Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, June 10, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah,:Pandangan pasangan suami istri tentang efektivitas kursus calon pengantin dalam upaya menangani problem rumah tangga: Studi di Desa Mindugading, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo

Abstract

INDONESIA:
Melihat realita yang ada dalam rumah tangga sebuah keharmonisan tidak selamanya selalu menghiasi hari­hari yang akan dilalui oleh pasangan suami istri. Sebab konflik bisa kapan saja terjadi bahkan berbuntut kepada perceraian. Tergantung bagaimana pasangan suami istri itu bisa menyikapi dan mengedepankan akal sehat demi terjaganya keutuhan sebuah rumah tangga. Sehingga perlu adanya pembekalan sejak dini tentang kehidupan rumah tangga. Hal ini sesuai dengan yang dilakukan oleh KUA Kec. Tarik, Kabupaten Sidoarjo yang mewajibkan para calon pengantin untuk mengikuti program kursus calon pengantin. Program ini berdasarkan Peraturan yang dikeluarkan oleh Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama tentang Kursus Calon Pengantin No. DJ.II/491 Tahun 2009.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana problem rumah tangga yang muncul pada masyarakat yang telah mengikuti kursus calon pengantin di Desa Mindugading, Kec. Tarik, Kab. Sidoarjo. Kemudian untuk mengetahui apa makna kursus calon pengantin bagi pasangan suami istri dalam upaya menangani problem rumah tangga.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Field Resarch dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang diperoleh adalah sumber data primer yaitu data hasil wawancara peserta kursus calon pengantin yang sudah menikah. Kemudian sumber data skunder yaitu yang memberikan penjelasan tentang sumber data primer berupa Undang­Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974, KHI, hasil penelitian, dan dokumen­ dokumen resmi yang relevan dengan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem rumah tangga yang muncul di kalangan masyarakat Desa Mindugading terbilang cukup banyak dan berbeda­beda. Seperti, sifat egois dan keras kepala, tidak bisa memahami sifat pasangan sehingga suka memperbesar masalah yang terbilang kecil atau sepele, kemudian adanya ketidakpuasan berhubungan intim antara suami istri dan belum memiliki keturunan, serta kurangnya keterbukaan dalam setiap pasangan. Akan tetapi, faktor ekonomilah yang dominan menjadi problem rumah tangga mereka. Kursus calon pengantin yang diselenggarkan oleh BP4 di KUA Kec. Tarik. adalah sebagai salah satu upaya untuk membantu memberikan wawasan kehidupan rumah tangga. Namun, karena kurangnya antusias dari para peserta, ada dua pandangan dari para informan yang telah mengikuti kursus calon pengantin tersebut. Pertama, ada yang mengatakan bahwa kursus calon pengantin sangat penting untuk bekal pernikahan. Kedua, mengatakan bahwa kursus calon pengantin tidak penting, dan mereka mengikuti pembekalan agar tidak terkena sanksi.
ENGLISH:
When we see the reality in household, the harmony doesn’t always accompany days that will be passed by prospective bride & bridegroom, because conflict can be happen even to divorce. Depend on the couple how they can understand and think logical for their happiness until need basic knowledge about household life. This matter agree with act by Religion Affair Department (KUA), district of tarik regency of sidoarjo that obligates prospective couple to join program course. This program has basis from regulation that is written by director general society guide of religion department ‘­about prospective bride & bridegroom No. DJ.II year 2009.
This research has purpose to know what is household’s problem that appear to the society who has joined prospective bride & bridegroom course in Mindugading village, tarik district, regency of sidoarjo. Then to know about the meaning of prospective bride & bridegroom course for married couple to solve household problem.
This research uses kind of research “field research“ by qualitative approach. Data source that is gotten is primer data source, that is data from the interview result with participant of prospective bride & bridegroom who has married. And then secondary data source, that is giving explanation about primer data source as constitution of marriage No. 1 year 1974. ISLAMIC LAW COMPILATION (KHI), the result of research and legal documents that relevant with research.

The result of research shows that problem of household which appear in society circle of Mindugading village is great enough and different. As like selfish, stubborn, cannot understand couple’s behavior, until they like expand the problem that is unimportant. Then there is unsatisfied in their sex between married couple and nothing descent. And less share (open up) between married couple, but the factor of economy is dominant to be problem of their household, prospective bride & bridegroom course that Is held by BP4 in RELIGION AFFAIR DEPARTMENT in tarik district is one of attempt to help giving knowledge of household. However, because of married couples less enthusiastic about it, there are 2 views from informers who have joined bride & bridegroom course. The first, there is someone tells that join bride & bridegroom course
Is very important for marriage in the future. The second, there is someone tells that join bride & bridegroom course isn’t very important for marriage and they join it in order to they don’t get unishment.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah" : Pandangan pasangan suami istri tentang efektivitas kursus calon pengantin dalam upaya menangani problem rumah tangga: Studi di Desa Mindugading, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment