Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, May 9, 2013

Download Skripsi PAUD : Strategi Pembelajaran BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) dalam Membina Akhlak Anak Usia Dini

Strategi Pembelajaran BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) dalam Membina Akhlak Anak Usia Dini di RA Pesantren Sabiilil Muttaqin Jeli Karangrejo Tulungagung
Penulis:Imroatul Ma'rifah
Tahun:2010
Fakultas:Tarbiyah
Jurusan:Pendidikan Agama Islam
Pembimbing:1) Dra Hj. Siti Annijat Maimunah, M. Pd.  
Kata Kunci:Strategi, Pembelajaran BCM, Akhlak, Anak Usia Dini

Anggapan bahwa pendidikan gagal membentuk anak didik berakhlak mulia, berawal pada fenomena perilaku yang tidak terpuji. Sebagai pendidik, membina akhlak anak sejak usia dini sangat dipentingkan. Karena pada usia ini anak mudah sekali meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Melihat karakter anak seperti itu, maka pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak adalah yang selalu ”dibungkus” dengan permainan, suasana riang, bernyanyi dan bercerita. Bukan pendekatan pembelajaran yang penuh dengan tugas-tugas berat. Sehingga melalui pembelajaran yang menarik (BCM) secara tidak langsung anak dapat mengenal kebiasaan-kebiasaan baik seperti berdo’a sebelum makan, berbakti kepada orang tua dan guru, belajar mema’afkan, berkata jujur, dsb. BCM digunakan guru sebagai perantara untuk membina akhlak anak, agar anak didik mempunyai akhlaqul karimah yang kemudian dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengambil judul penelitian tentang Strategi Pembelajaran BCM dalam membina akhlak anak usia dini di RA Pesantren Sabiilil Muttaqin Jeli Karangrejo Tulungagung.
Kajian dan pembahasan skripsi ini bertujuan untuk: 1) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan strategi pembelajaran BCM yang di lakukan guru dalam membina akhlak anak usia dini di RA Pesantren Sabiilil Muttaqin Jeli Karangrejo Tulungagung, 2) Untuk mendeskripsikan faktor hambatan guru dalam melaksanakan strategi pembelajaran BCM dalam membina akhlak anak usia dini di RA Pesantren Sabiilil Muttaqin Jeli Karangrejo Tulungagung, 3) Untuk mendeskripsikan solusi dari hambatan-hambatan pelaksanaan strategi pembelajaran BCM dalam membina akhlak anak usia dini di RA Pesantren Sabiilil Muttaqin Jeli Karangrejo Tulungagung. Agar tujuan tersebut tercapai, maka peneliti menggunakan pendekatan literatur dan kajian empiris/penelitian lapangan.
Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subyek penelitian skripsi ini adalah: Kepsek, Guru RA PSM, perwakilan siswa serta informan lain yang terkait dengan masalah yang dibahas. Penelitian metode kualitatif dengan jenis studi kasus ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu: 1) Observasi, 2) Wawancara, dan 3) Dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Pelaksanaan strategi pembelajaran BCM yang di lakukan guru dalam membina akhlak anak usia dini, yaitu: a) Pembelajaran BCM digunakan pada semua mata pelajaran, b) Menerapkan pembelajaran BCM pada materi akhlak dalam satu kali pertemuan secara bervariasi, c) Memilih permainan, cerita, dan nyanyian yang sesuai dengan pembinaan akhlak, d) Menggunakan media pembelajaran yang menarik, e) Mengelola kelas dengan mengatur tata letak bangku, f) Menfokuskan pembinaan akhlak untuk anak usia dini dengan tehnik pembiasaan melalui BCM, g) Menjelaskan ulang makna dari BCM yang telah di sampaikan, h) Mengevaluasi setiap perilaku siswa-siswi ketika proses pembelajaran berlangsung, 2) Faktor hambatan guru dalam melaksanakan strategi pembelajaran BCM dalam membina akhlak anak usia dini, yaitu: a) Kurangnya tenaga pendidik, b) Terbatasnya waktu yang ada. 3) Solusi dari hambatan-hambatan pelaksanaan strategi pembelajaran BCM dalam membina akhlak anak usia dini, yaitu: a) Menambah tenaga pendidik dengan memanfaatkan sumber daya (lulusan-lulusan perguruan tinggi) di daerah sekitar RA Pesantren Sabiilil Muttaqin Jeli Karangrejo Tulungagung, b) Menambah jam pelajaran dengan konsekwensi adanya tambahan guru.


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment