There was an error in this gadget

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, August 1, 2012

Download Skripsi Psikologi: Program Konseling Bagi Wanita Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Penelitian mengenai program konseling bagi wanita korban kekerasan dalam rumah tangga terkait dengan permasalahan pemberian bantuan konseling kepada para wanita korban kekerasan dalam rumah tangga. Bantuan konseling sangat penting peranannya dalam proses pendampingan. Hal ini dikarenakan bantuan konseling merupakan salah satu bantuan psikologis dalam menangani korban KdRT. Pentingnya proses konseling tidak disertai dengan realisasi yang signifikan dalam pelaksanaannya.

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis gambaran konkrit kondisi wanita korban KdRT, termasuk latar belakang keluarga dan kekerasan yang dialaminya serta bantuan konseling yang tepat untuk diberikan kepada wanita korban KdRT. Bantuan konseling merupakan proses bantuan yang diberikan kepada individu yang bertujuan agar indivdiu mampu mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi dalam kehidupannya serta mampu untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Kekerasan dalam rumah tangga dapat berarti perilaku seseorang yang mengakibatkan anggota keluarga lain mengalami luka fisik, psikologis, seksual, atau ekonomi yang bertujuan untuk mengendalikan keluarga.

Penelitian yang menggunakan metode studi kasus, menghasilkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, latar belakang keluarga sehingga menimbulkan tindak KdRT adalah (a) komunikasi antara suami dan istri kurang baik, (b) suami yang temperamental, (c) adanya pihak ketiga dalam keluarga, (d) suami tidak memberikan nafkah materi. Kedua, jenis kekerasan yang dialami oleh wanita korban KdRT adalah (a) kekerasan psikis, berupa selingkuh, menikah tanpa seizin istri, tidak menghargai sebagai istri, dan ancaman verbal; (b) kekerasan fisik, berupa pemukulan, tendangan, dan kekerasan fisik lainnya; serta (c) kekerasan ekonomi, berupa suami tidak memberikan nafkah materi selayaknya kepada istri. Ketiga, gambaran konkrit wanita korban KdRT baik secara fisik maupun psikologis, yaitu (a) kondisi fisik lebih cenderung disebabkan kondisi psikologis yang tidak stabil, dan (b) kondisi psikis yang paling dominan adalah cemas yang berlebihan, sering melamun, menangis terus menerus, agresif, dan depresi. Keempat, program konseling dalam lembaga JaRI belum dibuat secara tertulis, hanya baru sebatas kesepakatan bersama antar tenaga ahli.

Dari hasil penelitian tersebut, maka disusunlah program hipotetik konseling bagi wanita korban kekerasan dalam rumah tangga yang berisikan sebagai berikut. Pertama, rasional, berisikan latar belakang disusunnya program konseling. Kedua, visi dan misi, berisikan visi serta misi disusunnya program konseling. Ketiga, tujuan, berisikan tujuan umum dan tujuan khusus dari program konseling. Keempat, bentuk kegiatan, berisikan kegiatan apa saja yang dapat diberikan berkaitan dengan bantuan konseling yang diberikan. Kelima, personel pelaksana, berisikan personel lembaga yang dapat terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam memberikan bantuan konseling. Keenam, sarana dan pra sarana, berisikan alat-alat yang dapat menunjang pelayanan konseling. Ketujuh, Waktu, berisikan waktu yang dapat dilakukannya program konseling. Kedelapan, evaluasi, berisikan kegiatan penilaian atau evaluasi yang dapat dilakukan dalam pelaksanaan program konseling bagi wanita korban KdRT.

Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi kepada lembaga JaRI untuk mengujicobakan program yang telah disusun serta memberikan pelatihan kepada relawan agar relawan mampu memberikan bantuan konseling yang tepat. Bagi jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan untuk melakukan kerja sama dengan lembaga JaRI dalam memberikan bantuan konseling dan pelatihan konseling kepada relawan, sehubungan dengan belum adanya konselor di lembaga tersebut. Bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian yang lebih luas tentang bantuan konseling kepada wanita korban kekerasan dalam rumah tangga.
Daftar Isi s_ppb_033772_table_of_content.pdf
Bab I s_ppb_033772_chapter1.pdf
Bab II s_ppb_033772_chapter2.pdf
Bab III s_ppb_033772_chapter3.pdf
Bab IV s_ppb_033772_chapter4.pdf
Bab V s_ppb_033772_chapter5.pdf
Daftar Pustaka s_ppb_033772_bibliography.pdf


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment