Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, June 10, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah: Penentuan awal bulan Islam dalam pandangan mursyid Thariqah Syatthariyyah Desa Setono Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur

Abstract

INDONESIA:
Menentukan awal bulan Islam merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam, mengingat hal tersebut sangat berkaitan dengan diketahuinya beberapa waktu ibadah fardlu. Hanya saja penentuan awal bulan Islam di Indonesia, sering diwarnai dengan adanya perbedaan ketetapan yang terjadi antara pemerintah dan beberapa ORMAS atau tokoh agama Islam. Dalam hal ini, terdapat salah satu tokoh agama Islam yang sering berbeda ketetapan dengan pemerintah. Beliau ialah Mursyid Tharȋqah Syatthȃriyyah Desa Setono Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur. Terjadinya perbedaan ini dikarekanan Mursyid Tharȋqah Syatthȃriyyah Desa Setono meyakini bahwa puasa bulan Ramadhan wajib dilaksanakan selama 30 hari penuh.
Fokus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman bulan Islam dalam pandangan Mursyid Tharȋqah Syatthȃriyyah Desa Setono dan mengetahui bagaimana beliau menentukan awal bulan Islam, sehingga dengan diketahuinya dua hal tersebut maka dapat diketahui pula mengapa Mursyid Tharȋqah Syatthȃriyyah Desa Setono selalu melaksanakan puasa Ramadhan selama 30 hari penuh.
Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder yang dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian data tersebut diedit, diperiksa, dan disusun secara cermat serta diatur sedemikian rupa yang kemudian dianalisis.
Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Mursyid Tharȋqah Syatthȃriyyah Desa Setono, memahami bulan Islam bukanlah bulan Qamariyah sebagaimana yang dipahami kebanyakan umat Islam di dunia, melainkan bulan-bulan Muhammad sebagaimana yang terdapat di dalam penanggalan Muhammad. Menurut beliau, dikatakan bulan Muhammad karena perhitungan bulan-bulan tersebut berasal dari keningnya Nabi Muhammad saw dan hanya bisa dilihat menggunakan mata hati. Sedangkan untuk menentukan awal bulan Muhammad, beliau cukup melakukannya sekali seumur hidup dengan menggunakan hisab ‘urfi sebagai metodenya. Penggunaan metode ini beliau lakukan dengan hitungan 1 windu 8 tahun dan tahun pertama dimulai pada hari Rabo wage. Tahun Kabisat dalam perhitungan ini terjadi pada tahun ke 2, 5, dan 8. Perhitungan ini memunculkan rumusan dalam satu tahun terdapat 12 bulan. Dalam satu bulannya terdapat 29-30 hari. Dalam hal ini bulan genap berumur 29 hari dan bulan ganjil berumur 30 hari. Dengan demikian, puasa bulan Ramadhan selalu dilaksanakan selama 30 hari penuh.
ENGLISH:
Determine the beginning of Islam month is an obligation for Muslims to know the rituals time that associated with the month. However, the determination of early Islamic month in Indonesia is often colored with various average differences between the results of the determination of Islamic mass organizations that exist and also the people in it. One of the Islamic teachings of Islamic organizations that have a different determination is The Islamic teachings of Tharȋqah Syatthȃriyyah group in the District Setono Ngrambe Ngawi East Java Province. For example, in determining the timing of Ramadlan, it is often different between Thoriqah with the government decree. It caused they are always perform fasting month of Ramadan for 30 days.
The focus of this study is to know how the understanding of The Islamic teachings of in Tharȋqah Syatthȃriyyah and also to know how they are determines the early Islamic month. So by knowing these two things, it can be seen the thing that causes they are different with the government and some other Islamic organizations.
This research includes into the types of empirical research with a qualitative approach. While, the data is collected in the form of primary data and secondary data were conducted by interview, observation and documentation. Then the data is edited, checked and carefully compiled and arranged in such a way that later analyzed.


From these results, it is concluded that the Islamic month in the understanding Islamic teachings of Tharȋqah Syatthȃriyyah is not Qamariyah month as used mostly Muslims in Indonesia. But in this case, tey are using a month named Muhammad calendar or Tahun Huruf Calender. While in determining the early month, they are uses ‘Hisab Urf’ as the methods used. In this Tharȋqah, the early day of new month will be visible to the eyes of the heart and then applied in the form of a calender . This application according to the teachings of thoriqah can only be done by using ‘Hisab Urf’. Thus, because using ‘hisab urf’, it can be said by Calender of Muhammad or Qomariyah Calendar. While the month in it called by Qamariyah month. It's just a different understanding by Tharȋqah Syatthȃriyyah. The using of this method by the counting of 1 windu is 8 years. The first year is begining on Rabo Wage. Kabisat Year in this accounting is held on the second, fifth and eigth year. From this accounting we get that in one year is twelve month. And one month is between 29 up to 30 days. In this case, 29 days named (genap) month and 30 days named (ganjil) month. So that, the fasting in Ramadlan month always done on 30 days.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah" :  Penentuan awal bulan Islam dalam pandangan mursyid Thariqah Syatthariyyah Desa Setono Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa TimurrUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment