Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, June 13, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Pengaruh musik klasik dan musik pop terhadap kinerja peserta tes matematika: Studi eksperimen kelas X di MAN Mojosari–Mojokerto.

Abstrak

INDONESIA:
Musik adalah bagian dari kehidupan manusia dan perkembangan jiwa manusia. Musik dapat membantu otak untuk beroperasi secara seimbang, memperluas jalur-jalur syaraf yang telah ada. Dengan musik dapat meningkatkan kinerja otak, memberikan ketenangan, kenyamanan, mendatangkan inspirasi dan meningkatkan daya ingat. Sehingga ketika belajar/mengerjakan tugas sangat efektif jika di iringi dengan musik yang tepat, apalagi pada pelajaran yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi seperti pada pelajaran matematika.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah musik klasik dan musik pop mempengaruhi kinerja peserta tes matematika. Hipotesa pertama dalam penelitian ini adalah siswa akan mendapatkan nilai yang berbeda, jika pengerjaannya di iringi dengan musik dibandingkan dengan tanpa musik. Hipotesa kedua adalah siswa akan mendapatkan nilai yang lebih baik jika menggunakan musik klasik dibandingkan musik pop.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode Quasi Eksperiment (eksperimen semu) yaitu desain eksperimen yang yang dilakukan tanpa randomisasi, walaupun dalam pembagian ke lompoknya menggunakan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes prestasi berupa soal-soal metematika yang telah dipelajari sebelumnya dengan bobot soal yang sama antara pre-tes dengan post-tes. Penelitian ini dilaksanakan di MAN Mojosari-Mojokerto dengan jumlah populasi penelitian ini adalah dari kelas X dengan jumlah sampel keseluruhan 286 siswa. Untuk pengambilan sampel menggunakan teknik klaster (cluster random sampling) berjumlah 87 siswa. Adapun metode analisis datanya dilakukan dengan menggunakan ANAKOVA gabungan antara Anava dan Anareg dengan menggunakan bantuan program SPSS.
Dari hasil analisis data ditemukan bahwa pemberian musik klasik dan musik pop pada siswa kelas X di MAN Mojosari secara intens memiliki pengaruh yang nyata terhadap peningkatan kiner ja siswa dalam mengerjakan tes matematika yang ditunjukkan dengan uji beda (uji T) yaitu (1,721 ) dengan nilai S ig < α (0,05). Selain itu, pemberian musik pop membawa pengaruh yang lebih tinggi dari pada musik klasik pada peningkatan kinerja siswa dalam mengerjakan tes matematika yang ditunjukkan dengan nilai musik pop yang lebih tinggi yaitu 46,22% dari pada musik klasik 25,39%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan diiringi musik pop dapat meningkatkan kinerja siswa dalam tes matematika di MAN Mojosari dari pada musik klasik dan tanpa musik.
INGGRIS:
Musik adalah bagian dari kehidupan manusia dan pengembangan jiwa mereka. Musik dapat membantu operasi otak menjadi keseimbangan dan dapat memperluas saraf tubuh. Musik juga dapat meningkatkan kerja otak, memberikan sensasi nyaman, inspirasi dan meningkatkan proses menghafal. Oleh karena itu, belajar atau melakukan beberapa tugas akan lebih efektif jika dilengkapi dengan musik yang tepat, terutama untuk beberapa mata pelajaran yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti matematika.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan apakah musik klasik dan musik pop akan mempengaruhi pencapaian pengambil tes matematika. Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah akan ada nilai yang berbeda antara pengambil tes yang melakukan tes dilengkapi dengan musik dan pengambil tes yang tidak. Hipotesis kedua adalah pengambil tes akan mendapatkan nilai yang lebih baik ketika mereka menggunakan musik klasik dari musik pop.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode yang digunakan adalah Quasi eksperimental yang merupakan desain eksperimen yang dilakukan tanpa pengacakan, meskipun ada kelompok kontrol di dalamnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan tes prestasi yang berbentuk beberapa masalah matematika yang telah dipelajari sebelumnya dan bobot masalah yang sama dengan pre-test dan post-test. Penelitian ini dilakukan di MAN Mojosari - Mojokerto dan populasi adalah siswa kelas X sedangkan sampel 286 siswa. Sampel dipilih dengan menggunakan cluster random sampling dan ada 87 siswa yang diambil dalam teknik ini. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan AN AKOVA, penyatuan Anava dan anareg dengan memanfaatkan program SPSS.
Berdasarkan analisis data, ada ditemukan bahwa dengan menggunakan musik klasik dan pop musik secara intensif dapat mempengaruhi pencapaian siswa kelas sepuluh MAN Mojosari dalam melakukan tes matematika. Hal ini ditunjukkan oleh T-test yang 1.721 dan S skor ig adalah <α (0,05). F urthermore, penggunaan musik pop bisa membantu siswa dalam mendapatkan prestasi yang lebih tinggi untuk tes matematika. Hal itu digambarkan oleh laju musik pop yang lebih tinggi, 46,22%, dari musik klasik yang 25,39%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan musik pop bisa meng-upgrade prestasi siswa dalam ujian matematika di MAN Mojosari lebih baik dari musik klasik dan tanpa musik dilengkapi

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
 Otak perlu mendapat rangsangan yang sesuai agar dapat dengan mudah menyerap, mengerti informasi dan mengembangkan ketrampilan berfikir. Banyak cara untuk meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar, salah satu diantaranya adalah melalui musik. Menurut Gunawan (2003:255) efek musik dalam diri kita adalah: (1) musik meningkatkan energi otot; (2) musik meningkatkan energi sel tubuh; (3) musik mempengaruhi detak jantung; (4) musik meningkatkan metabolisme tubuh; (5) musik mengurangi stress dan rasa sakit; (6) musik meningkatkan kecepatan penyembuhan dan pemulihan pasien operasi; (7) musik mengurangi rasa lelah dan mengantuk; (8) musik membantu meningkatkan kondisi emosi kearah yang lebih baik. Kamtini (2005:60) mengartikan “Musik adalah bagian dari kehidupan dan perkembangan jiwa manusia”. Definisi lain musik merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk menenangkan dan mendatangkan inspirasi bagi banyak orang (Ortiz dalam Baidah, 2010: 1-8). Alunan suara nada-nada yang disusun berdasarkan irama tertentu dapat membantu pembentukan pola belajar, mengatasi kebosanan, dan menangkal kebisingan eksternal (Ortiz dalam Budi, 2009:135). Studi-studi yang telah dilakukan pada tahun 2000, membuktikan bahwa corpus callosum (serat syaraf dalam otak) para pemusik itu lebih tebal dan lebih lengkap perkembangan sistem syarafnya daripada yang bukan pemusik, ini meneguhkan gagasan bahwa musik memperluas jalur-jalur syaraf 2 yang telah ada dan merangsang belajar serta kreativitas. Sistem syaraf itu seperti sebuah orkes simfoni dengan berbagai ritme, melodi, dan instrumentasi. Ada banyak sistem ritmis maupun melodis yang membuat otak tetap tersingkronisasi (Don Campbell dalam Donna, 2000). Musik pertama-tama akan diproses oleh auditory cortex (bagian otak yang berkaitan dengan pendengaran) kita dalam bentuk suara, selanjutnya kita menikmati musik itu dengan otak kanan kita. Sedangkan otak kiri akan memproses lirik yang terdapat dalam musik/lagu. Efek selanjutnya adalah pada sistem limbik atau otak mamalia kita. Selain menangani memori jangka panjang, sistem limbik juga menangani respons terhadap musik dan emosi. Itulah sebabnya belajar dengan menggunakan musik yang tepat akan sangat membantu kita dalam meningkatkan daya ingat (Gunawan, 2003:255) Dengan munculnya berbagai jenis musik yang ada, musik telah menjadi semakin lazim di masyarakat kita. Musik dapat digunakan sebagai latar dalam mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas. Sebagai media untuk memunculkan kenyamanan siswa dalam mengerjakan suatu tugas. Musik latar dapat didefinisikan sebagai musik apapun yang dimainkan saat perhatian pendengar difokuskan terutama pada tugas untuk memunculkan rasa nyaman (Radocy & Boyle dalam Mike dkk, 2002). Musik dapat meningkatkan kecerdasan bagi pendengarnya. Keuntungan lain adalah membantu meningkatan kemampuan anak dalam bidang matematika, membaca dan sains (Gunawan, 2003:258). Musik berhasil merangsang pola pikir dan menjadi jembatan bagi pemikiran-pemikiran yang lebih kompleks. Hal ini didukung pula oleh Gardiner dalam (Musbikin, 3 2009:88) dari hasil penelitian yang mengatakan bahwa seni dan musik dapat membuat para siswa lebih pintar. Musik dapat membantu otak berfokus pada hal lain yang dipelajari. Jadi ada hubungan logis antara musik dan matematika karena keduanya menyangkut skala yang naik turun, yaitu ketukan dalam musik dan angka dalam matematika (Musbikin, 2009: 88) Musik disini diberikan sebagai sebab untuk memunculkan rasa nyaman dan rileks dalam mengerjakan soal matematika. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:566) matematika adalah ilmu tentang bilanganbilangan, hubungan antara bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa pada pelajaran matematika dibutuhkan konsentrasi yang tinggi. Banyak dari kalangan pelajar mengatakan bahwa matematika merupakan pelajaran yang menakutkan, sulit atau bahkan telah menjadi momok bagi mereka dari berbagai kalangan pelajar (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA). Matematika dikatakan sebagai pelajaran yang sulit, rumit, membutuhkan pemahaman dan konsentarasi yang penuh dalam mempelajari dan mengerjakannya agar menghasilkan nilai yang maksimal. Matematika dianggap sulit oleh siswa dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi. Berdasarkan hasil penelitian Ali (2009) dalam (Susanti dan Rohma, 2011), ada tiga faktor dalam proses belajar mengajar yaitu faktor pengelolaan kelas, disiplin kelas, dan penyajian materi pelajaran. Menurut Santosa dalam (Susanti dan Rohma, 2011) pada proses belajar matematika di sekolah, guru cenderung melakukan tiga hal, yaitu guru menuliskan teori di papan tulis, dilanjutkan contoh penerapan teori dalam 4 menyelesaikan soal, sementara siswa mencatat materi yang dijelaskan guru. Kedua, guru menuliskan soal-soal di papan tulis dan siswa diminta mengerjakan, dan ketiga guru meminta siswa untuk menuliskan hasil pekerjaannya dipapan tulis. Kondisi demikian bagi siswa yang pandai tidak menjadi masalah, tetapi bagi siswa yang kurang memiliki kompetensi matematika atau membenci matematika, keikutsertaannya dalam proses belajar mengajar dalam kondisi seperti itu tidak menyenangkan. Seiring dengan itu, kurikulum matematika tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA yang selama ini sering dikeluhkan oleh para orang tua murid dan juga guru lapangan, tentunya perlu ditinjau kembali. Matematika bukan sekedar berhitung secara mekanis dan prosedural (menggunakan otak kiri), tetapi juga berfikir secara kreatif dan inovatif dalam upaya memecahkan berbagai masalah dan membuat segala sesuatu lebih baik (menggunakan otak kanan) (Musbikin, 2009: 181). Siswa dari segala usia sering mengklaim bahwa mereka dapat belajar dan belajar lebih efektif sambil mendengarkan musik. Memang, beberapa peneliti telah meneliti kemungkinan transfer kemampuan kognitif ke daerah kurikuler lain dengan berteori bahwa paparan musik, melalui partisipasi dan instruksi formal, dapat memfasilitasi belajar (Madsen, 1987; Radocy & Boyle, 1988; Wolfe, 1983 dalam Mike dkk, 2002). Menurut Musbikin (2009 : 41) musik memiliki bahasa yang universal. Dapat dinikmati segala usia dan segala golongan. Rasanya tidak ada satu pun orang yang tidak luput dari kegemaran mendengarkan musik karena musik dapat berarti berbagai suara yang dihasilkan dengan nada-nada tertentu. Namun 5 basis penelitian yang kuat untuk klaim ini tampaknya kurang. Sementara musik muncul untuk meningkatkan belajar beberapa individu mungkin mengganggu orang lain. Pemberian musik pada penelitian ini adalah untuk menciptakan suasana nyaman bagi para siswa pada saat mengerjakan soal-soal matematika dengan harapan dapat meningkatkan kinerja para siswa saat mengerjakan soalsoal matematika. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang diantaranya adalah (1) faktor individual yang terdiri dari kemampuan dan keahlian, latar belakang dan demografi; (2) faktor psikologis yang terdiri dari persepsi, attitude (sikap), personality (kepribadian), pembelajaran dan motivasi; (3) faktor organisasi yang terdiri dari sumber daya, kepemimpinan, penghargaan, struktur dan job design (Simomara dalam (Mangkunegara, 2005:14). Beberapa faktor tersebut sangat berpengaruh pada kinerja seseorang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana musik tersebut dapat mempengaruhi kinerja para siswa dalam mengerjakan soal matematika. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah faktor psikologis. Dimana dalam penelitian ini, terlihat bahwa kondisi psikologis para siswa saat mengikuti pre test adalah para siswa terlihat lemas, tidak bersemangat, suntuk, tegang dan mengantuk. akan tetapi pada saat mengikuti post-test terlihat bahwa pada sebagian besar kondisi psikologis para siswa lebih ceria, rileks, nyaman, santai, enjoy dan bahkan sebagian siswa ikut menyanyikan lagu yang diputar peneliti. Sehingga kondisi tersebut dapat terus ditingkatkan dengan harapan dapat meningkatkan kinerja para siswa pada saat 6 mengerjakan soal-soal terutama pada pelajaran matematika dengan menggunakan musik sebagai alat untuk menciptakan rasa nyaman, rileks, tenang dan santai. Akan tetapi sebagian kecil siswa terlihat tidak nyaman dengan adanya musik. Menurut Hughes (neurolog dan musikolog dari Medical Centre University of Illionis) dalam Budi (2009: 133) menyatakan bahwa musik dapat meningkatkan kinerja otak atau memberi dorongan yang kuat tersebut hanya berlaku pada orang tertentu seperti; tergantung pada jenis kelamin, cita rasa musikal, latihan, kemampuan spasial, dan latar belakang budaya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa musik yang dapat mempengaruhi kecerdasan tersebut bukan sembarang musik, tetapi musik-musik yang sudah akrab dengan pendengarnya. Hal ini dikarenakan musik mempunyai getaran/frekuensi. Pada saat mendengarkan musik, frekuensi musik ini beresonasi atau bertentangan dengan frekuensi tubuh. Saat terjadi kesamaan frekuensi, kita merasa nyaman sehingga dapat belajar dengan lebih baik dan rileks (Gunawan, 2003: 254). Jenis musik yang peneliti gunakan dalam eksperimen ini adalah musik klasik dan musik pop. Musik klasik dapat diartikan sebagai karya musik yang berkelas tinggi, bersifat abadi, tidak mudah dilupakan bahkan tetap ada sampai saat ini, dengan tampilan yang sempurna dan menakjubkan (Musbikin 2009: 150). Musik pop adalah jenis musik yang easy listening (mudah dicerna) karena kesederhanaan Accord-accord serta lirik-lirik yang di cuatkan para penulis lagu dan vokalis pop adalah sesuatu yang langsung dapat dinikmati dan umumnya lebih kompleks pada permasalahan anak remaja jaman sekarang 7 seperti hal ihwal cinta bahkan beraroma religius (Nugraha dalam Didik, 2008:18). Pemberian musik klasik dan musik pop dilakukan untuk mengetahui apakah ada efek positif dari pemberian musik tersebut kepada siswa saat mengerjakan soal matematika. Sejauh manakah efek pemberian musik klasik dan musik pop dalam kinerja peserta tes matematika yang di lihat dari hasil pengerjaan soal-soal yang telah diberikan pada soal pre-tes dan postest. Ciri-ciri musik klasik adalah ditandai oleh kesinambungan yang mengalir, jernih, dan seimbang. Musik klasik ditandai oleh aksen dan dinamika yang bisa berubah secara tiba-tiba dan mengejutkan sehingga iramanya tidak monoton. Musik klasik sangat efektif untuk merangsang keterkaitan di dalam otak untuk memicu ingatan dan kreativitas (Musbikin, 2009:152). Musik klasik tergolong musik yang memiliki nada yang kalem dan tenang. Setidaknya inilah yang memicu gelombang di otak yang dapat menenangkan dan dapat merangsang sistem jaringan neuron di otak (Musbikin, 2009: 156). Salah satu ciri musik pop adalah penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bass. Komposisi melodinya juga mudah dicerna. Biasanya para musisinya juga menambahkan aksesori musik dan gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan pemahaman bagi para penikmatnya (Musika, 2008). Menurut Budi (2009:135) musik pop (misalnya Baroque String Conceert) sangat efektif untuk membaca dan konsentrasi, sedangkan musik klasik dan Baroque, apabila dirancang secara khusus dapat meningkatkan konsentrasi dan keinginan belajar. Menurut Gardiner dalam Rahmawati (2001: 8 86-89), berpendapat bahwa musik dapat membantu seseorang memfokuskan diri pada hal yang dipelajari, meningkatkan prestasi belajar membaca dan matematika. Kinerja di dalam Kamus Besar Indonesia (1990:325) diartikan sebagai (1) sesuatu yang dicapai; (2) prestasi yang diperlihatkan; (3) kemampuan kerja. Pengertian kinerja menurut Sulistiyani (2003: 223) kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya. Sedangkan menurut Bernardin dan Russell dalam Sulistiyani (2003 : 223-224) menyatakan bahwa kinerja merupakan catatan outcome yang dihasilkan dari fungsi pegawai tertentu atau kegiatan yang dilakukan selama periode waktu tertentu. Suprihanto dalam Srimulyo (1999:33) mengatakan bahwa kinerja atau prestasi kinerja seseorang pada dasarnya adalah hasil kerja seseorang selama periode tertentu dibandingkan dengan kemungkinan, misalnya standar, target atau sasaran atau kinerja yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati. Kinerja sebagai hasil-hasil fungsi pekerjaan/kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu (Tika : 2006). Sebagai hasil dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, menurut (Gaston dalam Hallam dan anastasi, 1952) musik telah datang dan dianggap sebagai bahan pertimbangan di sebuah kontinum dari stimulus yang tinggi dan menyegarkan untuk memberikan ketenangan dalam diri ketika bekerja. Menurut (Hall 1952), menjelahi kemungkinan penggunaan musik di sekolah menemukan bahwa kinerja pada tes pemahaman bacaan secara 9 signifikan meningkat ketika diberi musik. 58% dari 245 siswa kelas 8 dan 9 mengambil bagian dalam studi ini menunjukkan peningkatan nilai pada Nelson Tes Diam Reading. Studinya juga menyarankan bahwa sebagian besar dari bantuan yang diberikan oleh musik akan meningkatkan akurasi dan siswa yang memiliki kecerdasan rata-rata akan diuntungkan dengan adanya musik yang dapat membantu mereka lebih berkonsentrasi dengan mendapatkan prestasi yang lebih baik. Musik dalam keberadaannya yang paling mendasar, adalah kombinasi ekspresif dari matematika dan fisika. Sebab, musik dibangun dari komponenkomponen yang dapat dijelaskan dalam terminologi matematika dan musik dapat menjadi alat yang sangat baik untuk mengajarkan konsep matematika. Musik menolong kita memahami dan menggunakan ide-ide yang sebelumnya terlihat abstrak. Beberapa ahli matematika ternama telah membantu kita memahami bagaimana elemen-elemen musik dibangun. Sebaliknya para komposer telah menghasilkan karya yang mengagumkan yang sepenuhnya berdasarkan konstruksi matematis. Kemampuan memahami konsep ruang yang dikembangkan dengan pelatihan instrumental dapat membantu kita memahami fungsi aljabar. Wolf dan Weiner (1972) dalam (Mike dkk 2002) melaporkan perbedaan yang signifikan antara musik dan kondisi diam pada nilai tes aritmatika. Namun, perbedaan ini untuk pembiasaan karena kebanyakan dari subyek tes melaporkan bahwa mereka mendengarkan musik "hard rock" ketika mengerjakan tes merasa terganggu. Wolfe (1983) dalam (Mike dkk 2002) tidak menemukan perbedaan dalam skor tes matematika dengan empat tingkat 10 kenyaringan musik, tetapi menemukan bahwa subyek melaporkan bahwa musik yang keras mengganggu konsentrasi mereka. Dalam disertasinya, Cox (1981) dalam (Mike dkk 2002) melaporkan bahwa musik klasik yang digunakan selama terapi relaksasi tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik pada nilai aljabar. Moller (1980) dalam (Mike dkk 2002) tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam skor tes matematika antara kelompok-kelompok terkena tiga kondisi: tidak ada suara, kebisingan latar belakang putih, dan musik latar belakang. Setiap kegiatan belajar akan berakhir dengan hasil belajar untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses pembelajaran dengan memberikan soal. Hasil belajar dinilai dengan ukuran-ukuran guru dan tingkat sekolah. Nilai dapat di ukur melalui berbagai kegiatan yaitu dengan memberikan tes dan non tes. Tes dalam penelitian kali ini berupa pemberian soal-soal matematika yang telah dipelajari sebelumnya. Dengan ukuran tersebut seorang siswa dapat digolongkan lulus atau tidak lulus dalam tes. Pada penelitian ini, peserta tes/para siswa diharapkan dapat mengerjakan soal-soal matematika dengan baik dan benar. Pada pelaksanaan tes nantinya akan dibagi menjadi dua tahap, yaitu pre test dan post test. Dimana dalam pengerjaanya para siswa akan diberikan beberapa soal matematika dengan bobot soal yang sama dengan diberikan perlakuan yang berbeda pada jenis musiknya dan masing-masing kelas pada pelaksanaan post-test. Sehingga akan diketahui bagaimana efek dari musik klasik dan musik pop pada kinerja para siswa di MAN Mojosari. 11 Dari permasalahan yang telah dijelaskan diatas penulis ingin menuangkan dalam bentuk karya ilmiah berupa skripsi dengan judul “Pengaruh Musik Klasik dan Musik Pop Terhadap Kinerja Peserta Tes Matematika (Studi Eksperimen di Kelas X MAN Mojosari-Mojokerto). B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka masalah utama yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah ada pengaruh dari musik klasik terhadap kinerja para siswa saat mengerjakan soal metematika? 2. Apakah ada pengaruh dari musik pop terhadap kinerja para siswa saat mengerjakan soal matematika? 3. Apakah musik klasik memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kinerja para siswa saat mengerjakan soal matematika dibandingkan dengan musik pop? C. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini memiliki tujuan, yaitu: 1. Mengetahui pengaruh dari musik klasik terhadap kinerja para siswa saat mengerjakan soal matematika 2. Mengetahui pengaruh dari musik pop terhadap kinerja para siswa saat mengerjakan soal matematika. 12 3. Mengetahui apakah musik klasik dapat memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kinerja para siswa saat mengerjakan soal matematika dibandingkan dengan musik pop. D. Manfaat Penelitian Sejalan dengan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini, secara umum penelitian ini diharapkan dapat memberian fungsi manfaat baik secara teoritis mapun praktis yaitu sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan informasi ilmiah yang berarti dalam disiplin ilmu psikologi khususnya psikologi pendidikan, dan dapat digunakan sebagai bahan kajian untuk penelitian selanjutnya tentang efek jenis musik terhadap kinerja peserta tes matamatika. 2. Manfaat Praktis Secara praktis, penelitian ini diharapkan mempunyai hubungan yang nyata antara psikologi pendidikan dengan efek jenis musik pada kinerja peserta (siswa), terutama yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :Pengaruh musik klasik dan musik pop terhadap kinerja peserta tes matematika: Studi eksperimen kelas X di MAN Mojosari–Mojokerto." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment