Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Terapi fitrah: Memodifikasi logoterapi berdasarkan tazkiyatun nafs al-Ghazali



Abstract

INDONESIA :
Pesatnya kemajuan iptek yang tanpa dilandasi dengan nilai-nilai agama, telah menyeret manusia pada pandangan yang matrealistik dan sekuleristik, yang merupakan sumber krisis spiritual. Dari krisis spiritual inilah kemudian banyak menimbulkan persoalan-persoalan baru dizaman modern, seperti kecemasan, kehampaan makna dan frustasi. Kesemuanya belum terjawab sepenuhnya oleh psikologi, karena selama ini psikologi kurang memperhatikan aspek spiritual, sehingga solusi dari psikologi tidak menyentuh akar persoalan zaman modern, dimana akar persoalan semua problem adalah karena kegersangan spiritualitas. Maka dari persoalan itu, pendekatan dengan logoterapi yang memperhatikan aspek spiritual sangat relevan. Kemudian disamping logoterapi,untuk solusi diatas juga dengan tazkiyatun nafs Al Ghazali. Alasannya adalah disamping nama besarnya, tentunya karena pemikirannya tentang manusia yang mencakup pada wilayah Ruhaniyah (Spiritual). Tazkiyatun nafs Al Ghazali adalah suatu metode terapi yang lebih berorientasi pada mensucikan wilayah hati dan jiwa serta pembentukan akhlaq. Kemudian alasan peneliti membandingkan antara logoterapi Viktor Frankl dan tazkiyatun nafs Al Ghazali adalah karena keduanya terdapat relevansi, sehingga memungkinkan untuk memodifikasi logoterapi berdasarkan tazkiyatun nafs Al Aghazali.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui relevansi tazkiyatun nafs dengan logoterapi dan (2) memodifikasi logoterapi berdasarkan tazkiyatun nafs Alghazali.
Untuk menjawab tujuan tersebut peneliti menggunakan penelitian kepustakan (literer), maka dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode “library research”, yaitu penelitian pustaka murni yang diperoleh dengan menelaah buku-buku ilmiah. Untuk metode analisis data menggunakan interpretasi, metode deduktif dan metode komparasi. Untuk menjawab tujuan tersebut juga menggunakan beberapa landasan pemikiran, yaitu: pertama, menggunakan wawasan-wawasan logoterapi seperti makna hidup, transendensi diri, dimensi spiritual, dan karakteristik eksistensi manusia lainnya yang menjembatani antara logoterapi dan tazkiyatun nafs Al Ghazali. Kedua, karena perbedaan mendasar atau perbedaan filosofis antara logoterapi dan tazkiyatun nafs maka perlu pemikiran yang disebut sebagai Fondasi Falsafi dan Sikap Islami, yang artinya memberikan landasan filsafat yang bercorak Islami kepada logoterapi yang didukung oleh kesetujuan para ilmuwan sendiri untuk percaya dan mengakui bahwa al Qur`an sebagai firman Allah mengandung kebenaran paripurna, sehingga bersikap menempatkan kebenaran agama secara lebih tinggi dari kebenaran sains (Sikap Islami). Sikap Islami ini diperlukan untuk menghadapi pertentangan dan tidak sejalannya antara logoterapi dan tazkiyatun nafs.
Hasil penelitian untuk tujuan penelitian yang pertama, menunjukkan adanya relevansi antara tazkiyatun nafs dengan logoterapi. Pada tataran pandangan dasar tentang manusia relevansi tazkiyatun nafs dengan logoterapi adalah adanya kesamaan: pertama, bahwasannya hidup manusia di dunia ini mempunyai makna/tujuan dalam menjalani hidupnya. Al Ghazali membahasakannya dengan manusia sebagai abdi/beribadah dan khalifah di dunia ini, sedangkan Frankl membahasakannya dengan makna hidup (the meaning of life). Kedua, antara Frankl dan Al Ghazali memiliki kesamaan pandangan bahwasannya, manusia secara inhern memiliki keinginan untuk mencari makna/tujuan hidupnya. Logoterapi membahasakannya dengan konsepnya keinginan akan makna (the will to meaning), sedangkan Al Ghazali membahasakanya dengan konsep yang diambil dari Al Qur`an yaitu fitrah, yakni naluri yang cenderung untuk mencari dan mengenal Allah SWT. Sedangkan hasil penelitian untuk tujuan penelitian yang kedua adalah, dengan memodifikasi logoterapi berdasarkan tazkiyatun nafs Al Ghazali yang menghasilkan formulasi baru, yaitu Terapi Fitrah. Didalam formulasi Terapi Fitrah ini dilandasi dengan pandangan dasar tentang manusia/filsafat manusia, yang merupakan penggabungan dari filsafat manusia Viktor Frankl dan Al Ghazali. Kemudian dalam Terapi Fitrah ini melangkah kewilayah aplikatif yang didalamnya terdapat teknik-teknik untuk terapi.
ENGLISH :
The progress of science and technology have created man views to the materialistic and secularity paradigm and it was being a source of spiritual crisis. It is because of religion’s values not take the place in this course. In the case of spiritual crisis, there are many problems emerge in modern’s life such as anxiousness, depression and meaningless. To solve and cope this phenomenon, Psychology as one of the science has to pay attention to the spiritual aspect and the complexity of modern’s problem in order to useful to the human’s prosperity. Therefore, logo-therapy as a spiritual approach that pays attention to the spiritual aspect is a relevant one. Moreover, combining logo-therapy with Ghazali’s concept about Tazkiyatun nafs, covered a matter of man’s Ruhaniah (spiritual) in this life. Tazkiyatun nafs is one of treatment method in wich oriented to the heart, spirit purity and a good behavior (Akhlaq). Thes researcher compare Viktor Frankl logotherapy and Ghazali’s Tazkiyatun nafs because both of them are relevant. So the researcher is possible to modify logotherapy based on Ghazali`s concept of tazkiyatun nafs.
The propose of this research is (1) to know the relevance of Tazkiyatun nafs and logo-therapy (2) to modify logotherapy based on Ghazali`s concept of tazkiyatun nafs.
To answer this problem study, the researcher in collecting the data or research method use study literature in which the data collecting is gotton from books. While, in data analysis method the researcher apply interpretation, deductive and comparative method. Then, to answer the problem the researcher also use several thoughts, that are: using the insight of logo-therapy such as the meaning of life, self-transcendence, spiritual dimension, and the characteristic of human existence that appropriate with the logotherapy and Tazkiyatun nafs; Using a philosophy foundation and Islamic attitude to covere the substance of logo- therapy and Ghazali’s approach. It means that giving a philosophy foundation with Islamic values to the logotherapy supports scientists to believe and admit the truth of Al-Qur’an as a divine revelation, in order religion has a high place truth than science (Islamic attitude). Islamic attitude needs to make available way to face differences between logotherapy and Tazkiyatun nafs.


The result of study to the first propose of research indicates the relevance between logotherapy and Tazkiyatun nafs. On the basic view of human kind, the relevance of Tazkiyatun nafs and logotherapy is; fursfly, that human have in this life. In this case, Ghazali said that human as servant and leader (kholifah), while

Frankl mention it as the meaning of life. Secondy, both of Frankl and gazali have same views about human kind that inherently has a will to understand the meaning life. In this case, logotherapy said the will to meaning, whereas Ghazali said as Fitrah, a concept that is taken from Al Qur’an which tends to know the God closely. Whereas, the results of study to the second propose of research is modifying logotherapy based on Ghazali’s concept, Tazkiyatun nafs, which will create a new concept that is logotherapy Ghazali. A basic understanding of this concept, logotherapy Ghazali, is based on human philosophy or basic understanding of human,in which is the result of combining human philosophy based on Frankl though and Ghazali. In the end, logotherapy Ghazali made available to the application technique of therapy in this concept.


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Prestasi abad 21 adalah dijuluki abad iptek, sehingga mampu meningkatkan taraf kualitas kehidupan umat manusia. Namun dampak negatifnya, menyeret manusia pada pandangan yang Matrealistik dan Sekularistik. Disamping itu prestasi lainnya, menurut Elizabeth Lukas, ada satu prestasi penting dari proses modernisasi di Barat, yakni melepaskan diri dari berbagai belenggu tradisi yang serba menghambat, sekaligus berhasil meraih kebebasan (freedom) dalam hampir semua bidang kehidupan1 . Namun kebebasan yang berhasil dikembangkan pada era modern tersebut menunjukkan bahwa tanpa diimbangi tanggung jawab dan kematangan sikap, maka kebebasan itu tidak berhasil mendatangkan ketentraman dan rasa aman. Bahkan dapat menyuburkan penghayatan hidup tanpa makna dan kesewenang-wenangan2 . Maka tidak heran bila abad 21 juga dijuluki dengan abad kecemasan (the Age of anxiety) yang disebabkan oleh berbagai bencana, baik alam, sosial, dan pribadi. Sudah banyak solusi yang di lontarkan khususnya Psikologi. Namun jawaban yang diberikan Psikologi modern belum menjawab kebutuhan inti manusia. Ini disebabkan pemahaman Psikologi modern yang sempit terhadap manusia itu sendiri, yang selama ini hanya terfokus pada dimensi somatis (ragawi) dan psikis (kejiwaan). Akibatnya persoalan-persoalan zaman modern yang sebenarnya berakar pada kegersangan spiritualitas, tidak tejamah oleh Psikologi. 1 HD. Bastaman 1995, Integrasi Psikologi dengan Islam. Yogyakarta: Pustaka pelajar. hal : 192 2 Ibid, hal : 193 Jadi kehadiran logoterapi sungguh merupakan jawaban atas persoalan diatas yang berakar dari pemahaman yang sempit tentang manusia, ia bagai oase ditengah kegersangan spiritualitas di zaman modern. Kemudian disamping logoterapi untuk permasalahan manusia modern diatas, alasan memilih pemikiran Al Ghazali sebagai solusi adalah, selain faktor kemasyhurannya, yaitu pemikirannya yang diterima oleh mayoritas muslim dunia, termasuk di Indonesia dari kalangan pondok pesantren, maupun kampus akademis dan telah selama seribu tahun pandangan-pandangannya tetap populer dan up to date sebagai bahan yang inspiratif bagi penelaahan para pakar di Timur dan di Barat3 . Juga faktor hasil pemikirannya itu sendiri, pemikirannya tentang manusia terlihat utuh, dengan segenap dimensi dan komplektisitas manusia. Ini karena sumber inspirasi nya berasal dari al Qur`an kalimah Allah pencipta manusia. Karyanya tentang manusia mencakup pada wilayah Ruhaniyah (Spiritual), yang dianggap sebagai dimensi yang penting dan mutlak pada manusia. Untuk menjawab problem manusia modern diatas, ada karya Al Ghazali yang secara spesifik untuk menjawab problem itu, yaitu tazkiyatun nafs itu adalah suatu metode terapi yang lebih berorientasi pada mensucikan wilayah hati dan jiwa serta pembentukan akhlaq. Tazkiyah merupakan salah satu misi terpenting para nabi, karena hal ini hal yang sangat penting4 . Allah berfirman: ô‰s% yxn=øùr& tΒ $yγ8 © .y— ∩ ô‰s%uρ z>%s{ tΒ $yγ9 ¢™yŠ ∩⊇⊃∪ 3 Ibid, hal : 76 4 Sa`id Hawa. Mensucikan Jiwa. Robbani Press. Jakarta 2003. hal: 2 “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (asy Syams: 9-10). Al Ghazali berkata: “Tazkiyah adalah pembersihan jiwa. Rasul bersabda: “Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Oleh sebab itu dapat dipahami bahwa kesempurnaan iman terletak pada kebersihan hati dari perbuatan-perbuatan yang tidak disukai Allah”5 . Menurut Sa`id Hawa tazkiyatun nafs mengalami kelemahan dari generasi kegenerasi, ini karena lahir persoalan-persoalan baru, sehingga dituntut adanya penbaharuan tentang tazkiyatun nafs. Jadi meskipun kehidupan manusia modern telah terpenuhi secara fisik dan psikisnya, namun apabila tidak dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan spiritual, maka yang terjadi adalah kehampaan makna, dari apa yang telah diperoleh. Kemudian meskipun umat Islam di Indonesia telah marak relijiusitasnya, tapi tanpa dibarengi dengan spiritualitas, maka Islam bukan lagi menjadi agama yang rahmatan lyl alamyn, tapi Islam justru telah menjadi alat justifikasi untuk melakukan kekerasan6 . Malik Badri mengkritik “Psikologi modern (Psikoanalisis dan Perilaku) yang dianggap telah mereduksi martabat manusia dan kualitas-kualitas kemanusiaanya kepada taraf yang lebih rendah”. Dalam logoterapi inilah Malik Badri menemukan kecocokan dan memberikan penghargaan khusus. Karena merupakan aliran Psikologi yang mengembangkan sikap optimis dan banyak kesesuaianya dengan ajaran-ajaran Islam karena mencakup wilayah spiritual7 . Logoterapi adalah gerakan psikologi humanistik sek uler yang mencoba 5 Al Ghazali 2002. Arba`in Al Ghazali (alih bahasa oleh M. Said zu`di). Yogyakarta: Pustaka Sufi. hal: 81 6 Sa`id Hawa. Mensucikan Jiwa. Robbani Press. Jakarta 2003. hal: 3 7 HD. Bastaman 1995. Integrasi Psikologi dengan Islam. Yogyakarta: Pustaka pelajar. hal : 68 menjelaskan dan menjawab kondisi manusia modern yang gersang spiritualitas dan kehampaan makna. Logoterapi dengan kedua tekniknya, intensi paradoksikal dan derefleksi. Dari berbagai penelitian, keefektifitasnya secara umum telah terbukti8 . Sayangnya di Indonesia logoterapi masih belum terkenal, praktisi logoterapi di Indonesia masih cukup langka. Karena ini pendekatan psikoterapi yang relatif baru bagi kalangan psikoterapis Indonesia. Padahal logoterapi yang penekananya juga pada dimensi spiritual dan makna hidup, bisa jadi lebih relevan untuk diterapkan di Indonesia, dari pada pendekatan-pendekatan psikoterapi yang lain. Alasan pertama, mengingat masyarakat Indonesia dikenal menghormati sepiritualitas, baik dalam konteks kehidupan sosio-kultural dalam menjalani kehidupan seharihari maupun dalam konteks kehidupan ritual9 . Kedua, munculnya krisis multidimensi pada bangsa ini konon berakar dari krisis identitas yang bersumber dari tidak jelasnya jati diri sebagai pribadi dan bangsa. Krisis identitas dan “hilangnya” jati diri ini dalam tatanan psikologi berkaitan erat dengan tidak jelasnya nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman hidup10 . Logoterapi yang notabenenya adalah pendekatan psikoterapi yang baku namun tidak kaku dan eksklusif, logoterapi mudah digabungkan dengan berbagai model psikoterapi yang lain. Viktor Frankl sebagai pencipta logoterapi tidak pernah secara eksplisit maupun implisit melarang untuk melintas batas antara logoterapi dan teologi, kemudian kenapa Viktor Frankl sendiri tidak melintas batas, itu semata-mata karena pilihan pribadinya, bukan pendapatnya. Kemudian 8 E. Koeswara. Logoterapi. Kanisius. Yogyakarta. 1998. hal : 170 9 Ibid, hal : 175 10 HD. Bastaman dkk 2000. Metodologi Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka pelajar. hal : VII alasan logoterapi akan dimodifikasi berdasarkan tazkiyatun nafs Al Ghazali atau mempersandingkan Al Ghazali dengan Logoterapi, yaitu karena keduanya mempunyai banyak keterkaitan dan kesamaan, meskipun keduanya berasal dari latar belakang yang sangat berbeda. Beberapa keterkaitan dan kesamaan pemikirannya, antara lain : pertama, Logoterapi mempunyai ruang lingkup pada wilayah spiritual, sama dengan pemikiran Al Ghazali, meskipun spiritualitas logoterapi tidak berkonotasi agama tertentu, karena spiritualitas dalam pengertian logoterapi ini bercorak antroposentris. Spiritualitas ini dimiliki manusia tanpa memandang ras, ideologi dan agama yang ini tidak sama dengan konsep spiritualitas Al Ghazali yang bercorak teologis11, namun karena konsep spiritualitasnya logoterapi adalah sebuah konsep yang netral, maka masih ada keterkaitan dengan spiritualitas Al Ghazali sehingga bisa digunakan sebagai perspektif dalam mengurai dan menganalisis spiritualitas Al Ghazali. Kedua, antara Logoterapi dan pemikiran Al Ghazali, secara substansi mempunyai kesamaan tema, hanya pola bahasanya berbeda untuk mengangkat tema, Logoterapi memilih untuk menggunakan bahasa sekuler. ketiga, meskipun Logoterapi tidak melintasi batas dengan dimensi teologi, tetapi menjembatani diantara keduanya melalui wawasan-wawasan makna hidup, transendensi diri, dimensi spiritual, dan karakteristik eksistensi manusia lainnya12 . Penelitian studi pustaka berjudul “logoterapi Al Ghazali ” diharapkan bisa memberikan pemahaman baru, bukan saja terhadap tazkiyatun nafs, tapi juga pemahaman baru terhadap logoterapi dan psikologi barat. Selama ini psikologi 11 HD. Bastaman. Logoterapi. Rajawali pers. Jakarta. 2007. hal : 250 12 Ibid. hal : 258 barat diadopsi secara membabi buta oleh psikolog-psikoolog muslim sendiri, seperti yang diungkapkan oleh Malik Badri yang ditujukan kepada para psikolog Muslim yang katanya cenderung menerapkan psikologi (Barat) tanpa mempertimbangkan nilai-nilai Islami dan kondisi sosial budaya setempat. B. Pertanyaan Penelitian Sebagaimana judul penelitian ini maka pertanyaan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana konsep tazkiyatun nafs Al Ghazali? 2. Bagaimana konsep logoterapi Viktor Frankl? C. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan yang diangkat dan akan dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah : 1. Mengapa konsep tazkiyatun nafs relevan dengan logoterapi? 2. Bagaimana memodifikasi logoterapi berdasarkan tazkiyatun nafs Alghazali? D. Tujuan Kajian Berdasarkan perumusan masalah diatas maka penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui relevansi tazkiyatun nafs Al ghazali dengan logoterapi. 2. Untuk memodifikasi logoterapi berdasarkan tazkiyatun nafs Al ghazali. E. Kegunaan Kajian Setelah dikemukakan tujuan penelitian diatas maka penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Dalam bidang teoritis, dapat menambah khazanah keilmuan psikologi, baik keilmuan psikologi umum maupun psikologi Islam. 2. Dalam bidang praktis, dapat dijadikan informasi dan acuan bagi praktisi psikoterapi pada umumnya dan praktisi logoterapi pada khususnya dalam memberikan terapi yang lebih Islam

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Terapi fitrah: Memodifikasi logoterapi berdasarkan tazkiyatun nafs al-Ghazali." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment