Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, June 15, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Efektifitas terapi sensori integrasi terhadap penurunan perilaku hiperaktif anak ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) di Pusat Terapi Fajar Mulia Ponorogo.

Abstract

INDONESIA:
Saat ini banyak dijumpai berbagai macam gangguan psikologis yang terjadi pada anak-anak, diantaranya adalah ganguan konsentrasi (Attention Deficit Disorder) atau yang disebut ADD, Attention Deficit Hyperactive Disorder, autis, gangguan komunikasi, disleksia atau gangguan membaca dan lain sebagainya. ADHD adalah salah satu gangguan pemusatan perhatian, hiperaktif serta impulsifitas yang dapat dideteksi sejak usia dini, dan saat ini anak yang menderita ADHD semakin mudah ditemui. Hiperaktif adalah pemicu utama perilaku anak ADHD dimana dengan hiperaktif anak menjadi kesulitan dalam berkonsentrasi. Perilaku hiperaktif tersebut merupakan sebuah peningkatan aktifitas motorik atau perilaku yang berlebihan dan tidak lazim. Sedangkan terapi sensori integrasi adalah suatu metode perlakuan yang diberikan pada anak-anak yang mempunyai permasalahan dalam memproses stimuli sensori. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi sensori integrasi terhadap penurunan perilaku hiperaktif anak ADHD.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen, dengan menggunakan rancangan eksperimen A-B-A. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain eksperimen yang dipakai adalah subjek tunggal (single subject design). Desain subjek tunggal memfokuskan pada data individu sebagai sampel penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 anak yang mengalami perilaku hiperaktif.
Intervensi yang diberikan, terapi sensori integrasi tersebut mempunyai hasil positif. Perilaku subjek pertama pada saat fase baseline A1 berada pada rentang antara angka 50-58, dan pada saat pemberian intervensi rentang angka tersebut menurun sampai angka 45 sebagai angka terendah, sedangkan pada fase paska intervensi yaitu fase baseline A2 mencapai angka 43. Sedangkan pada grafik perilaku hiperaktif subjek kedua saat fase baseline A1 berada pada rentang 64-55, pada fase intervensi mencapai angka 51 sebagai angka terendah, dan pada fase baseline A2 berada pada rentang 53-47. Sehingga terapi sensori integrasi memberikan efek positif untuk menurunkan perilaku hiperaktif anak ADHD.
ENGLISH:
Currently, many found a wide range of psychological disorders that occur in children , such as concentration disorders (Attention Deficit Disorder) or the so-called ADD, Attention Deficit Hyperactive Disorder, autism, communication disorders, dyslexia or other reading disorders and so on. ADHD is one of the attention deficit disorder, hyperactivity and impulsivity that can be detected at an early age, and when the child with ADHD is more easily found. Hyperactivity is a major trigger for the behavior of children with ADHD are hyperactive child where the difficulty in concentrating. The hyperactive behavior is an increase in motor activity or behavior that is excessive and unusual. While sensory integration therapy is a method of treatment that is given to children who have problems in processing sensory stimuli. Therefore, this study aimed to determine the effectiveness of sensory integration therapy to decrease hyperactive behavior of children with ADHD.
This research is a kind of experimental study, using ABA experimental design. This study uses a quantitative approach to the experimental method. Experimental design used is a single subject (single subject design). The design focuses on a single subject as an individual data sample. Subjects in this study were 2 children who are hyperactive behavior.

In the time intervention, sensory integration therapy that has a positive outcome, but less significant. The first subject's behavior during the baseline phase A1 is in the range between 50-58 numbers, but at the time of administration of a range of interventions that number dropped to number 45 as the lowest number, while in the post- intervention phase, namely the baseline phase A2. While on the subject of the second graph hyperactive behavior when baseline A1 phase is in the range 64-55, the intervention phase reached 51 as the lowest number, and the A2 baseline phase were in the range 53-47. So that sensory integration therapy has a positive effect on lowering the hyperactive behavior of children with ADHD.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :  Efektifitas terapi sensori integrasi terhadap penurunan perilaku hiperaktif anak ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) di Pusat Terapi Fajar Mulia Ponorogo." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment