Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, June 14, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi: Analisis konstruk berpikir seksual pada pembaca perempuan Online Yaoi Fanfiction

Abstract

INDONESIA:
Online Yaoi Fanfiction merupakan suatu cerita online yang berisi kisah percintaan para lelaki yang memiliki hubungan homoseksual “gay” dengan situasi romantis dan materi dewasa yang dibuat oleh sekelompok penggemar dengan memasukkan dan memasangkan idola-idola mereka baik yang nyata maupun fiksi sebagai tokoh di dalamnya. Selain sebagai hiburan semata, online yaoi fanfiction pun mampu membuat pembacanya yang mayoritas perempuan ini untuk mengharapkan agar isi cerita benar-benar terjadi dalam realitasnya, dengan kata lain mengharapkan idola-idola mereka memiliki hubungan homoseksual secara nyata bahkan mampu “menyadarkan” pembaca akan orientasi seksualnya. Maka dalam penelitian ini bermaksud untuk mengetahui konstruk berpikir seksual yang ada pada diri pembaca perempuan online yaoi fanfiction yang pada akhirnya mampu membentuk hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya.
Penelitian ini dilakukan terhadap 2 orang pembaca perempuan yang menggemari online yaoi fanfiction aktif hingga saat ini selama lebih dari 1 tahun, memiliki usia kronologis 20 tahun keatas, serta memiliki orientasi seksual heteroseksual dengan teknik deep interview dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca perempuan online yaoi fanfiction yang tadinya memiliki pandangan awal yakni seksualitas merupakan suatu hal yang erat kaitannya dengan kehadiran individu-individu berlainan jenis kelamin (lelaki dan perempuan) yang menjalankan emosi dan praktik seksual, berubah menjadi berpandangan bahwa seksualitas merupakan suatu hal yang erat kaitannya dengan kehadiran individu dengan kesamaan jenis kelamin (berlainan gender/homo) dan berlainan jenis kelamin (lelaki dan perempuan) yang menjalankan emosi dan praktik seksual.
ENGLISH:
Online Yaoi fanfiction is a story line that contains the love story of a man who had homosexual relations " gay " with romantic situations and adult material created by a group of enthusiasts and a pair by entering their idols both real and fictional as the characters in it . Aside from being entertainment, online yaoi fanfiction can make female readers to expect that the content of the story actually happened in reality, in other words expect their idols have a real homosexual relationship even able to "awaken" the reader will be their sexual orientation. So in this study intends to determine the sexual thinking construct that is in women online yaoi fanfiction readers who in turn will form the things that have been mentioned previously .

This research was carried out on 2 female readers who like online yaoi fanfiction active to this day for more than 1 year, have a chronological age of 20 years and above, as well as having heterosexual sexual orientation with deep technical interview and observation. Results showed that female readers of online yaoi fanfiction readers who had a preliminary view that sexuality is something that is closely related to the presence of individuals of the opposite sex (men and women) who run the emotional and sexual practice, turned into a view that sexuality is a matter which is closely related to the presence of individuals with gender equality ( gender variant / queer ) and the opposite sex ( men and women ) who run the emotional and sexual practices .


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

 Cerita merupakan suatu refleksi atas kebudayaan yang ada dalam suatu masyarakat. Individu mengenal lingkungan dan dunianya melalui cerita, bahkan di dalam Al-Quran sendiri pun mengajarkan ilmu kehidupan pada manusia melalui beragam cerita. “Cerita menyediakan bagi kita cara yang mudah dan tak disadari untuk mengonstruksi dunia kita dan naratif dalam pengertian cerita-cerita yang tersusun berdasarkan urutan kejadiannya, dapat dipahami sebagai cara utama untuk membuat dunia sosial kita masuk akal,” (Takwin, 2007, p. 42). Dengan kata lain, segala sesuatu yang terasa rumit akan lebih mudah dipahami oleh khalayak bila disampaikan melalui penceritaan. Dan perwujudan cerita yang ada pada kebudayaan masa kini salah satunya yakni berupa Fanfiction. Fanfiction sendiri merupakan sebutan untuk karya fiksi yang dibuat oleh sekelompok penggemar dengan menyertakan para tokoh idola (fiksi- non fiksi) dalam sebuah cerita (Bee Kee, 2008), baik berupa fanfiction online maupun non online (novel, cerpen/cerbung dalam majalah). Bagi para pengarang online fanfiction, mereka lebih bebas untuk menuangkan idenya dalam ruang lingkup yang tidak terbatas, memungkinkan para author menuliskan rangkaian cerita dimana terkadang terlampau imajinatif, bahkan adakalanya kontradiksi dengan nilai-nilai dalam masyarakat. Sebagaimana pernyataan bahwa dunia online telah melahirkan 2 sebuah kultur masyarakat baru yang bercirikan terbuka, optimis, toleran dan bersikap radikal terhadap perubahan (Muhtarom, 2005, p. 3). Dari beberapa genre cerita yang sering digunakan dalam online fanfiction, terdapat fanfiction dengan jenis Yaoi (boys love boys), dimana dalam fanfiction jenis ini pengarang membuat alur cerita dengan tokoh para lelaki yang memiliki hubungan homoseksualitas dengan kata lain gay di dalamnya, baik pada sebagian maupun keseluruhan tokoh. Melalui gaya bahasa menarik layaknya dalam kisah-kisah romantisme dimana umumnya mengisahkan hubungan heteroseksual, percintaan sesama lelaki justru membuat pembaca penasaran dan mulai menikmatinya sebagai hal yang wajar. Menghadirkan suatu perasaan berbeda yang menyenangkan bahkan mampu memunculkan fantasi-fantasi liar tergantung dengan detail penceritaan yang disajikan oleh para penulis. Online yaoi fanfiction sendiri seolah merupakan media bagi para penulis tersebut untuk menggelitik imajinasi pembaca perihal queer relationship1 . Menariknya, dilihat berdasarkan review para pembaca kebanyakan dari mereka mulai mengimajinasikan dan berharap agar tokoh-tokoh idola dalam online yaoi fanfiction tersebut benar-benar memiliki hubungan yang demikian pada realitasnya. Berikut adalah beberapa review yang diberikan para pembaca pada salah satu online yaoi fanfiction Indonesia milik FanFiction.Net, (Tittle: Drabble Yunjae2 : Miss You): 1 Dalam istilah bahasa Inggris, queer: aneh, ganjil, homoseks. 2 YunJae adalah salah satu couple terkenal dalam ranah yaoi fanfiction yang menceritakan hubungan percintaan antara member boyband TVXQ (Korea Selatan) Jung Yunho (Yun) dan Kim Jaejoong (Jae) di dalamnya. 3 “ceritanya d'buat pas Umma balik fm Jakarta y? Umma kan sakit wkt itu&mikir apa Yunpa jg tau :( kl ada ff ini s'enggaknya kegambarlaaaahhh en beharap itu BENER Appa jenguk Umma!aminaminaminamin“ (TY). Kemudian pada review kedua juga menyatakan hal senada dengan pendapat diatas: “kondisi yg ceritakan jaejoong benar2 sama dengan kondisi jaejoong pada saat fanmeet.. aku harap itu benar2 terjadi dan akan 'real'...”(YYH). Berbagai penelitian telah banyak dilakukan untuk membahas seputar online yaoi fanfiction, dimana kebanyakan pada penelitian tersebut mengarah pada kata kunci bahwa penikmat online yaoi fanfiction mayoritas adalah perempuan, baik berperan sebagai penulis maupun pembaca. Dalam Hinton (2006) “Women and Slash3 Fiction”, mencoba mengungkap alasan mengapa begitu banyak perempuan yang memilih untuk menulis dan membaca kisah yaoi serta motivasi apakah yang mendorong para perempuan untuk menulis cerita bergenre demikian. Penelitian tersebut dilakukan dengan cara survey pada komunitas penulis dan pembaca slash/yaoi fanfiction, dimana 96,4% responden menyatakan bahwa mereka berjenis kelamin perempuan dengan mayoritas usia 18-25 tahun sebanyak 49,3%. Dari keseluruhan responden, 47,7% menyatakan dirinya straight (normal/heteroseksual), 32,8% biseksual, 6,1% adalah gay, dan 13,5% masih bimbang/ragu-ragu. Hasil survey juga menunjukkan bahwa para responden ini kebanyakan telah “menikmati” slash/yaoi 3 Istilah yang digunakan untuk merujuk pada fanfiction yang berfokus pada hubungan homoseksual diantara para tokohnya, dan dalam penelitian ini masyarakat Barat menyebut yaoi sebagai slash 4 fanfiction baik menulis atau membaca selama kurun waktu 1-3 tahun (61,3%) (Hinton, 2006, p. 18). Dan hasil dari penelitian ini cukup menarik, dimana diantaranya alasan mengapa mereka menyukai cerita dengan jenis tersebut karena para pembaca perempuan ini tidak menyukai adanya karakter perempuan dalam cerita. Selain itu dalam slash/yaoi, hubungan antar karakter dirasa lebih kuat daripada kebanyakan hubungan heteroseksual. Sedangkan bagi para penulis, mereka cenderung ingin mengeksplorasi identitas laki-laki dalam tulisan mereka. Bee Kee (2008) dalam penelitiannya yang berjudul “Unauthorized Romances: Female Fans and Weiss Kreuz Internet Yaoi Fanfiction” dan Youssef (2004) dengan “Girls who Like Boys who Like Boys: Etnography of Online Fanfiction” nya, keduanya juga mengungkapkan kesamaan pada suatu hasil bahwa beberapa pembaca yang notabenenya perempuan ini, mengharapkan kesenangan bukan dari sebuah cerita mengenai tokoh heteroseksual, namun lebih kepada kecenderungan perilaku homo”gay”seksual yang ditawarkan dalam cerita. Sedangkan dalam artikel Pagliassotti (2008) dimana mengangkat pada topik yang sama yakni percintaan sesama lelaki namun kali ini dalam ‘manga’4 dengan judul “Reading Boys’ Love in The West”, ditemukan pernyataan-pernyataan yang unik sekaligus mengejutkan sebagai alasan ketertarikan responden pada kisah boys love (BL). Beberapa menyatakan bahwa mereka merasa bosan dengan kisah-kisah romansa yang pada umumnya, dimana selalu menggagas pada tema yang sama. Sedangkan 4 Komik khusus yang dibuat oleh penulis/komikus Jepang 5 bila dihadapkan pada cerita cinta para lelaki, pembaca menemukan suatu hal, sensasi, dan makna baru didalamnya. Sebagai studi pendahuluan, peneliti mencoba menganalisis jawaban responden dalam research milik Dru Pagliassotti tersebut. Dan pada akhirnya peneliti dapat menarik garis besar bahwa daya tarik Boys Love manga terdapat pada pengkisahan “forbidden love” antara para lelaki yang dirasa bukan suatu hal yang aneh. Menurut mereka (pembaca), ketika dua individu saling mencintai maka aturan dan norma yang ada tidak terbatas hanya pada “anda si lelaki” dan “anda si perempuan”. Dengan kata lain jenis kelamin bukan lagi hal utama dalam suatu hubungan, semakin kontradiksi maka semakin menariklah hubungan tersebut untuk diketahui, dipahami dan dimaknai. Lebih jauh lagi, cerita bergenre demikian seolah dapat “menyadarkan” para pembaca tersebut perihal orientasi seksualitasnya, sebagaimana ungkapan salah satu responden “ ..but I've been told that I'm a gay guy born to a girl's body,” (Pagliassotti, 2008, p. 3). Pembaca merasa menemukan suatu jalan serta keterbukaan pemikiran untuk mengenal lebih jauh realita berbeda yang ada di masyarakat, tidak terkungkung pada dunia yang dianggap masih kaku perihal seksualitas, berikut salah satu pernyataan mereka “....helps me escape the monotiny and narrow-mindedness of the world I live in,” (Pagliassotti, 2008, p. 7). Menurut para responden ini, hubungan homoseksual (gay) seharusnya berhak untuk mendapat tempat di tengah 6 masyarakat sebagai suatu kenormalan bukan dianggap ketabuan bahkan the others. Merujuk pada poin-poin tersebut diatas serta dari hasil beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, maka sampailah pada suatu kesimpulan sementara peneliti bahwa bacaan/kisah-kisah dengan tema yaoi/boys love sedikit banyak memberikan makna baru dan pengaruh persuasi perihal seksualitas sejenis bagi para pembacanya dimana mayoritas adalah perempuan. Berkaca pada pemikiran Fiske, “pesan merupakan suatu konstruksi tanda yang melalui interaksinya dengan penerima menghasilkan makna, dan membaca adalah proses menemukan makna yang terjadi ketika pembaca berinteraksi atau bernegosiasi dengan teks,” (Tarmawan, 2011, p. 1). Dalam hal ini, teks cerita bertindak sebagai media komunikasi (komunikator) antara penulis dengan pembaca agar mengarah pada tujuan pesan yang ingin disampaikan yakni guna membangun realitasnya sendiri. Secara psikologis, individu cenderung untuk menyederhanakan realitas dan dunia yang kompleks agar memiliki perspektif dan dimensi tertentu (Eriyanto, 2002) dan dalam hal ini online yaoi fanfiction hadir dan menciptakan realitas seksualnya sendiri. Mulai dari kandungan cerita yang menempatkan homoseksualitas beserta segala perilaku seksual yang mengikutinya sebagai inti dari kisah yang disajikan, sedikit demi sedikit menggeser point of view pembaca untuk menyerah pada kandungan cerita, bahwa mereka hanya akan menemukan percintaan sesama lelaki sebagai suatu kemutlakan, kenyataan, dan kewajaran. 7 Disini lah mulai terjadi praktik konstruk berpikir seksual secara tidak langsung oleh bacaan Yaoi, dimana konstruk berpikir seksual ini merupakan bentukan persepsi yang distimulus oleh tiap-tiap kalimat sugestif dalam cerita dan diterima dengan baik oleh pikiran pembaca. Selain itu segala realitas seksual dalam online yaoi fanfiction dianggap masih jarang dan menciptakan rasa penasaran, maka semakin dibaca akan nampak semakin menarik. Setelah hal ini dianggap menarik maka dengan sendirinya akan mengajak pemikiran pembaca untuk turut masuk dalam realitas teks, dan pada akhirnya menghasilkan konstruk berpikir seksual baru yang berpotensi untuk direfleksikan pada kehidupan nyata para pembaca sendiri, dimulai dengan kecenderungan menjadi seorang fujoshi5 salah satunya. Dalam sudut pandang psikologi, realitas yang dibentuk oleh teks cerita terhadap para pembaca tersebut dapat dijelaskan melalui salah teori dalam ilmu psikologi komunikasi yang juga dibangun berdasarkan prinsip konstruktivisme. Teori ini dikenal dengan nama Social Judgment Theory (Teori Penilaian Sosial), fokus pada bagaimana individu memberikan penilaian mengenai segala bentuk pesan (informasi/pernyataan/persuasi) yang diperoleh sehingga nantinya dapat mempengaruhi sistem kepercayaan dan sikap yang sudah dimiliki individu tersebut sebelumnya (Morissan, 2010). Sebagaimana pemaparan diatas, beberapa penelitian telah dilakukan untuk membahas mengenai bacaan yaoi sendiri (dalam online 5 Istilah yang dikenal dalam dunia fanfiction, anime, dan manga yang merujuk pada perempuan yang memiliki kecenderungan menggemari melihat sepasang lelaki menjalin hubungan romantisme atau percintaan (gay) 8 fanfiction/manga), namun masih belum ada penelitian yang secara khusus mengungkap konstruk berpikir seksual pembacanya. Maka dari itu penelitian ini perlu untuk dilakukan agar dapat diketahui dan dianalisis bagaimanakah konstruk berpikir seksual yang mengarah pada kecenderungan pro homoseksualitas (gay) ini akhirnya terbentuk pada para pembaca perempuan online yaoi fanfiction. B. Fokus Penelitian Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa online yaoi fanfiction berpotensi untuk mempengaruhi pola pikir para pembaca utamanya perihal seksualitas sejenis, dimana yang menjadi permasalahan disini adalah karena pembaca seolah tidak lagi melihat kepada aspek hubungan homoseksual, dan segala ketabuan atas perilaku seksual di dalamnya. Ketika sebagian masyarakat masih menganggap hal ini merupakan keganjilan, para pembaca justru menikmatinya sebagai sebuah kesatuan kisah yang utuh, unik, dan menyenangkan. Cara pandang dan konstruk berpikir baru pun mulai terbangun dalam merespon aspek-aspek seksualitas (orientasi seksual, kesenangan seksual, praktik seksual) yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam cerita. Maka dari itu dalam penelitian ini akan berusaha menganalisis lebih jauh mengenai bagaimana konstruk berpikir seksual yang mengarah pada seksualitas sejenis tersebut terbentuk beserta pengaruhnya pada para pembaca perempuan online yaoi fanfiction. 9 C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebagai dasar dari penelitian ini, maka didapatkan sejumlah rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana makna yaoi bagi para pembaca perempuan online yaoi fanfiction? 2) Bagaimana konstruk berpikir seksual pada diri pembaca perempuan online yaoi fanfiction? 3) Bagaimana efek yang diberikan bacaan online yaoi fanfiction pada diri pembaca perempuannya? D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan penelitian ini diantaranya: 1) Mengetahui makna yaoi bagi para pembaca perempuan online yaoi fanfiction 2) Mengetahui konstruk berpikir seksual pada diri pembaca perempuan online yaoi fanfiction. 3) Mengetahui efek yang diberikan bacaan online yaoi fanfiction pada diri pembaca perempuannya. 10 E. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Akademik Menambah pemahaman serta wacana baru sebagai pengembangan bagi cabang ilmu psikologi komunikasi kaitannya dengan isu-isu sosial modern. 2) Manfaat Praktis a. Bagi pembaca online yaoi fanfiction, penelitian ini mampu menjadi salah satu sumber informasi mengenai konstruk berpikir seksual yang dibangun oleh online yaoi fanfiction beserta pengaruh yang mengikutinya pada diri mereka. Sehingga dengan mengetahui hal tersebut diharapkan pada pembaca online yaoi fanfiction agar dapat menyikapi online yaoi fanfiction dengan bijak sebagai bagian dari eksplorasi jaman serta budaya populer saat ini. b. Bagi orang tua dan guru sebagai informasi tersendiri agar selalu membimbing dan mengarahkan putra-putri serta anak didiknya untuk menyikapi bacaan-bacaan yang tengah berkembang saat ini dengan hati-hati.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :  Analisis konstruk berpikir seksual pada pembaca perempuan Online Yaoi Fanfiction" Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini

DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment