Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 15, 2015

Analisis Usahatani Bawang Merah( Studi Kasus: Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara)

Sinaga, Ronal
RONAL SINAGA (060304011), dengan judul penelitian ”Analisis Usahatani Bawang Merah” Studi Kasus: Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak M. Mozart B. Darus, M.Sc dan Bapak Ir. Thomson Sebayang, MT. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat produktivitas, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, dan kelayakan usahatani bawang merah di daerah penelitian serta menjelaskan besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan bersih usahatani bawang merah, kontribusi pendapatan usahatani bawang merah terhadap total pendapatan keluarga. Daerah penelitian ditetapkan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Haranggaol Horisan merupakan sentra produksi usahatani bawang merah. Teknik pengambilan sampel dengan metode stratified random sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif produksi, perhitungan biaya produksi, penerimaan dan pendapatan bersih, rumus kriteria kelayakan (R/C Ratio, ROI dan BEP) serta kontribusi pendapatan. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan: 1. Produktivitas bawang merah di daerah penelitian (7,22 ton/Ha) lebih rendah jika dibandingkan dengan produktivitas bawang merah kabupaten Simalungun (14,00 ton/Ha) dan daerah sentra produktivitas bawang merah kabupaten Brebes (8,83 ton/Ha). Jadi produktivitas bawang merah di daerah penelitian masih tergolong rendah. 2. Analisis secara parsial menunjukkan bahwa faktor produksi pupuk organik, pestisida tepung dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah, sedangkan luas lahan, bibit, pupuk kimia dan pestisida cair tidak berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah di daerah penelitian. Analisis secara serempak menunjukkan bahwa seluruh faktor produksi berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah di daerah penelitian. 3. Rata-rata penerimaan dari usahatani bawang merah di daerah penelitian sebesar Rp.24.700.000,-/petani atau Rp 86.627.930,-/Ha, dengan rata-rata biaya produksi sebesar Rp 9.191.267,-/petani atau Rp 33.241.659,-/Ha. Rata-rata pendapatan usahatani bawang merah sebesar Rp.15.508.733,-/petani atau Rp.53.386.271,-/Ha. 4. Usahatani bawang merah layak diusahakan, karena: - Produksi bawang merah di daerah penelitian adalah sebesar 2.058,33 kg/petani dan 7.218,99 kg/Ha, telah melampaui BEP (Break Even Point) volume produksi yaitu 765,94 kg/petani dan 2.770,14 kg/Ha. - Harga bawang merah di daerah penelitian adalah sebesar Rp 12.000/kg lebih besar dari BEP (Break Even Point) harga produksi sebesar Rp.4.769/kg. - R/C Ratio bawang merah di daerah penelitian sebesar 2,60 lebih besar dari 1 sebagai kriteria layak. - ROI (Return of Invesment) usahatani bawang merah selama 1 musim tanam di daerah penelitian adalah sebesar 160,05% 5. Usahatani bawang merah di daerah penelitian memberikan kontribusi 64,06% terhadap total pendapatan keluarga.

Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment