Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Korelasi antara potensi akademik, motivasi belajar dengan prestasi akademik pada siswa kelas x program unggulan MAN Tambakberas Jombang

Abstract

INDONESIA:
Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan nasional. SDM yang berkualitas dapat dihasilkan oleh lembaga pendidikan yang berkualitas. Salah satu indicator lembaga pendidikan yang berkualitas adalah kualitas prestasi peserta didiknya. Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi diperlukan inteligensi (IQ) yang juga tinggi. Namun nyatanya, inteligensi hanya memberikan gambaran global mengenai kemampuan intelektual umum. Sedangkan potensi akademik memberikan gambaran profil intelektual yang menampilkan kekuatan dan kelemahan akademik individu. Selain potensi akademik, faktor yang mempengaruhi prestasi akademik adalah motivasi belajar. Rendahnya motivasi belajar peserta didik kerap dituding sebagai penyebab rendahnya prestasi peserta didik. Pada lembaga pendidikan, faktor ini menimbulkan persoalan dilematis, karena dengan rendahnya motivasi belajar tidak mungkin peserta didik dapat menguasai bahan ajar dengan baik, sehingga peserta didik memperoleh prestasi belajar rendah dan berpengaruh pada kualitas lembaga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prestasi akademik, potensi akademik dan motivasi belajar siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas dan untuk mengetahui korelasi antara potensi akademik, motivasi belajar dengan prestasi akademik pada siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas. Dan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara tes, skala dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment, yang sebelumnya dilakukan dengan pencarian rata-rata dan standar deviasi serta kategorisasi dari masing-masing variabel tingkat prestasi akademik, potensi akademik dan tingkat motivasi belajar siswa.
Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa tingkat prestasi akademik, potensi akademik dan motivasi belajar siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas bertaraf sedang dengan prosentase prestasi akademik 85%, prosentase potensi akademik 62%, dan prosentase motivasi belajar 65%. Hasil perhitungan korelasi dengan menggunakan product moment didapatkan hasil 0,345 untuk korelasi antara prestasi akademik dengan potensi akademik dan 0,394 untuk korelasi antara prestasi akademik dengan motivasi belajar, artinya terdapat hubungan positif antara kedua variabel tersebut dengan prestasi akademik.
ENGLISH:
Human resource development (HRD) is very important in national development. Qualified human resources can be generated by a qualified educational institution. One indicator of a quality educational institution is the quality of the student’s achievement. During this time many people argue that to achieve the high performance required of high intelligence (IQ). But in fact, intelligence is only providing a general intellectual ability. While academic potential provide intellectual profile that describestudent’s strengths and weaknesses of academic. In addition to academic potential, the factors that affect academic achievement is the learning motivation. Low motivation of students is often blamed for the low achievement of students. In educational institutions, these factors posed a dilemma, due to the low motivation to learn, students is not possible to understand the teaching material as well, students who has low academic achievement can affect the quality of the institution.
This research aims to determine the level of academic achievement, academic potential and motivation of first grade students of excellent class MAN Tambakberas and to determine the correlation between academic potential, motivation to academic achievement in first grade of excellent class MAN Tambakberas.
This research is quantitative. The respondents of the research isall students in first grade of excellent class MAN Tambakberas. And the datas are collected by testing, scale and documentation. The data analysis technique used is the product moment correlation, which was previously done by the average search and categorization and standard deviation of each variable levels of academic achievement, academic potential and level of student motivation.


Based on the calculations that have been carried out showed that the academic achievement, academic potential and motivation of students of excellent class MAN Tambakberasis at the level of standard.Which the achievement percentage is 85%, 62% percent of academic potential and motivation percentage of 65%. The results of calculation using the product moment correlation with results obtained 0.345 for the correlation between academic achievement and academic potential and 0.394 for the correlation between academic achievement and learning motivation, it means there is a positive relationship between both
variables with academic achievement.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
PISA atau Program for International Student Assessment yang diselenggarakan oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) adalah sebuah program internasional yang bertujuan untuk memonitor hasil dari sistem pendidikan yang berkaitan dengan pencapaian belajar siswa yang berusia 15 tahun. PISA didesain untuk membantu pemerintah tidak hanya memahami tetapi juga meningkatkan efektivitas sistem pendidikan. PISA mengumpulkan informasi yang reliabel setiap tiga tahun untuk membandingkan literasi membaca, matematika dan sains siswa-siswa di suatu negara dengan peserta lain dan memahami kekuatan dan kelemahan sistem pendidikan masing-masing negara. Studi PISA menunjukkan bahwa pada tahun pertama penyelenggaraan (2000), Indonesia berada di urutan ke-38 dari 41 negara peserta pada kemampuan sains, pada tahun kedua (2003) Indonesia juga berada pada urutan ke-38 untuk kemampuan sains, di tahun ketiga (2006) Indonesia berada pada urutan ke-50 dari 57 negara peserta, dan hasil terbaru pada tahun 2009 menyatakan bahwa kemampuan sains anak Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 65 negara peserta. Dengan jumlah negara peserta yang sama, untuk prestasi literasi matematika siswa Indonesia pada tahun 2000 berada di peringkat ke 39, pada tahun 2003 2 berada di peringkat ke 38, pada tahun 2006 berada di peringkat ke 50, dan pada tahun 2009 berada pada peringkat 61 (Tim PISA Indonesia, 2011). Siswa Indonesia mendapatkan skor literasi sains pada PISA tahun 2000, 2003, 2006 dan 2009 berturut-turut adalah 393, 395, 393 dan 383. Dan skor literasi matematika pada PISA tahun 200, 2003, 2006, dan 2009 berturut-turut adalah 367, 360, 391 dan 371 (Tim PISA Indonesia, 2011). Dengan rata-rata skor dari semua negara peserta adalah 500. Perolehan skor yang rendah tersebut bermakna bahwa siswa Indonesia mempunyai pengetahuan sains dan matematika yang terbatas. Skor literasi sains yang rendah tersebut mencerminkan fenomena umum prestasi belajar IPA siswa Indonesia yang jelek. Tujuan PISA adalah untuk mengukur prestasi literasi membaca, matematika, dan sains peserta didik sekolah berusia 15 tahun di negaranegara peserta. Bagi Indonesia, manfaat yang dapat diperoleh antara lain adalah untuk mengetahui posisi prestasi literasi peserta didik Indonesia bila dibandingkan dengan prestasi literasi siswa di negara lain dan faktorfaktor yang mempengaruhinya (Tim PISA Indonesia, 2011). Prestasi siswa Indonesia menjadi perhatian seluruh lembaga pendidikan. Karena salah satu indikator lembaga pendidikan yang berkualitas adalah kualitas prestasi akademik siswanya (Fidyatin, 2009). Kualitas prestasi akademik yang dicapai oleh siswa dalam suatu lembaga ditentukan oleh kualitas inputnya (Pujadi, 2007). Untuk menghasilkan siswa dengan prestasi akademik yang baik diperlukan seleksi agar 3 memperoleh input pilihan sehingga dapat meningkatkan kualitas prestasi akademik. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang menyadari pentingnya kualitas prestasi yang dicapai oleh siswa. Oleh karena itu MAN Tambakberas menerapkan seleksi pada calon siswa baru. Diharapkan siswa pilihan tersebut dapat mencapai prestasi maksimal yang nantinya akan meningkatkan kualitas madrasah. Sesuai dengan pedoman pelaksanaan penerimaan peserta didik baru di kabupaten jombang yang tertera dalam pasal 6 yaitu melaksanakan seleksi dengan mengakomodasi nilai Ujian Nasional, atau rata-rata nilai Ujian Nasional SMP/ MTs dan nilai TPA serta Prestasi Akademik calon peserta didik baru (Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, 2012). Dari hasil seleksi yang dilakukan di MAN Tambakberas, calon siswa yang memperoleh skor tinggi di masukkan dalam program unggulan. Program unggulan merupakan program yang dikhususkan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan intelektual tinggi dan mampu berkompetisi untuk memperoleh prestasi akademik yang tinggi. Program unggulan di MAN Tambakberas memiliki misi yaitu meningkatkan kualitas peserta didiknya agar dapat berkompetisi baik di tingkat nasional dan internasional. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi dapat berasal dari dalam diri maupun faktor dari luar diri siswa (Slameto, 1995). Psikologi belajar kognitif menyatakan bahwa 4 perilaku siswa tidak ditentukan oleh stimulus yang berada dari luar dirinya, melainkan oleh faktor yang ada pada dirinya sendiri (Suwarsono, 2002). Salah satu faktor dalam diri siswa yang mempengaruhi prestasi adalah kecerdasan (intelegensi). Menurut Goleman, kecerdasan intelektual (IQ) menyumbang 20% bagi kesuksesan siswa, sedangkan 80%-nya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Intelegensi merupakan istilah yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran, ataupun kemampuan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Menurut Spearman inteligensi terdiri dari kemampuan umum yang bekerja sama dengan kemampuan-kemampuan khusus (Crow, 1989). Oleh karena itu, untuk membedakannya seringkali digunakan istilah inteligensi umum (general intelligence) dan potensi khusus (special aptitude). Potensi khusus sering dikaitkan dengan lapangan-lapangan khusus dalam kehidupan, seperti potensi mekanik, potensi menyanyi, dan sebagainya (Suryabrata, Alat Ukur Psikologis, 2005). Potensi akademik juga sering dikaitkan dengan fungsi intelektual khusus, seperti potensi matematika, potensi berpikir analitik, dan sebagainya. Potensi akademik dianggap lebih penting karena hasil dari tes potensi diharapkan dapat memprediksi peluang keberhasilan belajar siswa di masa akan datang (Azwar, Kualitas Tes Potensi Akademik Versi 07A, 2008). 5 Kemampuan akademik merupakan hal yang sangat diperlukan dan seharusnya ada pada setiap diri siswa untuk mencapai prestasi akademik yang diharapkan. Karena sebagian besar kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan kegiatan yang bersifat akademik. Tingkat potensi akademik seorang siswa dapat diperoleh melalui tes psikologi. Tes psikologi yang digunakan harus mampu memberikan informasi berupa perkiraan mengenai keberhasilan seseorang jika dia belajar pada jenjang pendidikan tertentu dan seberapa baik seorang siswa dapat menyelesaikan tugas akademik (Suryani, 2005). Pada umumnya tes psikologi yang dilakukan adalah Tes Potensi Akademik (TPA). Tes ini sangat diperlukan sebagai parameter jika ingin melanjutkan pendidikan ataupun melamar pekerjaan. TPA adalah sebuah tes untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (Sunartyo, 2009). TPA dipergunakan hampir di semua seleksi masuk suatu lembaga pendidikan. TPA digunakan sebagai alat tes seleksi masuk karena dianggap cukup dapat memberikan informasi mengenai kriteria dan kemampuan akademik yang dimiliki oleh calon siswa. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sutedjo yang berjudul Laporan Penelitian Hubungan antara Hasil Psikotes dan Indeks Prestasi Mahasiswa Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta menyimpulkan bahwa hasil Tes Potensi Akademik berkorelasi dengan indeks prestasi mahasiswa. 6 TPA disusun berdasar konsep abilitas dasar yang hendak diukur dan tidak disusun berdasarkan silabus atau kurikulum tertentu (Azwar, Kualitas Tes Potensi Akademik Versi 07A, 2008). Di Indonesia TPA bertujuan untuk mengukur atau mengungkap kemampuan belajar siswa pada beberapa aspek, yaitu: (1) Berpikir verbal; (2) Pemahaman kuantitatif; dan (3) Penalaran (Suryabrata, Alat Ukur Psikologis, 2005). Tes potensi berbeda dengan tes prestasi. Tes prestasi disusun berdasarkan silabus mata pelajaran pada suatu jenjang pendidikan, dan skor dari tes prestasi merupakan kemampuan yang mampu diraihnya saat ini. Tes Potensi Akademik tidak disusun berdasar silabus mata pelajaran, sehingga keberhasilan menjawab soal dalam tes ini sangat minim kaitannya dengan penguasaan isi pelajaran tertentu dan skor dari tes potensi merupakan prediksi keberhasilan di masa akan datang (Azwar, Kualitas Tes Potensi Akademik Versi 07A, 2008). Tes prestasi merupakan tes yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan calon peserta didik dalam menguasai materi yang menjadi dasar bahan ajar. Sedangkan tes potensi bertujuan untuk mengetahui kapasitas belajar calon peserta didik di jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Geiser & Studley, 2002). Namun, kenyataannya tidak semua peserta didik program unggulan MAN Tambakberas menunjukkan keberhasilan dalam studinya. Di kelas unggulan, ada satu siswa yang terpaksa ditempatkan di kelas reguler 7 dikarenakan siswa tersebut menunjukkan prestasi belajar yang semakin menurun tiap tahunnya. Selain itu rata-rata nilai ujian nasional lulusan MAN Tambakberas mengalami penurunan yaitu pada tahun pelajaran 2008/2009 sebesar 7,71, pada tahun 2009/2010 sebesar 7,99 dan pada tahun 2010/2011 sebesar 7,43. Padahal standar kelulusan siswa meningkat setiap tahunnya. Belajar merupakan tanggung jawab setiap peserta didik dan kualitas hasil belajar tergantung pada kemampuan setiap peserta didik. Selain potensi akademik, faktor dari dalam diri yang mempengaruhi prestasi adalah motivasi belajar. Motivasi belajar peserta didik dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan dalam diri peserta didik yang mendorong dan mengarahkan perilakunya kepada tujuan yang ingin dicapainya dalam mengikuti pendidikan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Arini yang berjudul Pengaruh Tingkat Intelegensi dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Akademik Siswa Kelas II SMA Negeri 99 Jakarta, diperoleh bahwa secara parsial intelegensi dan motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi akademik. Hal ini dibuktikan dari t hitung masingmasing sebesar 2,305 dan 3,703, dengan tingkat signifikansi 0,022 dan 0,000. Berdasarkan analisis data, juga diperoleh nilai F sebesar 9,018 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,01). Hal ini menunjukkan seorang peserta didik yang cerdas, apabila memiliki motivasi belajar yang rendah maka dia tidak akan mencapai prestasi akademik yang baik. 8 Motivasi belajar ada dua macam, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik (Mahmud, 2010). Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Penelitian yang dilakukan oleh Rahayu (2010) berjudul Pengaruh Lingkungan Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X Di SMA Widya Dharma Turen diperoleh hasil variabel lingkungan belajar berpengaruh sebesar 26,9% dan dan pengaruh variabel motivasi belajar sebesar 44,5%. Dari perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa pengaruh motivasi belajar lebih besar dari pada lingkungan belajar. Rendahnya motivasi belajar peserta didik kerap dituding sebagai penyebab rendahnya prestasi akademik peserta didik. Pada lembaga pendidikan, faktor ini menimbulkan persoalan dilematis, karena dengan rendahnya motivasi belajar tidak mungkin peserta didik dapat menguasai bahan ajar dengan baik, sehingga peserta didik memperoleh prestasi akademik rendah dan berpengaruh pada kualitas lembaga. Di MAN Tambakberas, aspek kualitas sudah menjadi komitmen. Hal ini tampak pada misi MAN Tambakberas yaitu membentuk peserta didik yang berkualitas. Didukung oleh ketersediaan fasilitas belajar yang sangat memadai. Namun, hal tersebut tidak berarti apa-apa jika tidak 9 dibarengi dengan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar. Dapat dikatakan bahwa motivasi belajar merupakan faktor penentu dalam menciptakan peserta didik yang berkualitas. Berdasarkan uraian di atas, peneliti melihat bahwa potensi akademik dan motivasi belajar memiliki hubungan dengan prestasi akademik dan masih belum banyak peneliti yang meneliti korelasi antara ketiganya. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk membahasnya dalam bentuk skripsi yang berjudul: ”Korelasi antara Potensi Akademik, Motivasi Belajar dengan Prestasi Akademik pada Siswa Kelas X Program Unggulan MAN Tambakberas Jombang”. B. RUMUSAN MASALAH Dari uraian pada latar belakang di atas, penulis menitik beratkan pada permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana tingkat prestasi akademik siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas Jombang? 2. Bagaimana tingkat potensi akademik siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas Jombang? 3. Bagaimana tingkat motivasi belajar siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas Jombang? 4. Apakah ada korelasi antara potensi akademik, motivasi belajar dengan prestasi akademik pada siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas Jombang? 10 C. TUJUAN PENELITIAN Dengan merujuk pada rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Tingkat prestasi akademik siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas Jombang. 2. Tingkat potensi akademik siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas Jombang. 3. Tingkat motivasi belajar siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas Jombang. 4. Korelasi antara potensi akademik, motivasi belajar dengan prestasi akademik pada siswa kelas X program unggulan MAN Tambakberas Jombang. D. MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat baik dari segi teoritis maupun praktis. Adapun manfaat yang diharapkan sebagai berikut: 1. Manfaat teoritis a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi khazanah keilmuan psikologi khususnya psikologi pendidikan. b. Sebagai bahan kajian tambahan bagi mahasiswa psikologi yang berminat untuk mempelajari psikologi pendidikan. c. Sebagai penambah wawasan dan pengalaman bagi penulis dalam penelitian ini. 11 2. Manfaat praktis a. Peserta didik: Sebagai bahan pertimbangan informasi dalam usaha meningkatan prestasi akademik. b. Lembaga Pendidikan: Sebagai pertimbangan hasil seleksi peserta didik baru. c. Civitas akademika: Sebagai penambah referensi karya tulis ilmiah bagi yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut berkaitan dengan korelasi potensi akademik, motivasi belajar dan prestasi akademik. d. Bagi peneliti: penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang bagaimana korelasi potensi akademik, motivasi belajar dan prestasi akademik peserta didik, untuk dijadikan acuan dalam melaksanakan tugas yang selanjutnya serta perkembangan dan pembangunan pendidikan pada Madrasah Aliyah.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Korelasi antara potensi akademik, motivasi belajar dengan prestasi akademik pada siswa kelas x program unggulan MAN Tambakberas Jombang" Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment