Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, August 13, 2013

Download Skripsi Gratis Biologi : UJI VIABILITAS BAKTERI INDIGENOUS AIR RENDAMAN KENAF (Hibiscus cannabicus L.) PADA MEDIA TAPIOKA DAN LAMA PENYIMPANAN DENGAN PROSES FREEZE DRYING

Bakteri indigenous (Bacillus dan Paenibacillus) merupakan bakteri pengurai serat yang terdapat bebas di alam, serta sering digunakan dalam mempercepat dan menambah kualitas serat kenaf. Bakteri indigenous Perlu disimpan dan dikembangkan. Tapioka memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, sehingga dimungkinkan menjadi sumber nutrisi bagi mikroba. Metode freeze drying terbukti dapat menurunkan laju metabolisme bakteri dan menginduksi proses dormansi pada bakteri dengan tingkat kematian yang rendah. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tapioka dan lama penyimpanan terhadap viabilitas bakteri indigenous air rendaman kenaf dengan proses freeze drying. Penelitian ini dilakukan di Labratorium Mikrobiologi UIN Maliki Malang untuk pembuatan starter dan viabilitas. Proses Freeze drying dilakukan di Laboratorium Bioteknologi UMM Malang pada tanggal 27 Februari hingga 23 November 2011. Rancangan penelitian berupa diskriptif kualitatif dengan 2 faktor perlakuan yaitu media tapioka dan skim (media I) serta Tapioka, Skim dan Glukosa (media II), masing-masing dilakukan dalam dua ulangan. Perlakuan lama penyimpanan dengan 4 faktor penyimpanan yaitu 0, 4, 6 dan 8 minggu. Data pengamatan meliputi viabilitas bakteri indigenous dengan metode CFU/ml. Hasil penelitian menunjukan bahwa viabilitas bakteri terbanyak terdapat pada media tapioka, skim dan glukosa pada penyimpanan 0 minggu mencapai 4,36.1010, dan terendah pada media tapioka dan skim pada penyimpanan 8 minggu mencapai 1,4.109. Penurunan viabilitas tertinggi terdapat pada media tapioka skim dan glukosa pada fase penyimpanan 4-6 minggu mencapai 83,6%. Sedangkan pada media tapioka dan skim selama penyimpanan 0-4 minggu terjadi penambahan viabilitas hingga 24%. Walapun dalam proses pembuatan dan penyimpanan kultur kering mengalami penurunan viabilitas akan tetapi jumlah sel bakteri indigenous masih cukup tinggi.



Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment