Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan antara motivasi kerja dengan kebermaknaan hidup karyawan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.

Abstract

INDONESIA:
Manusia (karyawan) adalah bagian sangat penting bagi suatu organisasi/ perusahaan. Karyawan yang memiliki motivasi kerja yang tinggi akan berpengaruh baik untuk perusahaan. Motivasi kerja karyawan dalam perusahaan sangat mutlak adanya. Sehebat apapun rencana atau kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pimpinan perusahaan, jika dalam proses aplikasinya dilaksanakan oleh karyawan yang kurang atau bahkan tidak memiliki motivasi yang kuat, maka akan menyebabkan tidak terealisasikan rencana tersebut. Motivasi kerja akan dirasakan hasilnya jika karyawan bekerja dengan baik. Karyawan yang bekerja dengan baik akan merasa usahanya bukanlah sia-sia, tetapi bermakna penting dalam dirinya dan perusahaan. Frankl mengemukakan bahwa keberadaan manusia pada hakikatnya adalah transedensi diri dan bukan merupakan perwujudan aktualisasi diri semata. Perhatian dan kepentingan utama manusia terletak pada aktualisasi diri, tetapi justru pada realisasi nilai-nilai dan pemenuhan makna dalam kehidupannya, dan secara hakiki manusia mampu menemukan makna hidup melalui penghayatan agama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kebermaknaan karyawan PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode angket. Angket penelitian terdiri dari dua angket yaitu angket motivasi kerja dan angket kebermaknaan hidup yang masing-masing terdiri dari 24 aitem. Teknik analisa yang digunakan adalah analisa product moment.
Berdasarkan analisa penelitian didapatkan hasil sebagai berikut: Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 60 orang, pada variabel motivasi kerja menghasilkaan 9 orang karyawan atau 15% memiliki motivasi kerja tinggi, 48 orang atau 68.3% memiliki tingkat motivasi kerja sedang, dan 10 orang karyawan atau 16,7% memiliki tingkat motivasi kerja rendah. Sedangkan variabel kebermaknaan hidup menghasilkan 11 karyawan (18.3%) memiliki kebermaknaan hidup tinggi, 42 karyawan (70 %) memiliki kebermaknaan hidup sedang, dan 7 karyawan (11.7%) memiliki kebermaknaan hidup rendah. Hasil penelitian di atas, kedua variabel (motivasi kerja dan kebermaknaan hidup karyawan) menghasilkan bahwa terdapat hubungan positif (rxy 0,761; dengan sig < 0,05). Artinya, hubungan antara variabel motivasi kerja dengan kebermaknaan hidup karyawan adalah positif signifikan dengan mendapatkan nilai 0,000 dan nilai signifikansinya Sig. (2-tailed) adalah dibawah atau lebih kecil dari 0,05.
ENGLISH:
Humankind (the employee) was the part was very important for an organisation/the company. The employee who had the high work motivation will be influential was good for the company. The work motivation of the employee in the company was very absolute the existence. Be as great anything the plan or policies that were made by the management of the company, if in the process of his application was carried out by the employee that not all that or even did not have the strong motivation, then will cause was not brought about by this plan. The work motivation will be felt by results if the employee worked well. The employee who worked well will feel his efforts not were in vain, but were significant important in himself and the company. Frankl proposed that the existence of humankind in his essence was transedensi himself and not was the realisation of the self-actualisation only. Attention and the main interests of humankind were located in the self-actualisation, but precisely in the realisation of the values and the fulfilment of the meaning in his life, and really humankind could find the meaning of the life through the understanding of the religion.
This research aimed at knowing relations between the work motivation and the meaning of the employee PT Semen Gresik (the Share) Tbk. His method of the data collection used the poll method. The research poll consisted of two polls that is the poll and the meaning poll of their respective life of the work motivation consisted of 24 aitem. Technically the analysis that was used was the analysis product moment.
Was based on the analysis of the research was obtained by results as follows: The Number Of respondents in this research was 60 people, to the variable of the work motivation was 9 employees or 15% had the high work motivation, 48 people or 68,3% had the level of the work motivation was, and 10 employees or 16.7% had the level of the low work motivation. Whereas the meaning variable of the life produced 11 employees (18,3%) had the meaning of the high life, 42 employees (70 %) had the meaning of the life was, and 7 employees (11,7%) had the meaning of the low life. Results of the research above, the two variables (the work motivation and the meaning of the life of the employee) produced that is gotten by positive relations (rxy 0.761; with sig < 0.05). Meaning that, relations between the variable of the work motivation and the meaning of the life of the employee were positive significant by getting the value 0.000 and his value of the significance of Sig. (2-tailed) was to be supervised or smaller than 0.05.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pada era global ini kebermaknaan hidup itu penting. Seseorang bukan hanya untuk memenuhi tuntutan materi agar bisa bertahan hidup, akan tetapi juga butuh ketenangan batin dan membuat hidup menjadi bermakna. Sesuatu yang bermakna akan menjadikan hidup yang menyenangkan dan tidak sia-sia. Manusia merupakan makhluk spiritual yang memiliki makna intrinsik yang harus ditemukan dalam kehidupannya. Motivasi dasar manusia bukanlah untuk mencari kesenangan, kekuasaan, ataupun materi melainkan untuk menemukan makna. Kesenangan yang merupakan salah satu komponen dari kebahagiaan merupakan produk dari telah ditemukannya makna sedangkan kekuasaan dan materi berkontribusi dalam kesejahteraan manusia yang nantinya akan digunakan di jalan yang bermakna. Semua orang termotivasi oleh keinginannya untuk bermakna dan memiliki kebebasan untuk menemukan makna (Fabry, 1980). Setiap orang memiliki cara untuk menjadikan hidupnya tidak sia-sia dengan menemukan makna dalam setiap kejadian yang pernah dialaminya. Jika kehidupan manusia itu berisikan pengalaman hidup yang penuh makna, maka keputusasaan terjadi saat makna itu habis. Seseorang hidup selama dia merasakan bahwa hidupnya memiliki makna dan nilai, selama dia memiliki sesuatu dalam hidup. la akan terus hidup selama ia memiliki harapan untuk dapat memenuhi makna dan nilai. Saat makna, nilai, dan harapan tersebut menghilang dari kehidupan seseorang, maka orang tersebut berhenti hidup (Jourard dalam Pianalto, 2004). Manusia yang merasakan 2 bahwa hidupnya penuh makna akan hidup dengan penuh harapan untuk menjadi seseorang lebih baik dan menemukan arti penting dalam setiap kejadian yang dilaluinya. Frankl (1970) menyatakan bahwa kehidupan bukanlah sesuatu yang hampa. Makna hidup bermula dari sebuah visi kehidupan, harapan dan merupakan alasan kenapa individu harus tetap hidup. Makna hidup adalah hal-hal yang dianggap penting, dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, sehingga layak dijadikan tujuan dalam kehidupan (the purpose in life). Makna hidup apabila berhasil ditemukan dan dipenuhi akan menyebabkan kehidupan ini dirasakan demikian berarti dan berharga. Dan makna hidup ternyata ada dalam kehidupan itu sendiri, dan dapat ditemukan dalam setiap keadaan yang menyenangkan dan tak menyenangkan, keadaan bahagia dan penderitaan. Makna hidup merupakan suatu konsep yang dimiliki seseorang mengenai dunia dalam dirinya dan di luar dirinya. Suatu persepsi seorang individu terhadap arti dirinya di dalam dunia ini berkaitan dengan transpersonalitasnya dengan dunia dan kehidupannya. Bagaimana individu menilai dirinya dan menilai dunia di sekitarnya berdasarkan nilai-nilai dasar yang dimilikinya (Lukas,1985). Makna setiap kehidupan manusia akan lebih mudah ditemukan jika ia mampu merasakan dan menghayati setiap keadaan yang dijalaninya, entah keadaan yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan. Tokoh yang lain adalah Maslow, menurut Maslow makna hidup merupakan sesuatu yang muncul secara intrinsik dari diri manusia sendiri. Manusia harus memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu untuk memenuhi nilai-nilai diri dalam hidupnya. Bila kebutuhan-kebutuhan dasar telah terpenuhi, maka nilai-nilai itu akan menjadi energi motivasional bagi individu untuk mendedikasikan diri pada usaha memenuhi nilai-nilai tersebut. Apabila individu memilih melakukan aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan nilai-nilai intrinsik dalam dirinya, maka ia akan mendapatkan makna hidup yang bernilai positif dan menyehatkan bagi perkembangan kepribadian. Makna 3 hidup menurut Maslow tak lain adalah meta motive, meta-needs atau growth need, yaitu suatu kebutuhan yang muncul dalam diri manusia untuk meraih tujuan, melanjutkan kehidupan, dan menjadi individu yang lebih baik. Manusia harus memenuhi basic needsnya terlebih dahulu, sebelum berusaha memenuhi growth needs. Manusia yang telah terpenuhi kebutuhan dasarnya, tapi tidak berhasil memenuhi nilai-nilai dalam dirinya akan menjadi sakit. Manusia yang berhasil menemukan makna hidupnya akan merasa dirinya penting dan bermakna (Debats, 1993). Jadi dapat disimpulkan bahwa kebermaknaan hidup adalah rasa tenang, bahagia dan damai yang timbul dari keberhasilan mencapai target dalam bekerja. Kebahagiaan merupakan rasa yang dijadikan penting dan berharga karena mampu memberikan nilai kehidupan. Untuk menjadikan hidup bermakna dalam pekerjaan seseorang yang hendaknya memiliki motivasi. Motivasi positif dalam bekerja yang akan menuntun seseorang untuk mencapai hasil yang baik. Motivasi dapat dipandang sebagai satu ciri yang ada pada calon tenaga kerja ketika diterima masuk bekerja di perusahaan, dibawa masuk oleh tenaga kerja. Selama bekerja, motivasi kerja tenaga kerja mengalami perubahanperubahan sebagai hasil interaksi antara tenaga kerja dengan lingkungan kerjanya, sehingga dapat pula dipandang sebagai keluaran dari tenaga kerja. Tenaga kerja mulai bekerja dengan derajat motivasi tertentu. Tergantung apa yang dialami selama ia diberikan kepadanya atas unjuk-kerjanya ia akan mengalami kenaikan atau penurunan dari motivasi kerjanya. Jadi motivasi kerja yang dialami oleh pekerja akan cukup tergantung dari cara dia mampu menyesuaikan dan interaksi dengan lingkungan kerjanya. Konsep motivasi telah mendapat perhatian yang besar diabad ini. Topik tentang motivasi telah berkembang menjadi kegiatan utama peneliti dan praktisi di organisasi untuk memahami dan mempengaruhi perilaku dalam organisasi. Motivasi memiliki 4 tempat yang khusus dalam pembahasan di psikologi industry dan organisasi, karena motivasi akan mempengaruhi kinerja individu. Kinerja individu pada akhirnya mempengaruhi kinerja organisasi, karena kalau kinerja individu memenuhi kriteria standar organisasi, maka kinerja organisasi menjadi baik juga ( Yuwono. Dkk, 2005). Berdasarkan data dari Laporan Wartawan Kompas Hamzirwan (2008), menyatakan bahwa perhatian terhadap karyawan tak cukup dengan memberikan bonus besar. Kehangatan hubungan sosial antara atasan dan bawahan juga sangat menentukan, misalnya memberikan pujian dan menyampaikan terima kasih atas kinerja bawahan. Chief Executive Officer Bridges Business Consultancy International Robin Speculand dalam The Asia HRD Congress 2008 di Jakarta, Rabu (23/7), mengatakan, dua kata pada "terima kasih" menempati urutan pertama dalam memotivasi karyawan. "Ini bentuk penghargaan informal manajemen terhadap kinerja bawahannya, sedangkan uang berada di nomor lima dalam urutan memotivasi orang lain," kata Speculand. Sedikitnya ada 40 ahli pengembangan sumber daya manusia dalam kongres ini. Mereka adalah eksekutif sumber daya manusia dari berbagai perusahaan besar, seperti PT Smart Tbk, TNT Express, dan ahli pengembangan sumber daya manusia dari PPM Manajemen. Kongres yang dibuka Wapres Muhammad Jusuf Kalla ini berlangsung sampai Kamis (24/7) di Jakarta Convention Center. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Mawar Tianti (2010) yang meneliti hubungan persepsi lingkungan kerja fisik dengan motivasi kerja karyawan didapatkan hasil korelasi yang signifikan (rxy = 0.733 ; sig = 0,000 < 0,05) ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan arah yang positif antara lingkungan kerja dengan motivasi kerja. Kondisi suatu lingkungan kerja mempunyai dampak yang signifikan terhadap motivasi kerja karyawan yang bekerja. Data-data tersebut membuktikan bahwa betapa pentingnya memotivasi karyawan untuk bekerja dengan baik sesuai dari tujuan perusahaan. Karyawan yang 5 memiliki motivasi yang tinggi akan memberikan kontribusi yang aktif dalam memajukan perusahaan. Motivasi kerja yang baik yang dimiliki karyawan akan mendorongnya untuk bekerja dengan maksimal sehingga mampu memproduksi hasil yang sebaik-baiknya. Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan dalam suatu perusahaan. Karena karyawan adalah bagian dalam menentukan tercapai atau tidaknya tujuan yang dimiliki perusahaan. Dengan adanya visi PT. Semen Gresik (Persero) Tbk untuk menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara. Maka perusahaan tidak hanya menerapkan sistem dan teknologi yang canggih saja tetapi harus memiliki sumberdaya manusia yang mampu untuk bersaing secara global. Hal ini bisa dimulai dengan memilih dan menentukan seorang pemimpin serta karyawan yang memiliki motivasi yang positif agar mampu mencapai tujuan bersama. Berdasarkan penyampaian diatas dapat dipahami adanya hubungan motivasi kerja dan kebermaknaan hidup karyawan. Maka dari penelitian ini ingin diketahui pula faktor yang dapat menghubungkan motivasi kerja dan kebermaknaan hidup karyawan di dalam perusahaan. Peneliti memilih tempat penelitian di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk karena perusahaan ini memiliki pandangan serta tujuan menjadi perusahaan persemenan bertaraf internasional yang terkermuka dan mampu meningkatkan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan (stakehodlers) terutama pemegang saham, karyawan dan masyarakat sekitar. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pemaparan diatas apakah ada hubungan antara motivasi kerja dan kebermaknaan hidup karyawan? 6 C.TUJUAN Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi kerja dan kebermaknaan hidup beserta faktor-faktornya. D. MANFAAT 1. Teoritis Untuk menambah khazanah keilmuan dalam perkembangan pembelajaran mahasiswa. 2. Praktis Perusahaan diharapkan menjadikan hasil penelitian sebagai bahan pertimbangan perusahaan dalam pengambilan kebijakan. 7

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Hubungan antara motivasi kerja dengan kebermaknaan hidup karyawan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment