Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, June 13, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan internalisasi nilai-nilai ulul albab dengan regulasi diri pada mahasiswa semester II Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstract

INDONESIA:
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mempunyai ciri khas yakni kampus yang berulul al-bab. sosok manusia ulul al-bab yaitu manusia yang mampu mengedapankan dzikir, fikr, dan amal shaleh. Dalam konteks pendidikan di Universitas Islam Negeri Malang, para mahasiswa adalah mereka yang mempunyai empat pilar kekuatan dalam menjalani kehidupanya. Keempat pilar tersebut adalah kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.
Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, dengan tujuan: (1) Untuk mengetahui tingkat internalisasi nilai- nilai ulul al-bab mahasiswa semester II Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. (2) Untuk mengetahui tingkat self regulation mahasiswa semester II Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang. (3) Untuk mengetahui apakah ada hubungan internalisasi nilai-nilai ulul al-bab dengan regulasi diri pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan internalisasi nilai-nilai ulul al-bab sebagai variabel bebas dan regulasi diri sebagai variabel terikat. Teknik korelasi Product Moment digunakan untuk menguji hubungan internalisasi nilai-nilai ulul al-bab dengan regulasi diri. Kemudian mengkategorisasikan tingkat internalisasi nilai-nilai ulul al-bab dan regulasi diri dengan menentukan mean dan standar deviasi terlebih dahulu. Subyek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menggunakan acak proporsional yaitu populasi dikategorikan dalam kelompok yang memiliki strata yang sama. Dalam penelitian masing-masing di bagi atas jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Laki-laki dari jumlah populasi diambil 40%, dan perempuan dari jumlah populasi diambil 40%. terdiri dari jumlah keseluruhan 157 mahasiswa teridri dari 120 perempuan dan 37 laki-laki. Jumlah sampel 63 responden.
Hasil penelitian menunjukkan 69,8%, mahasiswa mempunyai tingkat internalisasi terhadap nilai-nilai ulul al-bab tinggi, dan 30,2%, mahasiswa mempunyai tingkat internalisasi terhadap nilai-nilai ulul al-bab sedang, 0% mahasiswa mempunyai tingkat internalisasi terhadap nilai-nilai ulul al-bab rendah. Kemudian regulasi diri terbagi menjadi 3 kategori. Kategori pertama memiliki prosentase 79,4% mahasiswa mempunyai tingkat regulasi diri Tinggi, kategori kedua yakni 20,6% mahasiswa mempunyai tingkat Regulasi Diri sedang, dan kategori ketiga 0% mahasiswa mempunyai tingkat Regulasi Diri rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat internalisasi terhadap nilai-nilai ulul al-bab semakin tinggi pula tingkat regulasi mahasiswa Fakultas Psikologi semester II.hasil uji korelasi product moment antara internalisasi nilai-nilai ulul al-bab dengan regulasi diri diperoleh data sebesar rxy 0,658. dengan sig =0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan hubungan yang signifikan.
ENGLISH:
Islamic State University of Malang has typical principle that is University which is applied value of Ulul Albab. Ulul Albab human is someone who can applied three point; dzikir, fikr, dan amal shaleh. For education, the Student in Islamic State University of Malang is a student who has four stronger pillar for being human. Those are: the depth of spirituality, greatness of attitude, wide of knowledge and profesionality.
The research is applied in new student Psychology Faculty Islamic State University of Malang, by purposes: (1) to know the level of the value of internalization on second semester student Psychology Faculty Islamic State University of Malang. (2) to know level of student regulation second semester student Psychology Faculty Islamic State University of Malang. (3) to know, is there any relationship between the internalization value of Ulul Al-bab with personal regulation on student of Psychology Faculty Islamic State University of Malang.
This research is classified into quantative correlation with value of internalization as free variable and personal regulation as bound variable. The correlation technical product is used to examine the relationship between value of Internalization of Ulul Al-bab and personal regulation. Then, catagirize the level value of internalization of Ulul Al-bab and personal regulation by determine meaning and devastation standard first. The subject of this research is student of 2011 Psychology Faculty Islamic State University of Malang by random way; that is populations are categorize into group which has same level. In the research, each group is classified into man and woman. From the population man is taken 40 % and also the woman. The whole result is 157 students which is consist of 120 woman and 37 man. The number of sample is 63 respondent.
The result shows; 69,8% student has level of internalization in value of Ulul Al-bab is high, and 30,2%, student has level of internalization of value of Ulul Albab is medium, 0% for student has low level of internalization of value of Ulul Albab. After that, personal regulation is classified into three levels; the first, has presents 79,4 %, student has high personal regulation, second 20,6% student has medium personal regulation, and final, 0% student has low personal regulation. So, it can be conclude, that the high internalization value of Ulul Al- bab, the highest for level regulation of student second semester Psychology Faculty Islamic State University of Malang. Result of examination correlation product moment between internalization values of Ulul Albab by regulation which is got ; rxy 0, 658. By sig= 0,000 < 0,05. This is shown there is significant relationship


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang atau sekarang dikenal dengan UIN Maliki Malang adalah lembaga pendidikan milik negara yang secara administratif berada dalam tanggung jawab Departemen Agama R.I. dan departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Dan sebagai lembaga penddikan tinggi yang dinaungi oleh kedua department tersebut, maka Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki peran ganda yang harus diemban, yakni sebagai perguruan tinggi yang harus menyelenggarakan, mengembangkan, menciptakan, menyebarkan ilmu pengetahuan, teknologi dan bertanggung jawab dalam rangka mengembangkan Islam. (habib zainal, dkk 2010). Peran sebagai lembaga pendidikan diatas menjadi salah satu ciri khas yang melekat pada perguruan tinggi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini berimplikasi pada penyelenggaraan pendidikannya yang harus memuat materi tambahan sebagai ciri khas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, materi tersebut yakni materi ulul albab. Menurut silabusmateri ulul al-bab bertujuan untuk membentuk yang memahami konsep pendidikan UIN Malang dan dinamika perkembangannya, arkanul jamiah, ulul al-bab ,integrasi keilmuan, serta mampu menginternalisasikannya dalam diri pribadi dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari dengan kepribadian ulul al-bab yakni dzikir, fikir, dan amal sholeh. 2 Program materi ulul al-bab diharapkan mampu memberikan sebuah efek positif dalam pembentukan perilaku mahasiswa UIN pada khususnya. Dengan diselenggarakannya mata kuliah Ulul al-bab maka mahasiswa akan mempunyai perilaku yang bernuansa Islami. Dengan demikian, mahasiswa akan memperoleh pengalaman-pengalaman yang dapat berpengaruh langsung terhadap perilaku pribadinya. (habib zainal, dkk 2010). Universitas Islam Negeri malang (UIN) sebagai sebuah perguruan tinggi Islam mengembangkan konsep ulul al-bab yang dalam praktiknya dikembangkan menjadi tiga bentuk perilaku ideal yaitu dzikir, fikr, dan amal sholeh. Konsep ulul al-bab tersebut diharapkan bisa memberikan penjelasan tentang filosofi, identitas, arah yang ingin dicapai, budaya, pendekatan yang dikembangkan serta hal lain yang dipandang penting agar perguruan tinggi Islam ini dikenal secara mendalam, baik oleh warganya sendiri maupun pihak lain (Suprayogo: 2004). Mahasiswa Universitas Islam Negeri Malang adalah peserta didik yang diharapkan mampu menjadi sosok manusia ulul al-bab yaitu manusia yang mampu mengedapankan dzikir, fikr, dan amal shaleh. Dalam konteks pendidikan di Universitas Islam Negeri Malang, maka lulusan yang diharapkan terwujud dari para mahasiswa adalah mereka mempunyai empat pilar kekuatan dalam menjalani kehidupanya. Keempat pilar tersebut adalah kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. Dengan keempat pilar inilah para mahasiswa dibekali untuk mampu menghadapi tantangan dalam hidupnya, baik ketika mereka berstatus 3 sebagai mahasiswa maupun ketika mereka telah menyelesaikan studinya. (habib zainal, dkk 2010). Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang diharapkan tampil sebagai calon pemimpin umat dan diharapkan tampil sebagai sosok ulama yang intelek dan profesional. Penelitian tentang sosok tersebut telah dilakukan (Aziz 2006) menemukan bahwa tingkat kepribadian ulul al-bab yang ditandai dengan empat kekuatan tersebut diatas pada mahasiswa UIN Malang berada pada kategori tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang menerima mahasiswa baru sebanyak 157 terdiri dari 120 perempuan dan 37 laki-lakiuntuk Psikologi tahun 2011 (BAK Fakultas Psikologi tahun 2011) merupakan salah satu fakultas yang secara keilmuan seharusnya dapat mengantarkan peserta didiknya untuk dapat menyadari bahkan bisa menjadi contoh, karena secara keilmuan, psikologi mempelajari dinamika kejiwaan manusia sebagai dasar bagi pembentukan kepribadian yang sehat (dengan dasar keislaman) secara professional maupun diri pribadi. Pentingnya program kuliah ulul al-bab yang ingin menumbuhkembangkan kekuatan iman serta berperilaku dalam konteks islami pada mahasiswa UIN secara umum dan khususnya fakultas psikologi. Selanjutnya, masih ada beberapa mahasiswa yang belum mampu menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam ulul al-bab. Hal ini, bisa dilihat dari Dari hasil wawancara awal penulis terhadap mahasiswa semester II Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Malang diketahui bahwa tidak 4 sedikit dari mereka yang mengabaikan kewajiban sholat lima waktunya sebagai ummat islam. Padahal ketika kita berbicara UIN Maliki malang yang tidak lain adalah komunitas mahasiswanya berlatar belakang islam, hal ini tidak menjamin mahasiswanya untuk mau menjalankan ajarannya dengan baik, bahkan tidak menutup kemungkinan mereka “memberontak” dan akhirnya meninggalkan ajarannya. Hal ini sangat menyedihkan, apalagi jika dilihat dari latar belakang mereka yang pernah mendapatkan pendidikan agama di pondok pesantren. Fenomena diatas sudah bertolak belakang dengan ciri utama insan ulul al-bab. Selain itu banyaknya mahasiswa yang kurang mampu mengimplementasikan nilai-nilai serta tujuan yang terkandung dalam ulul albab. Dilihat Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan mahasiswa semester 2 fakutas psikologi. Pertama, masih ada mahasiswa berpenampilan rambut gondrong, masuk kuliah dengan menggunakan sepatu sandal, tidak adanya sifat disiplin waktu bagi sebagian mahasiswa psikologi ketika masuk kelas atau terlambat, sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar di kelas. Kedua, adanya aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa seperti terkesan menyimpang dari aturan yang ada. selain itu ada sepasang mahasiswa dan mahasiswi berpacaran sambil berpegangan tangan. Ketiga, Ada juga yang mengesampingkan kegiatan akademik karena harus menjalani cuti studi, atau bahkan ada yang hanya dikarenakan kurangnya gairah belajar sehingga lebih memilih mencari kesenangan di luar kegiatan akademik (kurangnya motifasi berprestasi). 5 Peneliti juga sempat melakukan wawancara mengenai cita-citanya, dan hasil dari wawancara yaitu, kebanyakan mengalami kebingungan pada saat mereka akan lulus, bingung memikirkan dan menentukan kira-kira langkah apa yang harus dilakukan. Misalnya saja seperti bekerja, atau melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, ataupun menikah. Dalam konteks seperti ini sangat bertolak belakang dengan karakter Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan jargonnya ulul albabyang dirumuskan menjadi empat pilar penting dalam menjalani kehidupanya. Keempat pilar tersebut adalah kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. Hasil penelitian tentang regulasi yang dilakukan oleh Ayu Wulandari tahun 2010 mahasiswi fakultas psikologi uin malang tentang Hubungan Antara Tingkat Regulasi diri Dengan Tingkat Prokrastinasi Mahasiswa Angkatan 2003-2006 Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (Uin) Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan Jumlah populasi 162 mahasiswa sehingga sampel didapatkan sejumlah65 mahasiswa.Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 12.31% mahasiswa mempunyai tingkat regulasi diri kategori tinggi, 75.38% kategorisedang dan 12.31% kategori rendah. Kemudian terdapat 13.85% mahasiswa mempunyai tingkat prokrastinasi kategori tinggi, 73.84% kategori sedang dan 12.31% kategori rendah. Hasil korelasi antara regulasi diri dengan prokrastinasi menunjukkan angka sebesar -.670 dengan p = 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara keduanya adalah negatif tetapi signifikan karena p < 0.05. Jadi jika tingkat regulasi diri tinggi maka tingkat prokrastinasi rendah begitu 6 pula sebaliknya jika tingkat regulasi diri rendah maka tingkat prokrastinasi tinggi. Hal ini menunjukkan tingkat regulasi diri yang rendah, fakta tersebut menunjukkan rendahnya pengaturan diri mahasiswa yang melibatkan proses kognisi, afeksi dan perilaku yang ditujukan untuk pencapaian target belajar mereka. (ayu wulandari, 2010). Untuk mengatasi hal tersebut, maka mahasiswa dituntut untuk dapat menyesuaikan, mengatur dan mengendalikan dirinya terutama bila menghadapi lingkungan disekitarnya. Mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan yang bertahan lama dan bisa diterapkan pada waktu yang dibutuhkan diperlukan suatu kemampuan dan aktivitas untuk mengarahkan atau mengontrol proses perolehan tersebut. Kemampuan ini disebut regulasi diri. Berperilaku positif sangat erat hubungannya dengan regulasi diri. regulasi diri disini merupakan cara seseorang mengontrol dan mengarahkan tindakan mereka sendiri. Verplanken dan Holland (Taylor, et al., 2009) mendefinisikan regulasi diri cara orang mengontrol dan mengarahkan tindakannya. Regulasi diri seharusnya mampu ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di dalam kesehariannya di dalam kampus maupun di luar kampus, dikarenakan mahasiswa sudah menempuh program materi ulul al-bab yang sudah berkesinambungan. Nilai-nilai yang terkandung dalam ulul al-bab yang diperoleh mahasiswa seharusnya dapat mempengaruhi cara mengontrol dan mengarahkan tindakannya. 7 Regulasi diri berkaitan dengan bagaimana individu mengaktualisasikan dirinya dengan menampilkan serangkaian tindakan yang ditujukan pada pencapaian target. Menurut Zimmerman (Schmitz & Wiese, 2006: 66), regulasi diri yang dihasilkan mengacu pada pikiran, perasaan dan tingkah laku yangditujukan untuk pencapaian target dengan melakukan perencanaan terarah. Pintrich dan Groot (Mastuti, dkk., 2006) memberikan istilah regulasi diri dalam belajar dengan istilah self regulation learning, yaitu suatu kegiatan belajar yang diatur oleh diri sendiri, yang didalamnya individu mengaktifkan pikiran, motivasi dan tingkah lakunya untuk mencapai tujuan belajarnya. Apabila mahasiswa mempunyai tingkat regulasi diri yang tinggi maka ia akan dapat menjaga performanya di dalam perkuliahan sehingga prestasi akademiknya dapat tetap terjaga. Regulasi diri didalamnya terdapat tiga komponen penting yang dianggap paling mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat regulasi diri, yaitu kemampuan metakognitif untuk membuat perencanaan, monitoring, dan memodifikasi cara berpikir. Apabila mahasiswa mampu dan memiliki ketiga aspek tersebut, maka ia akan memiliki tingkat regulasi diri yang tinggi sehingga ia dapat menjaga prestasi belajarnya dengan baik (Pintrich & Groot, 1990). Oleh karena itu, dengan adanya regulasi diri diharapkan mahasiswa mampu menampilkan serangkaian tindakan yang ditujukan untuk pencapaian target dengan melakukan perencanaan terarah. Dengan demikian penelitian ini menjadi sangat penting untuk dikaji lebih lanjut dengan cara melihat 8 apakah keempat karakteristik kepribadian ulul al-bab tersebut mempunyai hubungan dengan regulasi diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pernyataan inilah yang kemudian menjadi alasan bagi penulis untuk meneliti apakah ada hubungan nilai-nilai yang tertera dalam ulul al-bab dengan regulasi diri pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Malang dan bagaimana tingkat pemahaman nilai-nilai ulul al-bab. Penelitian ini menjadi sangat penting karena selain mempunyai tingkat originalitas yang tinggi juga mempunyai manfaat yang signifikan khususnya bagi lembaga Universitas Islam Negeri Malang. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam ulul al-bab, karena matakuliah ini khusus memberikan sajian matakuliah tentang menumbuhkembangkan kekuatan iman serta berperilaku dalam konteks Islami dengan harapan nantinya mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mempunyai perilaku yang sesuai dengan norma-norma agama Islam. Dari uraian diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan nilainilai ulul al-bab dengan regulasi diri pada mahasiswa fakultas psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan mengetahui tingkat pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam ulul al-bab. Hal ini dikarenakan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mempunyai fenomena menarik terhadap perilaku yang ditunjukkan oleh mahasiswanya. 9 B. Rumusan Masalah Sehubungan dengan latar belakang masalah mengenai hubungan antara internalisasi nilai-nilai ulul al-bab dengan regulasi diri pada mahasiswa semester II Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana tingkat internalisasi nilai-nilai ulul al-bab mahasiswa semester II Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang ? 2. Bagaimana tingkat regulasi diri mahasiswa semester II Psikologi UIN Maliki Malang ? 3. adakah hubungan antara internalisasi nilai-nilai ulul al-bab dengan regulasi diri pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui tingkat internalisasi nilai-nilai ulul al-bab mahasiswa semester II Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2. Untuk mengetahui tingkat regulasi diri mahasiswa semester II Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang. 3. Untuk mengetahui apakah ada hubungan nilai-nilai ulul al-bab dengan regulasi diri pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. 10 D. Manfaat Penelitian 1. Secara teoritis a. Hasil penelitian ini bisa dijadikan reverensi dalam pengembangan regulasi diri terutama dalam pembentukan perilaku mahasiswa. b. Sebagai acuan dan tambahan informasi bagi para peneliti selanjutnya yang fokus pada masalah regulasi diri. 2. Secara praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada tim pengajar materi ulul al-bab untuk menentukan metode yang lebih tepat dalam terwujudnya mahasiswa yang mempunyai perilaku yang baik untuk kedepannya.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :  Hubungan internalisasi nilai-nilai ulul albab dengan regulasi diri pada mahasiswa semester II Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang" Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment