Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan antara kompensasi non finansial dengan semangat kerja karyawan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pasuruan

Abstract

INDONESIA:
Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Berhasil tidaknya s uatu perusahaan banyak bergantung pada unsur manusia yang melakukan pekerjaan sehingga perlu adanya balas jasa terhadap karyawan sesuai dengan sifat dan keadaannya. Seorang karyawan perlu diperlakukan dengan baik agar karyawan tetap bersemangat dalam beker ja Pada dasarnya salah satu cara untuk meningkatkan motivasi kerja yang pada akhirnya dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan adalah dengan adanya kompensasi secara tepat baik finansial maupun non finansial. Namun dalam penelitian ini, peneliti lebih memfokuskan pada bentuk kompensasi non finansial. Kompensasi non finasial dapat diberikan oleh perusahaan dengan pertimbangan untuk menjaga likuiditas perusahaan. Bentuk kompensasi non finansial dalam penelitian ini antara lain kompensasi karier (terdiri dar i pengembangan diri dan fleksibilitas karier) sedangkan kompensasi sosial terdiri dari (pujian dan pengakuan, kenyamanan tugas, persahabatan). Berdasarkan pemaparan di atas, disini peneliti termotivasi untuk meneliti tentang ” Hubungan Antara Kompensasi No n Finansial Dengan Semangat Kerja Karyawan Pada PDAM Kota Pasuruan ”.
Adapun tujuan dari penelitian ini untuk: (1) Mengetahui tingkat kompensasi non finansial di PDAM Kota Pasuruan. (2) Mengetahui semangat kerja karyawan di PDAM Kota Pasuruan. (3) Mengetahu i hubungan antara kompensasi non finansial dengan semangat kerja karyawan di PDAM Kota Pasuruan.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian korelasional. Sampel diambil dari keseluruhan populasi yang berjumlah 50 orang. Pengambilan data menggunakan 2 angket yaitu angket kompensasi non finansial dan semangat kerja. Variabel yang digunakan ada 2 yaitu variabel kompensasi non finansial (X) dan semangat kerja (Y)
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui tingkat kompensasi non finansial bahwa dari 50 sampel penelitian terdapat 6 subjek dengan kategori tinggi, 3 8 subjek dengan kategori sedang, dan 6 subjek dengan kategori rendah. Sedangkan tingkat semangat kerja karyawan, diketahui bahwa terdapat 2 subjek yang memiliki semangat kerja rendah, 40 subjek kategori sedang, dan 8 subjek yang memiliki semangat kerja tinggi. Dari hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kompensasi non finansial dengan semangat kerja. Hubungan tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (r xy) antara kompensasi non finansial dengan semangat kerja adalah sebesar 0,730 dengan peluang ralat (p) = 0,000 pada taraf signifikan 0,0 5.
INGGRIS:
Human resource constitutes the most important thing in a company. Not only a company relies on the human resource, but also it needs a reply for the employee’s service in term of nature and condition. An employee wants to be treated well to keep his or her work enthusiasm from eliminating. In essence, a way to improve work motivation actually affects employee work enthusiasm due to appropriate compensation, financially or non -financially. In this research, the author focuses on non -financial compensation. Non - financial compensation can be given by a company considering of maintaining company liquidity. Non -financial compensation includes career compensation (including self -development and career flexibility) meanwhile social compensation involves adoration and admission, duty convenience, and friendship. The author feels motivated to understand “The Relationship between Non -Financial Compensation and Employee Work Enthusiasm at the Water Drink Local Company (PDAM) in Pasuruan City” .
The objective of research seems: (1)to understand the non -financial compensation rate at PDAM of Pasuruan City,(2) to acknowledge the employee’s work enthusiasm at PDAM of Pasuruan City, (3) to expl ain the relationship between non -financial compensation and employee’s work enthusiasm at PDAM of Pasuruan City.
Research employs quantitative research and type of research relates to the correlation research. Sample seems emanated from all population of 5 0 persons. Data collection uses 2 questionnaires, for non -financial compensation and work enthusiasm. Two variables used comprise to non - financial compensation (X) and work enthusiasm (Y) variables.
For non -financial compensation, research shows that of 50 samples, 6 subjects subsume into high category, 38 subjects into middle category, and 6 subjects into low category. For employee’s work enthusiasm, 2 subjects have lower work enthusiasm, while 40 and 8 subjects remain in the middle and higher level of wo rk enthusiasm. Results of correlation test indicate the significant relationship between non -financial compensatio and work enthusiasm. Such relationship becomes evident by the correlation coefficient rate (r x y) of 0,730 between non -financial compensation and work enthusiasm with the opportunity error of (p) = 0.000 and significant rate of 0.05 .


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
 Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Oleh karena itu diperlukan sumber daya manusia yang handal dan memiliki tanggung jawab serta kinerja yang bagus agar kegiatan suatu perusahaan dapat berjalan dengan baik. Berhasil tidaknya suatu perusahaan banyak bergantung pada unsur manusia yang melakukan pekerjaan sehingga perlu adanya balas jasa terhadap karyawan sesuai dengan sifat dan keadaannya. Seorang karyawan perlu diperlakukan dengan baik agar karyawan tetap bersemangat dalam bekerja Menurut Nitisemito Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaan dapat cepat dan lebih baik. 1 Semangat kerja sangat penting bagi organisasi karena semangat kerja yang tinggi tentu dapat mengurangi angka absensi atau tidak bekerja karena malas, dengan semangat kerja yang tinggi dari buruh dan karyawan maka pekerjaan yang diberikan atau ditugaskan kepadanya akan akan dapat diselesaikan dengan waktu yang lebih singkat atau lebih cepat,. 2 . 1 Nitisemito, Alex S. (1991) Manajemen Personalia. Edisi Pertama. Cetakan Kedelapan . Ghalia Indonesia: Jakarta. Hal:160 2 BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008 . hal:205 Pada dasarnya salah satu cara untuk meningkatkan motivasi kerja yang pada akhirnya dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan adalah dengan adanya kompensasi secara tepat baik finansial maupun non finansial. Namun dalam penelitian ini, peneliti lebih memfokuskan pada bentuk kompensasi non finansial. Kompensasi non finasial dapat diberikan oleh perusahaan dengan pertimbangan untuk menjaga likuiditas perusahaan. Kompensasi non finasial akan sangat menguntungkan bagi perusahaan y ang ingin memberikan kompensasi untuk menumbuhkan semangat kerja karyawan karena kompensasi non finansial merupakan bentuk kompensasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan tidak dalam bentuk uang. Bentuk kompensasi non finansial dalam penelitian i ni antara lain kompensasi karier (terdiri dari pengembangan diri dan fleksibilitas karier) sedangkan kompensasi sosial terdiri dari (pujian dan pengakuan, kenyamanan tugas, persahabatan). Berdasarkan permasalahan yang menyangkut kompensasi dan semangat kerja sudah banyak penelitian yang meneliti tentang hubungan antara dua aspek tersebut. Antara lain penelitian Choesnul Chotimah yang berjudul ”Hubungan Antara Kompensasi Non Finansial dengan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Megah Utama kriya Nugraha Malang ” dengan sampel 55 karyawan diperoleh hasil korelasi (r) sebesar 0, 686 atau 68%. Hal ini juga dapat dilihat dari besarnya sumbangan efektif kompensasi non finansial terhadap semangat kerja yaitu sebesar 47% sedangkan sisanya 53% dipengaruhi untuk faktor lainnya seperti kompensasi finansial, gaya kepemimpinan, kepuasan kerja, motivasi dan lain sebagainya. Dikatakan sangat signifikansi dikarenakan nilai p (peluang kesalahan) memiliki nilai 0,000, hal ini berarti nilai p < 0,001 dimana dikategorikan sangat signifikan.3 Penelitian lainnya dilakukan oleh Etik Kusumawati yang berjudul ”Hubungan Pemberian Kompensasi Terhadap Semangat Kerja Pegawai di Lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan” dari hasil analisis dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif yang sangat signifikan antara pemberian kompensasi terhadap semangat kerja, hal ini dapat diketahui dari nilai r=0,756 p= 0, 0000 yang artinya bahwa semakin baik atau tinggi pemberian kompensasi dari instansi maka akan semakin baik atau tin ggi semangat kerja pegawainya. Sementara sumbangan efektif (SE) varabel pemberian kompensasi terhadap semangat kerja adalah sebesar 57,1% dan sisanya 42,9% dipengaruhi oleh faktor lain seperti pemberian status sosial, tujuan pekerjaan, suasana kerja dan hubungan kemanusiaan minata atau volume perhatian terhadap pekerjaan, dsb.4 Penelitian serupa dilakukan oleh Baker, dkk diperoleh hasil bahwa variabel yang paling dominanan berpengaruh terhadap semangat kerja adalah faktor kompensasi dengan taraf signifikan sebesar 0.625 untuk memotifasi sebesar 0,421 sedangkan untuk lingkungan kerja mempunyai taraf signifika n sebesar 3 Choesnul Chotimah. (2004). Hubungan Antara Kompensasi Non Finansial Dengan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Megah Utama kriya Nugraha Malang . UMM Malang 4 Etik Kusumawati (2002). Hubungan Pemberian Kompensasi Terhadap Semangat Kerja Pegawai di Lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan. UIN Malang 0,411. Menurut penelitian tersebut diantara ketiga faktor diatas yang berpengaruh paling besar adalah faktor kompensasi. 5 Anthony dan Govidarajan mengatakan bahwa: hasil dari 219 perusahaan pada 14.000 manager selama pe riode 1981-1991 menemukan bahwa pengangguran lebih termotivasi untuk bekerja keras dengan bonus yang diberikan pada mereka daripada diberikan hu kuman, hal ini dimaksudkan agar sistem kontrol managerial lebih terarah. Salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan dan semangat kerja para pengangguran yaitu dengan berbagai kesibukan dan ketrampilan yang dapat mereka kerjakan untuk mengisi waktu luang mereka sesuai dengan keahlian yang me reka miliki dan apabila mereka mampu maka mereka akan diberi suatu imbalan berupa kompensasi sesuai dengan apa yang mereka hasilkan.6 Selama ini peneliti-penilitian yang sebelumnya lebih menitik beratkan pada kompensasi finansial maka d alam penelitian ini peniliti ingin memfokuskan pada bentuk kompensasi non finansial. Alasan peniliti memfokuskan pada bentuk kompensasi non finansial karena kurang begitu diperhatikan dalam suatu perusahaan (baik swasta maupun pemerintah), alas an kedua bahwa selama ini kita tahu bahwa bentuk kompensasi finansial berfokus pada kepuasan yang bersifat material dan pasti besar pengaruhnya terhadap semangat kerja karyawan karena sifatnya yang sudah umum. Sedangkan bentuk kompensasi non finansial hanya terfokus pada kepuasan psikologis bukan semata kebutuhan yang bersifat materi. 5 Baker, George P, dkk. 1998. Compensation and Incentives Practise vs Theory. Journal of finance. 6 Anthony, Robert N dan Gavidarajan , Vijay. (1980). Journal of Management Control System . Ninth edition, the MC Grow Hill Companies, inc. Nort America. Pada penelitian ini, penulis memilih PDAM Kota Pasuruan sebagai daerah penelitian Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada pelaksanaan pemberian kompensasi non finansial yang diterapkan oleh PDAM Kota P asuruan. Tidak hanya itu karyawan PDAM juga dituntut untuk meningkatkan kinerjanya, dalam hal ini tidak terlepas dari upaya untuk meningkatkan semangat kerja para karyawan. Karena seperti diketahui karyawan di PDAM Kota Pasuruan tidak hanya bekerja didalam kantor, sebagian karyawan juga terjun langsung kelapangan seperti memperbaiki atau mengecek pipa saluran air yang ada di daerah Kota Pasuruan. Dengan adanya kondisi fisik yang mungkin lelah, karena berada dilapangan setiap harinya. Selain itu di PDAM Kota Pasuruan semua karyawan masuk kerja selama enam hari penuh, rasa jenuh dan bosan mungkin saja bisa terjadi dan apabila hal ini dibiarkan terus-menerus dapat mengakibatkan penurunan terhadap semangat kerja. Untuk dapat terus meningkatkan semangat kerja karyawan kompensasi non finansial yang memadai sangatlah penting, oleh sebab itu perusahaan harus dapat mengelola sumber daya manusianya untuk meningkatkan kinerjanya agar sesuai dengan rencana dan tujuan perusahaan. Menurut Hasibuan (1999:92) : “ Perusahaan bukan saja mengharapkan karyawan yang mampu, cakap, dan terampil, namun yang lebih penting adalah mereka bersedia bekerja dengan giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal”. Kemampuan, kecakapan, dan keterampilan karyawan tidak ada arti nya bagi perusahaan jika mereka tidak mau bekerja keras dengan menggunakan kemampuan, kecakapan, dan keterampilan yang dimilikinya. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa semangat kerja karyawan sangat penting dalam menunjang tercapainya tujuan perusahaan. Berdasarkan pemaparan di atas, di sini peneliti termotivasi untuk meneliti tentang ”Hubungan Antara Kompensasi Non Finansial Dengan Semangat Kerja Karyawan Pada PDAM Kota Pasuruan”. B. RUMUSAN MASALAH: Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas , maka untuk lebih memperjelas masalah yang sebenarnya rumusan masalah yang akan diutarakan dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana tingkat kompensasi non finansial di PDAM Kota Pasuruan? 2. Bagaimana semangat kerja karyawan di PDAM Kota Pasuruan? 3. Apakah ada hubungan antara kompensasi non finansial dengan semangat kerja karyawan di PDAM Kota Pasuruan? C. TUJUAN PENELITIAN: Adapun tujuan dari penelitian ini untuk: 1. Mengetahui tingkat kompensasi non finansial di PDAM Kota Pasuruan. 2. Mengetahui semangat kerja karyawan di PDAM Kota Pasuruan. 3. Mengetahui hubungan antara kompensasi non finansial dengan semangat kerja karyawan di PDAM Kota Pasuruan. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat teoritis: Harapan peneliti nantinya dapat memberi masukan bagi psikologi khususnya psikologi industri yaitu dengan menambah wawasan tentang pengaruh kompensasi non finansial terhadap semangat kerja karyawan. 2. Manfaat praktis: a. Bagi Peneliti Merupakan aplikasi dari teori-teori yang telah dipelajari sebelumnya kedalam kehidupan sehari-hari terutama dalam memasuki dunia kerja nantinya. b. Bagi Perusahaan dan Lembaga Institusi Dari hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai masukan dan pertimbangan pengambilan kebijakan khususnya pada bagian personalia didalam masalah pemberian kompensasi karyawan baik dala m bentuk non finansial guna meningkatkan semangat kerja karyawan. c. Bagi Pihak Lain Diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya dan nantinya dapat diperlukan untuk menyempurnakan dan mengembangkan serta mencari f aktor-faktor lain yang masih belum terungkap dalam penelitian tentang pengaruh kompensasi non finansial t erhadap semangat kerja karyawan

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Hubungan antara kompensasi non finansial dengan semangat kerja karyawan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pasuruan." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment