Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Friday, June 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah,:Perubahan peran ekonomi keluarga korban tsunami dalam pembentukan keluarga sakinah: Studi kasus di Desa Uleelheue Kec. Meuraxa Kab. Aceh Besar

Abstract

INDONESIA:
Penulisan ini dilatar belakangi oleh rasa keingintahuan tentang bagaimana peran perubahan ekonomi kehidupan anggota keluarga korban tsunami dalam pembentukan keluarga sakinah, adapun yang dimaksud dengan perubahan adalah perubahan peran pencari nafkah yang disertai dengan perubahan hasil di dalam perekonomian keluarga.
Tujuan penulisan ini sepintas ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman anggota keluarga korban tsunami tentang keluarga sakinah, yang kedua untuk mengetahui seberapa besar perubahan peran ekonomi anggota korban tsunami sedangkan yang ketiga untuk mengetahui seberapa besar upaya para anggota korban tsunami untuk mewujudkan keluarga sakinah.
Metode yang di gunakan didalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu menceritakan segala sesuatu yang dicari sebagaimana yang terdapat didalam rumusan masalah.
Pandangan keluarga korban tsunami tentang keluarga sakinah sebagai keluarga yang utuh, baik dari segi material maupun financial dan juga didalamnya muncul sifat saling memahami, dan sifat memberikan kepercayaan di dalam suatu keluarga.
Adanya perubahan peran ekonomi keluarga korban tsunami, dikarenakan adanya beberapa hal. Diantaranya 1. dikarenakan adanya suatu kebutuhan ekonomi sehingga membuat kehidupan didalam keluarga saling membantu, 2. dikarenakan adanya kesadaran di dalam sebuah keluarga tersebut sehingga didalam keluarga terjadi hubungan timbal balik antara suami istri.
Adapun upaya yang dilakukan keluarga korban tsunami di dalam mewujudkan keluarga yang sakinah dengan cara menumbuhkan sifat saling keterbukaan antar keluarga dengan cara saling memahami, komunikasi baik didalam pengambilan keputusan atau dalam kehidupan sehari-hari.
ENGLISH:
Writing this was triggered by a sense of curiosity about how the role of economic change the lives of family members affected by the tsunami in sakinah family formation, as for the meaning of the changes is the changing role of breadwinner who is accompanied by changes in the economy results in the family.
The purpose of this cursory want to know how far understanding of tsunami victim's family members about family sakinah, the second to find out how much change the economic role of the tsunami victims, while the third one to know how much effort the members of the victims of the tsunami to realize sakinah family.
Method used in this study used a qualitative descriptive study, which sought to tell everything as it is inherent in the formulation of the problem. View of the tsunami victims' families about sakinah family as an intact family, both in terms of material and financial as well as in it appears the nature of mutual understanding, and nature gives confidence in a family.
A change in the economic role of the tsunami victims' families, because of several things. Among them 1. due to an economic needs so that makes life in the family help each other, 2. due to the awareness within a family so that within the family occurred reciprocal relationship between husband and wife.

The efforts made in the tsunami-affected families in realizing sakinah family by growing mutual openness between families by way of mutual understanding, good communication in decision-making or in everyday life.


BAB I 
PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang 
Masalah Sebagai bentuk ibadah pernikahan mempunyai definisi, yaitu suatu akad yang menyebabkan kebolehan bergaul antara seorang laki laki dengan seorang wanita dan saling menolong diantara keduanya serta menentukan batas hak dan kewajiban diantara keduanya 1 . Definisi di atas ini tampak bahwa esensi pernikahan tidak dititikberatkan kepada masalah biologis semata, melainkan adanya suatu kewajiban untuk menciptakan pergaulan yang harmonis yang diliputi rasa sayang menuju cita cita bersama. Adapun esensi yang terkandung di dalam syariat Islam tentang pernikahan adalah menaati perintah Allah serta sunnah Rasulnya, yaitu menciptakan suatu kehidupan rumah tangga yang mendatangkan kemaslahatan. Sebagai suatu perikatan yang kokoh (mitsaqon galidan), perkawinan dituntun untuk menghasilkan suatu kemaslahatan yang kompleks. 1Rahmat. Hakim, Hukum Perkawinan Islam ( Bandung: Pustaka Setia, 2000 ), 13. 2 Perkawinan yang dianjurkan oleh Islam adalah multi aspek. Salah satu aspeknya adalah aspek sosial. Perkawinan diibaratkan sebagai ikatan yang sangat kuat, bagaikan ikan dengan airnya, dan bagaikan beton bertulang yang sanggup menahan getaran gempa. Kalau diamati, pada awalnya mereka yang melakukan pernikahan tidak saling mengenal dan kadangkala mereka mendapatkan pasangan yang berjauhan. Akan tetapi, tatkala memasuki dunia perkawinan mereka begitu menyatu didalam suasana keharmonisan, bersatu di dalam menghadapi tantangan di dalam mengarungi bahtera kehidupan. 2 Pernikahan memiliki sejumlah tujuan yang mulia. Memahami tujuan itu akan menghindarkan pernikahan hanya sekedar ajang pelampiasan nafsu seksual belaka. Adapun yang dimaksud dengan tujuan pernikahan adalah Pertama, mewujudkan mawaddah dan rahma, dan tergapainya ketentraman hati. Kedua, sebagai upaya mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Ketiga melanjutkan keturunan dan menghindari dosa. Keempat untuk mempererat tali silaturahim. Kelima, pernikahan sebagai sarana dakwah, Keenam Dalam rangka menggapai Mardhatillah. Jika demikian tujuan pernikahan yang sebenarnya, maka dapat dipastikan bahwa suatu pernikahan yang tidak diarahkan untuk mewujudkan keluarga sakinah, berarti jauh dari apa yang diajarkan oleh Islam itu sendiri. Prof. Dr. Mahmud Syaltut 3 mengumpamakan keluarga sebagai batu-batu dalam sebuah tembok bangunan. Apabila batu-batu itu rapuh di karenakan kualitas batu itu sendiri ataupun kualitas perekatnya, maka akan rapuhlah seluruh bangunan 2 Ibid. hal 17 3 Mahmud. Syaltut, Islam Aqidah wa Asy-Syari’ah ( Jakarta: Bulan Bintang, 1984 ). 78, 3 itu. Sebaliknya apabila batu batu atau perekat itu baik maka akan kokohlah bangunan tersebut. Keluarga sebagai bagian dari struktur suatu bangsa mempunyai kontribusi yang sangat besar bagi bangsa itu sendiri. Jikalau suatu bangsa terdiri atas kumpulan keluarga yang kokoh, maka kokoh pulalah bangsa tersebut, akan tetapi sebaliknya apabila keluarga sebagai pondasi suatu bagsa itu lemah, maka akan lemahlah suatu bangsa tersebut. Berbicara masalah keluarga secara tidak langsung mengetahui terlebih dahulu apa yang di maksud dengan keluarga. Keluarga adalah anak saudara; kaum kerabat;orang seisi rumah; anak bini. 4 Adapun pengertian keluarga inti secara umum adalah sekelompok orang yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak anak atau suami isteri dan anak anaknya 5 . Pembicaraan tentang seluk beluk keluarga bahagia dan bagaimana mewujudkannya menjadi pembicaraan yang tidak pernah sepi. Saat ini, dapat disaksikan melalui media cetak berlomba lomba memberi ruang untuk rubrik keluarga. Acara konsultasi keluarga telah menjadi reality show yang memiliki ranting penonton yang cukup tinggi. Demikian pula di internet, situs, blog dan kolom keluarga memiliki hits yang cukup tinggi. Karena itu keluarga menjadi bagian penting dalam sebuah bangsa. Keluarga sakinah adalah keluarga dengan beberapa kebahagiaan yang terlahir dengan usaha yang keras pasangan suami isteri dalam memenuhi semua kewajiban, baik kewajiban perorangan maupun kewajiban bersama, teramat jelas bagaimana 4 Tri. Darma K. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, ( Surabaya: karya Agung,). 243, 5 Lubis. Salam, Menuju Keluarga Sakinah, ( Surabaya: Terbit Terang, 1998). 7, 4 Allah dan Rasulnya menuntun kita untuk mencapai tiap kebahagiaan itu. Adapun kebahagiaan kebahagiaan yang di maksud adalah: Pertama, kebahagiaan finansial. kepala keluarga wajib mencukupi kebutuhuan nafkah isteri dan anak anaknya dengan berbagai usaha yang halal. Kebahagiaan financial adalah kebutuhan asasi seperti sandang, pangan dan papan dan juga seperti kebutuhan dharuri seperti pendidikan kesehatan, keamanan, terlebih bila kebutuhan kamali yang dapat dipenuhi sehingga keluarga tersebut dapat hidup normal, mandiri bahkan bisa memberi; Kedua, kebahagiaan seksual. Sudah menjadi fitrahnya dalam kehidupan rumah tangga suami isteri ingin meraih kepuasan seksual. Islam menuntunkan agar isteri senantiasa bersiap untuk memenuhi panggilan suami tapi juga Islam mengajarkan agar suami selalu memperhatikan kebutuhan seksual isteri; Ketiga, kebahagiaan spiritual. Salah satu kewajiban bersama baik suami maupun isteri adalah melaksanakan ibadah mahdhah seperti sholat, puasa, zakat dan haji dan sebagainya. Ketika sebuah keluarga terdiri dari pasangan suami isteri yang rajin beribadah dan dalam moment moment tertentu memenuhi anjuran Allah dan Rasulnya untuk melaksanakan secara bersama seperti shalat berjamaah, membaca alQuran, puasa sunnah dan sebagainya, maka kehidupan rumah tangga itu akan dihiasi oleh suasana religius dengan aura spiritual yang kental 6 Demikian hikmahNya Allah telah menjadikan keluarga yang bahagia yang di dalamnya terdapat tempat yang mulia bagi manusia untuk menetap dan tinggal 6 http://baitijannati.word pres.com/2008/02/29/keluarga-sakinah-keluarga –dambaan/s. Senin, tanggal 28-10-2010 5 dengan tentram yang dikenal dengan ‘sakinah’. Sebagaimana firman Allah di dalam surat Ar Rum ayat 21 an diantara tanda tanda kekuasaan Nya adalah dia menciptakan untukmu k,istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram di kepadanya dan dijadikan diantara kamu rasa kasih sayang, sungguh pada yang demikian benar benar terdapat tanda tanda bagi kaum yang berfikir. 7 Dengan demikian konsep didalam keluarga sakinah adalah sesuatu yang dapat menenangkan hati baik terciptanya suami istri sebagai pasangan di dalam kehidupan bagi sebuah keluarga, dan juga sebagai kesempurnaan agama, Allah menciptakan dari keduanya keturunan sebagai pelengkap didalam sebuah keluarga agar lebih bersemangat di dalam menjalankan aktivitas hidup. Setelah memahami bagaimana seluk beluk keluarga sakinah maka penjelasan masalah ekonomi sangat diperlukan, dikarenakan diantara terbentuknya keluarga sakinah tidak akan pernah lepas dari masalah ekonomi, keluarga dapat sakinah jikalau perekonomian pun dapat sakinah. Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia dan alam semesta. Kegiatan perekonomian manusia juga 7 AL-Quran Terjemahan. Surah Ar-Rum ayat 21 6 diatur dalam Islam dengan prinsip illahiyah. Harta yang ada pada kita, sesungguhnya bukan milik manusia, melainkan hanya titipan dari Allah swt agar dimanfaatkan sebaik baiknya demi kepentingan umat manusia yang pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah swt untuk dipertanggung jawabkan. Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam. Bekerja merupakan suatu kewajiban karena Allah swt memerintahkannya, sebagaimana firman-Nya dalam surat At Taubah ayat 105 Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Pada tanggal 26 desember 2004, kawasan Samudera Hindia di guncang oleh gempa yang dasyat dengan kekuatan 9 Skala Richter. Gempa ini diiringi dengan fenomena yang dikenal dengan gelombang tsunami yang mengakibatkan kerusakan yang hebat dan menewaskan puluhan ribu jiwa manusia. Bencana bersekala sangat besar tersebut yang dapat menghancurkan sebagian besar diwilayah Aceh, sehingga muncullah sebuah pertanyaan, Bagaimana keharmonisan rumah tangga di daerah yang terkena hembasan tsunami di dalam mewujudkan keluarga sakinah?. Dengan di asumsikan tempat tinggal yang hancur 7 luluh, kehilangan sanak famili, kehilangan salah satu anggota keluarga, misalnya: Suami, isteri, anak dan lain sebagainya. Hilangnya salah satu atau lebih diantara anggota keluarga, munculah perubahan peran pencari nafkah di antara anggota keluarga tersebut. Ada sebagian dari keluarga korban tsunami yang suaminya menjadi korban sehingga memaksa seorang istri yang menjadi kepala keluarga, ada juga sebuah keluarga yang dahulunya suami yang bekerja, tetapi tatkala datangnya tsunami maka kedua belah pihak baik suami maupun isteri sama sama bekerja lebih keras dari sebelumnya. Fenomena ini tentu akan berdampak pola relasi dalam keluarga. Atas dasar uraian diatas, penulis memandang perlu untuk meneliti perubahan peran ekonomi anggota keluarga korban tsunami di Aceh dan dampak-dampak yang di timbulkannya, dengan judul “Perubahan Peran Ekonomi Keluarga korban Tsunami Dalam Pembentukan Keluarga Sakinah”

 B. Identifikasi masalah
Identifikasi adalah proses atau cara mengumpulkan sebuah pertanyaan sebayak banyaknya yang menjadi ganjalan di dalam sebuah pikiran yang sekiranya dapat di carikan jawabanya melalui kegiatan penelitian yang akan dilakukan 8 8 Suharsimi. Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), 14. 8 Pada tahapan identifikasi masalah, peneliti dapat menghimpun beberapa masalah yang berkaitan dengan gempa tsunami yang terjadi di Nangru Aceh Darussalam tersebut, diantaranya adalah: 1. Bagaimana Kondisi kehidupan masyarakat Banda Aceh pasca tsunami 2. Bagaimanakah konsep keluarga sakinah menurut korban tsunami di Aceh 3. Bagaimanakah mewujudkan peran ekonomi keluarga yang sakinah pasca tsunami 4. Bagaimana upaya para korban tsunami mengembalikan keharmonisan kehidupan berkeluarga 5. Bagaimanakah perubahan pola relasi anggota keluarga yang meliputi suaimi, isteri, anak terhadap kehidupan keluarga sakinah yang terjadi pasca tsunami 6. Harta apa sajakah yang dapat di selamatkan para korban tsunami 7. Bagaimanakah mata pencaharian yang diperoleh pasca tsunami untuk kepentingan kesehariannya 8. Upaya apa sajakah yang dilakukan pemerintah dalam menyelamatkan korban tsunami 9. Reaksi masyarakat korban tsunami pasca tsunami terhadap pembentukan keluarga sakinah
C. Batasan masalah
Batasan masalah merupakan sejumlah msalah yang merupakan pertanyaan penelitian yang akan dicari jawabanya melalui penelitian, 9Maka dalam hal ini peneliti membatasi penelitian ini pada: 1. Kondisi kehidupan masyarakat Banda Aceh Pasca tsunami 2. Reaksi masyarakat korban tsunami pasca tsunami terhadap pembentukan keluarga sakinah 3. Upaya keluarga korban tsunami dalam mewujudkan peran ekonomi keluarga sakinah pasca tsunami.
D. Rumusan Masalah
 Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1. Bagaimanakah pandangan korban tsunami di Ulhee lhee Nangroe Aceh Darussalam tentang keluarga sakinah? 2. Bagaimanakah upaya keluarga korban tsunami dalam mewujudkan keluarga sakinah pasca tsunami di Ulhee Lhee Nangroe Aceh Darussalam? 3. Bagaimanakah perubahan peran pencari nafkah keluarga pasca tsunami di Ulhee lhee Nangroe Aceh Darussalam? E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1. Pemahaman korban tsunami di Uleleu Nangroe Aceh Darussalam tentang keluarga sakinah 9 Ibid, 14 10 2. Perubahan peran pencari nafkah keluarga korban tsunami di Ueleleu Nangroe Aceh Darussalam 3. Upaya keluarga korban tsunami dalam mewujudkan keluarga sakinah pasca tsunami di Ueleleu Nangroe Aceh Darussalam F. Definisi Operasional Tsunami adalah suatu istilah bersal dari bahasa Jepang. “Tsu” berarti “pelabuhan” dan “nami” berarti “gelombang”, sehingga tsunami dapat diartikan sebagai gelombang pelabuhan. Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran 

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah" :  Perubahan peran ekonomi keluarga korban tsunami dalam pembentukan keluarga sakinah: Studi kasus di Desa Uleelheue Kec. Meuraxa Kab. Aceh BesarUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment