Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, June 10, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah:Hak waris bagi pemohon euthanasia perspektif hukum Islam

Abstract

INDONESIA:
Penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan hak waris bagi pemohon euthanasia. Euthanasia adalah suatu tindakan pembunuhan dari segi medis yang dilakukan dengan disengaja, baik dengan aksi atau dengan penghilangan suatu hak pengobatan yang seharusnya didapatkan oleh pasien. sehingga pasien tersebut dapat meninggal secara cepat dan wajar. Euthanasia bisa terjadi karena permintaan dari pasien, tim medis atau berasal dari pihak keluarga pasien. Permasalahannya di sini adalah ketika tindakan euthanasia tersebut dilakukan atas dasar permohonan atau persetujuan dari pihak keluarga dengan dokter atau tim medis yang menangani pasien, yang tindakan tersebut mempunyai potensi menghilangkan nyawa. Sedangkan dalam Islam disebutkan bahwa sebab- sebab hilangnya hak waris bagi ahli waris ada tiga, salah satunya adalah membunuh.
Dilihat dari jenisnya, penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan dan juga penelitian normatif ferivikatif. Dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer berupa dalil-dalil yang ada di dalam al-Qur’an yang berkaitan dengan permasalahan hak waris; buku-buku yang menghimpun hadits-hadits Nabi seperti Mukhtashar Nailul Authar, karya Al-Imam Asy-Syaukani, al-Lu’lu’ wal Marjân karya Muhammad Fuad ‘Abdul Baqi; dan buku Kematian Medis (Mercy Killing) karya Muhammad Yusuf. Kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode qiyâs, yakni menghubungkan suatu kasus yang tidak ada nash kepada kasus lain yang ada nash hukumnya karena antara keduanya terdapat kesamaan dalam ‘llat hukumnya.
Dalam istinbâth hukumnya, peneliti menggunakan hukum tindakan pembunuhan yang terdapat dalam hadits sebagai al-Ashlu dengan menetapkan ‘illat yang terkandung di dalamnya yaitu menghilangkan nyawa (adanya motif pembunuhan). Adapun hukum asal yang terdapat dalam hadits tersebut adalah haram hukumnya bagi pembunuh mewarisi dari orang yang dibunuhnya dan al-far’u adalah euthanasia pasif dimana peneliti telah menganalisis secara selektif diantara sifat- sifat yang terdapat di dalam euthanasia sekaligus menetapkan ‘illat yang terdapat di dalamnya yaitu menghilangkan nyawa.
Dari hasil penelitian tersebut, maka diperoleh kesimpulan bahwa status hukum hak waris bagi pemohon euthanasia pasif adalah pemohon euthanasia terhalangi haknya untuk mewarisi harta dari pewaris yang menjadi termohon.
ENGLISH:
This study was to answer the problem of inheritance rights for the applicant euthanasia. Euthanasia is an act of murder committed in terms of a medical mistake, either by action or omission of a right to treatment that should be taken by the patient. so that patients can die quickly and fairly. Euthanasia may occur because they demand from patients, medical teams, or derived from the patient's family. The problem here is when the act of euthanasia was performed on the basis of the request or consent of the family with a doctor or medical team treating patients, the action has the potential of killing. While in Islam states that the causes of loss of inheritance rights for the heirs of three, one of whom was killed.
Views of its kind, this study classified the research literature as well as normative studies verificative. In this study uses primary data source of the arguments in the Qur'an relating to inheritance rights issues; books that raise the hadiths of the Prophet as Mukhtasar Nailul Authar, the work of Al-Imam ash- Syaukani, al -Lu'lu 'wal Marjan works of Muhammad Fuad Abdul Baqi, and the book Death Medical (Mercy Killing) by Muhammad Yusuf. Then processed and analyzed using the method of qiyas, which connects a case that there are no other cases its nash to the existing legal texts because there are similarities between the legal ‘illat.
In its legal istinbâth, researchers used killing law of act that contained in hadith Al-Aslu by decciding Illat which its contained is killing soul (killing motive). The original law contained in the Hadith is unlawful for the murderer to inherit from the person who killed and its al-far'u is passive euthanasia, when researchers have analyzed selectivly among the properties contained in passive euthanasia as well as setting 'illat contained in it is of killing.

From this research, it is concluded that the legal status of the applicant's rights to inheritance for passive euthanasia, it’s hindered petitioner his right to inherit property from the heir to the respondent.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi al-Ahwal al-Syakhshiyyah" :Hak waris bagi pemohon euthanasia perspektif hukum IslamUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment