Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, June 14, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan antara kecerdesan spiritual dengan kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 2 Genteng

Abstract

INDONESIA:
Remaja yang sedang mencari jati diri dan memuaskan rasa ingin tahunya dengan cara mencoba hal-hal baru. Remaja juga mudah untuk terpengaruh oleh perubahan sikap dan lingkungan yang ada disekitar. Perubahan tersebut tidak selamanya baik dan benar, akan tetapi karena rasa ingin tahunya tak sedikit pula remaja yang melakukan perbuatan yang menyimpang dari peraturan dan norma-norma yang berlaku. Untuk mengendalikan diri dari perbuatan- perbuatan yang menyimpang remaja perlu untuk mengasah kecerdasan spiritual yang ada dalam dirinya. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang dimiliki oleh semua manusia yang diibaratkan intan permata yang mengkilap apabila digosok dan digunakan untuk menghadapi serta memecahkan persoalan hidup yang sedang dihadapi. Kecerdasan spiritual merupakan dasar untuk menjalankan fungsi dari kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual guna mencegah kenakalan remaja.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) untuk mengetahui tingkat kecerdasan spiritual pada siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng, (2) untuk mengetahui tingkat Kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 2 Genteng, (3) untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 2 Genteng.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan responden sebanyak 81 orang dengan menggunakan Random Sampling. Pengambilan data menggunakan dua skala yakni dengan skala kecerdsan spiritual dan skala kenakalan remaja serta untuk Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa norma, analisa prosentase dan korelasi Product Moment Pearson, dengan bantuan SPSS versi 16.0 for Windows.
Hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa (1) tingkat kecerdasan spiritual pada siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng tergolong tinggi yakni dengan prosentase sebesar 88,89% atau 72 orang. (2) Sedangkan untuk tingkat kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 2 Genteng tergolong rendah dengan prosentase 87,66% atau 71 orang. (3) Diketahui pula dari hasil analisa data menggunakan korelasi product moment dengan hasil koreasinya -0,681, dimana p > 0,005, maka terdapat hubungan negatif antara kecerdasan spiritual dengan kenakalan remaja.
ENGLISH:
Teenagers tend to find out their self identity and satisfy their curiosity by trying new things. Teenagers are also easy to be influenced by the change of the attitude and the environments surround them. The changes are not always good and right. But, because of their curiosity, some of them do deeds which are inappropriate with the rules and norms. They need to train their spiritual quotient within them to control themselves from doing inappropriate deeds. Spiritual quotient is an intelligence all people have as like diamond which is shining if it’s always wiped. It’s used to solve life problems being faced. Spiritual quotient is a foundation to activate emotional quotient and intellectual quotient which can prevent juvenile delinquency to happen.
This research is done by the purpose of (1) to know the spiritual quotient degree of students of SMA Muhammadiyah 2 Genteng, (2) to know the delinquency degree of students of SMA Muhammadiyah 2 Genteng, (3) to know the correlation between spiritual quotient and juvenile delinquency at SMA Muhammadiyah 2 Genteng.
This research uses quantitative method with 81 respondents by using random sampling. The data collection uses 2 scales, they are spiritual quotient scale and juvenile delinquency scale. For data analysis, this research uses norm analysis, percentage and correlation of product moment pearson analysis, assisted by SPSS 16.0 version for windows.

Result of research done, it’s known that (1) the spiritual quotient of the students of SMA Muhammadiyah 2 Genteng is high which 88.89 percent or 72 students. (2) While for juvenile delinquency degree of the students SMA Muhammadiyah 2 Genteng is low which is 87.66 percent or 71 student. (3) it’s known as well that from data analysis using product moment correlation by the result of correlation -0.681, in which p > 0.005, so that there is negative correlation between spiritual quotient and juvenile delinquency.




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Peran sekolah dalam membentuk pribadi siswa yang sehat dan produktif sudah tidak diragukan lagi. Sekolah dimulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi memiliki tahap-tahap yang disesuaikan dengan perkembangan siswa, sekolah menengah, pada siswa umumnya berada pada tingkat usia remaja antara 13-18 tahun, merupakan kelompok usia yang menuntut perubahan besar dalam sikap dan perilaku. Sekolah yang berbasis keislaman memiliki pendidikan keagaman yang lebih banyak dibandingkan dengan sekolah pada umumnya, sehingga nilai-nilai agama yang diterapkan dalam sekolah menjadi wajar jika siswa siswinya memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Kecerdasan Spiritual di ibaratkan sebagai intan permata jika digosok akan mengkilat, begitu pula jika kecerdasan spiritual diasah maka akan menjadi seseorang yang bijaksana dan arif dalam menjalankan hidup. Kecerdasan spiritual diperlukan saat manusia menghadapi suatu masalah, dengan menggunakan kecerdasan spiritualnya, maka secara naluri 2 kecerdasan emosi dan kecerdasan intelektual. Agustian (2004:46) menjelaskan tentang empat faktor yang dapat membangun kecerdasan spiritual yaitu pertama, Zero mind process yaitu berupaya untuk menjernihkan emosi, upaya ini merupakan prasyarat bagi lahirnya alam berfikir yang jernih dan suci (god spot fitrah) yaitu kembali kepada hati dan pikiran yang bersifat merdeka serta terbebas dari belenggu. kedua, Mental building (membangun mental), membangun mental merupakan upaya yang berkaitan dengan kesadaran diri yang dibangun dari alam berfikir dan emosi secara sistematis dengan berpegang pada prinsip-prinsip yang ada dalam rukun iman. Ketiga, Personal Strength yaitu membentuk ketangguhan pribadi yang merupakan langkah pengasah hati yang telah terbentuk berdasarkan rukun islam. Keempat, Social strength (ketangguhan sosial) yaitu membentuk ketangguhan sosial. dengan cara melakukan aliansi/sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya, sebagai suatu perwujudan dan tanggung jawab sosial seseorang yang telah memiliki ketangguhan pribadi. Kecerdasan spiritual itulah yang kemudian membentengi diri siswa agar terhindar dari perilaku yang menyimpang yang dilakukan remaja (kenakalan remaja). Seseorang tidak akan melakukan tidak kriminal atau melakukan kenakalan remaja jika seseorang tersebut berserah diri kepada Allah. Didalam surat Al-Ikhlas ada penegasan tentang Allah, Tuhan Pencipta yang harus disembah, diagungkan dan serba sempurna. Allah adalah satu-satunya tempat untuk kita berserah diri pada apapun keadaan kita. 3 ¼ã&©! `ä3tƒ öNs9ur ÇÌÈ ôs9qムöNs9ur ô$Î#tƒ öNs9 ÇËÈ ßyJ¢Á9$# ª !$# ÇÊÈ î ymr& ª !$# uqèd ö@è% ÇÍÈ 7ymr& #·qàÿà2 Artinya: Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." Santrock (2002:22) mendefinisikan kenakalan remaja (juvenile delinquent) mengacu kepada suatu rentang perilaku yang luas, mulai dari perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial (seperti bertindak lebih di sekolah), pelanggaran (seperti melarikan diri dari rumah) hingga tindakantindakan kriminal (seperti mencuri). Santrock memberikan beberapa prediktor hal-hal yang menjadi penyebab kenakalan remaja diantaranya adalah identitas, pengendalian diri, usia, jenis kelamin, harapan-harapan bagi pendidikan, nilai rapor sekolah, pengaruh teman sebaya, status sosial ekonomi, peran orang tua dan kualitas lingkungan. Kenakalan remaja tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja, akan tetapi di daerahpun juga terjadi kenakalan remaja. Kenakalan remaja yang terjadi ini bukan hanya murni dari dalam diri remaja saja akan tetapi hal tersebut bisa saja merupakan efek yang timbul dari pergeseran nilai-nilai dan norma-norma yang ada akibat pengaruh modernisasi yang terjadi saat ini serta kurangnya kontrol pada diri remaja. Kenakalan remaja juga terjadi di SMA Muhammadiyah 2 Genteng dimana SMA tersebut merupakan salah satu sekolah swasta yang berbasis keislaman dengan menerapkan kegiatan- 4 kegiatan yang menunjang siswa untuk mengoptimalkan kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh siswanya yakni dengan pembacaan ayat Al- Qur’an selama 20 menit setiap hari sebelum jam pelajaran dimulai, sholat dhuha pada saat jam istirahat pertama, sholat jum’at berjamaah untuk semua siswa dan guru, penyuluhan terhadap bahaya narkoba, free sex dan HIV Aids dengan mendatangkan ahli dari dokter maupun pihak kepolisian, mengadakan pendekatan terhadap siswa maupun orang tua dengan mengadakan kunjungan ke rumah-rumah siswa setiap dua bulan sekali. Upaya-upaya yang dilakukan tersebut hendaknya menjadikan siswa siswi tersebut memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi, akan tetapi pada kenyataan kenakalan remaja yang terjadi juga semakin banyak. Peneliti melihat adanya kecenderungan kenakalan remaja yang tinggi. Berdasarkan hasil observasi peneliti menemukan beberapa kejadian diantaranya adalah sekitar 30% siswa terlihat berada di luar kelas pada saat jam pelajaran berlangsung dan juga pada saat pergantian jam pelajaran, hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua orang akan tetapi berkelompok, keluar sekolah pada saat jam istirahat, nongkrong di samping sekolah dengan seragam sekolah yang tidak rapi, merokok di belakang sekolah pada saat jam istirahat. Berdasarkan informasi yang di dapat dari Guru BK mengatakan bahwa kerap kali terjadi pencurian helm, pencurian laptop, hingga pelacuran juga dilakukan oleh beberapa siswa-siswinya. Kenakalan remaja yang ada di SMA Muhammadiyah 2 Genteng ini dipengarhi oleh beberapa faktor pendukung diantaranya pembangunan mall- 5 mall yang kian merebak serta perkembangan teknologi informasi menjadikan pola hidup modern yang kurang sesuai bagi keluarga yang memiliki ekonomi menengah ke bawah. Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh faikatul alfiah dengan judul hubungan antara konsep diri dengan kenakalan remaja di SMA 1 Suboh menunjukkan hasil bahwa tingkat konsep diri tergolong sedang dengan prosentase sebesar 91,9% sedangkan untuk kenakalan remaja tergolong rendah dengan prosentase sebesar 87,5%, akan tetapi tidak terdapat hubungan antara konsep diri dengan kenakalan remaja ditunjukkan dengan hasil analisa product moment sebesar rxy = -0.131; sig = 0.168 < 0.05. Pada penelitian yang dilakukan oleh M. Ali maksum dengan judul pengaruh kecerdasan spiritual dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar santri pondok pesantren salafiyah Al Huda Ngadirejo Kota Kediri dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh kecerdasan spiritual dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar dimana hasil penelitian dianalisa menggunakan regresi linier berganda dengan hasil nilai F hit sebesar 0,102 dan (Signifikansi F=0,903). Sig F > 5% (0,000
<0,05). Dari nilai R square menunjukkan nilai sebesar 0,002 atau 0,2% oleh prestasi belajar, sedangkan sisanya 99,8% dipengaruhi oleh variabel lainnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yunita Zahra dengan judul Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap perilaku delinkuen pada remaja laki-laki. Penelitian menggunakan pendekatan korelasional yaitu untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku delinkuen 6 pada remaja laki-laki. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling dengan jumlah subjek sebanyak 155 orang remaja laki-laki berusia 12 – 15 tahun. Metode pengumpulan data dengan menggunakan dua buah skala yaitu skala kecerdasan emosional yang disusun berdasarkan aspekaspek yang dikemukakan oleh Bar-On dan skala perilaku delinkuen berdasarkan teori Bynum & Thompson. Hasil pengujian hipotesa menunjukkan hubungan yang negatif antara kecerdasan emosional dengan perilaku delinkuen dengan nilai r=-0,566. sumbangan efektif variabel kecerdasan emosional terhadap perilaku delinkuen sebesar 32%. Berdasarkan kesenjangan penelitain terdahulu juga fakta yang telah diungkaplan diatas serta dari teori yang ada, maka peneliti tertarik untuk mengangkat sebuah penelitian dengan judul “Hubungan antara Kecerdasan Spiritual dengan Kenakalan Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Genteng” B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut: a. Bagaimana tingkat kecerdasan spiritual di SMA Muhammadiyah 2 Genteng? b. Bagaimana tingkat kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 2 Genteng? c. Adakah hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 2 Genteng? 7 C. Tujuan Tujuan merupakan target yang hendak dicapai dalam melakukan suatu kegiatan, berdasarkan rumusan masalah diatas tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut : a. Untuk mengetahui tingkat kecerdasan spiritual di SMA Muhammadiyah 2 Genteng. b.Untuk mengetahui tingkat kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 2 Genteng. c. Untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 2 Genteng. D. Manfaat Peneliti berharap semoga penelitian ini dapat membawa manfaat diantaranya adalah: 1. Manfaat Teoritis, penelitian ini diharapkan mampu memberikan khazanah keilmuan dalam bidang psikologi, terutama tentang kecerdasan spiritual dan kenakalan remaja. 2. Manfaat Praktis : a. Bagi Orang Tua : sebagai salah satu bahan referensi untuk mengetahui tentang kenakalan remaja sehingga para orang tua memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan membimbingnya kearah yang positif. 8 b. Bagi Lembaga : sebagai tolak ukur kemampuan mahasiswa dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan meningkatkan mutu Pendidikan khususnya Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang c. Bagi Sekolah : sebagai informasi kepada pihak sekolah mengenai kecerdasan spiritual dan kenakalan remaja untuk kemudian dapat memberikan pendidikan karakter dan pendalaman keagamaan bagi siswa dan siswi untuk lebih meningkatkan kecerdasan spiritual agar kenakalan remaja semakin berkurang.>

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :Hubungan antara kecerdesan spiritual dengan kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 2 Genteng" Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment