, dokumentasi, Universitas Sumatera Utara catatan akuntansi, fungsi yang terkait, jaringan subsistem, unsur pengendalian intern, dan bagan alir dokumen jaringan yang membentuk sistem akuntansi aktiva tetap, dan indikator pengujian sistem akuntansi aktiva tetap pada CV. AGRO SURYA, BAB IV: KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini merupakan kesimpulan dari apa yang telah ditulis dalam skripsi minor ini dan juga meliputi saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi perusahaan

Untuk Mendownload Skripsi " Sistem Informasi Akuntansi Aktiva Tetap Pada CV. Agro Surya Medan " Ini silakan klik link dibawah ini
Download


Tuesday, March 14, 2017

Download Skripsi Akutansi Analisis Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Return On Asset (ROA) pada Perusahaan-Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Dewasa ini globalisasi telah menjangkau kehidupan. Dampak yang dirasakan adalah persaingan yang semakin tajam khususnya dalam dunia usaha. Persaingan dalam dunia usaha merupakan faktor ekstern yang tidak dapat dihindari dan tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan. Namun, demi mempertahankan keberadaannya, suatu perusahaan dapat melakukan upayaupaya intern perusahaan. Upaya intern yang dapat dilakukan antara lain dengan memaksimalkan pemanfaatan seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Dengan adanya pemanfaatan seluruh sumber daya yang ada dengan baik dan efisien, maka laba atau profit yang menjadi tujuan utama perusahaan dapat diperoleh, baik itu perusahaan dagang, perusahaan jasa, maupun perusahaan manufaktur. Tanpa diperolehnya laba, perusahaan tidak dapat memenuhi tujuan lainnya yaitu berkembang (growth), bertahan hidup (going concern), dan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility). Laba yang menjadi tujuan utama perusahaan dapat dicapai dengan penjualan barang dan jasa. Semakin besar penjualan barang dan jasa, maka laba yang dihasilkan oleh perusahaan juga akan semakin besar. Kelangsungan hidup perusahaan (going concern) dipengaruhi oleh banyak hal, antara lain profitabilitas perusahaan itu sendiri. Profitabilitas adalah hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan. Menurut Warren (2005:704) ”profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba secara efektif dan efisien dari aktivitas operasinya”.
Ada beberapa ukuran yang dipakai untuk melihat kondisi profitabilitas suatu perusahaan, antara lain dengan menggunakan tingkat pengembalian aktiva (return on asset) atau biasa disingkat dengan ROA. ROA dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengetahui seberapa mampu perusahaan memperoleh laba yang optimal dilihat dari posisi aktivanya. Rasio ini mengukur tingkat pengembalian total aktiva setelah beban bunga dan pajak, semakin tinggi perbandingan laba bersih terhadap total aktiva maka akan semakin baik bagi perusahaan.
Pentingnya profitabilitas dapat dilihat dengan mempertimbangkan dampak yang berasal dari ketidak mampuan perusahaan mendapatkan laba yang maksimal untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Dalam melakukan aktifitas operasionalnya setiap perusahaan akan membutuhkan potensi sumber daya. Potensi sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya adalah sumber daya keuangan yaitu modal. Modal adalah bagian pemilik perusahaan atau kekayaan (aktiva) perusahaan yang diukur dengan menghitung selisih antara aktiva dikurangi dengan utang. Menurut Stice (2004:136) “modal ialah sisa kepemilikan atas aktiva dari suatu entitas setelah dikurangi kewajiban-kewajibannya”. Dalam sebuah perusahaan modal mencerminkan bagian kepemilikan.
Pengelolaan modal memiliki peranan yang sangat penting dalam usaha menciptakan laba, oleh karena itu manajemen perusahaan dituntut tidak hanya memikirkan bagaimana memperoleh dan memilih sumber dana yang dibutuhkan untuk menghasilkan laba, tetapi juga dituntut untuk mengawasi, mengatur, dan mengendalikan masalah penggunaan modal. Dalam hal ini pimpinan perusahaan harus dapat mengambil keputusan yang tepat agar perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Salah satunya adalah pengambilan keputusan mengenai modal kerja perusahaan. Menurut Sawir (2005:129) ”modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan atau dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahan sehari-hari ”.
Modal kerja yang lebih kecil dari kebutuhan akan menimbulkan kerugian atau hilangnya kesempatan untuk memperoleh laba karena perusahaan kekurangan modal kerja untuk memperluas penjualan dan meningkatkan produksinya. Sebaliknya, modal kerja yang terlalu besar dari yang dibutuhkan akan mengakibatkan terjadinya dana menganggur, sehingga tidak efisien dalam penggunaan dana. Modal kerja juga menggambarkan kemampuan memperoleh laba melalui pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan operasi. Secara umum tujuan perusahaan adalah menghasilkan laba agar kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin, sehingga dapat selalu mengusahakan perkembangan lebih lanjut, karena itu kegiatan menentukan kebutuhan modal kerja harus dikaitkan dengan laba usaha.
Penelitian ini merupakan penelitian replikasi dari penelitian dilakukan oleh Sinaga (2008) yang berjudul “Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Aktiva Operasi terhadap Tingkat Rentabilitas pada Industri Otomotif dan Komponennya yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta” dan penelitian oleh Pardosi (2010) yang berjudul “Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Return Spread terhadap Likuiditas pada pada Perusahan Otomotif dan Komponennya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Hasil dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sinaga (2008) menyatakan bahwa perputaran modal kerja tidak berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan laba, sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pardosi (2010) menyatakan bahwa perputaran modal kerja berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa terjadi ketidak konsistenan hasil penelitian maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai pengaruh perputaran modal kerja terhadap return on asset (ROA), tetapi penulis menggunakan perusahaan-perusahaan real estate dan property yang menjadi objek penelitian.
Industri property nasional akan semakin cerah pada tahun-tahun mendatang, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia terus tumbuh dengan baik, apalagi melihat nilai tukar rupiah yang cenderung makin membaik menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia cukup bagus, meski tingkat suku bunga bank cenderung menguat akibat laju inflasi 2008 yang tinggi. Kecenderungan naiknya suku bunga bank, setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dari 8,25 persen menjadi 8,50 persen yang juga diikuti kenaikan suku bunga oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mendorong perbankan juga menyesuaikan tingkat bunganya. Namun, kenaikan suku bunga bank hanya menekan penjualan produk properti sesaat saja, setelah itu minat beli konsumen kembali normal.
Pada tahun-tahun yang akan datang pertumbuhan perusahaan-perusahaan real estate dan property cukup pesat. Hal ini dapat dilihat dari semakin tingginya minat konsumen terhadap property dan berdirinya perusahaanperusahaan besar yang ada di Indonesia. Semakin banyak perusahaanperusahaan real estate dan property itu membuka gerai maka kebutuhan modal kerja perusahaan tentu akan semakin besar pula, selain itu berdasarkan pengamatan peneliti diketahui bahwa pada beberapa perusahaan-perusahaan real estate dan property diperoleh adanya kenaikan modal kerja yang diikuti dengan kenaikan kemampuan menghasilkan laba, namun pada beberapa perusahaan lain kenaikan ini tidak diikuti dengan kenaikan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Berdasarkan penjelasan dan fenomena tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian atas pengaruh perputaran modal kerja terhadap return on asset.
B.      Perumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu ”apakah perputaran modal kerja berpengaruh terhadap return on asset (ROA) pada perusahaanUniversitas Sumatera Utara perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?”
C.      Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah ”untuk mengetahui apakah perputaran modal kerja berpengaruh terhadap return on asset (ROA) pada perusahaanperusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)”.
D.      Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
a.       bagi peneliti, sebagai bahan masukan apabila suatu saat diminta pendapat atau
­­diminta masukan mengenai pengaruh perputaran modal kerja terhadap tingkat return on asset (ROA) pada perusahaan-perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI),
b. bagi perusahaan, sebagai dasar perimbangan dan masukan bagi pihak perusahaan-perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam menjalankan aktivitasnya,

 c. sebagai bahan informasi, referensi, perbandingan, dan juga sumbangan pemikiran bagi peneliti selanjutnya, mengenai perputaran modal kerja terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan-perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk Mendownload Skripsi " Analisis Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Return On Asset (ROA) pada Perusahaan-Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) " Ini silakan klik link dibawah ini
Download


Download Skripsi Akutansi Pengaruh Informasi Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas terhadap Harga Saham pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Masalah Pasar modal memiliki peran besar dalam perekonomian suatu negara, seperti di Indonesia, karena pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal disebut memiliki fungsi ekonomi karena menyediakan fasilitas untuk mempertemukan dua kepentingan, yaitu pihak yang membutuhkan dana (issuer) dengan pihak yang mempunyai kelebihan dana (investor) atau disebut sebagai lembaga perantaraan (intermediaries).
Adanya pasar modal dapat mendorong terciptanya alokasi dana yang efisien, karena melalui pasar modal pihak yang memiliki kelebihan dana dapat menginvestasikan dana tersebut dengan harapan memperoleh imbalan (return), sedangkan pihak issuer (dalam hal ini perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan. Pasar modal disebut memiliki fungsi keuangan karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.
Pasar modal menyediakan banyak sekali informasi yang tersedia bagi para investor. Informasi merupakan kebutuhan yang mendasar bagi para investor dalam mengambil keputusan. Seorang investor harus memiliki perencanaan investasi yang efektif agar memperoleh keuntungan di pasar modal. Perencanaan ini meliputi pertimbangan keputusan yang diambil untuk mengalokasikan dana yang dimiliki dalam bentuk aktiva tertentu dengan harapan mendapat keuntungan ekonomis di masa mendatang. Salah satu bentuk investasi yang dilakukan investor adalah membeli saham, dengan harapan akan memperoleh return baik berupa dividen maupun capital gain.
Dalam mempertimbangkan keputusannya untuk berinvestasi dalam bentuk saham, investor membutuhkan berbagai informasi mengenai perusahaan issuer. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang penting dalam hal ini. Laporan keuangan menggambarkan kinerja suatu perusahaan yang merupakan hasil dari serangkaian proses. Adapun salah satu parameter kinerja tersebut adalah laba. Pentingnya informasi laba secara tegas telah disebutkan dalam PSAK (Pernyataan Stanadar Akuntansi Keuangan) No. 25 yaitu: laporan laba rugi merupakan laporan utama untuk melaporkan kinerja suatu perusahaan selama periode tertentu.
Bentuk tindakan lain dalam pengungkapan laporan keuangan adalah dengan melaporkan arus kas. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.2 tentang arus kas yang merekomendasikan perusahaan harus memasukkan laporan arus kas sebagai bagian tidak terpisah dari pelaporan keuangan.
Tujuan laporan arus kas adalah untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu entitas untuk satu periode. Informasi ini berguna bagi investor dan kreditor untuk mengetahui kemampuan entitas menghasilkan arus kas bersih masa depan dan membandingkannya dengan kewajiban-kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk kemungkinan pembayaran dividen masa depan. Laporan arus kas harus disajikan dengn merinci komponen-komponen arus kas dari aktivitas-aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Pembedaan komponen-komponen arus kas ini penting karena masing-masing komponen tersebut dianggap mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap harga saham.
Berdasarkan uraian diatas peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Informasi Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas terhadap Harga Saham pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”
B.      Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka perumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.       apakah terdapat pengaruh laba akuntansi terhadap harga saham? 2
2.        apakah terdapat pengaruh arus kas dari aktivitas operasi terhadap harga saham?
3.        apakah terdapat pengaruh arus kas dari aktivitas investasi terhadap harga saham? 4
4.       apakah terdapat pengaruh arus kas dari aktivitas pendanaan terhadap harga saham? 5.
5.        apakah terdapat pengaruh laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan secara bersama-sama terhadap harga saham?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
A. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. untuk menguji dan memberikan bukti empiris pengaruh informasi laba akuntansi terhadap harga saham,
2. untuk menguji dan memberikan bukti empiris pengaruh arus kas dari aktivitas operasi terhadap harga saham,
3. untuk menguji dan memberikan bukti empiris pengaruh arus kas dari aktivitas investasi terhadap harga saham,
4. untuk menguji dan memberikan bukti empiris pengaruh arus kas dari aktivitas pendanaan terhadap harga saham,
5. untuk menguji dan memberikan bukti empiris pengaruh laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan secara bersama-sama terhadap harga saham.
 B. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini:
1. bagi peneliti, penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan peneliti tentang pasar modal khususnya yang berkaitan dengan pengaruh informasi laba akuntansi dan arus kas terhadap harga saham pada perusahaan yang terdaftar di BEI,
2. bagi perusahaan, penelitian ini diharapkan menjadi alat bantu bagi perusahaan untuk menilai apakah penerbitan laporan keuangan memiliki pengaruh terhadap harga saham perusahaan,
3. bagi investor, penelitian ini diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual saham,

4. bagi peneliti lain, sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut pada bidang yang sama.

Untuk Mendownload Skripsi " Pengaruh Informasi Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas terhadap Harga Saham pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia " Ini silakan klik link dibawah ini
Download