Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja karyawan di PT Semen Gresik (persero) TBK.

Abstract

INDONESIA:
Kepemimpinan transformasional merupakan kepemimpinan yang mampu menginspirasi, mengarahkan, menggerakkan pengikut untuk melakukan perubahan melalui pemberdayaan dalam mencapai tujuan organisasi, yang ditandai dengan empat ciri, yaitu: kharismatik, inspirasi, stimulasi intelektual dan perhatian individu. Kepuasan kerja merupakan keadaan psikis yang menyenangkan karena terpenuhinya kebutuhan dasar dalam bekerja, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu, persepsi atas pemimpin, karakteristik pekerjaan, interaksi dengan rekan kerja dan jenjang karir. Kedua variabel tersebut sangat berkaitan erat dalam suatu organisasi perusahaan bagaimana seorang pemimpin dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan kerja karyawan pada nilai tertinggi yaitu aktualisasi dan eksistensi karyawan pada perusahaan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara kepemipinan transformasional dengan kepuasan kerja karyawan, sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja karyawan.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan kepemimpinan transformasional sebagai variabel bebas (X) dan kepuasan kerja sebagai variabel terikat (Y). teknik korelasi product moment digunakan untuk menguji hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja, kemudian dikategorisasikan dengan menentukan mean dan standart deviasi yang selanjutnya dilakukan analisis prosentase. Subyek dalam penelitian ini adalah karyawan PT Semen Gresik (Persero) Tbk sejumlah 291 dan di ambil sampel sebanyak 60 karyawan. Penelitian ini menggunakan dua bua skala sebagai alat ukur, yaitu skala kepemimpinan transformasional dan skala kepuasan kerja yang disusun sendiri oleh peneliti dalam bentuk skala likert dengan jumlah 24 item pada setiap skalanya.
Hasil penelitian, prosentase kepemimpinan menunjukkan bahwa dari 60 responden, 6 orang (10%) memiliki persepsi kepemimpinan transformasional yang tinggi, 50 orang (83,3%) memiliki persepsi kepemimpinan transformasional yang sedang, dan 4 orang (6,7%) memiliki persepsi kepemimpinan transformasional yang rendah. Kepuasan kerja menunjukkan bahwa dari 60 responden sejumlah 6 orang (10%) memiliki kepuasan kerja yang tinggi, 52 orang (86,7%) memiliki kepuasan kerja sedang, dan 2 orang (3,3%) memiliki kepuasan kerja rendah. Berdasarkan hasil analisis product moment dengan nilai r = 0,817 dan Sig. (2-tailed) = 0,000 yang artinya bahwa terdapat hubungan yang positif antara kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja.
ENGLISH:
Transformational leadership is a leader who inspires, directs, and drives, as well as empowers the human resource to make a change of their value, attitude or culture of work toward a better than before. A transformational leader is characterized by charisma, inspiration, intellectual stimulation, and individual attention. Work satisfaction represents a favorable psychic situation because the fundamental demand of work is reflected by work satisfaction. Some factors are affecting work satisfaction such as perception over leader, work characteristic, interaction with peer,and career ladder. These variables are closely related to a company. A leader must meet the demand and the work satisfaction of employee through the highest values such as the actualization and the existence of employee in company.
Problems determined in this research are whether there is a relationship between transformational leadership and work satisfaction of employee. Therefore, the objective of research is to ensure whether there is a relationship between transformational leadership and work satisfaction of employee at PT Semen Gresik (Persero) Tbk.
Type of research is correlational quantitative study. Transformational leadership is set as independent variable (X), while work satisfaction is stood for dependent variable (Y). Product Moment Correlation technique is used to examine a positive relationship between transformational leadership and work satisfaction. The correlation is categorized to facilitate the determination of mean and deviation standard, and then followed by percentage analysis. The subject of research is 291 employees of PT Semen Gresik (Persero) Tbk, with 60 employee as sample. Two scales are used for the measuring device, which are transformational leadership scale and work satisfaction scale. These scale are self -made by the author in the form of likert scale with 24 items of each scale.
Result of research concerning with transformational leadership percentage indicates that of 60 respondents, there are 6 persons (10 %) who perceive transformational leadership in the high category, 50 persons (83.3 %) who perceive transformational leadership in the moderate category, and 4 persons (6.7 %) who perceive transformational leadership in the low category. Result of research concerning with work satisfaction percentage shows that of these 60 respondents, there are 6 persons (10 %) who perceive work satisfaction in the high category, 52 persons (83.3 %) who perceive work satisfaction in the moderate category, and 2 persons (6.7 %) who perceive work satisfaction in the low category. Result of conclude that both variables (with transformational lea dership and work satisfaction) produce a positive relationship (rxy = 0.817 with sig < 0.05). it is also meant that there is a positive relationship between transformational leadership and work satisfactionof employee at PT Semen Gresik (Persero) Tbk, where the significance value (2- tailed) = 0.000, which is below or smaller than 0.05.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah

Dalam abad informasi dan teknologi seperti sekarang ini, modernisasi dan globalisasi adalah hal yang tidak dapat terelakan lagi dalam semua aspek kehidupan, terutama bagi kehidupan perusahaan industri yang selalu ingin survive dan berkembang. Indonesia sebagai Negara berkembang banyak sekali pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta, dimana hal ini dapat dijadikan lahan basah untuk lebih memajukan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, khususnya perusahaan industri persemenan yang menjadi langkah awal dalam pembangunan infrasturktur yang jauh lebih baik. Tidak terelakkan lagi, bahwa semakin ketatnya persaingan yang terjadi di perusahaan persemenan yang ada di Indonesia, membuat pihak perusahaan harus membangun dan mempertahankan perusahaannya agar produk yang dihasilkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Untuk membangun perusahaan yang kuat, selain dibutuhkan penerapan dan pengembangan teknologi juga dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik, karena bagaimanapun canggihnya teknologi yang diterapkan oleh suatu perusahaan, tidak akan ada artinya tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan pengetahuan dengan baik. Douglas (2000) menjelaskan bahwa perusahaan membutuhkan karyawan yang mempunyai kinerja (job performance) yang tinggi. Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi baik organisasi dalam skala besar maupun kecil. Dalam suatu organisasi (perusahaan) sumber daya manusia dipandang sebagai unsur yang sangat menentukan dalam proses kemajuan perusahaan. Karena kemajuan perusahaan akan terealisasi dan memenuhi target atau tujuan yang ditetapkan apabila ditunjang oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Ketika menghadapi masa depan, perusahaan hanya akan berkembang dan maju, apabila cepat tanggap terhadap perubahan yang sedang dan akan terjadi (Siagian. 2004 dalam Fuad Nashori, 2009:189). Ada tuntutan untuk melakukan perubahan yang timbul, baik dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan (lingkungan). Oleh karena itu suatu perusahaan perlu melakukan penyesuaian diri dengan perkembangan lingkungan dan mampu mewujudkan perubahan itu sendiri. (Siagian, 2004 dalam fuad Nashori, 2009:190) mengemukakan bahwa organisasi (perusahaan) yang berhasil mewujudkan perubahan memiliki ciri-ciri, mampu bergerak lebih cepat, sadar tentang pentingnya komitmen pada peningkatan mutu produk, orientasi pada stakeholder (pemangku kepentingan), peningkatan keterlibatan anggota organisasi, serta organisasi yang strukturnya menjurus pada bentuk yang semakin mendatar dan bukan piramidal. Sedangkan dalam mengelola perubahan itu sendiri dapat dikatakan sebagai proses yang dilakukan secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari proses tersebut (Potts & LaMarsh dalam wibowo, 2006). Salah satu hal yang memegang peranan penting dalam mengelola perubahan adalah pemimpin. Landrum, Howell & Paris,2000 (dalam Fuad Nashori, 2009:190) mengatakan bahwa kepemimpinan dan strategi memiliki hubungan yang kuat, kepemimpinan merupakan faktor penting untuk mensukseskan strategi perubahan. Wibowo, 2006 (dalam Fuad Nashori, 2009:190) memandang bahwa dalam memimpin perubahan strategis, pemimpin harus bersedia menghadapi tantangan dan hambatan serta mampu menerobos inovasi, melakukan pertumbuhan dan memiliki taktik dalam menentukan perubahan. Dari alasan-alasan tersebut suatu perusahaan membutuhkan figur atau sosok seorang pemimpin yang mampu memotivasi, mengkoordinasi orang-orang atau karyawan ke dalam kelompok kerja (team work) serta mengintegrasikan mereka ke dalam situasi atau iklim kerja yang solid dan harmonis guna mencapai tujuan bersama dan juga memenuhi kebutuhan dari karyawannya. Kepemimpinan menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002:874) adalah cara memimpin suatu organisasi meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi dan memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan serta mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Dalam suatu organisasi baik formal maupun informal, peran pemimpin dengan kepemimpinannya merupakan suatu elemen yang sangat penting. Kita sering mendengar, bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi sebagian besar ditentukan oleh pemimpin dengan kepemimpinannya, seperti yang dikatakan oleh Miftah Thoha (1988:1) “Pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan”. Hal ini menunjukan bahwa posisi pemimpin dalam suatu organisasi sangatlah penting. Banyak sekali gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin di perusahaan yang ada saat ini, seperti kepemimpinan transformasional yang merupakan kepemimpinan yang mampu menginspirasi, mengarahkan, dan menggerakkan pengikut kepada perubahan ke arah yang lebih baik dan inovatif untuk mencapai tujuan perusahaan. Selain itu, penting sekali bagi seorang pemimpin perusahaan untuk memperhatikan kebutuhan kerja karyawan, karena dengan terpenuhinya kebutuhan karyawan dalam bekerja secara bersamaan karyawan akan merasakan kepuasan dalam bekerja. Kepuasan Kerja merupakan keadaan psikis yang menyenangkan karena terpenuhinya kebutuhan dasar dalam bekerja, Karena dengan memperhatikan kepuasan kerja karyawan, perusahaan dapat menciptakan sumber daya manusia yang memiliki semangat kerja yang tinggi dan secara bersamaan kinerja karyawan dalam bekerja juga akan meningkat. Luthans (1998), mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu keadaan emosi seseorang baik yang bersifat menyenangkan atau tidak menyenangkan yang dihasilkan dari penilaian suatu pekerjaan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan diantaranya yaitu persepsi kepemimpinan, karakteristik pekerjaan, interaksi dengan rekan kerja, jenjang karir, tempat kerja, kompensasi. Dengan adanya visi PT Semen Gresik (Persero) Tbk untuk menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara. maka perusahaan tidak hanya menerapkan sistem dan teknologi yang canggih saja tetapi harus memiliki sumber daya manusia yang mampu untuk bersaing secara global. Hal ini bisa di mulai dengan memilih dan menentukan seorang pemimpin yang dapat memotivasi, mengkoordinasi karyawan ke dalam kelompok kerja (team work) serta mengintegrasikan mereka ke dalam situasi atau iklim kerja yang solid dan harmonis guna mencapai tujuan bersama. Keterkaitan antara kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja dapat diketahui oleh pengaruh yang diberikan pemimpin transformasional terhadap staf atau karyawannya dalam bekerja, dari uraian di atas dapat diketahui bahwa kepemimpinan transformasional merupakan kepemimpinan yang mampu menginspirasi, mengarahkan, dan menggerakkan pengikut untuk melakukan perubahan melalui pemberdayaan dalam mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan transformasional memandang bahwa karyawannya tidak hanya membantu pekerjaannya saja, tetapi dianggap sebagai rekan kerja yang selalu menghormati, menghargai martabat dan kemampuan yang dimiliki oleh stafnya. Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Keller (1992), mengemukakan bahwa praktik kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan kepuasan kerja bagi karyawan karena terkait dengan kebutuhan karyawan yang lebih tinggi seperti kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri terpenuhi.Selain itu Pawar dan Eastman (1997) bahwa praktik gaya kepemimpinan transformasional mampu membawa perubahan-perubahan yang lebih mendasar seperti nilai-nilai, tujuan, dan kebutuhan karyawan dan perubahan-perubahan tersebut berdampak pada meningkatnya kepuasan kerja karyawan karena terpenuhinya kebutuhan yang lebih tinggi. Senada dengan pendapat para ahli sebelumnya, Bycio dkk. (1995) serta Howell dan Avolio (1993) mengemukakan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki keterkaitan yang positif terhadap kepuasan kerja karyawan karena karyawan merasa dihargai eksistensinya di perusahaan. Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan penelitian mengenai hubungan kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja karyawan di PT Semen Gresik (Persero) Tbk. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja karyawan ? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan kepuasan kerja Karyawan di PT Semen Gresik (Persero) Tbk, serta untuk menambah khasanah ilmu mengenai kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja karyawan. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi perusahaan, diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk meninjau kembali terhadap manajemen SDM kaitannya dengan kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja karyawan. 2. Bagi para peniliti, sebagai salah satu bahan kajian empiris terutama dalam bidang industri khususnya hubungan kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja karyawan. 3. Bagi peniliti, memberikan solusi dalam pemecahan suatu masalah yang empiris dan didukung oleh teori sehingga dapat memberikan pola pikir yang terstruktur dalam memecahkan suatu permasalahan. 4. Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan memperluas ilmu psikologi, khususnya psikologi industri dan Organisasi.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Hubungan kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja karyawan di PT Semen Gresik (persero) TBK." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment