Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, June 15, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Kebahagiaan sejati wanita penderita TORCH (Toxo, Rubella, CMV, Herpess)

Abstract

INDONESIA:
Setiap orang pada dasarnya berusaha untuk mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Kebahagiaan yang ingin dicapai oleh seseorang bukanlah kebahagiaan yang bersifat sementara atau berupa kenikmatan saja. Kebahagiaan sejati merupakan hasil yang ingin dicapai oleh psikologi positif. Psikologi positif adalah gerakan ilmiah baru dalam ilmu psikologi yang berfokus pada kelebihan manusia, tidak berkutat pada kekurangan manusia. Kebahagiaan autentik (sejati) meliputi gagasan bahwa kehidupan seseorang sudah autentik, dimana istilah autentisitas menggambarkan tindakan memperoleh gratifikasi dengan jalan mengerahkan salah satu kekuatan-khas seseorang. Kebahagian dapat dirasakan oleh wanita penderita TORCH. Wanita penderita TORCH dapat memperoleh kebahagiaan dari berbagai factor. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan bahwa wanita penderita TORCH mengalami banyak cobaan dalam hidupnya. Cobaan-cobaan tersebut seperti mengalami keguguran berkali-kali, sulit mendapatkan keturunan, tidak dapat hamil, memiliki anak yang cacat fisik maupun mental, dan kritikan masyrakat tentang dirinya serta dijauhi masyarakat karena takut tertular. Meskipun begitu terdapat wanita penderita TORCH yang bisa merasakan kebahagiaan dengan merasakan emosi positif, memiliki harapan memiliki keturunan, serta berpositif tinking terhadap tuhan. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti mengajukan rumusan masalah penelitian yaitu bagaimana kebahagiaan sejati wanita penderita TORCH?
Dari rumusan masalah yang diajukan peneliti maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebahagiaan sejati wanita penderita TORCH.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah wanita yang positif terinfeksi virus TORCH yang telah melakukan tes laboratorium. Jumlah subjek penelitian adalah 2 orang yang berusia antara 26-40 tahun. Lokasi penelitian di desa Plandi kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Metode pengumpulan data yang dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Tekhnik analisis data reduksi data, coding data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data meliputi triangulasi tekhnik, perpanjangan pengamatan dan diskusi dengan teman sejawat dan dosen pembimbing.
Hasil penelitian adalah subjek sebagai wanita penderita TORCH mengalami kebahagiaan. Kebahagiaan yang dialami subjek berasal dari factor pernikahan, kehidupan sosial, dan agama. Kebahagiaan sejati menurut subjek adalah ketika, bisa memberi terhadap orang lain atau bersadaqah, berkumpul bersama keluarga, dan mengurus anak dengan baik agar menjadi anak yang berguna bagi agama dan Negara.
ENGLISH:
Everyone try to get happiness in their life. They want forever happiness life. The real happiness is the result of positive psychology. Positive psychology is one of scientific psychology branch that concern with human ability; it does not depend on the human deficiency. The authentic happiness describe the eutectic of people it self, it describes how people show their power or ability. The happiness of women who has TORCH suffers are influenced by some factors. However they get some problems in their life. Some problems that they get are miscarriage, some problems related to their pregnancy, children with abnormal situation both of physically and mentally, people who criticize and stay away from they because of their suffer. But there are some of them who get happiness by their positive emotion, they expect to get children, and they think positively about god. Base on background of study above, the research question perform is “how are women with TORCH suffer get their happiness?”
The purpose of this study is to analyze the real happiness get by women with TORCH suffer.
This research use descriptive qualitative method. The subject of this research are two women about 26-40 years old who positively infected by TORCH provide by laboratory test. This research located in Plandi village, Wonosari, Malang. The researcher uses interview, observation and documentation in doing data collection. She analyzes the data by reduces the data, codify the data and conclude the result. She uses triangulation method with their friend, lecturer that concern in the branch related and advisor in order to check the validity of the data.
The result of this research is that omen with TORCH suffer can get their real happiness. It is influenced by some of factors; marriage, social and religion factors. Base on the subject opinion the real happiness are when the can give something to people around them (shadaqah), gather with their family, and educate their children to become a god person for both of their religion and country.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Setiap orang pada dasarnya berusaha untuk mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Kebahagiaan merupakan sebuah kebutuhan dan telah menjadi sebuah kewajiban moral. Biasanya orang akan menunjukkan tingkah laku yang baik jika mereka merasa bahagia. Perilaku yang baik berkaitan dengan kondisi psikis yang sehat yang kemudian juga akan berimplikasi kepada kehidupan yang berkualitas pada diri seseorang (Seligman, 2005). Kebahagiaan yang ingin dicapai oleh seseorang bukanlah kebahagiaan yang bersifat sementara atau berupa kenikmatan saja. Kebahagiaan yang autentik adalah kebahagiaan yang menjadi tujuan seseorang. Kebahagiaan autentik meliputi gagasan bahwa kehidupan seseorang sudah autentik, dimana istilah autentisitas menggambarkan tindakan memperoleh gratifikasi dengan jalan mengerahkan salah satu kekuatan-khas seseorang (Seligman, 2005). Jika seseorang tersebut mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya, seperti terkena penyakit, atau lain sebagainya yang dapat menyebabkan afek negatif seperti keputus asaan, ketakutan, dan gangguan psikis 2 lainnya, dan afek-afek tersbut sering tejadi terhadap wanita, karena wanita memiliki emosi yang lebih kuat. Salah satu penyakit yang membuat wanita merasa khawatir salah satunya adalah penyakit TORCH. Sekitar 40% wanita hamil pengidap TORCH pada awal kehamilan, janin yang dilahirkan akan terinfeksi dan 15% mengalami keguguran atau kelahiran dini. Sebanyak 17% janin terinfeksi pada trimester pertama, 24% pada trimester kedua dan 62% pada trimester ketiga. Hasil penelitian lain juga mengatakan bahwa 90% bayi yang terinfeksi dapat lahir dengan normal, walaupun 80–90% bayi tersebut dapat menderita gangguan penglihatan sampai buta setelah beberapa bulan atau beberapa tahun setelah lahir, dan 10% dapat mengalami gangguan pendengaran (Herdiyani, 2011). Data di Amerika Serikat pada tahun 2006 menyatakan 15%-30% wanita mempunyai antibodi terhadap toxoplasma. Menurut Sunaryo, infeksi TORCH di Indonesia pada kehamilan menunjukkan prevalensi cukup tinggi, berkisar antara 5,5% sampai 84%. Beberapa penelitian di Indonesia memperoleh, dari ibu yang menderita Toxoplasmosis, sebanyak 56% bayi dapat penderita Toxoplasmosis kongenital bila ibu tersebut tidak diberi pengobatan selama kehamilan. Infeksi TORCH oleh Cornain dan kawan – kawan, pada 67% wanita kasus infertilitas didapatka sebanyak 10,3 Toxoplasma, 13,8% positif Rubella, 13,8% positif infeksi CMV. Prevalensi toxoplasmosis di Jakarta sebesar 61,6%, Bandung 74,5%, Surabaya 55,5%, Yogyakarta 55,4%, Denpasar 23,0%, dan Semarang 44,0%. Insiden kelainan bawaan di Indonesia tahun 2009 berkisar 15 per 1.000 kelahiran. Angka kejadian ini akan menjadi 4 – 5% bila bayi diikuti terus sampai berusia 1 tahun. Menurut Maryuni angka kejadian kelainan kongenital dibeberapa rumah sakit di Indonesia yaitu RSCM Jakarta tahun 1975 – 1979 3 sebanyak 11,61 per 1.000 kelahiran hidup dan RS Pirngadi Medan tahun 1977 – 1980 sebanyak 3,3 per 1.000 kelahiran hidup (Huda, 2014). Berdasarkan data tersebut, dapat terlihat bahwa jumlah pengidap TORCH cukup banyak. Banyaknya wanita yang mengalami keguguran dan tidak dapat mengalami kehamilan dikarenakan virus TORCH ini. Penyebab virus ini masuk kedalam tubuh manusia yaitu melalui lantaran hewan yang berada di sekitar kita, seperti kucing, ayam, tikus, burung, anjing, sapi dan lain sebagainya. Meskipun kita tidak dekat dengan hewan-hewan di atas namun virus ini dapat menular melalui sayuran, daging setengah matang, udara. Virus ini juga sangat mudah menular seperti halnya penyakit HIV (Ramli, 2014) Banyaknya wanita yang mengalamai infeksi virus TORCH saat ini membuat wanita semakin sering mengalami kesedihan akibat virus ini, mereka mengalami keguguran berkali-kali karena virus TORCH. Dalam kegugurannya tersebut selain mengalami kesedihan karena anak dalam kandungannya telah meninggal, mereka juga mengalami gunjingan dari masyarakat mereka mengatakan bahwa ia tidak dapat menjaga kehamilannya, bahkan mereka dikucilkan oleh masyarakat karena mereka memiliki virus yang menular. Wanita memiliki perasaan yang sensitive mereka merasa tidak percaya diri ketika dalam perkawinannya ia belum memiliki keturunan. Dan tak jarang pula mereka dikatakan mandul. Kesedihan lain yang dirasakan wanita penderita TORCH yaitu ketika ia merasa sebagai wanita yang tidak sempurna karena tidak mampu memiliki keturunan bagi suaminya. Ia mengatakan ia takut jikalau suaminya meninggalkannya. kadang saya berfikir kalu saya kurang begini bagaimana kalau suami saya meninggalkan saya atau sebagainya, atau karena orangnya sudah ingin punya anak misalnya, tapi suami saya baik, dia tidak membebani saya dan tidak menekan ingin punya anak dan sebagainya (wawancara 28 April 2014). 4 Selain dapat menyebabkan keguguran, ketidak sempurnaan bayi, dan sulitnya mendapatkan keturunan, virus ini memunculkan berbagai masalah psikologis seperti ketakutan, keputusasaan yang disertai dengan prasangka buruk, diskriminasi dari orang lain, serta perasaan bahwa dirinya adalah wanita yang tidak mampu memberikan keturunan kepada suaminya, yang kemudian dapat menimbulkan tekanan psikologis . Terkait dengan perasaan dimana wanita merasa putus asa karena tidak mampu memberikan keturunan kepada suaminya hal ini juga menambah tekanan psikis pada wanita penderita TORCH yaitu diskriminasi dari mertua dan keluarga lainnya yang menganggapnya menular. Menurut pendapat lili menyatakan bahwa diskriminasi dari keluarga dan kerabat lain dapat menimbulkan rasa malu pada wanita penderita TORCH yang terkait dengan depresi atau dengan kata lain, kurangnya dukungan dari keluarga dapat meningkatkan kemungkinan depresi pada wanita penderita TORCH. Menurut Gunawan kurangnya dukungan sosial juga membuat keputusasaan wanita penderita TORCH akan bertahan lebih lama dan semakin parah (Kaloeti, 2011). Seseorang yang mengalami virus TORCH ini dapat menyebabkan anak yang dilahirkan tidak sempurna dan cacat secara fisik maupun mental. Ini tentunya membuat seorang ibu merasa sedih, hal ini terjadi terhadap salah satu wanita penderita TORCH di desa Plandi yang memiliki anak namun hingga kelas tiga SD ia belum bisa membaca karena virus TORCH menyerang saraf sang anak. Setiap hari ia merasa kasihan terhadap anaknya dan ketika sang anak dianggap anak yang bodoh disekolah ia merasa sedih jika banyak yang menganggap anaknya anak yang tidak pintar (wawancara, 28 april 2014). Masalah kehidupan social yang merupakan salah satu factor kebahagiaan membuat seseorang harus melakukan interaksi social dengan lingkungannya. Infeksi virus TORCH dapat 5 ditularkan seperti halnya virus HIV/AIDS. Wanita penedita TORCH terkadang mengalami hambatan dalam bersosial. Salah satu yang membuat subjek I dalam penelitian ini merasakan emosi negative adalah dijauhi oleh lingkungannya. Ketika subjek I ingin menyentuh anak salah satu saudaranya, orang tuanya melarang ia mengatakan kalau nanti menulakan kepada anaknya ataupun dirinya (wawancara, 1 mei 2014). Seseorang yang mengalami depresi, keputusasaan serta ketakutan menyebabkan ketidak bahagiaan, karena mereka lebih banyak merasakan afek negatif. Padahal, sedikitnya afek positif (seperti kebahagiaan) yang dirasakan berhubungan dengan banyaknya gangguan psikologis yang ada. Schimoff menyatakan bahwa tidak jarang, energi ketidakbahagiaan yang dirasakan dapat membuat individu mempertanyakan mengenai kualitas kehidupannya, karena mereka tidak ingin terus menerus berada dalam ketidakbahagiaan. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat Frankl bahwa individu memiliki kebebasan untuk memilih tindakan dalam situasi apapun, termasuk untuk bahagia atau tidak bahagia (Seligman, 2005). King dan Hicks menyatakan bahwa penemuan cara untuk bahagia ketika individu memiliki pengalaman hidup yang terasa berat tersebut merupakan tantangan besar, karena terkait dengan penentuan ulang tujuan dan prioritas (Kaloeti, 2011). Kebahagiaan menurut Snyder & Lopez, dalam Kaloeti (2011) sendiri merupakan kondisi psikologis yang dirasakan individu secara subjektif. Carr dalam Kaloeti (2011) mencirikan kebahagiaan dengan level emosi positif yang tinggi, dan level emosi negatif yang rendah sebagai indikasi adanya interpretasi yang positif terhadap kehidupannya sehingga dapat memunculkan kepuasan dalam hidupnya 6 Berkaitan dengan teori kebahagiaan, Snyder dan Lopez memaparkan aspek kebahagiaan, bahwa kebahagiaan memiliki dua aspek, yakni afektif dan kognitif. Aspek afektif mewakili pengalaman emosional seperti riang, gembira, senang, dan emosi positif yang lain. Di sisi lain, aspek kognitif mewakili evaluasi kognitif dalam kepuasan terhadap berbagai domain dalam kehidupan individu. Berdasarkan aspek kebahagiaan tersebut, rekonstruksi kebahagiaan adalah proses individu dalam membangun kembali kebahagiaannya, yang mengindikasikan adanya perubahan kognisi berupa pengembangan penilaian mengenai kebahagiaan, juga perubahan afeksi berupa peningkatan emosi positif yang dirasakan (Kaloeti, 2011). Emosi positif yang dirasakan oleh subjek I adalah emosi positif terhadap masa lalu, ia mengatakan kalau ia merasa bangga terhadap pendidikan yang dapat ia capai karena perjuangannya dulu sangat sulit, Subjek I memiliki harapan yang tinggi mengenai keinginannya dalam memiliki keturuan, subjek I juga mempercai agama dengan baik (wawancara 5 mei, 2014). Seseorang yang beragama adalah orang yang mampu meraih kebahagiaan yang autentik. Terkait dengan pengalaman emosional yang dirasakan, Seligman merumuskan tiga emosi positif berdasarkan orientasi waktunya, yakni emosi positif yang ditujukan pada masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Emosi positif yang ditujukan pada masa lalu, seperti rasa puas, damai dan bangga. Emosi positif yang ditujukan pada masa sekarang, seperti kenikmatan lahiriah (misalnya kelezatan makanan, kehangatan, dan orgasme) dan kenikmatan yang lebih tinggi seperti senang, gembira, dan nyaman . Emosi positif yang ditujukan pada masa depan, seperti optimisme, harapan, kepastian (confidence), kepercayaan (trust), dan keyakinan (faith). Emosi positif pada masa depan tersebut ditunjang oleh bagaimana individu memandang masa depannya (Seligman, 2005). Subjek pertama dalam penelitian ini tetap berobat meskipun belum diketahui 7 dapat disembuhkan atau tidak virus tersebut. Hal ini merupakan emosi positif yang dialami oleh subjek pertama, ia memiliki harapan untuk masa depannya. Penelitian dengan judul kebahagiaan sejati wanita penderita TORCH ini menggunakan dua subjek penelitian. Kedua subjek penelitian merupakan wanita yang positif terinfeksi virus TORCH. Subjek pertama yaitu wanita penderita TORCH yang belum memiliki keturunan. Kemudian subjek kedua merupakan wanita penderita TORCH yang telah memiliki keturunan. Penelitian mengenai kebahagiaan sejati telah dilakukan oleh beberapa orang salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Wiyanti Maratus Sholihah dengan judul Makna kebahagiaan sejati (authentic happiness) calon tenaga kerja wanita yang akan bekerja diluar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kebahagiaan sejati adalah bisa menyenangkan dan membahagiakan ibunya, adiknya dan keluarganya, bisa berbagi dengan orang lain, bisa melakukan hal untuk orang lain dan bisa membuat orang lain bahagia, bersosialisasi dengan orang lain bercanda dan merawat anak dan bekerja, berkumpul bersama keluarga merawat orang tua, dan bisa membalas budi orag tua. Berdasarkan uraian latar belakang diatas yang berdasarkan fakta dan teori diatas peneliti melihat ada masalah yang perlu diteliti. Permasalahan yang perlu diteliti yaitu banyaknya kedihan dan permasalahan-permasalahn yang telah dilalui oleh wanita penderita TORCH namun mereka memiliki harapan yang tinggi terhadap kehidupannnya dengan selalu berobat untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakitnya. Mereka juga tetap menerima takdir dari sang pencipta. Menurut Seligman seseorang yang memiliki harapa dimasa depan merupakan seseorag yang merasakan kebahagiaan. Oleh karena itu peneliti memilih judul kebahagiaan sejati wanita penderita TORCH. 8 B. Rumusan Masalah Berdasarkan pemaparan mengenai rekonstruksi kebahagiaan tersebut, rumusan masalahnya adalah bagaimana kebahagiaan sejati wanita penderita TORCH? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas yaitu untuk mengetahui kebahgaiaan sejati wanita penderita virus TORCH D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberi manfaat untuk semua phak yang bersangkutan, baik secara praktis maupunteoritis: : 1. Bidang keilmuan, manfaat secara teoritis dari penelitian ini yaitu bagi jurusan Psikologi pengembangan ilmu pengetahuan dan memberikan informasi tentang kebahagiaan sejati wanita penderita TORCH, serta dapat dijadikan referensi bagi studi kajian psikologis terutama dalam kajian psikologi positif, dan sebagai acuan bagi penelitian selanjutnya. 2. Peneliti sendiri, sebagai tambahan khazanah keilmuan baru berkaitan dengan makna kebahagiaan wanita penderita TORCH. 3. Manfaat praktis bagi pembaca dapat memberi informasi secara tertulis maupun sebagai referensi mengenai kebahagiaan sejati. Kemudian dapat dijadikan informasi untuk mengembangkan diri agar mampu mengalami dan menggunakan kekuatan khas sehingga bisa hidup bahagia. Bagi desa Plandi diharapkan mampu menjadi pengetahuan agar masyarakat mengetahui cara mendapatkan kebahagiaan sejati.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Kebahagiaan sejati wanita penderita TORCH (Toxo, Rubella, CMV, Herpess)" Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini

DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment