Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, December 6, 2011

STRATEGI PEMBELAJARAN 1 : Pengertian Strategi Pembelajaran


STRATEGI PEMBELAJARAN 

 A.   Pengertian Strategi Pembelajaran
Jika kita simak istilah strategi berasal dari bahasa yunani yaitu strategos yang artinya suatu usaha untuk mencapai kemenangan dalam suatu peperangan awalnya digunakan dalam lingkungan militer namun isilah strategi digunakan dalam berbagai bidang yang memiliki esensi yang relatif sama termasuk diadopsi dalam konteks pembelajaran yang dikenal dengan istilah strategi pembelajaran. Banyak konsep strategi yang dikemukakan oleh beberapa ahli khusunya berkenaan dengan strategi pembelajaran. Agar Anda memperoleh pemahaman yang medalam tentang makna dan hakikat strategi pembelajaran cermatilah konsep strategi pembelajaran sebagai berikut:
Strategi Pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan), termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran (Wina Sanjaya, 2006).
Menurut J.R David (1976) Strategi Pembelajaran adalah perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengertian dari Kemp (1995), Strategi Pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa/ agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Sementara itu Dick and Carey (1985) berpendapat bahwa Strategi Pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar siswa/peserta latih.
Pendapat dari Moedjiono (1993), Strategi Pembelajaran adalah kegiatan guru untuk memikirkan dan mengupayakan terjadinya konsistensi antara aspek-aspek dari komponen pembentuk sistem pembelajaran, dimana untuk itu guru menggunakan siasat tertentu. Dalam konteks pembelajaran, strategi pebelajaran diartikan oleh Gilstrap dan Martin dalam Soli Abimanyu (2008) sebagai pattern of teacher behavior that are recurrent, aplicable to various subject matters, characteristics of more that one teacher, and relevvant learning.
Pengertian lain dikemukakan oleh T Raka Joni (1980) Strategi belajar mengajar sebagai pola umum perbuatan guru murid di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar yang menunjuk pada karakteristik abstrak dari pada rentetan perbuatan guru murid tersebut.
Merujuk pada beberapa pendapat di atas strategi pembelajaran dapat dimaknai secara sempit dan luas. Secara sempit strategi mempunyai kesamaan dengan metoda yang berarti cara untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Secara luas strategi diartikan sebagai suatu cara penetapan keseluruhan aspek yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pada dimensi perencanaan strategi pembelajaran adalah disain yang memuat komponen komponen pembelajaran secara utuh sebagai rencana dalam melaksanakan pembelajaran. Pada dimensi pelaksanaan strategi pembelajaran merupakan upaya yang strategis dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menyelaraskan konsistensi komponen-komponen pembelajaran untuk mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dan meningkatkan kualitas hasil belajar. Seperti yang kita ketahui bahwa strategi pembelajaran adalah alat interaksi di dalam proses pembelajaran. Strategi pembelajaran yang digunakan harus menimbulkan aktifitas belajar yang baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.
Setelah mencermati konsep strategi pembelajaran, kita perlu mengkaji pula tentang istilah lain yang erat kaitanya dengan strategi pembelajaran dan memiliki keterkaitan makna yaitu pendekatan, metoda dan teknik. Mungkin Anda sering mendengar istilah pendekatan dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dimaksud dengan pendekatan dalam konteks pembelajaran dan strategi pembelajaran?. Coba anda maknai masing-masing istilah sehingga jelas perbedaannya dan jelas pula keterkaitan maknanya dalam konteks pembelajaran. Tentunya Anda sudah paham tentang pengertian strategi yang telah dijelaskan sebelumnya, namun apakah Anda sudah paham tentang perbedaan pengertian antara model, strategi, metode, teknik. Sekarang coba Anda perhatikan gambar di bawah ini:
 
Gambar: LIngkaran Model, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran.
Dari gambar di atas kita dapat memahami bahwa strategi merupakan bagian model pembelajaran, kemudian ada yang namanya metode pembelajaran, serta teknik mengajar. Berikut penjelasan dari istilah-istilah tersebut:
Pendekatan pembelajaran, Istilah pendekatan secara harfiah dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai ”proses, perbuatan, cara mendekati. Pendekatan adalah cara umum seorang guru memandang persoalan atau obyek sehingga diperoleh kesan tertentu. Lebih Lanjut T Raka Joni dalam Soli Abimayu, dkk (2008) mengemukakan: Pendekatan diartikan sebagai ” cara umum dalam memandang permasalahan dan obyek kajian sehingga berdampak ibarat seseorang menggunakan kacamata tertentu dalam memandang alam. Contohnya pendekatan sistem dalam pembelajaran artinya memandang pembelajaran sebagai suatu sistem yang terdiri dari kompoen- komponen yang satu sama lain saling berinteraksi berhubungan dan saling ketegantungan.
Model pembelajaran mempresentasikan level yang lebih besar dari praktek pembelajran dan menampilkan dasar filosofis tentang pembelajaran. Model pembelajaran ini digunakan untuk memilih dan menentukan strategi, metode, keterampilan mengajar, dan aktivitas siswa dalam penekanan proses pembelajaran. Pengelompokkan model pembelajaran menurut Joyce and Weil terbagi atas empat jenis, yaitu information processing, behaviourial, social interaction, and personal.
Strategi pembelajaran, strategi pembelajaran menentukan pendekatan bagi guru dalam menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran.
Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Dengan demikian suatu strategi dapat di laksanakan dengan berbagai metode.
Teknik pembelajaran merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Misalnya, cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien? Dengan demikian, sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi. Misalnya, berceramah pada siang hari setelah makan siang dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas.
Dari penjelasan di atas, maka dapat ditentukan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan; sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran guru dapat menentukan teknik yang dianggapnya relevan dengan metode, dan penggunaan teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dengan yang lain.
Ada lagi pendapat yang membedakan antara pendekatan, strategi dan model, seperti tampak pada bagan berikut di bawah ini:  

Melalui bagan tersebut secara visual kita dapat melihat secara jelas keterkaian antara pendekatan, strategi dan mettda. Contoh apabila guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru maka strtegi pembelajarn nya bisa ekspositorik atau deduktif. Sedngkan metoda yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran apakah menggunakan metoda ceramah, tanya jawab, demonstrasi atau ketiganya. Demikian pula halnya apabila guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa maka strategi yang dapat dipilih heuristik atau iduktif. Seangkan metoda yang digunakan bisa, diskusi, simulasi, eksperimen atau metoda-metoda pembelajaran (metoda mengajar) yang memungkinkan siswa aktif. Setelah membahas tentang strategi pembelajaran pada kegiatan belajar berkutnya akan kita kaji tentang variabel-varabel yang perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran
Tahapan Pembelajaran Secara umum ada tiga pokok dalam strategi pembelajaran. yakni tahap permulaan (prainstruksional). tahap pengajaran (instruksional), dan tahap penilaian dan tindak lanjut. Ketiga tahapan ini harus ditempuh pada setiap saat melaksanakan pengajaran. Jika, satu tahapan tersebut ditinggalkan, maka sebenarnya tidak dapat dikatakan telah terjadi proses pengajaran.
1. Tahap Pra-Instruksional Tahap prainstruksional adalah tahapan yang ditempuh guru pada saat ia memulai proses belajar dan pembelajaran. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru atau oleh siswa pada tahapan ini: a. Guru menanyakan kehadiran siswa, dan mencatat siapa yang tidak hadir. Kehadiran siswa dalam pengajaran, dapat dijadikan salah satu tolok ukur kemampuan guru pembelajaran. Tidak selalu ketidak hadiran siswa, disebabkan kondisi siswa yang bersangkutan (sakit. malas, bolos, dan Iain-lain), tetapi bisa juga terjadi karena pengajaran dan guru tidak menyenangkan, sikapnya tidak disukai oleh siswa, atau karena tindakan guru pada waktu pembelajaran sebelumnya dianggap merugikan siswa (penilaian tidak adil, memberi hukuman yang menyebabkan frustasi, rendah diri dan Iain-lain). b. Bertanya kepada siswa, sampai dimana pembahasan pelajaran sebelumnya Dengan demikian guru mengetahui ada tidaknya kebiasaan belajar siswa di rumahnya sendiri. setidak-tidaknya kesiapan siswa menghadapi pelajaran hari itu. c. Mengajukan pertanyaan kepada siswa di kelas, atau siswa tertentu tentang bahan pelajaran yang sudah diberikan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sampai di mana pemahaman materi yang telah diberikan. d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang belum dikuasainya dari pengajaran yang telah dilaksanakan sebelumnya. e. Mengulang kembali bahan pelajaran yang lalu (bahan pelajaran sebelumnya) secara singkat tapi mencakup semua bahan aspek yang telah dibahas sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai dasar bagi pelajaran yang akan dibahas hari berikutnya nanti, dan sebagai usaha dalam menciptakan kondisi belajar siswa. Tujuan tahapan ini, pada hakikatnya adalah mengungkapkan kembali tanggapan siswa terhadap bahan yang telah diterimanya, dan menumbuhkan kondisi belajar dalam hubungannya dengan pelajaran hari itu. Tahap prainstruksional dalam strategi pembelajaran mirip dengan kegiatan pemanasan dalam olah raga. Kegiatan ini akan mempengaruhi keberhasilan siswa.
2. Tahap Instruksional Tahap kedua adalah tahap pengajaran atau tahap inti. Yakni tahapan memberikan bahan pelajaran yang telah disusun guru sebelumnya. Secara umum dapat diidentifikasi beberapa kegiatan sebagai berikut. a. Menjelaskan pada siswa tujuan pengajaran yang harus di capai siswa. b. Menuliskan pokok materi yang akan dibahas hari itu yang diambil dari buku sumber yang telah disiapkan sebelumnya. c. Membahas pokok materi yang telah dituliskan tadi. Dalam pembahasan materi itu dapat ditempuh dua cara yakni: Pertama, pembahasan dimulai dari gambaran umum materi pengajaran menuju kepada topik secara lebih khusus. Cara kedua dimulai dari topik khusus menuju topik umum. d. Pada setiap pokok materi yang dibahas sebaiknya diberikan contoh-contoh konkret. Demikian pula siswa harus diberikan pertanyaan atau tugas, untuk mengetahui tingkat pemahaman dari setiap pokok materi yang telah dibahas. e. Penggunaan alat bantu pengajaran untuk memperjelas pembahasan setiap pokok materi sangat diperlukan. f. Menyimpulkan hasil pembahasan dari pokok materi. Kesimpulan ini dibuat oleh guru dan sebaiknya pokok-pokoknya ditulis dipapan tulis untuk dicatat siswa. Kesimpulan dapat pula dibuat guru bersama-sama siswa, bahkan kalau mungkin diserahkan sepenuhnya kepada siswa.
3. Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut Tahapan yang ketiga atau yang terakhir dari strategi menggunakan model pembelajaran adalah tahap evaluasi atau penilaian dan tindak lanjut dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan tahapan ini, ialah untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari tahapan kedua (instruksional). Ketiga tahap yang telah dibahas di atas, merupakan satu rangkaian kegiatan yang terpadu, tidak terpisahkan satu sama lain. Guru dituntut untuk mampu dan dapat mengatur waktu dan kegiatan secara fleksibel, sehingga ketiga rangkaian tersebut diterima oleh siswa secara utuh. Disinilah letak keterampilan profesional dari seorang guru dalam melaksanakan strategi pembelajaran. Kemampuan pembelajaran seperti dilukiskan dalam uraian di atas secara teoritis mudah dikuasai, namun dalam prakteknya tidak semudah seperti digambarkan. Hanya dengan latihan dan kebiasaan yang terencana, kemampuan itu dapat diperoleh.



Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment