Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, June 10, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah: Pembinaan keluarga sakinah dikalangan ikhwan Tarekat Syadziliyah Desa Bulurejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

Abstract

INDONESIA:
Tarekat merupakan sebuah jalan yang kental di dalamnya dengan asas-asas islam. Tujuannya tidak lain untuk mengembalikan moral manusia yang selama inihilang guna menciptakan kembali pribadi-pribadi muslim. Untuk itu dari metodetasawuf inilah muncul berbagai dampak yang dihasilkan, mulai dari moral, sosial,juga spiritual yang tinggi.Bagaimana pemahaman ikhwan tarekat Syadziliyah terhadap keluarga sakinah? Bagaimana upaya pembinaan keluarga dikalangan ikhwan tarekat Syadziliyah dalam membentuk keluarga sakinah?
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman ikhwan terhadap keluarga sakinah, dan untuk mengetahui upaya-upaya pembinaan ikhwan tarekat Syadziliyah dalam membentuk keluarga sakinah.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dan tekhnikpengumpulan datanya menggunakan observasi dan wawancara. Adapun pengolahan datanya menggunakan editing, clasyifing, verifying, concluding dan analisis datanya menggunakanreduksi data, display data dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui upaya-upaya perencanaan- perencanan sebelum menikah maupun pascah pernikahan dan melalui dzikir ikhwan tarekat Syadziliyah bisa menjadikan keluarga-keluarga tersebutlebih baik dari sebelumnya.Pemahaman terhadap pembinaan keluarga dikalangan ikhwan tarekat Syadziliyah menjadi idaman bagi para pengikut tarekat sehingga banyak diantara mereka yangmasuk ke dalam tarekat ini dengan tujuan untuk memperbaiki, mempelajari,membentuk serta membina keluarganya. Mengenai upaya yang dilakukan Ikhwan Tarekat Syadziliyah Desa Bulurejo kecamatan Diwek dalam membina keluarga sakinah, terlihat dalam kehidupan mereka bahwa mayoritas ikhwan tarekat Syadziliyah dalam melakukan pembinaan keluarga dengan cara melalui pembinaan spiritual keagamaan melalui amalia-amalia dzikir yang diajarkan dalam ajaran tarekat Syadziliyah serta merencanakan persiapan- persiapan terlebih dahulu, baik sebelum melakukan pernikahan maupun ketika berkeluarga misalnya Perencanaan mencari calon pasangan yang ideal, sekufu, sehat, harta, perencanaan kesiapan mental, serta upaya-upya dalam mewujudkan keharmonisasi suami-istri.
ENGLISH:
Congregation is a manner that is pure of Islamic principles. The purpose of congregation it self is to bring back human morals that all this time is gone in order to recreate Muslim’s personalities. Therefore, there many impacts as the results caused by using tasawuf method, though from the moral values, social values also spiritual values which are then applied in the real world in society.
Spiritual power that is built will influence their own, another person even their family. Family that is the smallest unit of the society needs guidance continuously as the configuration of harmony values.
The research method used is qualitative, and for the data collection techniques used are observation and interview. As for checking the validity of data using triangulation theory and for data analysis using data reduction, data display and verification. The results shows that through the efforts of planning pre- marriage or post-marriage and through dhikr done by brethren Syadziliyah congregation which is could make these families better than ever. As for the understanding of family management, it is happen to be a dream for the fellows of the congregation so that many of them who enter into the congregation with the aim to improve, learn, establish and foster families.

From the result of this research it can be concluded that from the comprehension of the in brethrens Syadziliyah congregation in Bulurejo Jombang about family management is a program that is conducted in the perspective of this congregation.
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kecenderungan kehidupan yang berlatar belakang falsafah kapitalisme bukan saja menjadikan gaya kehidupan manusia ke arah materialistic-hedonistic tetapi juga menimbulkan rasa terancam dan ketidak seimbangan dalam masyarakat. Banyak terjadi peristiwa yang sangat tragis menimpa kehidupan masyarakat.Ini semua di samping akibat laju modernisasi, sudah munculnya kegersansangan moral, yang mengakibatkan keterpecahan kepribadian (suatu keadaan atau kondisi dimana tidak terjadinya integrasi antara otak dan hati), juga terlalu besarnya ambisi untuk mengejar kesuksesan, mala justru kegelapan dan kegagalan yang didapatkan1 . Kehidupan dewasa ini, manusia berada di tengah-tengah kehidupan modern. Pada umumnya kontak antara anggota masyarakat atas dasar prinsipprinsip fungsional, pragmatis, cenderung rasionalis, sekuler dan materialis, ternyata tidak bahagia dan diliputi kegelisahan, karena takut kehilangan apa yang dimilikinya, rasa kecewa, tidak puas akibat banyak berbuat salah dan berperilaku menjauh dari kebenaran.2 Salah satu dampak terhadap kehidupan yang serba sekuler, dan matrealistik dalam kehidupan masyarakat tersebut ialah dengan makin meningkatnya perceraian di Pengadilan Jombang. Tingginya angka perceraian ini 1Muzakkir, “Tasawuf dalam Kehidupan Kontemporer: Perjalanan Neo-Sufisme”Jurnal Usuludin, (Malaysia: Universiti Malaya, 2007), 70. 2 Ibid harus mendapatkan tanggapan semua pihak, khussnya para tokoh agama, ulama‟. Bila tidak di carikan solusi akan menimbulkan dampak yang lebih besar dikemudian hari seperti banyaknya anak-anak korban perceraian orang tuanya mengalami gangguan psikologis sehingga menganggu perkembangan jiwanya kedepan. Sebagai bukti lemahnya nilai spiritualitas dan rendahnya moralitas dalam rumah tangga di Indonesia adalah banyaknya terjadinya perceraian yang setiap tahunnya meningkat. Tercatat dalam rekapitulasi urusan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) selama periode 2005 hingga 2010 terjadi peningkatan perceraian hingga 70 persen, pada tahun 2011 Pengadilan tinggi Agama (PTA) mencatat perkara perceraian sebesar 86,66 persen, sedangkan perkara lain hanya sebesar 13,44 persen saja. 3 Banyak faktor yang bisa mengakibatkan terjadinya perceraian. Faktorfaktor itu ada faktor internal, faktor eksternal, dan faktor yang terbesar adalah karena faktor lemahnya benteng agama. Selain pengaruh dari dalam, pengaruh dari luar tidak kalah beratnya. Yaitu banyaknya godaan di luar rumah yang menggiurkan, baik bersifat materi maupun non materi. Belum lagi adanya Wanita idaman lain atau Pria idaman lain yang muncul di tengah-tengah perjalanan rumah tangga yang biasa disebut dengan sebutan orang ketiga. Di samping faktor-faktor tersebut, faktor yang sangat besar adalah masalah ekonomi. Keluarga yang 3 http://www.badilag.net/statistik-perkara/10119-informasi-keperkaraan-peradilan-agama-tahun- 2012.html, diakses tanggal 6 Meii 2013. ekonominya tidak stabil, apalagi isteri tidak sabar dan suami keras kepala maka sangat rentan perselisihan, lalu berujung dengan perceraian. Telah di ketahui, banyak sekali rumah tangga yang telah dibangun berakhir dengan perceraian. Tidak sedikit pasangan keluarga yang gagal menghadirkan keluarga sakinah mawaddah warahmah di tengah-tengah keluarganya. Dari data perceraian yang ada di kabupaten Jombang mengalami peningkatan. Tingginya kasus perceraian antara suami dan isteri di Kabupaten Jombang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan Di Jombang sebagai kota santri kasus perceraian juga terhitung tinggi. Berdasarkan data yang deperoleh dari Pengadilan Agama Jombang, tercatat perceraian yang telah diputus sebanyak 2.393 perkara. Penyebab perceraian dapat diurai sebagai berikut:4 No Faktor Penyebab Perceraian Jumlah 1 Poligami tak sehat 2 2 Krisis akhlak 32 3 Cemburu 50 4 Kawin paksa 32 5 Ekonomi 618 6 Tidak ada tanggung jawab 740 7 Kekejaman jasmani 79 8 Kekejaman mental 76 4 Data didapat dari Pengadilan Agama Jombang, tanggal 7, Mei 2013. 9 Dihukum 2 10 Cacat bilogis/impoten 17 11 Kawin dibawah umur 10 12 Pihak ketiga/selingkuh 159 13 Tidak harmonis 576 Jumlah pekara yang di Putus 2.393 Data diatasa menggambarkan bahwasannya angka perceraian di kabupaten Jombang sangatlah tinggi, ini menggambarkan betapa rendahnya moralitas dan gagalnya upaya-upaya pembinaan keluarga yang ada dalam masyarkat. Kabupaten Jombang yang dikenal dengan julukan kota Santri ini, menandakan bahwasanya nilai-nilai keagamaan didalam kehidupan masyarakatnya sangat kental sekali. Ajaran islam dan moralitas menjadi pedoman dan landasan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, Namun seiring dengan perkembangan zaman, nilai-nilai tersebut mulai longgar dan ditinggalkan masyarakat sehingga merebaknya penyakit-penyakit masyarakat seperti tingginya angka perceraian. Hal yang menarik untuk diteliti dari data tersebut adalah bahwa tidak terdapat Ikhwan tarekat Syadziliyah khususnya di desa Bulurejo yang melakukan perceraian di Pengadilan Jombang,5 padahal didesa Bulurejo sendiri sering terjadi perceraian. Dari hasil data serta wawancara yang peneliti lakukan di Pengadilan 5 Ahmad Syaikhu, Wawancara (Jombang, 12 Mei 2013) Agama Jombang tersebut menunjukkan bahwa keutuhan rumah tangga Ikhwan tarekat Syadziliyah di Desa Bulurejo Jombang tetap terjaga. Fakta tersebut memberikan indikasi pembinaan keluarga yang kuat terhadap adanya pengaruh tarekat Syadziliyah yang baik di dalam relasi tersebut. Membina rumah tangga menuju sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, jelas tak segampang yang dibayangkan. Membangun sebuah keluarga sakina adalah suatu proses. Tidak dapat dipungkiri bahwa moralitas yang diajarkan oleh ajaran Islam akan mengarahkan manusia pada tahap spiritualitas. moralitas sendiri merupakan inti dari ajaran tasawuf. 6 Moralitas yang menjadi inti dari ajaran tarekat Syadziliyah diharapkan dapat mendorong manusia untuk memelihara dirinya dan keluarganya dari menelantarkan kebutuhan-kebutuhan spritualitasnya. Oleh sebab itu salah satu fungsi tasawuf berfungsi sebagai terapi krisis spiritual. Munculnya tarekat disini merupakan sebuah metode atau cara yang bertujuan untuk mengembalikan manusia kepada kebenaran hakiki dalam membentuk individu-individu yang diinginkan oleh Islam. Sedangkan tarekat adalah sebuah jalan yang aplikasi dan implementasinya kepada segala bentuk pribadi manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah).7 6 Moh. Saifullah Al-Aziz Senali, Thasawwuf dan Jalan Hidup Para Wali (Gresik: Putera Pelajar, 2000), 55. 7 Ajid Thohir, Gerakan Politik Kaum Tarekat: Telaah Historis Gerakan Politik Antikolonialisme Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Pulau Jawa (Bandung: Pustaka Hidayah, 2002), 48. Membentuk sebuah pribadi haruslah di dasari dengan moral yang baik, baik hubungannya dengan Tuhannya, pribadi dengan orang lain, maupun pribadi dengan keluarga. Maka dengan tujuan itulah seorang bisa memberikan dampak positif terhadap keluarganya dalam membangun dan mewujudkan sebuah rumah tangga yang sakinah dan berdampak positif pada orang lain. Usaha untuk menuju kehidupan yang diridhoi Allah, maka tidak menutup kemungkinan peran rumah tangga dalam hal ini keluarga sangatlah berperan terhadap pembentukan kepribadian manusia yang berbudi pekerti luhur tahu mana yang benar dan mana yang salah. Untuk membentuk keluarga, salah satunya adalah melalui pembinaan-pembinaan keluarga yang berdasarkan spiritualitas sehingga diharapkan tujuan pernikahan yaitu terbentuknya sebuah keluarga yang sakinah bisa terwujud dan untuk menekan angka perceraian. Setiap pernikahan yang mengakibatkan terbentuknya sebuah keluarga pasti mempunyai harapan untuk mewujudkan sakinah yang sesuai hikmah dan tujuan pernikahan,8 karena keluarga sakiah adalah impian indah semua pasangan suami istri. Upayah menggapai kehidupan yang sakinah diperlukan sebuah pembinaan keluarga, karena dengan pembinaan tujuan dari pernikahan tersebut bisa terwujud. Dalam pembentukan keluarga sakinah haruslah berlandaskan pada spiritualitas ajaran-ajaran Islam. Tidak bisa dipungkiri bahwasannya kekuatan spiritualitas 8 Mahmud Muhammad Al-Jauhari , Membangun Keluarga Qur‟ani, (Jakarta: Amzah 2000), 2 yang tinggi akan memberi dampak pengaruh yang luar biasa dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Disinilah di butuhkan wadah dalam melaksankan spiritualitas tersebut, salah satunya adalah Tarekat. Hubungan keluarga sakinah dengan ajaran Tarekat berkaitan erat sekali. Keduanya saling berhubungan satu sama lain yang tidak terpisahkan. Karena dengan ajaran Tarekat yang diikutinya dapat menimbulkan sebuah ketenangan jiwa, baik secara lahir maupun batin. Disinilah peran, fungsi, tujuan, dan manfaat pembinaan ikhwan tarekat Syadziliyah desa Bulurejo kabupaten Jombang sangat dibutuhkan. Pada penelitian ini, peneliti lebih mengkhususkan pada tarekat syadziliah Desa Bulurejo yang terdapat di kabupaten Jombang. Terkait dengan penelitian ini, ada beberapa alasan mengapa pada penelitian di khususkan pada tarekat Syadziliah desa Bulurejo kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Pada mulanya peneliti melihat secarah langsung keluarga Ikhwan tarekat Syadziliyah tampak sekali memiliki sebuah ketenangan, ketentraman, dan keharmonisan, kesopanan dalam bergaul dan berbeda dengan warga yang belum mengikuti tarekat terkadang masih ada permasalahm-permasalahn keluarga, yang menarik bahwa tidak terdapat Ikhwan tarekat Syadziliyah yang melakukan perceraian. Oleh karena itulah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap pelaku Tarekat Syadzilia. Berangkat dari latar belakang diatas, penulis mencoba melakukan sebuah penelitian dengan judul “PEMBINAAN KELUARGA SAKINAH DIKALANGAN IKHWAN TAREKAT SYADZILIYAH DESA BULUREJO KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG” B. Rumusan Masalah Berawal dari apa yang telah diuraikan di atas, maka penulis dapat merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu: 1. Bagaimana pemahaman ikhwan tarekat Syadziliyah terhadap keluarga sakinah? 2. Bagaimana upaya pembinaan ikhwan tarekat Syadziliyah dalam membentuk keluarga sakinah? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui bagaimana pemahaman Tarekat Syadziliyah terhadap keluarga sakinah. 2. Untuk mengetahui bagaimana upaya Pembinaan keluarga dikalalngan ikhwan Tarekat Syadziliyah dalam membentuk keluarga sakinah. D. Definisi Operasional Untuk memahami dan memperjelas penelitian dengan judul Pembinaan Keluarga Sakinah Ikhwan Tarekat Syadziliyah, kiranya perlu dijelaskan beberapa istilah sebagai berikut: Keluarga: adalah kelompok kecil dalam masyarakat yang berhubungan satu sama lain karena ada ikatan perkawinan, ikatan sedarah, dan hubungan lain yang diikat oleh hukum tertentu. Sedangkan menurut pengertian lain, keluarga adalah sebuah institusi terkecil di dalam masyarakat yang berfungsi sebagai wahana untuk mewujudkan kehidupan yang tentram, aman, damai, dan sejahtera dalam suasana cinta dan kasih sayang diantara anggotanya. Sakinah: adalah keserasian hati yang berpadu dengan mawaddah (kasih) dan rahmah (sayang) yang dapat menimbulkan ketentraman jiwa serta kerukunan dalam hidup berkeluarga Ikhwan: berasal dari bahasa arab yang artinya saudara teman seiman. Dalam tarekat sufi, ikhwan yaitu murid tarekat yang telah berbaiat kepada seorang musryid untuk mengamalkan zikir dan wirid dalam tarekat. Tarekat: berasal dari bahasa Arab thariqah yang berarti jalan. Dalam ilmu tasawwuf yang dimaksud dengan thariqah adalah jalan sufi, yaitu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Atau jalan / petunjuk untuk melakukan suatu ibadah sesuai dengan ajaran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan dikerjakan sahabat-sahabat Nabi, tabi in, dan tabi ut tabiin.9 Syadziliyah adalaj Aliran tarekat yang dipelopori oleh Syekh Abu Hasan bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Hormuz Asy-Syadzili Al-Maghribi Al-Husaini Al-Idrisi, keturunan Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Ia dilahirkan pada tahun 591 H. (1195 M), di Gahamarah Afrika dan wafat pada tahun 615 H. (1219 M) di padang pasir „Aidzab. Pengikutnya terbanyak di Afrika.10 9 Drs. Totok Jumantoro dan Drs Samsul Munir Amin, Kamus Ilmu Tasawwuf , (Amzah, 2005), 289. 10 H. A. Fuad Said, Hakikat Tarikat Naqsyabandiyah (Jakarta: PT. Pustaka Al Husna Baru, 2005), 20. E. Manfaat Penelitian Sebagaimana lazimnya, suatu pembahasan mempunyai kegunaan atau manfaat, dalam pembahasan Skripsiini manfaatnya antara lain : 1. Manfaat Teoritis Adapun manfaat teoritisnya dimaksudkan agar dapat memperluas pengetahuan dan penjelasan bagi mahasiswa, masyarakat umum, kususnya peneliti pribadi terhadap pembinaan keluarga sakinah. 2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan bisat memberi sumbangsih dalam menambah keilmuan pada kepustakaan fakultas Syariah uin malang yang berkaitan dengan pengembangan keluarga sakinah yang berdasarkan ajran tarekat Syadzilia untuk menambah cakrawala berfikir yang logis, sekaligus sebagai tambahan informasi yang bernilai ilmiah bagi pembinaan keluarga sakinah berlandaskan tarekat di lingkungan mahasiswa fakultas syari‟ah uin Malang. F. SISTEMATIKA PEMBAHASAN Untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai isi penelitian ini, maka pembahasan dibagi menjadi enam bab. Uraian masing-masing bab disusun sebagai berikut: Pada bab I menguraikan secara ringkas dan jelas tentang latar balakang serta fenomena Tarekat Syadziliyah yang berada di desa Bulurejo kabupaten Jombang dan menjelaskan rumusan masalah, tujuan penelitian, seerta manfaat penelitian, penelitian terdahulu, dan sistimatika pembahasan. Pada bab II menjelaskan secara umum tentang definisi tarekat, istilah dan sejarah tarekat, macam-macam tarekat, Tarekat Syadziliyah, definisi keluarga sakinah, konsep keluarga sakinah, proses dalam membina keluarga sakinah, serta fungsi, tujuan keluarga, dan pembinaan keluarga. Pada bab III menjelaskan tentang Jenis penelitian, Pendekatan Penelitian, Sumber Data, Metode Pengumpulan Data, instrumen penelitian, pengecekan keabsahan data, subyek penelitian, informan penelitian, metode pengolahan data, dan metode analisis data. Pada bab IV menjelaskan paparan dan analisis data, yang memuat setting masyarakat desa Bulurejo kabupaten Jombang, penyajian data observasi, dan wawancara, yang dijelaskan di dalamnya data emik pandangan atau pemahaman pengikut Tarekat Syadziliyah terhadap pembinaan keluarga sakinah, dan data emik cara pengikut Tarekat Syadziliyah dalam membina keluarga sakinah, serta analisis data dari masing-masing data yang diperoleh. Pada bab V didalamnya meliputi kesimpulan dari hasil analisa terhadap pembentukan keluarga sakinah Ikhwan tarekat Syadziliyzh. Selanjutnya saran dan kritik dari semua jajaran Dosen khusunya Dosen fakultas Syari‟ah Ahwal AlSyahshiyah sangat kami harapkakn untuk membangun serta menambah pemikiran dan pengetahuan baru.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah" : Pembinaan keluarga sakinah dikalangan ikhwan Tarekat Syadziliyah Desa Bulurejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment