Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, July 27, 2015

Analisis Sekenario Eva Dan Implikasinya Pada PT.Coca Cola Bottling Indonesia Medan

 Alfi Nashri
Alfi Nashri (2005), Analisis Skenario Penerapan EVA dan Implikasinya pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia-Medan". Pembimbing, Drs. Amlys S. Silalahi, MSi. Ketua Departemen Program Manajemen, Prof. Dr. Hj. Ritha , Fatimah Dalimunthe, SE, MSi. Penguji I, Drs. H. Nakman Harahap, MSi dan Penguji II, Dra. Lucy Anna, MS. Economic Value Added (EVA) berguna untuk mengukur nilai suatu perusahaan berdasarkan laba setelah pajak dikurangi biaya modal yang terpakai. Mereka yang pro terhadap konsep EVA, mengklaim konsep ini dapat membantu menyesuaikan kepentingan para managers dengan shareholders. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah skenario penerapan EVA pada perusahaan Coca Cola Bottling Indonesia di Medan akan memberikan implikasi positif terhadap nilai tambah perusahaan di masa yang akan datang. Hasil dari penelitian penulis menunjukkan penerapan EVA memberikan implikasi positif terhadap penciptaan nilai tambah perusahaan. Penerapan EVA di perusahaan telah mampu menciptakan value creation pada 2 tahun terakhir yaitu, tahun 2003 adjusted EVA-nya sebesar Rp. 87,3 juta dantahun 2002 positif sebesar Rp. 39,23 juta sedangkan untuk tahun 2001 adjusted EVA-nya minus Rp. 776,4 juta. Meningkatnya nilai EVA perusahaan juga diikuti dengan meningkatnya Market value added ( MYA ) perusahaan di dua tahun terakhir yaitu, tahun 2002 sebesar Rp. 31,17 juta dan tahun 2003 sebesar Rp. 64,69 juta. Se1ain itu, pertumbuhan perusahaan relatif stabil walaupun terjadinya penurunan EVA di tahun 2001. Perturnbuhan perusahaandengan metode Self-financeable Growth (SFG - rate) untuk tahun 2001 hingga tahun 2003 berturut - turut yaitu 48%, 49%, dan 46%. Bila kita mengkaji lebih dalam lagi metode SFG-rate dengan skema Comprehensive Analysis Programme (CAP) maka skenario A (Pesimis) mampu meningkatkan pertumbuhan SFG-rate yang lebih baik yaitu, sebesar 50% jika dibandingkan dengan skenario normal atau Optimistis. Dengan skenario A, perusahaan bisa menciptakan perturnbuhan dengan efisiensi operasional yang lebih baik serta diharapkan pertumbuhan ini mampu mendongkrak EVA lebih baik lagi. Parameter yang digunakan adalah Net operating profit after tax ( NOPAT ) atau Earning After Taxes ( EAT ), Weighted average cost ofcapital ( WACC ), Return on Invested Capital ( ROIC ), dan Self-financeable Growth (SFG-rate).

 
Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment