Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, June 15, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan antara self esteem dengan perilaku konsumtif pengguna smartphone pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Abstract

INDONESIA:
Alat telekomunikasi semakin berkembang pesat dari tahun ke tahun, tidak terkecuali alat telekomunikasi berupa telepon selular. Smartphone sebagai telepon selular pintar fokus pada pengembangan konektivitas internet, multimedia performance, hingga fitur-fitur seperti GPS dan kamera, semakin berkembang dari tahun ke tahun. Berkembangnya berbagai merk smartphone di Indonesia, maka hal tersebut dapat berdampak pada tingkat konsumsi konsumen sehingga dapat berperilaku tidak rasional seperti perilaku konsumtif. Namun, perilaku konsumen tidak akan berlebihan jika self esteem konsumen tinggi.
Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana tingkat self esteem pengguna smartphone pada mahasiswa Fakultas Psikologi, bagaimana tingkat perilaku konsumtif pengguna smartphone pada mahasiswa Fakultas Psikologi dan apakah ada hubungan antara self esteem dengan perilaku konsumtif pengguna smartphone mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Responden dalam penelitian ini adalah 80 (sampel) pengguna smartphone pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang mana secara keseluruhan berjumlah 779 mahasiswa (populasi). Metode penelitian menggunakan kuantitatif dimana teknik pengambilan sampel adalah purposive sample dan metode pengumpulan data menggunakan angket self esteem 23 aitem dan angket perilaku konsumtif 30 aitem. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Pearson’s product moment correlation.
Hasil dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa 49% mahasiswa fakultas psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki tingkat self esteem tinggi dan 51% pada kategori sedang/normal. 66% mahasiswa memiliki tingkat perilaku konsumtif rendah dan 34% sedang/normal. Dengan nilai korelasi 0,031 (sig. (2- tailed)). Dari paparan data di atas, dapat diketahui bahwa ketika self esteem mahasiswa Psikologi tinggi, maka perilaku konsumtif rendah dan ketika self esteem mahasiswa Psikologi rendah, maka perilaku konsumtif tinggi. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara self esteem dengan perilaku konsumtif.
ENGLISH:
Tool of telecomunication has significant grows each years. Its also happen on cellular phone as one of telecomunication tool. Smartphone as cellular phone focused to developing internet conectivity, multimedia performance, up to its function on Global Positioning System (GPS) and also for photograph, developing up from years. In Indonesia, more developing many brand of smartphones, its effected to human’s consumption level and its can influence to irrational behaviour including consumptive behaviours. But, consumers behaviour will not be over act when individu has good (high level) self esteem.
This research made to get the information of self esteem and consumptive behaviour level of smartphone’s users on psycholigical department students of Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang, and also the both correlation between self esteem and consumptive behaviour.
In this research, 779 students of psychological department as population, 80 respondens (sample) are user of smartphones. The research is quantitative research that use purposive sampling, 23 items of self esteem and 30 items of consumptive behaviour as indicators, with Pearson’s product moment correlation as analysis method.
The result, 49% students are high level of self esteeem and 51% students are normal. 66% students are low level of consumptive behaviour and 34% students are normal, with 0,031 correlation value (sig. (2-tailed)). From the result above, could be informed when the students have high-self esteem, they have low frequenced consumptive behaviour. And the contrary, when the students have low-self esteem, they have high frequenced consumptive behaviour. The conclution, both self esteem and consumptive behaviour have negative correlations.
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

 Alat telekomunikasi telah menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat luas. Penggunaan alat telekomunikasi berupa telepon selular secara luas merupakan indikasi bahwa masyarakat tidak lagi memandang telepon selular sebagai sarana pemenuhan kebutuhan mewah, akan tetapi lebih melihat pada fungsi penting yang dimiliki oleh produk ini. Secara umum telepon selular digunakan untuk melakukan panggilan jarak jauh atau jarak dekat dengan teman, kerabat atau rekan bisnis. Pada awal tahun 2000-an, penggunaan telepon selular untuk mengakses internet mulai meningkat seiring populernya telepon selular bernama communicator. Sejalan dengan perkembangan teknologi telepon selular dan pergeseran selera konsumen, maka para pengguna communicator di Indonesia mulai terlihat bergeser ke BlackBerry pada tahun 2008 yang merupakan merk smartphone dengan kemampuan mengakses internet yang lebih baik dari pada generasi teknologi telekomunikasi selular sebelumnya (Fredereca. dkk, 2010). Menurut data IDC (International Data Corporation), sepanjang bulan Januari hingga bulan September 2010, total pengiriman smartphone sebesar 12%. Jumlah ini tumbuh sebesar 80% dari jumlah smartphone periode yang sama pada tahun 2009 (Fredereca.dkk, 2010). Pada tahun 2013 diperkirakan permintaan smartphone akan mencapai 12 juta-15 juta unit. Dari angka tersebut smartphone yang berbasis Android 2 menguasai pasar sekitar 50%-60%, sedangkan sisanya dikuasai oleh BlackBerry yang menguasai sekitar 30% pasar smartphone di Indonesia (Darandono, 2013). Hal ini didukung dengan adanya perilaku konsumen yang berubah seiring pesatnya perkembangan smartphone. Berdasarkan hasil riset TNS (Taylor Nelson Sofrens yaitu riset dan informasi kelompok pasar) Indonesia, tiap 2 hingga 3 tahun, orang Indonesia mengganti smartphone-nya dengan model yang terbaru (Intana, 2013). Industri “Information and Communication Technology (ICT)” Indonesia pada tahun 2014 masih memiliki potensi besar untuk terus tumbuh. Salah satu indikator utama pertumbuhan industri ICT adalah pertumbuhan pasar smartphone yang dinilai menggantikan featurephone. “Pertumbuhan smartphone cukup besar di tahun 2014. Kebutuhan masyarakat akan smartphone masih besar,” ungkap Suhanda (Rizki, 2014). Dalam hasil temuannya, Ericsson juga mengungkapkan pengguna smartphone akan meningkat tiga kali lipat dan trafik smartphone akan meningkat 10 kali lipat antara tahun 2013 dan 2019 (Arini, 2013). Berkembangnya smartphone saat ini, dapat mempengaruhi tingkat kebutuhan konsumen akan smartphone itu sendiri. Smartphone sebagai telepon selular pintar fokus pada pengembangan konektivitas internet, multimedia performance, hingga fitur-fitur seperti GPS dan kamera. Fitur-fitur lengkap dan harga yang bervariasi dari harga jual tinggi hingga harga terjangkau, menjadi incaran konsumen yang semakin sadar akan teknologi. Persaingan yang ketat memberikan keuntungan bagi konsumen untuk menentukan pilihan yang sesuai (Hartini, 2012). Menurut Brusco (2010), Kelebihan yang dimiliki smartphone adalah sistem canggih yang berfungsi untuk download dan install aplikasi dengan 3 waktu singkat. Aplikasi ini seperti program yang ada di desktop komputer, namun tidak rumit dan dapat dibawa kemana-mana. Smartphone diciptakan untuk menyediakan berbagai aplikasi yang dapat di download dari internet dengan menggunakan sebuah operating system (OS) spesifik seperti Apple dengan iOS, Google Android, Microsoft Windows Mobile dan Windows Phone, Nokia Symbian, RIM BlackBerry OS dan lain-lain (Yanti, 2011). Smartphone merupakan telepon selular pintar yang mulai berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun. Seiring meningkatnya perkembangan telepon selular tersebut, maka teknologi telekomunikasi juga ikut berkembang. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya berbagai produsen smartphone di Indonesia yang mulai bersaing dengan mempromosikan keunggulan masing-masing dan dengan harga jual yang bervariasi. Hal tersebut dapat berdampak pada tingginya kebutuhan konsumen akan smartphone yang menjadi salah satu simbol prestige. Tingginya kebutuhan konsumen akan smartphone dapat menjadi penyebab timbulnya perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif adalah suatu perilaku membeli yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang rasional melainkan karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf yang tidak rasional lagi (Lina dan Rosyid dalam Imawati, dkk. 2013). Tidak hanya smartphone yang menjadi simbol prestige, saat ini banyak orang yang memakai merk terkenal bagus atau branded goods seperti tas dengan merk Gucci, Burberry, Prada ataupun merek otomotif seperti Ferrari, Porche dan Lamborghini yang memiliki harga jual tinggi (Marie Claire dalam Marcella, 2010). Misalkan salah satu merk yang diminati oleh para konsumen wanita adalah 4 tas. Selain digunakan untuk membawa barang bawaan, alasan lain adalah untuk menunjukkan selera fashion yang dimiliki (Blowers dalam Marcella, 2010). Menurut para konsumen wanita, produk bermerk tersebut dapat mengangkat percaya diri dan memacu keberanian tampil dalam pergaulan agar terlihat elegan dan wibawa (prestige) (Zumar dalam Marcella, 2010). Hal ini juga akan berhubungan dengan self esteem para konsumen wanita tersebut. Rosenberg (1965) mengidentifikasi self sebagai konstruk psikologis yang secara umum didefinisikan sebagai self evaluation positif individu. Self worth, self love, self respect dan konsep lainnya berperan dalam membentuk perilaku individu (Branden dalam Sages, dkk. 2011). Individu berperilaku dengan berbagai cara bertujuan untuk mempertahankan self esteem dan perilaku individu tersebut akan terulang berdasarkan perilaku masa lalunya. Self esteem juga dapat dianggap sebagai penyangga yang dapat mengurangi dampak dari perilaku negatif (Sages, dkk. 2011). Dalam hal ini, self esteem adalah konstruk psikologi yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Jika individu memiliki self esteem yang tinggi maka self esteem ang tinggi tersebut dapat mengurangi tingkat perilaku konsumen yang negatif yaitu perilaku konsumtif yang saat ini semakin didukung oleh adanya pusat perbelanjaan yang menjamur seperti mall, fashion, rumah mewah, fast food, atau telepon selular dan lainnya. Self esteem sebagai faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang negatif di atas, juga dijelaskan oleh Lina dan Rasyid (dalam Imawati, dkk. 2013) dimana faktor-faktor perilaku konsumtif meliputi faktor eksternal dan internal. Adapun faktor eksternal meliputi kebudayaan, kelas sosial, kelompok sosial dan kelompok referensi, keluarga, sedangkan faktor internal meliputi motivasi dan self 5 esteem, pengamatan dan proses belajar, kepribadian dan konsep diri. Mahasiswa yang mempunyai self esteem rendah akan lebih mudah terpengaruh oleh trend sehingga perilaku konsumtifnya juga mudah meningkat. Tingkah laku sosial seseorang juga dipengaruhi oleh penilaian atau evaluasi terhadap dirinya, baik secara positif atau negatif. Jika orang menilai secara positif terhadap dirinya, maka individu tersebut menjadi percaya diri dalam mengerjakan hal-hal yang individu kerjakan dan memperoleh hasil yang positif juga. Penilaian atau evaluasi secara positif atau negatif terhadap diri disebut self esteem (Deaux. dkk dalam Sarwono, 2009). Rosenberg (dalam John dan MacArthur, 2004) mendefinisikan self esteem sebagai sikap yang menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap diri sendiri (Widiharto.dkk, 2010) dan self esteem adalah komponen self concept dimana individu menilai diri sendiri secara positif dan negatif dalam aspek afektif dan kognitif secara umum terhadap diri sendiri ( Rosenberg dalam Martin, 2007). Self esteem sebagai komponen self concept dimana self esteem adalah evaluasi kognitif dan afektif individu tentang dirinya secara umum yang bersifat positif dan negatif. Berangkat dari uraian yang telah dipaparkan di atas, peneliti melakukan observasi selama kurang lebih empat bulan dan wawancara pada dua mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang menggunakan smartphone pada tanggal 28 November 2013 pukul 12.00 wib. Seiring sedang trend-nya smartphone di Indonesia bahkan dunia, para Mahasiswa Fakultas Psikologi juga sudah menggunakan smartphone ini dengan mayoritas merk: Samsung, BlackBerry, Sony, LG, Nokia. Alasan mereka membeli dan menggunakan smartphone karena sekarang sedang trend dan banyak 6 teman-teman mereka yang menggunakan smartphone tersebut. Disamping itu, mereka menjelaskan bahwa dengan menggunakan smartphone, mereka merasa lebih percaya diri. Hasil dari obeservasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, dapat diidentifikasi bahwa dengan membeli smartphone dengan alasan trend dan pengaruh teman yang menggunakan smartphone, maka perilaku tersebut dapat terindikasi kepada perilaku konsumtif. Menurut Astuti (2013), faktor lingkungan memberikan peranan sangat besar terhadap pembentukan perilaku konsumtif individu dan dalam penelitian Kholilah (2008) menunjukkan, teman-teman merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumtif (Astuti, 2013). Jika dilihat dari pernyataan mahasiswa Fakultas Psikologi yang menyatakan bahwa mereka merasa lebih percaya diri jika menggunakan smartphone, maka self esteem mereka tinggi. Akan tetapi jika ditelaah kembali dari ciri-ciri individu yang mempunyai self esteem tinggi menurut pendapat Rosenberg (dalam Sulistyowati. dkk, 2013), bahwa individu yang memiliki self esteem tinggi maka akan dapat menghormati dan menganggap dirinya sebagai individu yang berguna, sebaliknya individu yang memiliki self esteem rendah, tidak dapat menerima dirinya dan menganggap dirinya tidak berguna dan memiliki banyak kekurangan, maka dapat diambil kesimpulan, para mahasiswa Fakultas Psikologi mempunyai self esteem yang rendah. Begitu juga sebaliknya, ketika mereka mempunyai self esteem yang tinggi maka mereka tidak akan mudah terbawa arus trend yang dapat menimbulkan perilaku konsumtif dalam hal ini para mahasiswa yang menggunakan smartphone. 7 Jika dilihat dari tahap perkembangan, mahasiswa merupakan remaja yang berada pada kategori remaja akhir. Usia remaja akhir ini berkisar antara 18-21 tahun (Desmita, 2006). Dalam penelitian Kelly dan Hansen (dalam Desmita, 2006), teman sebaya dapat mempengaruhi self esteem remaja yaitu dapat meningkatkan self esteem remaja. Menjadi orang yang disukai oleh teman sebaya akan membuat remaja merasa enak atau senang tentang dirinya. Self esteem bisa berubah khususnya ketika menghadapi transisi kehidupan, seperti ketika lulus dari Sekolah Menengah (SMA) Pertama dan akan melanjutkan kuliah, pada saat memperoleh pekerjaan, dan ketika harus kehilangan pekerjaan. Self esteem akan meningkat pada masa remaja awal sampai remaja akhir, kemudian pada suatu saat self esteem akan menurun (Rahmawati dalam Yusuf. dkk, 2012). Remaja digambarkan oleh Hurlock (dalam Sari. dkk, 2006) sebagai masa yang penuh masalah dan membutuhkan banyak penyesuaian diri yang disebabkan karena terjadinya perubahan harapan sosial, peran, dan perilaku. Dari pendapat Hurlock tersebut yang menyatakan bahwa perilaku dapat memunculkan masalah dalam masa remaja, salah satunya adalah perilaku konsumtif. Hal tersebut sejalan menurut pendapat Loundon & Bitta (1993) remaja juga mempunyai orientasi yang kuat untuk mengonsumsi suatu produk dan tidak berpikir hemat (Imawati, 2013) serta Loudon dan Bitta (1984) menyatakan bahwa remaja adalah kelompok yang berorientasi konsumtif, karena kelompok ini suka mencoba hal-hal yang dianggap baru (Sitorus, 2013). Mahasiswa adalah remaja akhir yang masih dalam masa labil dimana mereka masih mengutamakan emosi sehingga mereka akan mudah terpengaruh oleh lingkungan, tidak terkecuali life style yang sedang trend. Ketika smartphone saat ini sedang menjadi trend di dunia bahkan Indonesia dan 8 diberbagai kalangan, tidak terkecuali mahasiswa dan lingkungan Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim juga larut dalam trend tersebut. Hal ini juga akan berdampak pada perilaku konsumsi mahasiswa, dimana hal ini berhubungan dengan self esteem mahasiswa. Inilah alasan peneliti meneliti self esteem dan perilaku konsumtif mahasiswa yang menggunakan smartphone di lingkungan Fakultas Psikologi. Beberapa penjelasan di atas, peneliti ingin melakukan penelitian lebih dalam untuk mengetahui apakah ada “hubungan self esteem dengan perilaku konsumtif pengguna smartphone pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang”. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana tingkat self esteem mahasiswa Fakultas Psikologi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang menggunakan smartphone? 2. Bagaimana tingkat perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Psikologi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang menggunakan smartphone? 3. Apakah ada hubungan self esteem dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang menggunakan smartphone? 9 C. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui bagaimana tingkat self esteem mahasiswa Fakultas Psikologi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang menggunakan smartphone. 2. Mengetahui bagaimana tingkat perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Psikologi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang menggunakan smartphone. 3. Mengetahui apakah ada hubungan self esteem dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang menggunakan smartphone. D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan, dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis diantaranya : a) Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan mampu memberikan tambahan khazanah keilmuan psikologi, khususnya bidang psikologi perkembangan, psikologi industri dan organisasi dan psikologi sosial. b) Manfaat praktis Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi sebagai acuan untuk penelitian yang akan datang, khususnya berkaitan mengenai hubungan self esteem dengan perilaku konsumtif pengguna smartphone.


Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :Hubungan antara self esteem dengan perilaku konsumtif pengguna smartphone pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini

DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment