Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, June 10, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah: Status kemahraman anak hasil in-vitro fertilization melalui rahim orang lain.

Abstract

INDONESIA:
Perkembangan teknologi di bidang kedokteran semakin pesat dan berkembang. Antara lain yakni perkembangan di bidang reproduksi, semenjak munculnya bayi tabung, juga memunculkan progam baru yang membantu pasangan suami istri untuk memiliki keturunan, yaitu dengan cara in-vitro fertilization melalui rahim orang lain. Adapun permasalahan yang muncul dari perkembangan teknologi ini yakni bagaimana status kemahraman anak hasil in- vitro fertilization melalui rahim orang lain terhadap ibu yang mengandung dan melahirkan. Permasalahan inilah yang menjadi kajian penelitian ini.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : 1) Bagaimana diskripsi tentang anak hasil in-vitro fertilization melalui rahim orang lain? 2) Bagaimana hukumnya menurut Islam?. Penelitian ini tergolong dalam ke dalam jenis penelitian kepustakaan dan masuk dalam penelitian normatif verifikatif. Adapun sumber data yang penulis gunakan yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Adapun teknik pengumpulan data dengan metode dokumentasi, sedangkan metode pengolahan data yaitu dengan diskripsi dan verifikasi, yang kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan qiyas, yakni menyamakan suatu kasus yang tidak ada dalam nash dengan kasus yang sudah jelas dalam nash karena adanya kesamaan ‘illat.
Adapun dalam istinbat hukumnya, peneliti menetapkan al-ashlu dalam penelitian ini yaitu hukum ibu susuan, sebagaimana yang tercantum surat an-Nisa’ ayat 23 tentang status kemahraman anak hasil susuan dengan ibu susuan. Sedangkan al-far’u adalah status kemahraman anak hasil in-vitro fertilization melalui rahim orang lain, hukmu al-ashl adalah diharamkannya menikahi ibu- ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan, sedangkan isytirakul ‘illatnya yaitu bahwa antara al-far’u dan al-ashlu dalam penelitian ini memiliki kesamaan sifat yaitu sama-sama memberikan makanan melalui organ tubuh perempuan (ibu).
Berdasarkan diskripsi dan istinbat hukum dengan manhaj qiyas yang digunakan. maka dapat disimpulkan bahwa status kemahraman anak hasil in-vitro fertilization melalui rahim orang lain, memiliki hubungan DNA terhadap pemilik sperma dan ovum, sedangkan terhadap ibu yang mengandung dan melahirkan hanya memiliki hubungan mahram dan diqiyaskan terhadap ibu susuan.
ENGLISH:
The development of technology in medical is very quick and grows fast, for example : development in reproductive area. Since there is In-Vitro Fertilization so for the program which can help for husband and wife to have decline, with the method of in-vitro fertilization with other’s people uterus. And the problem which can help for husband and wife to have decline, with the method of in-vitro fertilization with other people uterus. And the problem that come from this development of technology is : how is the status of child cognation from in-vitro fertilization with other’s people uterus, with the mother who have been pregnant and birth of the baby. And this problem became a study for this research.
The statements of the problem in this research are : 1. How does the description about child result of in-vitro fertilization by other people’s uterus ?
2. How does the law of in-vitro fertilization by through people’s womb in Islamic? This research categorized into library research and verification normative research. Source of data that used by the researcher are primary, secondary and tertiary law material. The technique of collecting data in this research is documentation, even though the method of processing data is description and verification, then processed and analyzed the data using the method qiyas, which connects a case that there are no other cases its nash to the existing legal texts because there are similarities between the legal ‘illat.
Researchers determined al-ashlu in this research that a wet nurse law, in an-Nisa’ verse 23, while al-far’u is status of child cognation from in-vitro fertilization with other people uterus the law for al-ashlu is forbidden to marry with your mother who have given suck you, the sister who have suckled at the same breast, while isytirakul ‘illat characteristic. Exactly the same feeding through the female organ(mother).

According to the description and the methodology of qiyas law istinbat used, it can be concluded that the status of the child cognation results through in- vitro fertilization womb others, have ties to the owner of the DNA of sperm and ovum, while the mother is pregnant and gave birth to only have a mahram relationship and diqiyaskan to a wet nurse.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah" : Status kemahraman anak hasil in-vitro fertilization melalui rahim orang lain.Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment