Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, June 13, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan antara makna hidup dengan dimensi kognitif subjective well being mahasiswa Fakultas Psikologi UIN MALIKI Malang angkatan 2010.

Abstrak

INDONESIA:
Penelitian tentang makna hidup dan dimensi kognitif subjective well being belum banyak dilakukan terutama menggunakan sampel mahasiswa sebagai sampel penelitian. Penelitian tentang makna hidup memang sudah cukup banyak akan tetapi makna hidup yang dikorelasikan dengan dimensi kognitif subjective well being masih jarang ditemukan. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Psikologi UIN MALIKI Malang khususnya mahasiswa angkatan 2010. Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan, ditemukan dua tipe mahasiswa yaitu tipe pertama mahasiswa yang kurang mampu secara finansial dan tipe kedua mahasiswa yang mampu secara finansial.
Instrument yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua skala, yaitu makna hidup dan dimensi kognitif subjective well being. Makna hidup mengacu pada beberapa komponen yang dianggap penting bagi manusia dalam proses pembentukan makna hidup. Menurut Bastaman, ada empat komponen yang menentukan berhasilnya seseorang dalam melakukan perubahan diri penghayatan hidup tak bermakna menjadi bermakna yaitu pemahaman diri, perubahan sikap, keikatan diri, kegiatan terarah, sedangkan dimensi kognitif subjective well being menurut Ed Diener mengacu pada komponen kognitif yaitu kepuasan hidup dan kepuasan domain.
Hasil analisis, diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa Fakultas Psikologi UIN MALIKI Malang Angkatan 2010 memiliki tingkat makna hidup yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari data yang di dapat bahwa 29 orang dengan prosentase 60% berada pada kategori tinggi, 19 orang dengan prosentase 40% berada pada kategori sedang, dari 48 mahasiswa yang menjadi subyek penelitian. Untuk hasil analisis dimensi kognitif subjective well being, cukup bagus. Hal ini dapt dilihat dari data yang diketahui bahwa 38 orang dengan prosentase 79% memiliki dimensi kognitif subjective well being yang tinggi sedangkan yang berada pada kategori sedang sebesar
21% yaitu sebanyak 10 orang dari 48 mahasiswa yang menjadi subyek penelitian.
Hubungan yang terdapat dalam penelitian ini bersifat positif dan signifikan antara makna hidup dengan dimensi kognitif subjective well being. Semakin tinggi makna hidupnya maka dimensi kognitif subjective well being juga akan semakin tinggi, demikian juga sebaliknya. Melalui analisis data yang dilakukan dengan menggunakan korelasi person, diperoleh hasil rhitung > rtable (0,657 > 0,285) atau signifikansi < taraf nyata 5% (0,000 < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara makna hidup dengan dimensi kognitif subjective well being mahasiswa Fakultas Psikologi UIN MALIKI Malang angkatan 2010 dengan taraf koefisiensi 0,657.
INGGRIS:
Penelitian tentang arti kehidupan dan dimensi kognitif subjektif baik yang tidak banyak dilakukan, terutama dengan menggunakan sampel siswa sebagai sampel penelitian. Penelitian tentang arti hidup ini sudah cukup banyak tapi makna hidup yang berkorelasi dengan dimensi subjektif kognitif baik yang masih jarang ditemukan. Percobaan di lakukan di Fakultas Psikologi UIN Maliki malang khususnya mahasiswa universitas 2010. Dari observasi dan wawancara yang dilakukan ini, siswa menemukan dua jenis yaitu tipe siswa pertama yang kurang mampu menjadi finansial dan jenis kedua siswa dapat secara finansial.
Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua skala, yaitu makna hidup dan dimensi kognitif subjektif kesejahteraan. Arti hidup mengacu pada beberapa komponen yang dianggap penting bagi manusia dalam proses pembentukan makna hidup. Menurut Bastaman, ada empat komponen yang menentukan hasil dari seseorang dalam melakukan perubahan diri apresiasi hidup berarti untuk menjadi bermakna, yaitu pemahaman tentang diri perubahan sikap, keikatan diri, aktivitas diarahkan sedangkan dimensi kognitif subjektif kesejahteraan menurut Ed Diener mengacu pada komponen kognitif, yaitu kepuasan hidup dan kepuasan dari domain.
Hasil analisis, diketahui bahwa mayoritas mahasiswa dari fakultas Psikologi UIN Maliki malang 2010 memiliki tingkat arti hidup yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari data dalam kaleng yang 29 orang dengan prosentase 60% adalah dalam kategori tinggi 19 orang dengan prosentase 40% ada di prolog dan menjadi, dari 48 siswa dikenakan penelitian. Untuk hasil analisis dimensi subjektif kognitif kesejahteraan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari data diketahui bahwa 38 orang dengan prosentase 79% memiliki dimensi kognitif subjektif kesejahteraan tinggi sementara yang berada di kategori sedang sebanyak 21%, dengan 10 orang dari 48 siswa dikenakan penelitian.

Hubungan yang terkandung dalam penelitian ini adalah positif dan signifikan antara makna hidup untuk dimensi kognitif subjektif kesejahteraan. Makna hidup yang lebih tinggi dan dimensi nya kognitif subjektif kesejahteraan juga akan tinggi dan begitu juga sebaliknya. Melalui analisis data yang dilakukan dengan menggunakan korelasi orang diperoleh hasil rhitung> rtabel (0.657> 0.285) atau signifikansi <nyata pertama 5% (0,000 <0,05) kemudian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara bermakna hidup dengan dimensi kognitif subjektif kesejahteraan mahasiswa dari fakultas psikologi UIN Maliki malang 2010 dengan koefisiensi standar 0657.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :Hubungan antara makna hidup dengan dimensi kognitif subjective well being mahasiswa Fakultas Psikologi UIN MALIKI Malang angkatan 2010." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment