Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Friday, July 3, 2015

Integrasi Pasar Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Perdesaan Asahaan Dengan Pasar Nasional(Studi Kasus : Kabupaten Asahan)

Pasaribu, Martin ML
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tentang : 1. Elastisitas transmisi harga tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit di Pedesaan Asahan Khususnya Kecamatan Mandoge dengan harga nasional. 2. Integrasi pasar tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit Pedesaan Asahan dengan Pasar nasional Penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive yaitu Kabupaten Asahan dengan pertimbangan bahwa daerah ini merupakan produsen Kelapa sawit terbesar di Sumatera Utara. Selain Kelapa sawit milik perusahaan-perusahaan di daerah ini banyak Tanaman Kelapa sawit yang dimiliki Petani. Data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan petani Kelapa sawit. Petani yang diwawancara ditentukan secara purposive di lima desa yang mewakili Pedesaan Asahan yang diteliti. Data sekunder yang diambil adalah data sekunder yang bersifat deret waktu (time series). Data sekunder tersebut dikumpulkan melalui pencatatan dari berbagai dokumentasi yang bersumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Perkebunan Kabupaten Asahan, BPS (Biro Pusat Statistik), maupun dari instansi terkait lainnya yang berhubungan dengan komoditi Kelapa Sawit. Selain itu data juga diperoleh dari buku, internet, maupun literatur lainnya yang berkaitan dengan tujuan penelitian ini. Dari hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut : 1. elastisitas harga tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit di lima desa tidak semua elastis (≥1). Hanya Desa Bandar Pasir Mandoge yang memiliki elastistas >1, dimana setiap perubahan harga di pasar nasinal 1% ditranmisikan lebih besar dari 1% ke tingkat produsen yaitu Desa Bandar Pasir Mandoge. Hal ini berarti petani di Desa B.P. mandoge memperoleh keuntungan dari perubahan harga yang terjadi di tingkat nasional dan pasar B.P mandoge lebih berperan dibandingkan pasar nasional. Sementara untuk ke empat desa lainnya, yaitu Desa Huta Padang, Desa gotting Sidodadi, Desa Silau Jawa dan Desa Suka Makmur memiliki elastisitas transmisi harga lebih kecil satu (<1 1="" 2.="" :="" artinya="" asahan="" bandar="" berbeda="" berperan="" buah="" connection="" daerah="" dalam="" dari="" dengan="" desa.="" desa="" di="" ditunjukkan="" efisien.="" empat="" hal="" hampir="" harga="" hasil="" index="" ingrasi="" ini="" integrasi="" jangka="" ke="" kecamatan="" kecil="" kelapa="" komoditas="" kuat="" lebih="" mandoge="" market="" masing-="" masing="" melemah="" memiliki="" mengakibatkan="" menunjukkan="" nasional="" of="" pada="" pasar="" pasir="" pedesaan="" pemasaran="" pendek="" penelitian="" perubahan="" relatif="" sawit="" segar="" seluruh="" setiap="" sistem="" sudah="" tandan="" tingkat="" vertikal="" yakni="" yang=""> 1, maka pasar rujukan (pasar nasional) tidak ada koneksi dengan pasar lokal. Sementara untuk integrasi jangka panjang setiap desa dengan pasar nasional dilihat dari t-stat dan t-tabel memiliki integrasi, hal ini dibuktikan dari ke 5 desa memliki t-stat > t-tabel significant dengan 0, berarti β2 ≠ 0.
 

Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi

Artikel Terkait: