Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, June 23, 2015

Pelaksanaan Pembelajaran Agama Berwawasan Multikultutal Dalam Membina Toleransi Beragama Siswa di SMA "Selamat Pagi Indonesia" Batu

Siti Khurotin
Negara kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara yang multikultur terdiri atas berbagai macam suku bangsa, dan setiap suku bangsa berbeda dalam banyak hal dengan suku bangsa lainnya. Adanya perbedaan tersebut tidak hanya memberikan keunikan yang menarik, namun juga dapat menimbulkan konflik. Beberapa konflik dan kekerasan mewarnai perjalanan negeri ini, dan itu semua muncul akibat adanya rasa sentiment dan egoism agama, etnis, ras, suku dan golongan tertentu dalam mengklaim kebenaraannya terhadap golongan lain.
Salah satu faktor yang diyakini masyarakat dalam kelangsungan hidup manusia adalah pendidikan. Pendidikan agama berkaitan dengan proses pendidikan dalam lembaga formal dan non formal. Pendidikan agama berwawasan multikultural yang selama ini kita kenal merupakan salah satu langkah strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Indonesia, terutama generasi pemuda. Agar mereka lebih memahamai dan mampu mengejawantahkan wacana multikultural bukan hanya sekedar wacana, tetapi mampu diimplementasikan dalam bentuk interaksi kehidupan sosial sehari-hari. Upaya pembinaan toleransi di sekolah yang didasari dengan akhlak mulia berkaitan langsung dengan pendidikan agama yang di dalamnya juga mengajarkan tentang akhlak mulia. Oleh karena itu sekolah memiliki peranan penting untuk menanamkan sikap toleransi antar umat beragama, terlebih di sekolah yang siswanya heterogen.
SMA “Selamat Pagi Indonesia” Batu merupakan salah satu sekolah menengah tingkat atas yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. SMA “Selamat Pagi Indonesia” Batu memiliki siswa heterogen yang berasal dari berbagai agama dan suku bangsa di Indonesia. Yang lebih menarik lagi, dari siswa yang berasal dari berbagai macam daerah dan berbagai macam agama tersebut dapat hidup berdampingan dalam satu asrama dengan berbagai macam kegiatan keagamaan yang berbeda-beda pula.
Adapun fokus penelitian ini meliputi: 1) bagaimana pelaksanaan pendidikan agama berwawasan multikultural di SMA “ Selamat Pagi Indonesia” Batu? 2) bagaimana toleransi beragama di kalangan siswa SMA”Selamat Pagi Indonesia” Batu yang berlatar belakang heterogen?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara mendalam tentang: 1) pelaksanaan pendidikan agama berwawasan multikultural di SMA “Selamat Pagi Indonesia” Batu. 2) toleransi beragama di kalangan siswa SMA “Selamat Pagi Indonesia” Batu.
Penelitian ini mengggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik penelitian yang meliputi: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Sedangkan keabsahan datanya akan diperkuat dengan melakukan pengecekan data menggunakan teknik triangulasi dan menggunakan bahan referensi.
Hasil penelitian ini adalah: Pertama, pelaksanaan pendidikan agama di SMA “Selamat Pagi Indonesia” Batu terdiri dari pendidikan formal (sekolah) dan pendidikan non formal (asrama), Ketika proses pembelajaran agama di sekolah berlangsung siswa memasuki kelas berdasarkan agama masing-masing. Selain di sekolah siswa SMA “Selamat Pagi Indonesia” Batu mendapatkan pendidikan agama di asrama melalui kegiatan pembinaan ibadah, forum diskusi-diskusi, dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Kurikulum yang digunakan adalah KTSP yang di dalamnya mencakup P.A.K.S.A (Pray, Attitude, Knowledge, Skill, Action). Kurikulum di SMA “Selamat Pagi Indonesia” Batu sifatnya terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan di asrama. Evaluasinya dilaksanakan selama 24 jam yang di dalamnya mencakup kegiatan-kegiatan di asrama. Kedua, toleransi beragama di SMA “Selamat Pagi Indonesia” Batu ditunjukkan dengan 1) Baik guru, siswa, maupun karyawan SMA “Selamat Pagi Indonesia” Batu mengakui keberadaan agama-agama dan menghormati hak umat beragama dalam menghayati serta menunaikan tradisi keagamaan masing-masing. 2) Mentolerir perbedaan paham keagamaan, termasuk sikap keberatan terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan paham keagamaan yang dianut. 3) Memperhatikan sikap solidaritas sosial atas kemanusiaan (ukhuwah basyariah). 4) Mengupayakan agar tidak terjadi konversi agama yang terkesan dipaksakan.

Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment