Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, June 14, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Profil komitmen afektif guru bimbingan konseling di Kabupaten Malang.

Abstract

INDOESIA:
Guru bimbingan konseling memiliki aneka ragam jenis tugas namun terdapat beberapa permasalahan seperti terbatasnya jam masuk kelas, jumlah guru bimbingan konseling semakin terbatas, banyak guru bimbingan konseling yang tidak memiliki latarbelakang pendidikan yang sesuai sehingga guru bimbingan konseling membutuhkan komitmen afektif pada dirinya sendiri agar dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan baik.
Komitmen afektif menunjukkan suatu kelekatan psikologis terhadap organisasi. Individu bertahan di organisasi karena memang menginginkannya. Komitmen ini menunjukkan adanya keterlibatan secara mental dan emosional individu terhadap organisasinya. Individu yang memiliki komitmen afektif tinggi akan mengidentifikasikan dirinya, terlibat lebih mendalam, dan menikmati keanggotaannya dalam organisasi seperti yang telah diungkapkan oleh Prabowo (2004:82). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat komitmen afektif guru bimbingan konseling SMP dan SMA di Kabupaten Malang baik secara keseluruhan maupun pada perbedaan jenis kelamin dan jenjang instansi pekerjaan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan subyek 46 guru bimbingan konseling dengan teknik simple random sampling dan menggunakan program Amos untuk melakukan analisis konfirmatori faktor pada skala komitmen afektif dengan hasil bahwa skala komitmen afektif untuk guru bimbingan konseling memenuhi syarat kesesuaian model dan sangat layak untuk digunakan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebanyak 60,9%, secara keseluruhan guru bimbingan konseling SMP dan SMA di Kabupaten Malang memiliki komitmen afektif pada kategori tinggi. Pada analisis deskriptif ditemukan bahwa guru bimbingan konseling perempuan lebih memiliki komitmen afektif daripada guru bimbingan konseling laki-laki dengan t = 2,004 dan p = 0,025 (p<0,05). Terdapat perbedaan tingkat keterkaitan emosi antara guru bimbingan konseling dengan peserta didik, kebahagiaan dalam pekerjaan dan kesetiaaan dalam melaksanakan kerja. Komitmen afektif guru bimbingan konseling di SMP memiliki komitmen afektif lebih tinggi dengan nilai t = 2,047 dan p = 0,023 (p<0,05) daripada di SMA. Perbedaannya dapat dilihat dari tingkat kebanggaan guru bimbingan konseling pada status pekerjaannya.
ENGLISH:
Counsellor has variety of tasks, but there are some problems such as limited hours of a class, limitation of consellor number, many counsellor who do not have the appropriate educational background that requires, so counsellor need affective commitment to himself in order to perform tasks job very well.
Affective commitment represents a psychological attachment to the organization. Individuals survive in the organization because they want to. This commitment indicates the involvement of mental and emotional individual against the organization. Individuals who have a high affective commitment will identify themselves, engage more deeply, and enjoy membership in the organization as it has been revealed by Prabowo (2004:82). This study aims to know the level of counsellor’s affective commitment high school in Malang in whole or in gender differences and levels of employment agencies.
The research method used is quantitative, with 46 subjects counsellor with simple random sampling technique and using Amos program to conduct confirmatory factor analysis on a scale of affective commitment with the result that the affective commitment scale for counsellor qualified suitability models and very feasible to use.

The results of the analysis of the data showed that as many as 60.9%, overall counsellor` in junior high school and senior high school in Malang has affective commitment in the high category. In the descriptive analysis found that more women counsellor that have affective commitment than men counsellor with t = 2.004 and p = 0.025 (p <0.05). There are differences in the level of emotional connection between counsellor with learners, happiness in work and loyality in carrying to work. Affective commitment counsellor at the junior high school had a higher affective commitment to the value of t = 2.047 and p = 0.023 (p <0.05) than in high school. The difference can be seen from the counsellor’s pride in their job status.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Profil komitmen afektif guru bimbingan konseling di Kabupaten Malang." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini

DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment