Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan lingkungan kerja dengan kepuasan kerja karyawan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Madiun

Abstract

INDONESIA :
Era globalisasi merupakan fenomena baru akibat perkembangan dan peningkatan dibidang ekonomi, sementara itu banyak terjadi perubahan-perubahan didunia ekonomi dan bisnis sebagai akibat dari era glabalisasi. Persaingan dan kemajuan organisasi dan industri yang pesat tidak bisa terlepas dari peran sumber daya manusia, sebab sumber daya manusia merupkan salah satu komponen penting dalam organisasi dan industri selain sumber daya lainnya. Maka karyawan adalah kekayaan yang paling penting, karena mereka sebagai perencana, pelaksana, dan control atau pengendali dalam organisasi dan industri. Dalam menjalankan tugas yang diberikan kepadanya karyawan bekerja dalam lingkungan kerja yang berbed- beda dan karyawan tidak terlepas dari pikiran, perasaan, dan keinginan yang baik langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi motivasi, kepuasan, dan kinerja karyawan itu sendiri.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara lingkungan kerja dengan kepuasan kerja karyawan di PDAM Kota Madiun. Jumlah sample dalam penelitian ini 37 responden , angket sebagai salah satu alat untuk mengumpulkan data baik pada variable lingkungan kerja maupun kepuasan kerja karyawan. Untuk mengetahui korelasi diantara kedua variable maka data yang diperoleh diolah menggunakan komputasi dengan uji Product Moment Colrelation dari Pearson, sedangkan untuk validitas dan reliabilitas dianalisa dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lingkungan kerja memiliki korelasi yang signifikan dengan kepuasan kerja karyawan.
Berdasaarkan analisa data maka didapat hasil sebagai berikut: 56,76 % karyawan mengaku bahwa lingkungan kerjanya sangat kondusif, 21,62 % menyatakan lingkungan kerjanya kondusif, dan 21,62 % menyatakan bahwa lingkungan kerja yang ada kurang kondusif. Sedangkan untuk kepuasan kerja didapat hasil 43,24 % karyawan memiliki kepuasan kerja yang sangat tinggi, 21,62% karyawan memiliki tingkat kepuasan kerja dalam kategori sedan, dan 35,14 % karyawan memliki tingkat kepuasan kerja yang rendah. Untuk korelasi terdapat hubungan positif yang signifikan antara lingkungan kerja dengan kepuasan kerja karyawandengan nilai rxy: 0,795 pada taraf signifikasi 5 %.



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Masalah Era Globalisasi merupkan fenomena baru akibat perkembangan atau peningkatan kegiatan ekonomi dan bisnis antar negara-negara di dunia misalnya Amerika Serikat, Jerman, Inggris China, dan sebaginya, dan yang diikuti oleh kemajuan teknologi seperti teknologi informasi, telekomunikasi dan transportasi. Kemajuan tersebut kegiatan ekonomi seakan-akan tanpa batas negara, dan oleh karena itu, dibutuhkan penyusunan strategi serta memantapkan kemampuan organisasi dalam menghadapi globalisasi.1 Keadaan seperti ini, terdapat perubahan-perubahan di segala bidang kehidupan manusia, ini juga terjadi pada bidang organisasi atau industri dampak dari globalisasi juga dapat terlihat jelas dengan meningkatnya kerja sama dengan pihak lain agar mampu bersaing dalam pasar global. Kemajuan organisasi dan industri yang pesat dewasa ini tidak lepas dari pentingnya unsur sumber daya manusia di dalam organisasi dan industri, karena sumber daya manusia adalah salah satu faktor pelaku dari semua kegiatan yang ada dalam organisasi dan industri, selain sumber daya alam, dan peralatan. Bahwa dari keseluruhan sumber daya yang tersedia dalam suatu organisasi, baik organisasi publik maupun swasta, sumber daya manusialah yang paling penting dan yang sangat menentukan, karena betapapun majunya teknologi, 1 Marwah Diah, Restrukturisasi BUMN di Indonesia (Jakarta, 2003), hal. 1 17 berkembangnya informasi, tersedianya modal, dan memadainya bahan namun jika tanpa sumber daya manusia yang handal maka akan sulit bagi organisasi dan industri akan mencapai tujuannya.2 Karyawan adalah makluk sosial yang menjadi kekayaan atau bagian penting dalam sebuah organisasi dan industri. Mereka menjadi perencana, pelaksana, dan pengendali yang selalu berperan aktif dalam mewujudkan tujuan organisasi atau industri. Karyawan sebagai penunjang tercapainya tujuan, akan tetapi karyawan juga memiliki pikiran, perasaan, dan keinginan yang mempengaruhi sikap-sikapnya terhadap pekerjaannya. Sikap ini akan menjadi dan menentukan prestasi kerja, dedikasi, dan kecintaannya dalam pekerjaan yang di bebankan kepadanya. Sikap-sikap karyawan ini dikenal sebagai kepuasan kerja, stress, dan frustasi yang di timbulkan oleh pekerjaan, peralatan, lingkungan, kebutuhan dan sebagainnya.3 Kepuasan dalam bekerja adalah salah satu faktor yang dapat menciptakan motivasi kerja, karena kepuasan kerja ini dapat memperngaruhi sikap dan perilaku karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. Jika kepuasan tidak diperhatikan maka kinerja karyawan dalam bekerja tidak optimal. Kepuasan kerja (job saticfacation) karyawan harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya agar kinerja, dedikasi, dan kedisiplinan karyawan dapat meningkat, kaarena kepuasan kerja merupakan sikap emosional yang menyenangkan dalam pekerjaan, sikap ini dapat dicerminkan oleh moral kerja, 2 F.C. Gomes, Menejemen Sumber Daya Manusia (Yogyakarta, 1995), hal. 2 3 Malayu Hasibuan, Menejemen Sumber Daya Manusia (Jakarta, 2001), hal 202 18 kedisiplinan, dan prestasi kerja4 . Kepuasan dalam bekerja dipengaruhi oleh beberapa variable seperti gaji, promosi, kelompok kerja, kondisi kerja, dan jenis pekerjaan itu sendiri. Mengenai kepuasan kerja setiap karyawan memiliki perbedaan dalam penilaian karena bersifat subyektif ini juga tergantung pada perbedaan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman kerja. Jika dari variable tersebut tidak terlaksana maka akan timbul sikap ketidakpuasan kerja dan ini dapat berakibat pada produktivitas, kedisiplinan karyawan menjadi menurun, yang pada akhirnya mengganggu jalannya organisasi itu secara keseluruhan. Kepuasan kerja berupaya mengukur respon afektif terhadap lingkungan kerja. Kepuasan kerja berhubungan dengan bagaimana perasaan karyawan merasa menyangkut harapan organisasi itu, seperti imbalan, dan yang serupa. Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang bosan dengan pekerjaan yang dapat memperngaruhi dalam menurunnya semangat kerja karyawan. Bisa karena kerja yang monoton, lingkungan kerja yang tidak kondusif, rekan kerja yang menyebalkan, atau ada masalah pribadi. Lalu terpikirlah, betapa menyenangkan kalau bekerja di tempat lain.5 . Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mendukung terciptanya kepuasan kerja bagi karyawan. Kondisi lingkungan kerja dalam perusahaan mencakup aspek fisik dan non fisik yang perlu diperhatikan karena dapat memberikan umpan balik kepada perusahaan tersebut, tumbuhnya 4 Hasibuan, Menejemen Sumber Daya Manusia., hal. 2 5 www. Kompas.com. Akses : Sabtu, 17 Desember 2005 19 lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan akan membuat karyawan lebih termotivasi untuk bekerja. Selain itu, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam lingkungan kerja, sebab kesalahan dan kecelakaan dalam bekerja dapat mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan, hal ini seperti yang disampaikan oleh bahwa tidak diterapkannya manejemen keselamatan dan kesehatan kerja ini akan mengakibatkan lingkungan kerja yang kurang sehat dan aman. Dalam lingkungan seperti ini para karyawan merasa tidak leluasa dan tidak aman dalam bekerja, sehingga produktivitas dan efisiensi kerja akan menurun akibatnya perusahaan akan kesulitan melakukan pengembangan dan mewujudkan tujuan.6 Manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik, sehingga dicapai suatu hasil yang optimal, apabila diantaranya ditunjang oleh suatu kondisi lingkungan yang sesuai. Suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman.7 Sementara itu, lingkungan kerja yang kondusif mampu menciptakan nilai-nilai yang menjadi daya dorong bagi karyawan. Dengan lingkungan kerja yang mendukung maka karyawan akan menunjukan kinerja yang baik, dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Ini menendakan bahwa pentingnya lingkungan kerja dan motivasi bagi karyawan sehingga dapat mengantarkan perusahaan dalam mencapai tujuan. 6 Ronald Nagoi, Pengembangan Produksi Dan Sumber Daya Manusia (Jakarta, 1996), hal. 136-137 7 Sedarmayanti, Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja (Bandung, 1996), hal. 22-23 20 Hasil kerja seharusnya didukung dengan kondisi lingkungan yang kondusif misalnya; ruang kerja yang nyaman, jumlah peralatan yang memadai, beban kerja dan jam kerja yang sesuai, dan hubungan baik dengan atasan maupun denan karyawan lain. Dari sini diharapkan karyawan akan memberikan kontribusi yang optimal pada perusahaan sehingga harapan dapat dicapai meskipun juga harus memperhatikan faktor-faktor yang lain seperti insentif, promosi dan lainnya8 . Lingkungan kerja merupakan hak yang penting untuk karyawan dimana mereka setiap hari melakukan kegiatan. Bahwasanya lingkungan kerja berpengaruh terhadap hasil kerja karyawan. Karyawan akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik, sehingga dicapai suatu hasil yang optimal, apabila diantaranya ditunjang oleh suatu kondisi lingkungan kerja yang baik. Sebaliknya bisa dikatakan, suatu kondisi lingkungan dikatakan baik apabila dalam kondisi yang demikian karyawan bisas melaksanakan kegiatannya dengan optimal, dengan sehat, aman, dan selamat. Ketidaknyamanan lingkungan kerja dapat terlihat akibatnya dalam waktu yang lama. Lebih jauh lagi, keadaan lingkungan yang kurang baik dapat menuntut tenaga dan waktu yang lebih banyak yang tentunya tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang efisien dan produktif.9 Kesejahteraan pekerja merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam dunia usaha baik itu pengusaha, karyawan, maupun instansi pemerintahan yang dalam tugas pokoknya mengelola sumber daya manusia. Hal 8 A.S. Munandar, Psikologi Industri dan Organisasi (Jakarta, 2001), hal. 132 9 Sutalaksana, Teknik Tata Cara Kerja (Bandung, 1983), hal. 84 21 ini menuntut perlunya kenyamanan dan keamanan pekerja dalam bekerja karena pekerja atau karyawan sebagai titik sentral dalam perusahaan. Penyebab kecelakaan kerja yang yang terbesar adalah faktor manusia, yaitu kurangnya kesadaran baik daari pihak perusahaan maupun dari karyawan itu sendiri terutama dalam menjalankan tugasnya. Masih banyak anggapan bahwa pelaksanaan pengendali kecelakaan dan perhatian terhadap kondisi lingkungan kerja kurang bermanfaat, dan akan menambah biaya. Sikap inilah yang secara tidak langsung dapat menurunkan kepuasan dalam bekerja bahkan pruduktivitas. Selanjutnya, seharusnya lingkungan tempat kerja harus diusahakan memenuhi syarat-syarat kebersihan, kesehatan dalam bekerja. Dari latar belakang diatas maka peneliti tertarik mengambil judul :“Hubungan Persesi Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja Karyawan di Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Madiun” B. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang diatas maka dapat diambil suatu rumusan masalah yaitu sebagai berikut: 1. Bagaimana persepsi lingkungan kerja pada karyawan di Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Madiun. 2. Bagaimana tingkat kepuasan kerja di Karyawan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Madiun 22 3. Apakah ada hubungan persepsi Lingkungan Kerja karyawan pada Kepuasan Kerja Karyawan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Madiun C. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui persepsi lingkungan kerja karyawan yang ada di dalam Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Madiun 2. Mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Madiun 3. Mengetahui hubungan persepsi Lingkungan kerja dengan Kepuasan kerja karwaan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Madiun D. Manfaat Penelitian 1. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah informasi di bidang psikologi organisasi dan industri pada khususnya. 2. Diharapkan dari penelitian ini memberikan masukan dan umpan balik untuk organisasi atau industri yang bersangkutan. 3. Penelitian ini dapat digunakan untuk menambah informasi dan pengetahuan akan kedudukan Lingkungan kerja yang penting sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kepuasan kerja sekaligus untuk pengembangan organisasi dan industri dalam meningkatkan produktivitasnya. 23 E. Sistematika Pembahasan Sistematika dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan Pendahuluan, yang berisi pokok-pokok pemikiran yang melatar belakangi penulisan skripsi ini, yaitu terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penjelasan istilah, metode penelitian dan sistematika pembahasan. BAB II : Kajian Kepustakaan, Kajian pustaka yang berisi tentang tinjauan pustaka yang mendukung terhadap penelitian, adapun teori-teori tersebut meliputi definisi lingkungan kerja, definisi kepuasan kerja., teori kepuasan kerja, faktorfaktor kepuasan kerja. BAB III : Metode Penelitian Metode penelitian berisi tentang identivikasi variabel, definisi operasional, populasi sampel, metode pengumpulan data, validitas dan reliabilitas, dan teknik analisa data. BAB IV : Penyajian dan Analisis data Penyajian dan analisis data, yang berisi latar belakang obyek serta penyajian dan analisis data. BAB V: Kesimpulan dan Saran, terdiri dari: A. Kesimpulan B. Dan saran-saran


Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Hubungan lingkungan kerja dengan kepuasan kerja karyawan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Madiun." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment