Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan komunikasi organisasi dengan konflik kerja di PT. Merapi Utama Pharma cabang Malang

Abstract

INDONESIA :
Dalam kehidupan berorganisasi komunikasi sudah dianggap salah satu kebutuhan pokok, karena komunikasi terjadi dalam saat dan selalu berada dalam ruang dan waktu yang tidak lepas dari kehidupan manusia. Bermula dari komunikasi inilah memang memunculkan peluang-peluang konflik antara pimpinan dengan bawahan atau sebaliknya, baik disengaja maupun tidak yang ujung-ujungnya menimbulkan konflik yang berhubungan dengan pekerjaan karyawan itu sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat komunikasi organisasi, tingkat konflik kerja, dan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan komunikasi organisasi dengan konflik kerja di PT. Merapi Utama Pharma Cabang Malang.
Hipotesis yang diajukan dari penelitian ini adalah: adanya hubungan negatif yang signifikan antara komunikasi organisasi dengan konflik kerja di PT Merapi Utama Pharma Cabang Malang yaitu semakin tinggi komunikasi organisasi semakin rendah tingkat konlik kerja dan sebaliknya semakin rendah tingkat komunikasi organisasi semakin tinggi tingkat konflik kerja, instrumen yang dipakai dalam pengumpulan data penelitian ini adalah dengan angket dan jenis penelitian ini adalah penelitian populasi karena subyek penelitian kurang dari seratus subyek dengan subyek penelitian seluruh karyawan PT. Merapi Utama Pharma Cabang Malang.
Dari hasil penelitian mengenai Komunikasi Organisasi dapat dilihat bahwa secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa Komunikasi Organisasi dan konflik kerja pada PT. Merapi Utama Pharma Malang secara garis besar dalam kategori sedang, hal tersebut didasarkan pada jumlah prosentase terbesar dari komunikasi organisasi dan konflik kerja yang telah di dapat setelah dilakukan penelitian.
Dari penelitian ini metode analisis data mengunakan anlisis korelasi produk momen karl persons didapatkan hasil 0,000 dimana taraf signifikansinya adalah 5%. Jumlah subyek 37 orang diketahui r tabel 0,325 dan rxy -0,834 sehingga rxy < r tabel yang berarti hipotesa yang diajukan peneliti diterima yang berbunyi "Ada hubungan negatif yang signifikan antara Komunikasi Organisasi terhadap Konflik kerja pada PT. Merapi Utama Pharma Malang diterima. Hal ini berarti jika komunikasi organisasi yang dimiiliki karyawan tinggi maka konflik kerjanya akan rendah tetapi jika Komunikasi Organisasinya rendah maka konflik kerjanya akan tinggi.
ENGLISH :
In the life organization of our communication has been assumsed one of the vital aspect, because communications happened in every moment and always on room and time which don’t get out of human life. Begining from thiS Communications is it true peep out opportunities of conflict between leader with subordinate or on the contrary, eventhough for intended or not intended which the later can generating conflict which related to work of the employees.
This research aim to know organization of communication level, work conflict level, and to know there is or no about organization of communication relation with work conflict in PT. Merapi Utama Pharma branch of Malang.
Hypothesis which raised from this research is: existence of negative relation which significant between organization communication with work conflict in PT Merapi Utama branch of Malang that is excelsior progressively of organization communication, progressively lower level of work conflict, contrary, progressively lower organization communication level, excelsior work conflict level, instrument weared on the data collected of this research is, with this research type and enquette is research of population caused research subject less than one hundred subject with research subject covering of all employees of PT. Merapi Utama Pharma branch of Malang.
From the research result concerning Organization Communication can be seen that in general can be taken conclusion that Organization Communication and work conflict in PT. Merapi Utama Pharma branch of Malang marginally in category is, the mentioned based on the amount of the biggest percentage from organization communication and work conflict which have been got after research done.
From this research, analysis method data use product moment correlation analysis karl persons got by result 0,000 where the level of that is 5%. Amount of subject 37 people known by r table of 0,325 and rxy - 0,834 so that rxy < r table which meaning hypothesizing which raised of researcher accepted which sounding "There is negative relation which significant between Organizational Communications to Work Conflict at PT. Merapi Utama Pharma Malang accepted”. The mentioned meaning, if Orgational Communications which employee had high, hence the work conflict would be low, but if the Organization Communication is low, hence the work conflict would be high.

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Komunikasi selalu ada dalam kehidupan manusia, bahkan sejak manusia lahir sudah dimulai pembelajaran komunikasi. Dalam skala nasional berbangsa dan bernegara manusia tidak bisa lepas dari komunikasi untuk melancarkan berbagai kepentingan-kepentingan. Walaupun sering kali terjadi gesekan-gesekan dalam berkomunikasi yang pada akhirnya cenderung kearah konflik yang bersifat fisik. Dalam kehidupan berorganisasi komunikasi sudah dianggap salah satu kebutuhan pokok, karena komunikasi terjadi dalam saat dan selalu berada dalam ruang dan waktu yang tidak lepas dari kehidupan manusia. Iklim komunikasi yang kondusif antara pimpinan dengan bawahan atau sebaliknya, dan antar sesama karyawan menjadi keniscayaan untuk meminimalisir konflik kerja. Oleh karena itu komunikasi selalu memegang peranan yang sangat penting. Tanpa komunikasi tidak mungkin kerja sama antar manusia dapat terbentuk, bahkan tak mungkin kewenangan dan tugas seseorang dapat dijalankan, koordinasi antar instansi tak mungkin pula tercipta dengan harmonis Untuk menciptakan kerja sama dalam organisasi komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting, dengan komunikasi yang efektif kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ia mengatur berbagai macam aktifitas organisasi, sebaliknya apabila komunikasi tidak diterapkan secara baik dan efektif maka akan menghambat dan menyulitkan kerja sama dalam organisasi tersebut dan akan mengakibatkan ketegangan hubungan dikalangan anggota organisasi.2 Adanya berbagai kepentingan dalam dunia kerja terutama dalam lembaga yang bergerak dalam bidang bisnis dalam hal ini adalah perusahaan rentan sekali terjadi konflik yang di akibatkan oleh adanya komunikasi yang disengaja dengan maksud tertentu. Komunikasi yang terjadi antar karyawan dalam perusahaan tertentu misalnya, juga tidak menutup kemungkinan timbulnya konflik, bahkan kondisi ini selalu ada. Bermula dari komunikasi inilah memang memunculkan peluang-peluang konflik antara pimpinan dengan bawahan atau sebaliknya, baik disengaja maupun tidak disengaja yang ujung-ujungnya menimbulkan konflik yang berhubungan dengan pekerjaan karyawan itu sendiri. Konflik kerja yang terjadi antar karyawan diperusahaan yang memproduksi barang-barang tertentu yang mempunyai spesifikasi dan bagian yang berbeda-beda sering kali menimbulkan rasa cemburu, tidak puas dengan bagian yang diberikan atasan inilah yang memunculkan peluang-peluang konflik antar karyawan maupun dengan atasan. Tanggapan yang berbeda atas suatu informasi yang diberikan oleh atasan juga dirasakan oleh karyawan sehingga memunculkan kesalah pahaman maksud dan tujuan yang dikehendaki, apabila ikatan azas kekeluargaan dalam perusahaan tersebut kurang kuat, pada akhirnya kalau manajemen perusahaan tidak mampu menangani akan terjadi konflik dalam perusahaan. 2 Dann Sugandha, Manajemen Administrasi (Bandung, 1986), hal. 91. Berdasarkan analisis Dani Wahyudi, dalam skripsinya, hasil yang ditemukan adalah regresi berganda menunjukkan bahwa komunikasi (variabel komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal) secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja. Jadi dapat disimpulkan komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal secara bersama-sama memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap terciptanya semangat kerja karyawan Secara parsial, dengan uji t diketahui bahwa variabel komunikasi vertikal berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan yaitu sebesar 63,68 %, sedangkan secara parsial dengan uji t diketahui bahwa komunikasi horisontal berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan sebesar 61,15 %. Pengaruh ini adalah tinggi karena dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan selain karyawan akan sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan rekanrekanya, terutama rekan satu bagian atau departemen. Interaksi yang terjadi ini apabila berjalan dengan baik maka akan membuat hubungan antara karyawan satu dengan yang lain menjadi dekat dan saling mendukung. Keadaan ini tentunya akan membuat karyawan semakin bergairah dalam melakukan pekerjaanya. Semangat dan kegairahan ini ditunjukkan dengan adanya kerja sama. antarkaryawan yang akan mendukung adanya suatu produktifitas yang tinggi dan akhirnya akan meminimalisir konflik yang terjadi antar karyawan.3 Banyak konflik yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat karena adanya kehidupan bersama yang dibentuk manusia yang sering terlihat dalam 3 . Dani Wahyudi, ³Pengaruh Komunikasi Terhadap Semangat Kerja Studi Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Malang 6500´ ( Skripsi Sarjana, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang, 2002), hal. 68. usaha seseorang dalam mencapai tujuaan, tanpa memandang apakah ia lawan atau kawan, sehingga ia telah melanggar hak-hak orang lain yang sedang mengejar tujuan pula, sehingga ia akan merasakan tekanan-tekanan yang diterimanya, dengan tekanan yang dirasakan maka ia akan berbuat sebaliknya sehingga akan berlangsung tekan-menekan akhirya terjadilah sebuah konflik.4 PT. Merapi Utama Pharma adalah termasuk pedagang besar Farmasi yang produknya berupa jasa di bidang pendistribusian alat-alat kesehatan, obat-obatan, cairan infuse dan peralatanya, serta makanan kesehatan. PT. Merapi Utama Pharma ini menyalurkan barang-barang dari perusahaan atau biasa disebut Prinsipal ke rumah sakit, apotik, outlet, supermarket maupun mini market. PT. Merapi Utama Pharma yang berlokasi di jalan ciliwung tersebut mempunyai karyawan-karyawan yang mempunyai bidang kerja berbeda tetapi mempunyai posisi yang sama secara hirarkis struktural dibawah masing-masing manajemen. Hal itulah yang nampaknya menjadi salah satu faktor munculnya konflik kerja Struktur organisasi yang ada di PT. Merapi Utama Pharma cabang Malang adalah bentuk organisasi lini (garis), yaitu kepala cabang (manager cabang) membawahi langsung setiap bagian atau unit yang ada, sedangkan unit-unit tersebut membawai sub-sub unit. Komunikasi antar karyawan pada masing-masing bagian jarang sekali dilakukan, hal ini karena setiap bagian mempunyai tugas sendiri-sendiri, seperti bagian salesman yang lebih banyak bertugas di lapangan. Meskipun begitu, 4 Pandji Anoraga, Psikologi Kerja (Jakarta, 1992), hal. 98. pertemuan-pertemuan juga sering dilakukan oleh pihak manajemen terhadap semua komponen perusahaan. Namun yang sering melakukan pertemuan hanya beberapa bagian saja, sehingga karyawan-karyawan lain jarang sekali berkumpul atau melakukan komunikasi dengan karyawan lain. Hal tersebut karena setiap bagian mempunyai job description yang berbeda-beda, sehingga masing-masing bagian jarang sekali bertemu. Selain itu, ketidaksepahaman juga kadangkala terjadi antara karyawan yang bertugas di bagian luar dengan karyawan yang bertugas di bagian dalam. Sehingga hal tersebut dapat memicu timbulnya konflik di antara mereka. Meskipun konflik tersebut hanya konflik-konflik kecil, tetapi kalau perusahaan tidak segera tanggap maka akan merugikan perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu, baik tidaknya komunikasi antara karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam memunculkan konflik kerja dalam perusahaan. Berangkat dari kondisi itulah, maka peneliti ingin mengetahui lebih dalam kondisi yang ada sebenarnya, sehingga peneliti mempunyai inisiatif untuk mengambil judul “Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Konflik Kerja di PT. Merapi Utama Pharma Cabang Malang” B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana tingkat komunikasi organisasi di PT. Merapi Utama Pharma Cabang Malang? 2. Bagaimana tingkat konflik kerja di PT. Merapi Utama Pharma Cabang Malang? 3. Adakah hubungan antara komunikasi organisasi dengan konflik kerja di PT. Merapi Utama Pharma Cabang Malang? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui tingkat komunikasi organisasi di PT. Merapi Utama Pharma 2. Untuk mengetahui tingkat konflik kerja di PT. Merapi Utama Pharma 3. Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara komunikasi organisasi dengan konflik di PT. Merapi Utama Pharma? D. Batasan Masalah Dalam penelitian ini, peneliti menitikberatkan pada pembahasan komunikasi organisasi yaitu: 1. Komunikasi ke bawah. 2. Komunikasi ke atas. 3. Komunikasi horizontal. Sedangkan pembahasan konflik kerja peneliti menitikberatkan pada sumber-sumber konflik yang terdiri dari 3 faktor yaitu: 1. Faktor komunikasi. 2. Faktor struktur organisasi. 3. Faktor pribadi. E. Manfaat Penelitian Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan sumbangan pikiran antara lain: 1. Secara teoritis Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat memberikan sumbangan, informasi dan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan bagi pengembangan Psikologi khusunya konsentrasi industri dan organisasi. 2. Secara praktis Diharapkan juga penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi PT. Merapi Utama Pharma Cabang Malang dalam usaha peningkatan dan pengembangan perusahaan. F. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan ini akan dikelompokkan menjadi lima bab. Untuk lebih jelasnya penulis akan menguraikan hal-hal yang terkandung dalam masingmasing bab antara lain: Bab pertama, adalah menerangkan tentang wilayah latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan. Bab kedua, akan membahas tentang tinjauan pustaka yang meliputi: antara lain: A. Pengertian komunikasi organisasi, arti pentingnya komunikasi dalam Islam, proses komunikasi dalam organisasi, proses komunikasi dalam perspektif Psikologis, saluran komunikasi formal dalam organisasi, tujuan komunikasi organisasi, hambatan-hambatan komunikasi dalam organisasi, dan efektifitas komunikasi organisasi B. Pengertian konflik kerja, aliran pemikiran tentang konflik, ciri-ciri suatu konflik, sumber-sumber konflik kerja, akibat yang ditimbulkan oleh konflik kerja, macam-macam konflik kerja dalam struktur organisasi, jenis-jenis konflik kerja dalam kehidupan organisasi, dan dalil Al-Quran tentang konflik C. Hubungan komunikasi organisasi dengan konflik kerja. D. hipotesis penelitian. Bab ketiga, merupakan wilayah yang memaparkan tentang: jenis penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional, populasi, alat penelitian, pengujian instrument, dan teknik analisa data. Bab keempat, merupakan wilayah yang akan membahas tentang: latar belakang perusahaan, penyajian dan analisis data, dan pembahasan. Bab kelima, adalah inti dari seluruh pembahasan yang telah disajikan yang berisi kesimpulan dan saran-saran yang bersifat konstruktif dengan harapan dapat terwujud sebuah alternatife perubahan yang lebih baik.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Hubungan komunikasi organisasi dengan konflik kerja di PT. Merapi Utama Pharma cabang Malang." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment