Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, December 9, 2015

Analisis Dampak Merger Terhadap Profitabilitas Industri Perbankan (Studi kasus pada Bank Mandiri Tbk. Di Bursa Efek Jakarta)

Nur Latifah Inayati
Kebijakan pemerintah dalam merestrukturisasi BUMN-BUMN
yang belum dan tidak sehat menjadi suatu pilihan agar BUMN tersebut
dapat bersaing di dalam negeri dan di luar negeri. Salah satu
restrukturisasi yang dilakukan adalah melakukan merger empat bank
pemerintah (BBD, BDN, EXIM, Bapindo) menjadi satu bank yaitu Bank
Mandiri. Harapan pemerintah dengan adanya merger tersebut adalah
Bank Mandiri dapat beroperasi sebagai intermediary financial yang
mendukung kegiatan sektor riil di Indonesia. Tapi yang perlu
dipertanyakan, apakah merger tersebut membawa dampak yang baik
terhadap kinerja keuangan Bank Mandiri khususnya pada kinerja pada
profitabilitas.
 Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun data yang
diambil adalah data skunder yang berupa laporan keuangan Bank
Mandiri tahun 2003-2005 di Bursa Efek Jakarta. Metode analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan analisis rasio keuangan
profitabiltas
 Hasil penelitian menyatakan bahwa keadaan Bank Mandiri
sebelum merger mengalami penurunan profitabilitas, karena pada saat itu
terjadi krisis ekonomi yang melanda yang mengakibatkan memburuknya
kinerja keuangan pada industri perbankan pada umumnya dan pada
Bank Mandiri pada khususnya. Kemudian kinerja keuangan Bank
Mandiri setelah merger 2003-2005 mengalami peningkatan Jika
dibandingkan dari kinerja keuangan keempat Bank Mandiri sebelum
merger (BBD, BDN, Bank EXIM, dan BAPINDO). Hal ini dapat dilihat dari
perkembangan laba bersih yang ada pada laporan keuangan. Tapi
peningkatan tersebut hanya terjadi pada tahun 2003- 2004, pada tahun
2005 bank mandiri mengalami penurunan profit dari tahun 2004-2005
sebesar 4.652.262 T. Adapun penurunan kredit bermasalah dari sebelum
merger 70,9% menjadi 61,4% sesudah merger (2003-2005), yang artinya
sampai tahun 2005 merger bank mandiri berdampak positif, terutama
pada tingkat kredit bermasalah pada Bank Mandiri.


  
Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment