Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 8, 2012

Hubungan Morfologi dengan Leksikologi

2.1 Morfologi dan Leksikologi



            Leksikologi adalah cabang linguistik yang mempelajari leksikon. Leksikon merupakan  komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam  bahasa; kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, penulis, atau suatu bahasa;  perbendaharaan kata; kosakata; daftar kata yang disusun seperti kamus, dengan penjelasan yang  singkat dan praktis (Kridalaksana, 1984: 114).  Konsep dasar dalam leksikologi ialah leksem (kata yang merupakan satuan bermakna atau  satuan terkecil dari leksikon). Tentu Anda bertanya, apa bedanya leksem dengan kata dan  morfem? Hubungan kata, dan leksem dapat digambarkan dengan diagram berikut:  
            Jadi, kata adalah leksem, baik leksem tunggal maupun gabungan leksem yang sudah  mengalami proses morfologik, sedangkan morfem adalah satuan yang terwujud setelah kata  terbentuk. Misalnya kata rumah berasal dari leksem tunggal yang telah mengalami proses  derivasi zero ( proses morfologik yang mengubah leksem menjadi kata tanpa penambahan atau  pengurangan). Kata berjuang berasal dari leksem juang yang mengalami proses afiksasi dengan  ber-. Jadi, kata rumah adalah kata yang terdiri atas morfem tunggal rumah, sedangkan kata  berjuang terjadi dari morfem afiks ber- dan morfem dasar juang (Kushartanti, dkk., 2005: 139). 
            Jika morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan  bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, sedangkan leksikologi mempelejari seluk-beluk  kata, yaitu perbendaharan kata, pemakaian kata serta artinya seperti dipakai masyarakat pemakai  bahasa.  Dari uraian di atas dapat disebutkan bahwa objek leksikologi itu adalah perbendaharaan kata  atau kosakata dalam suatu bahasa serta arti kata dan pemakaiannya dalam suatu bahasa. 

            Kekayaan kata atau kosakata dalam suatu bahasa kita dapat temukan dalam kamus. Anda  akan menemukan leksem yang tersusun secara alfabetis. Misalnya kata perikemanusiaan, Anda  harus menentukan terlebih dahulu leksem (bentuk asal) kata yaitu manusia sebagai kata entri,  sedangkan bentuk-bentuk derivasinya diperlakukan sebagai subentri, seperti memanusiakankemanusiaan dan sebagainya.  Pemakaian kata dan arti kata dapat dijelaskan dalam kamus. Misalnya kata mekar.  
Kata ini mempunyai berbagai-bagai arti dalam pemakaiannya, seperti dijelaskan dalam  kamus sebagai berikut:  
mekar v,
1. ’Mulai berkembang; menjadi terbuka; mengurai.’ Contohnya Mawar itu mekar disinari matahari pagi.
2. ‘Menjadi besar dan gembung.’ Contohnya Adonan roti ini telah mekar.
3. ‘Menjadi bertambah luas’ (besar,ramai, bagus dsb.). Contohnya Jalan sudah makin besar, kota juga tambah mekar.
4. ‘Mulai tumbuh dan berkembang.’ Contohnya Di hatinya mulai mekar perasaan cinta.
Kemudian diterangkan juga arti kata bentukan dari kata mekar itu,
1. memekarkan berarti ‘menjadikan mekar’ (berkembang, bertambah besar, luas, dsb.)
Contohnya Rencana untuk memekarkan wilayah kota ke selatan dan ke barat.
2. pemekaran berarti ‘proses menjadikan bertambah besar’ (luas, banyak, lebar, dsb).
Contohnya Pemekaran lahan persawahan dilakukan dengan membuat sawah-sawah baru di bekas tanah tegalan.
Agar Anda lebih memahami arti kata bentukan dari kata mekar (no. 1, dan no. 2 ) di atas, coba  Anda membuat kalimat dengan kata memekarkan (1) yang berarti bertambah besar, (2) yang  berarti luas, begitu juga kata pemekaran (3) yang berarti banyak, dan (4) yang berarti lebar!  Ada persamaan antara leksikologi dengan morfologi, yaitu mempelajari masalah arti,  namun terdapat perbedaan di antara keduanya itu. Perbedaan antara leksikologi dengan  morfologi dapat dijelaskan sebagai berikut: 
70 Leksikologi mempelajari arti karta yang terkandung dalam kata, atau yang lazim disebut  arti leksikal (lexical meaning). Arti leksikal dan pemakaian kata dalam bahasa  dibicarakan dalam leksikologi.
Misalnya:
(1) Kata senjata berarti ‘alat yang dipakai untuk berperang atau berkelahi.’
(2) Kata bersenjata berarti ‘memakai senjata’, ‘berleng
2. Morfologi mempelajari arti kata yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, yang lazim  disebut arti gramatikal (grammatical meaning). Dalam morfologi, yang dibicarakan adalah  perubahan bentuknya dari senjata menjadi bersenjata, perubahan golongannya dari kata  nominal menjadi kata verbal, dan perubahan artinya yang timbul akibat melekatnya afiks berpada  senjata, adalah timbul makna ‘mempunyai’ atau ‘memakai, mempergunakan’.   









Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment