Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, June 15, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan antara efikasi diri dengan motivasi berprestasi pada siswa kelas VIII di MTs Ahmad Yani Jabung Malang

Abstract

INDONESIA:
Siswa MTs. kelas VIII berada pada tahap mencari jati diri, pada masa ini siswa mulai mengidentifikasi keampuannya terutama dalam hal motivasi berprestasi, motivasi berprestasi yang tinggi yang dimiliki oleh siswa ditimbulkan oleh adanya dorongan yang muncul pada diri siswa tersebut. Dorongan ini biasanya akan menjadikan siswa berusaha melakukan yang terbaik, memiliki kepercayaan terhadap kemampuan untuk bekerja mandiri, bersikap optimis, dan memiliki ketidak puasan terhadap prestasi yang telah diperoleh, doronagn yang timbul ini dinamakan keyakinan diri ( efikasi diri). Self efficacy atau efikasi diri adalah keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu meraih hasil yang diinginkan, seperti penguasaan suatu ketrampilan baru atau mencapai suatu tujuan. Sedangkan motivasi berprestasi kebutuhan untuk berprestasi dapat diartikan sebagai hasrat untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih efisien daripada yang telah dilakukan sebelumnya ( Robbins, 2002). Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi seseorang adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efikasi diri dan motivasi berprestasi pada siswa MTs. Ahmad Yani Jabung Malang, serta untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan motivasi berprestasi siswa MTs kelas VIII Ahmad Yani Jabung Malang.
Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kauntitatif korelasi yaitu untuk mengetahui hubungan dari suatu varibel terhadap varibel lainnya. Subyek yang diambil dalam penelitian adalah siswa MTs kelas VIII Ahmad Yani Jabung Malang yang berjumlah 69 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah . Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala efikasi diri dan skala motivasi berprestasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik uji korelasi product moment.
Pada penelitian ini ditemukan bahwa mayoritas siswa MTs. Ahmad Yani Jabung Malang mempunyai tingkat efikasi diri yang sedang yaitu dengan presentase 44, 9% ( 31 siswa), sedangkan 20, 3% ( 14 siswa) memiliki efikasi diri yang tinggi, dan 11, 6% ( 8 siswa) memiliki efikasi diri yang rendah. Untuk tingkat motivasi berprestasi ditemukan bahwa mayoritas siswa MTs. Ahmad Yani Jabung Malang berada pada kategori sedang dengan presentase 40, 6% ( 28 siswa), sedangkan 8, 7% ( 6 siswa) memiliki tingkat motivasi berprestasi tinggi, dan 31, 9% ( 22 siswa) memiliki tingkat motivasi berprestasi rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan motivasi berprestasi pada siswa MTs. Ahmad Yani Jabung Malang, hal ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi rxy = 0,719 dengan p = 0,000 dan berada pada taraf signifikansi 0,01 sehingga p < 0,01, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima.
ENGLISH:
Students MTs. eighth grade at the stage of looking for identity, at this time the students begin to identify ability specially in terms of achievement motivation, high achievement motivation possessed by students caused by the encouragement that appear on the students themselves. This encouragement will usually make the students strive to do our best, have confidence in the ability to work independently, be optimistic, and have a dissatisfaction of the achievements that have been obtained, arising doronagn is called self confidence (self-efficacy). One of the factors that affect a person's achievement motivation is self-efficacy. This study aims to determine the level of self-efficacy and achievement motivation in students MTs. Ahmad Yani Jabung Malang, as well as to determine the relationship of self-efficacy and achievement motivation eighth grade students of MTs Ahmad Yani Jabung Malang.
This study uses correlation quntitative kind of research is to determine the relationship of one variable to another variable. The subjects were taken in the study were students of class VIII MTs Ahmad Yani Jabung Malang, amounting to 69 students. Sampling technique in this study was. Methods of data collection in this study using a self-efficacy scale and the scale of achievement motivation. The data analysis technique used is the product moment correlation test.

This study found that the majority of students MTs. Ahmad Yani Jabung Malang has a level of self-efficacy is that the percentage of 44, 9% (31 students), while the 20, 3% (14 students) had high self-efficacy, and 11, 6% (8 students) have a self-efficacy low. To the level of achievement motivation was found that the majority of students MTs. Ahmad Yani Jabung Malang in middle category with a percentage of 40, 6% (28 students), whereas 8, 7% (6 students) have a high level of achievement motivation, and 31, 9% (22 students) had lower levels of achievement motivation. The results showed that there is a significant positive relationship between self- efficacy and achievement motivation in students MTs. Ahmad Yani Jabung Malang, this is indicated by the correlation coefficient r xy = 0.719 and p = 0.000 at significance level of 0.01 was so p <0.01, thus it can be concluded that the hypothesis is accepted


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pendidikan saat ini semakin mendapat perhatian dari pemerintah. Berbagai kebijakan dan perbaikanpun dilakukanya. Salah satu kebijakan pemerintah yang kini terus dikembangkan adalah Madrasah Tsanawiah ( MTs) yang tujuannya untuk mencetak siswa-siswi yang memiliki kedalaman moral disamping kecerdasan intlektual. Madrasah Tsanawiah ( MTs) merupakan lembaga pendidikan jenjang menengah yang lebih menekankan pada sisi keagamaanya dibandingkan dengan materi bidang umum, sehingga lulusanya memiliki ahlaq atau moral yang baik. Siswa-siswi Madrasah Tsanawiah ( MTs) memiliki kualitas yang tidak kalah dengan siswa-siswi yang menempuh disekolah yang berbasis umum asalkan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar. Tingkat motivasi belajar maupun tingkat motivasi berprestasi siswa-siswi beragam. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan masing-masing individu.1 Sering kali terlihat bahwa siswa yang mempunyai kecerdasan ratarata mempunyai kecenderungan motivasi yang lebih adaptif misalnya mengerjakan tugasnya dengan tekun dan lebih yakin dengan kemampuan mereka. Sebaliknya, siswa yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata 1 .Dr. Oemar Hamalik. 2010. Psikologi Belajar mengajar. Hal: 178. 2 memiliki kecenderungan berprestasi yang kurang, misalnya tidak yakin dengan kemampuan akademisnya sendiri dan mudah putus asa. Hal ini terjadi karena memang pada dasarnya pada setiap individu memiliki tingkat morivasi dalam hal prestasi yang berbeda anatara individu satu dengan individu lainnya. Douglas McGregor dalam Robbins mengemukakan dua pandangan nyata mengenai manusia; pandangan pertama pada dasarnya negatif, disebut teori X, dan yang kedua pada dasarnya positif disebut teori Y, 2 artinya memang pada dasarnya setiap individu memiliki keberbedaan antara tingkat motivasi berprestasi antara individu satu dengan individu lainya hal ini karena dipengearuhi oleh kebutuhan mereka yang bervariasi. Maslow dalam Robbins memisahkan lima kebutuhan ke dalam urut-urutan yang lebih tinggi dan rendah. Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah, kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas.3 Selain itu, Mc Clelland berpendapat individu memiliki kebutuhan pencapaian, kebutuhan kekuatan, dan kebutuhan hubungan. Oleh karena itu individu memiliki dorongan yang kuat untuk berhasil. Mereka lebih berjuang untuk memperoleh pencapaian pribadi daripada memperoleh penghargaan. Mereka memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu dengan dengan lebih baik dan lebih efisien disbanding sebelumnya. 2 . Spephen P. Robins, dkk. 2008 : 225 3 . Spephen P. Robins, dkk. 2008 : 224 3 Sehingga kebutuhan- kebutuhan yang telah dikemukakan oleh beberapa tokoh diatas jelas bahwa motivasi berprestasi siswa dipengaruhi oleh kebutuhan pencapaian, kebutuhan kekuatan, dan kebutuhan hubungan. 4 Siswa yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Ahmad Yani Jabung Malang. Dalam kenyataanya, motivasi berprestasi disekolah ini tergolong rata-rata siswa-siswi mempunyai motivasi berprestasi yang sedang, akan tetapi ada beberapa siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru disekolah tersebut diketahui motivasi berprestasi mereka tergolong Sedang, yakani berkisar tuju sampai delapan.5 Prestasi yang tinggi dapat diperoleh jika siswa memiliki dorongan untuk mencapainya. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, akan memperoleh prestasi yang tinggi pula. 6 Seseorang yang mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi maka dia akan berusaha melakukan yang terbaik, memiliki kepercayaan terhadap kemampuan untuk bekerja mandiri, bersikap optimis, dan memiliki ketidak puasan terhadap prestasi yang telah diperoleh sehingga seseorang yang mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi pada umumnya lebih berhasil dalam menjalankan tugas dibandingakan mereka yang memiliki 4 . Spephen P. Robins, dkk. 2008 : 230. 5 . Hasil wawancara dengan salah satu guru MTs Ahmad Yani Jabung pada tanggal ( 20 2 2014). 6 . Sappaile, 2007; 999. 4 motivasi yang rendah. Tumbuhnya motivasi berprestasi siswa dibutuhkan tiga komponen penting yaitu peran siswa itu sendiri, peran guru, dan peran orang tua siswa.7 Dari penelitian kebutuhan terhadap kebutuhan pencapaian, Mc Clelland menemukan individu dengan prestasi tinggi membedakan diri mereka dari individu lain menurut keinginan mereka untuk melakukan hal- hal dengan baik. Mereka mencari situasi- situasi di mana bisa mendapatkan tanggung jawab pribadi guna mencari solusi atas berbagai masalah, bisa menerima umpan balik yang cepat tentang kinerja sehingga dapat dengan mudah menentukan apakah mereka berkembang atau tidak, dan di mana mereka bisa menentukan tujuan- tujuan yang cukup menantang.8 Selanjutnya pada teori evaluasi kognitif menyatakan bahwa pemberian penghargaan- penghargaan ekstrinsik untuk prilaku yang sebelumnya memuaskan secara instrinsik cenderung meningkatkan motivasi secara keseluruhan. 9 Dari teori ini dapat diambil kesimpulan bahwa pada dasarnya motivasi berprestasi setiap individu berbeda. Hal ini terjadi karena ada dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah sesuatu yang terjadi didalam diri individu sendiri 7 . Lundeto, 2008 8 . Spephen P. Robins, dkk. 2008 : 230-231. 9 .------------------------------------------: 233 5 yang dalam hal ini adalah efikasi diri. Sedangkan faktor ekternal adalah sesuatu yang mendukung motivasi belajar individu dari luar.10 Efikasi diri adalah salah satu proses mental yang mana sangat dimungkinkan terkait dengan motivasi berprestasi. Terbentuknya efikasi diri banyak dipengaruhi oleh proses kognitif pada diri individu dalam menghadapi kesulitan hidup atau kondisi ketertekanan yang dialami. Bandura (1997) menjelaskan efikasi diri adalah keyakinan atau pengharapan tentang sejauh mana individu memperkirakan kemampuan dirinya dalam melaksanakan tugas atau tindakan tertentu. Efikasi diri mempunyai peranan dalam pengendalian reaksi terhadap tekanan, dimana keyakinan akan kemampuan yang dimilikinya akan menentukan apakah individu akan mencoba mengatasi situasi yang sulit atau tidak. Individu yang mempunyai efikasi diri yang tinggi akan melakukan usaha yang lebih keras untuk mengatasi semua kesulitan, individu akan berusaha menggerakkan seluruh kemampuan dan menentukan atau merencanakan tindakan apa yang dibutuhkan untuk mencapai situasi yang dibutuhkan. Setiap manusia diberikan kemampuan oleh Tuhan, dengan kemampuan tersebut manusia menjadi berbeda dengan makhluk yang lain. Kemampuan yang menjadi bekal bagi individu yang bersangkutan untuk menjalani kehidupan. Individu adalah seperti yang dia pikirkan, jika berpikir akan berhasil, maka kemungkinan besar keberhasilan 10 . Kesimpulan dari teori evaluasi kognitif. 6 tersebut akan mampu untuk diraih, begitu juga sebaliknya. Karena dasarnya setiap individu sudah memiliki kemampuan yang menjadi modal untuk mencapai keberhasilan. Kuncinya adalah pada keyakinan. Orang- orang yang yakin bahwa dia mampu mencapai keberhasilan, akan termotivasi untuk melakukan usaha agar tujuannya tercapai. Maka, orang yang gagal bisa jadi bukan karena dia tidak mampu, tapi karena dia tidak yakin bahwa dia bisa. Keyakinan akan kemampuan diri sering dikenal dengan efikasi diri. Efikasi diri atau efikasi ekspektasi ( self effication – efficacy expectasion) adalah persepsi diri sendiri mengenai seberapa bagus diri dapat berfungsi dalam situasi tertentu. Efikasi diri berhubungan dengan keyakinan bahwa diri memiliki kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan. Efikasi adalah penilaian diri, apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau yang buruk, tepat atau salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Efikasi ini berbeda dengan inspirasi ( cita- cita), karena cita- cita menggambarkan sesuatu yang ideal yang seharusnya ( dapat dicapai ), sedangkan efikasi diri menggambarkan penilaian kemampuan diri.11 Lebih lanjut bandura mengatakan, bahwa efikasi diri adalah salah satu komponen dari pengetahuan tentang diri ( self knowledge) yang paling berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Bandura juga menegaskan bahwa semua proses perubahan psikologi dipengaruhi oleh 11 . Online tanggal 7 Juni, Gugum Gumilar, www. Gumilarcenter.com, 2007. 7 efikasi diri.12 Menurut Wood dan Bandura, mengatakan bahwa efikasi diri merupakan kepercayaan tentang kemampuan seseorang dalam mengarahkan motivasi, sumber daya kognitif, dan menentukan tindakan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu situasi yang diinginkan.13 Konsep dasar efikasi diri adalah pada masalah adanya keyakinan bahwa pada setiap individu mempunyai kemampuan mengontrol pikiran, perasaan dan perilakunya. Dengan demikian efikasi diri merupakan masalah persepsi subyektif. Artinya efikasi diri tidak selalu menggambarkan kemampuan yang sebenarnya, tetapi terkait dengan keyakinan yang dimiliki individu).14 Dalam bukunya self efficacy, the exercise of control Bandura menyebutkan “ self efficacy refers tobeliefts in one’s capability to organize and execute the courses of action required to produce gevin attainments”. 15 Dari definisi yang dirumuskan Bandura diatas dapat dipahami bahwa Efikasi Diri merupakan keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan serangkaian tindakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkan. Bandura menyatakan bahwa Efikasi Diri mempengaruhi bagaimana individu beraktifitas, seberapa jauh usaha individu dalam menghadapi tugas 12 . Bandura ( 1986: 309). 13 . Dalam Calvin S. Hall dan Linzey, 1993: 290) 14 . Bandura, 1986. 15 . -----------.1986. 8 tertentu, seberapa lama individu bertahan, dan reaksi emosi individu ketika menghadapi situasi atau tugas tertentu.16 Penelitian tentang efikasi diri pernah dilakukan oleh Nicole A. Miils, Frank Parajes, Carol Herron dengan judul Self efficacy of college Intermediete French Students; Relatioan to Achievement and Motivation. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh efikasi diri dan motivasi terhadap prestasi pada mahasiswa menengah perancis dengan jumlah sampel 303. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesuksesan akademik dialami oleh mahasiswa yang mempersiapkan diri mereka sebisa mungkin dengan menggunakan sterategi metakognitif untuk memonitor waktu pekerjaan akademik. Mahasiswa dilaporkan mempunyai efikasi diri, regulasi diri, ketertarikan, nilai dan keyamanan dalam belajar lebih tinggi daripada mahasiswa lain. Walaupun pada faktanya tidak ada perbedaan prestasi antara mahasiswa dan mahsiswi, interpretasi pada penelitian ini menggunakan teori kognitif social Albert Bandura. Penelitian lain dilakukan oleh Sidsel Skaalvik dan Einar M. Skaalvik tentang tentang hubungan antara Self Consept dan Self Efficacy pada matematika dengan motivasi dan prestasi matematika, atau sebaliknya. Penelitian ini juga menguji pengaruh self percepcion terhadap prestasi yang diterangkan oleh orientasi tujuan siswa, ketertarikan atau harga diri. Partisipannya adalah 246 siswa menengah 16 . Hevin, L.A & Jhon, 2001. 9 pertama dan 484 siswa menengah atas ( kelas 1 dan 2). Prestasi diukur saat ujian akhir sekolah, sedangakan self percepcion, ketertarikan, dan orientasi tujuan diukur saat awal kelas 2. Hasil penelitai ini menunjukan bahwa self perception lebih mempengaruhi siswa terhadap prestasi dari pada prestasi terhadap self perception. Walaupun tidak ada fakta bahwa efek self perception terhadap prestasi dimediasi oleh ketertarikan, orientasi tujuan, atau harga diri mereka.17 Selanjutnya penelitian tentang efikasi diri dan motivasi berprestasi yang hanya menggunakan dua variabel ini pernah dilakukan oleh Fransiska Febby Petriani, dengan judul hubungan self efficacy dengan motivasi berprestasi penari Bali remaja di Kabupaten Gianyar. Dengan populasinya penari Bali remaja di Kabupaten Gianyar, jumlah sampel 60 orang, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan validitas diatas 0, 03. Reliabilitas alat ukur self efficacy sebesar 0,911 dan motivasi berprestasi sebesar 0,933. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik korelasi produck moment. Hasinya penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara self efficacy dengan motivasi beprestasi penari Bali remaja di Kabupaten Gianyar sebesar 0, 968 dengan nilai signifikansi ( 2- tailed) 0,000. Hubungan yang terjadi diantara dua variabel adalah searah. 17 . Online tanggal 5 juni, Sidsel & Einer Skaalvik, www. Portal.acm. org. 10 Semakin tinggi self efficacy, maka semakin tinggi motivasi berprestasi penari Bali remaja di Kabupaten Gianyar.18 Kedua penelitian diatas memisahkan variabel motivasi berprestasi serta terdapat variabel selain efikasi diri yang mempengaruhi motivasi dan prestasi, akan tetapi pada satu penelitian terakhir ditemukan penelitian yang hanya menggunakan dua variabel yaitu efikasi diri dan motivasi berprestasi. Dari kedua hasil penelitian diatas jelas sekali bahwa efikasi diri memang berhubungan terhadap motivasi berprestasi. Hal ini dibuktikan pada hasil penelitian yang pertama yang dilakukan oleh Nicole A. Miils, Frank Parajes, Carol Herron. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesuksesan akademik dialami oleh mahasiswa yang mempersiapkan diri mereka sebisa mungkin dengan menggunakan sterategi metakognitif untuk memonitor waktu pekerjaan akademik. Mahasiswa dilaporkan mempunyai efikasi diri, regulasi diri, ketertarikan, nilai dan keyamanan dalam belajar lebih tinggi daripada mahasiswa lain. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Fransiska Febby Petriani. Dengan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara self efficacy dengan motivasi beprestasi penari Bali remaja di Kabupaten Gianyar sebesar 0, 968 dengan nilai signifikansi ( 2- tailed) 0,000. Hubungan yang terjadi diantara dua variabel adalah searah. Semakin 18 . Fransiska Febby P. 2012. thesis. 11 tinggi self efficacy, maka semakin tinggi motivasi berprestasi penari Bali remaja di Kabupaten Gianyar. Dari hasil penelitain yang telah dilakukan oleh oleh Nicole A. Miils, Frank Parajes, Carol Herron dan Fransiska Febby Petriani membuktikan bahwa efikasi diri memang mempunyai hubungan dengan motivasi berprestasi, dalam bidang akademik dan non akademik. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk memfokuskan terhadap dua varibel, yaitu efikasi diri dan motivasi berprestasi. Pentingnya efikasi diri dan motivasi berprestasi ini juga dipaparkan oleh salah satu tenaga pendidik yang menyatakan bahwa disekolah banyak ditemui siswa tergolong rajin, mereka mau mengerjakan PR, mengerjakan soal- soal yang diberikan oleh guru, dan lain sebagainya. Akan tetapi prestasi yang didapat disekolah tergolong sedang atau biasa-biasa saja. Sehingga diperlukan motivasi berprestasi yang lebih agar prestasi yang diperoleh siswa maksimal. Agar prestasi yang didapat maksimal, siswa membutuhkan keyakinan akan kemampuan diri sendiri atau yang disebut efikasi diri. Hal diatas tentu saja akan berdampak positif terhadap keberhasilan siswa tersebut. 19 Pendidik yang lain juga bertutur tentang siswa-siswi yang duduk di kelas VIII, bahwa dari 69 siswa yang duduk dikelas VIII memang memiliki keyakinan diri dalam meraih prestasi didalam kelas tergolong 19 . Hasil wawancara dengan guru dan observasi langsung pada siswa MTs Ahmad Yani Jabung Malang pada tanggal 6 Maret 2014. 12 sedang, akan tetapi guru-guru MTs. Ahmad Yani Jabung Malang mencoba melihat sisi lain dari siswa siswi tersebut berupa kreatifitas mereka. Guru- guru terus memotivasi mereka, dan terbukti mereka sedikit demi sedikit bisa berprestasi seperti siswa yang lainnya ( hasil wawancara dengan guru- guru MTs. Ahmad Yani Jabung Malang dan juga melihat dari nilai raport semester I, II pada bulan Mei 2014 ). Selanjutnya siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi pada siswa MTs. Ahmad Yani Jabung ini biasanta dilihat dari produk atau hasil yang menandai seperti: Mendapat peringkat sepuluh (10) besar dikelasnya, Sering mendapat prestasi yang bagus dalam kegiatan non akademik, seperti drum band.20 Prestasi memang sangat penting dalam proses belajar- mengajar. Prestasi tentunya tidak muncul dengan sendirinya, terdapat faktor lain yang mempengaruhi yaitu motivasi. Demikian juga motivasi tidak muncul secara tiba-tiba, ada sesuatu yang menyebabkannya yaitu efikasi diri. Hal ini seperti yang dipaparkan Bandura dalam bukunya Self Efficacy: The Exercise of Control, bahwa “ Efficacy Beliefs contributed to accomplishment both motivationally and through support strategic thinking.”. 21 Berdasarkan paparan diatas, peneliti merasa penting untuk melakukan penelitian tentang efikasi diri dan motivasi berprestasi pada 20 . Hasil wawancara dengan sebagian guru MTs Ahmad Yani Jabung Malang pada tanggal 6 Maret 2014. 21 . Bandura, 1998: 215. 13 siswa. Dalam hal ini, peneliti lebih memfokuskan untuk melakukan penelitian tentang hubungan antara efikasi diri dengan motivasi berprestasi pada siswa kelas VIII MTs. Ahmad Yani Jabung Malang. B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana Tingkat Efikasi Diri siswa MTs Ahmad Yani Jabung Malang? 2. Bagaimana Tingkat Motivasi Berprestasi siswa MTs Ahmad Yani Jabung Malang? 3. Apakah ada hubungan Tingkat Efikasi Diri dengan tingkat Motivasi berprestasi pada siswa kelas VIII MTs. Ahmad Yani Jabung Malang? C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui Tingkat Efikasi Diri pada siswa MTs Ahmad Yani Jabung Malang. 2. Untuk mengetahui Tingkat Motivasi Berprestasi siswa MTs Ahmad Yani Jabung Malang. 3. Untuk mengetahui hubungan Tingkat Efikasi Diri dengan tingkat Motivasi Berprestasi pada siswa kelas VIII MTs Ahmad Yani Jabung Malang. 14 D. MANFAAT Adapun manfaat yang diharapkan dapat diambil dengan disusunnya skripsi ini antara lain adalah: 1. Secara teoritis: Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan bagi keilmuan yang terkait dan dapat menjadi referensi bagi penelitian berikutnya. 2. Secara praktis: a. Bagi pengembangan ilmu Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi perkembangan ilmu di bidang psikologi pendidikan khususnya tinjauan tentang hubungan efikasi diri dengan motivasi berprestasi. b. Bagi lembaga tempat penelitian Dengan hasil penelitian ini bisa menjadi pemicu dan feed back terhadap pembangunan system pendidikan yang sedang berlangsung di lembaga tersebut. 15 c. Bagi peneliti Dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dengan memadukan pengetahuan praktis yang ada di sekolah dan teori ataupun pandangan ilmiah yang telah diperoleh di bangku kuliah.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Hubungan antara efikasi diri dengan motivasi berprestasi pada siswa kelas VIII di MTs Ahmad Yani Jabung Malang" Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini

DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment