Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi: Hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan sikap kreatif siswa kelas VIII di MTSN Gresik.


Abstract

INDONESIA:
Pola asuh adalah perlakuan orangtua dalam rangka memenuhi kebutuhan, memberi perlindungan, dan mendidik anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak merupakan bagian dari diri orangtua, baik di masa kini maupun mendatang. Dalam sebuah keluarga, kehadiran orang tua sangatlah besar artinya bagi perkembangan kepribadian seorang anak, karena keluarga merupakan lingkungan paling utama yang nantinya akan memberikan pengaruh terhadap beberapa aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosial si anak. Oleh karena itu orangtua sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya anak untuk bersikap kreatif dan berpotensi yang unggul. Untuk itu orangtua di sekitarnya perlu memahami problematika anak dan mempunyai kemampuan untuk membimbing dan mengarahkannya, sehingga dalam anak dapat berperilaku kreatif secara optimal. Dari latar belakang tersebut ada rumusan masalah apakah ada hubungan antara pola asuh demokratis orangtua dengan sikap kreatif siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik.
Pada tulisan ini, tujuannya adalah 1) mengetahui tingkat pola asuh demokratis orang tua pada siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik. 2) mengetahui tingkat kreativitas pada siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik. 3) mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan kreativitas pada siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik.
Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan metode skala. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Responden penelitian yang dipakai adalah siswa kelas VIII MTs Negeri Gresik yang berjumlah 79 siswa.
Secara empiris berdasarkan analisis statistik terbukti bahwa ada hubungan positif antara pola asuh demokratis orang tua dengan sikap kreatif siswa yang ditunjukkan dengan nilai korelasi r(79) =0,247 dan p = 0.028 (p< 0,05 ). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis orangtua terhadap tingkat sikap kreatif dan hubungan antara keduanya positif artinya jika pola asuh demokratis orangtua mengalami peningkatan, maka terjadi peningkatan pada sikap kreatif siswa dan juga sebaliknya.
ENGLISH:
Parenting is the treatment of parents in order to meet the needs, protection, and educate the child in daily life. Children are part of parents, both present and future. In a family, parents' presence is of great significance for the development of a child's personality, because the family is the most important environment which will give effect to some aspects of child development, including social development of the child. Therefore, parents are very influential in the growth of children to be creative and potentially superior. For that parents need to understand the problems surrounding children and have the ability to guide and direct it, so the child can behave in an optimal creative. From this background there is the formulation of the problem is there any relation between democratic parenting parents with a creative attitude of students in class VIII The State Islamic Junior High School.
In this paper, the purpose is 1) determining the the level of democratic parenting parents on students in class VIII The State Islamic Junior High School. 2) determining the level of creativity in students in class VIII The State Islamic Junior High School. 3) determining the correlation between democratic parenting parents with the creativity of the students in class VIII The State Islamic Junior High School.
This study uses quantitative methods. Data collection using the method of the scale. Analysis of data using a correlation product moment. Respondents research used is students of class VIII The State Islamic Junior High School, amounting to 79 students.
Empirically based statistical analysis proved that there is a positive relationship between democratic parenting parents with a creative attitude of students as indicated by the value of correlation r(79) = 0.247 and p = 0.028 (p<0.05). This suggests that there is a significant correlation between democratic parenting parents on the level of creative attitude and a positive relationship between democratic parenting style that is if a parent has increased, there was an increase in students creative attitudes and on the other hand.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Mendidik anak dengan penuh kasih sayang adalah menjadi tanggung jawab orang tua sejak anak lahir hingga dewasa. Terutama pada masa globalisasi sa’at ini, anak akan dihadapkan banyak tantangan yang dihadapi sehingga diperlukan pribadi yang tangguh dan mempunyai sikap kreatif yang tinggi agar dapat mengatasi tantangan yang semakin beragam tersebut. Karena manusia merupakan makhluk sosial, maka ia dituntut memiliki sikap kreatif yang baik agar dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. (Munjidah, 2009, h. 1) Keluarga adalah tempat pertama kali anak tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun mental. Apakah proses pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya baik atau tidak, tergantung pada pola pengasuhan yang diberikan orang tua kepada anak. Perkembangan anak akan optimal bila pola asuh yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya, bahkan anak sejak dalam kandungan. Sedangkan lingkungan yang tidak mendukung akan menghambat perkembangan anak (Soetjiningsih, 1998, h. 29) Pada dasarnya pola asuh adalah perlakuan orang tua dalam rangka memenuhi kebutuhan, memberi perlindungan dan mendidik anak bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari (Meichati, 1997, h. 18). Dalam hal ini, kecermatan orang tua dalam melihat dan memperhatikan setiap 2 perkembangan anaknya merupakan hal yang sangat penting dalam membantu seorang anak mengungkapkan segala yang ingin diperlihatkan pada mereka. Proses tumbuh kembang seorang anak dari hari ke hari sangat menakjubkan. Dari mulai sejak lahir, bayi dan anak-anak yang kemudian menjadi remaja serta dewasa, banyak hal yang "luar biasa". Dalam proses perkembangannya tersebut, tentunya tidak terlepas dari peran orangtua sebagai pihak yang paling berarti dalam kehidupan seorang anak (Desmita, 2005). Bagaimana kepribadian anak kelak; apakah kepribadian yang menyenangkan atau tidak menyenangkan; semuanya itu tergantung dari bagaimana cara orangtua mendidik anaknya. Keberhasilan seorang anak dalam hubungan sosialnya, tergantung perlakuan orang tua dalam mengasuh anak-anaknya. Pada umumnya perlakuaan tersebut diwujudkan dalam bentuk merawat, memelihara, mengajar, dan membimbing anak. Segala perlakuan orang tua yang berupa tindakan dan ucapan yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan anak disebut sebagai pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua ini bersifat penting sekali sebagai dasar-dasar nilai yang komplek pada diri anak. Dalam hubungan dengan keluarga, anak lebih tergantung pada orang tua dalam segala hal. Pola asuh orang tua yang baik akan menghasilkan penyesuaian pribadi dan sosial anak yang baik pula (Hurlock, 1999, h. 58). Hal ini berarti mendidik anak secara efektif dipengaruhi oleh pola asuh yang diberlakukan orangtua terhadap anaknya. 3 Pada hakekatnya para orangtua mempunyai harapan yang besar kepada anaknya agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik dan bisa dibanggakan. Agar semua itu mudah terwujud hendaknya orangtua harus lebih menyadari akan peranan mereka dalam mengasuh, mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Dalam sebuah keluarga, kehadiran orang tua sangatlah besar artinya bagi perkembangan kepribadian seorang anak, karena keluarga merupakan lingkungan paling utama yang nantinya akan memberikan pengaruh terhadap beberapa aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosial si anak. Oleh karena itu orangtua sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya anak untuk bersikap kreatif dan berpotensi yang unggul. Peran orangtua juga dapat membantu anak menemukan minat-minat mereka yang paling mendalam dengan mendorong anak untuk melakukan kegiatan yang beragam, menunjukkan kesempatan dan kemungkinan yang ada. Minat anak berkembang dan dapat berubah dengan selangnya waktu (Munandar, 2002: 135) Bila dikaitkan dengan tipe pola asuh apa yang digunakan, maka sikap kreatif merupakan hasil konkrit yang disertai dengan terbentuknya kepribadian anak sejak usia tumbuh kembang. Sikap anak dalam berpikir rasional dan fleksibel, sangat dipengaruhi oleh bagaimana anak melakukan imitasi terhadap apa yang dilihatnya. Ketika anak sudah mulai mampu menerima dan mengolah rangsang dari luar, saat itulah ia mulai mengatur pola berpikir dan pola perilakunya dalam menghadapi setiap masalah yang harus segera dipecahkannya. 4 Seorang pendidik khususnya orangtua perlu menerima anak apa adanya, memahami anak sebagai anak, tidak cepat menilai baik buruknya, dan menerima kebebasan psikologis untuk mengutarakan gagasannya. Dari hasil penelitian mengenai sikap orangtua mendidik anak, menunjukkan bahwa diantara mereka ada yang kurang menghargai inisiatif, kemandirian, dan kebebasan anak, padahal kelak anak jika sudah dewasa justru dituntut untuk kreatif, berinisiatif, dan mandiri (Munandar, 1984 : 16). Menurut Sternberg (dalam Munandar, 1999) Bahwa kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis yaitu inteligensi, gaya kognitif, tingkah laku dan kepribadian/motivasi. Dari ketiga arti ini bahwa segi dari alam pikiran ini membantu memahami apa yang melatarbelakangi individu yang kreatif. Penelitian tentang kreativitas merupakan penelitian yang sangat penting utuk dilakukan, menurut juan Huarte (dalam Wahab, 2006) kreativitas merupakan jenis kecerdasan tertinggi pada umat manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Karena itu penelitian tentang kreativitas berarti meneliti tantang potensi tertinggi manusia ( Aziz, 2011, h. 2) Menurut Psikolog humanistik aktualisasi diri adalah seseorang yang menggunakan semua bakat dan talentanya untuk mewujudkan potensinya. Pribadi yang dapat mengaktualisasikan dirinya adalah seseorang yang sehat mental, dapat menerima dirinya, selalu tumbuh, berfungsi sepenuhnya, berpikiran demokratis, dan sebagainya (Desmita, 2005, h. 18) 5 Dengan demikian, perlunya sikap kreatif dikembangkan sejak dini adalah bermanfaat bagi perkembangan anak selanjutnya terutama dalam hal perwujudan diri pribadi dan penyesuaian diri yang baik terhadap pribadi dan lingkungannya. Sehubungan dengan hal tersebut peranan dari lingkungan sekitar terlebih dari orangtua sangat menentukan. MTs Negeri Gresik merupakan salah satu lingkungan yang menampung para pelajar yang sebagian besar dari kalangan keluarga menengah kebawah dan dari berbagai kalangan pekerjaan. Melihat dari komunitas tersebut apakah komunitas yang dibangun oleh siswa dan keluarga mempunyai pengaruh terhadap sikap kreatif. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di MTs Negeri Gresik yang di dapat dari wawancara dengan salah satu guru BK menyatakan siswa kelas VIII diantara mereka yang berani bertanya atau berani mengemukakan pendapat adalah siswa-siswi yang sebagian besar dari keluarga yang mempunyai hubungan harmonis, hal ini mengindikasikan bahwa pola asuh orangtua yang dibangun dengan anak sangatlah penting. Hal lain yang dikemukakan adalah bahwa sebagian besar siswa-siswi MTs itu mengalami permasalahan yang komplek, anak cenderung tidak punya rasa percaya diri ketika ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam perlombaan tertentu, anak selalu mengeluh terhadap pelajaran yang sulit baginya, cenderung tergesahgesah dalam mengerjakan sesuatu. 6 Peran orangtua juga sangat mendorong kreativitas anak agar menjadi orang yang berguna dan berpotensi yang unggul. Tidak hanya orangtua saja yang mengarahkan si anak untuk berkreatif, akan tetapi juga guru dan lingkungan disekitarnya juga dapat membimbing demi tercapainya potensi anak, sehingga si anak dapat termotivasi menurut kemampuannya. Penelitian tentang pola asuh demokratis dan kreativitas telah cukup banyak dilakukan, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh (Masruroh, 2009) tentang hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan rasa percaya diri siswa-siswi di Taman Kanak-kanak Primagama Kota Malang, diketahui bahwa terdapat korelasi (hubungan) positif yang signifikan antara pola asuh demokratis orang tua dengan rasa percaya diri anak. Kemudian penelitian yang dilakukan (Munjidah, 2009) tentang hubungan antara pola asuh orangtua terhadap tingkat kreativitas verbal siswa SMAN 5 Malang dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara pola asuh demokratis orang tua terhadap tingkat kreativitas verbal siswa SMAN 5 Malang. Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti ini, lebih merupakan lanjutan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara pola asuh orangtua terhadap tingkat kreativitas siswa, dengan lebih menfokuskan pada polah asuh demokratis dan kreativitas yang diuji juga menggunakan kreativitas pada dimensi “person”, yakni pada sikap kreatif siswa. 7 B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti merumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. Bagaimana tingkat pola asuh demokratis orang tua pada siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik? 2. Bagaimana tingkat sikap kreatif siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik? 3. Bagaimana hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan tingkat sikap kreatif pada siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik? C. Tujuan Penelitian Dalam pelaksanaan penelitian ini penulis mempunyai tujuan yang hendak dicapai yaitu : 1. Untuk mengetahui tingkat pola asuh demokratis orang tua pada siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik. 2. Untuk mengetahui tingkat kreativitas pada siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik. 3. Untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan kreativitas pada siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik. D. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Manfaat Teoritis a. Sebagai tambahan pengetahuan tentang pola pikir dan pemahaman penulis di bidang penelitian, khususnya hubungan antara pola asuh 8 demokratis orang tua dengan sikap kreatif pada siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik. b. Memberikan sumbangan pemikiran yang diharapkan mampu menjadi sarana pengembangan wawasan keilmuan, khususnya hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan sikap kreatif pada siswa kelas VIII di MTs Negeri Gresik c. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengadakan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam 2. Manfaat Praktis a. Bagi lembaga pendidikan. Sebagai bahan masukan dalam merumuskan kurikulum pendidikan sebagai upaya menciptakan kondisi yang kondusif agar orang tua dapat menerapkan pola asuh kepada anak secara baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari agar mampu meningkatkan kreativitas siswa. b. Bagi orangtua. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang luas pada orang tua mengenai pola asuh orang tua terhadap anak dan juga mampu memahami anak dengan apa adanya. c. Bagi peneliti. Penelitian ini dapat dijadikan wahana dalam pengembangan ilmu Psikologi yang telah diterima oleh peneliti, khususnya dalam Psikologi Pendidikan, Perkembangan, dan Sosial.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :  Hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan sikap kreatif siswa kelas VIII di MTSN Gresik.." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment