Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan antara motivasi berprestasi dengan kinerja karyawan pada PT. Auto 2000 Malang

Abstract

INDONESIA :
Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara motivasi berprestasi dengan kinerja karyawan. Kalau kita cermati motivasi berprestasi sangat menunjang terhadap keberhasilan setiap aktifitas. Tinggi rendahnya motivasi berprestasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Keberhasilan dalam meraih tujuan perusahaan tidak hanya berjalan dengan mudah tetapi perlu adanya usaha yang keras dalam melatih dan memaksimalkan motivasi, selain itu kinerja karyawan perlu adanya perhatian yang serius agar tujuan perusahaan bisa sukses secara maksimal.
Hipotesis yang diajukan dari penelitian ini adalah: adanya hubungan positif antara motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan yaitu semakin tinggi motivasi berprestasi maka semakin tinggi pula kinerja karyawan, instrument yang dipakai dalam mengumpulkan data penelitian ini adalah dengan angket, jenis penelitian ini adalah penelitian populasi karena subyek penelitian kurang dari seratus dengan subyek penelitian seluruh karyawan PT. AUTO 2000 Malang.
Dari penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi produk momen karl persons di dapat korelasi antar variable dengan nilai 0,000 dengan taraf signifikasi 5% dengan subyek 62 orang diketahui r tabel 0,2 dan rxy 0,798 sehingga rxy < r tabel berarti hipotesa yang diajukan peneliti diterima. Selain itu dari hasil penelitian ini di ketahui secara umum tingkat motivasi berprestasi adalah 64,51% kategori sedang dan tingkat kinerja karyawan 62,90% kategori sedang. Dari hasil rxy 0,798 maka di ketahui koefisien determinasinya (r 2 ) =0,798 =0,6368 atau sumbangan efektif 63,68% motivasi berprestasi terhadap variable kinerja karyawan sedangkan 36,32% dipengaruhi oleh faktor lain.
ENGLISH :
The research is to find the relation between student's learning motivation with academic procrastination on students. We known that students motivation is supported by internal and eksternal factors. the good result in gaining the purpose of education is not smoothly running well but needs hard effort in cultureting and maximizing motivation instead the factors that disturb the good result need to be paid attention. The factor is academic procrastination which is done by students.
The hypothesis of the research is: there is negative relationship between student's learning motivation with academic procrastination that is the higher learning motivation. The lower academic procrastination on students. The instrument that is used to collect the data is questionnaire. The feature of the research is research population due to the subject of the research is less than a hundred with the subject of the research is all students of MTs. Miftahul Ulum Ngingit Tumpang Malang.
From the research that is done using Karl Persons Moment correlation product resulted between variables with the value 0,000 with the significant value 5% with 75 subjects r tabel 0,2 and rxy -,703 that rxy < r table means that researcher's proposed hypothesis is accepted. From the research is known generally the learning motivation level is 62,7% average category and the academic procrastination level is 68% average category. From the result rxy -,703 known the determinant coefisient (r 2 ) = -,703 = 0,4942 or the 49,42 learning motivation effective effect on students procrastination whereas 50,58% is affected by another factors.


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah

 Tujuan berdirinya setiap perusahaan adalah untuk mencapai perkembangan dan kelancaran perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan harus memperhatikan unsur-unsur yang sangat berpengaruh terhadap tujuan yang ingin dicapai. Perusahaan yang didirikan oleh setiap orang atau badan usaha dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkannya, tidak terlepas dengan peranan manusia atau sumber daya manusia. Dapatlah dikatakan bahwa faktor penggerak ataupun kelancaran dari suatu proses produksi adalah terletak pada faktor manusia. Munculnya sebuah organisasi adalah sebagai wadah interaksi antara berbagai komponen seperti sumber daya manusia, sumber daya finansial, sumber daya fisik dan sumber daya informasi. Interaksi tersebut merupakan proses yang diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi yaitu pencapaian hasil kerja maksimal yang sering disebut sebagai kinerja. Masalah kinerja karyawan tidak bisa diabaikan begitu saja. Kinerja ini merupakan salah satu tantangan bagi organisasi disamping tantangan akan kualitas teknologi dan informasi. Salah satu kebijaksanaan yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja adalah dengan pemberian motivasi. Motivasi karyawan merupakan faktor yang sangat penting dalam pelaksanaan kinerja. Motivasi dapat digunakan untuk mendorong para karyawan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang telah dibebankan. Dorongan melalui motivasi adalah cara untuk 2 menumbuhkan rasa tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaan dan menciptakan kinerja yang tinggi. Jika dorongan tersebut tidak diberikan pimpinan kepada karyawan maka akan menimbulkan kinerja yang rendah. Kinerja itu sendiri juga berarti prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja atau hasil dari pekerjaan. Jadi kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. Berbicara tentang kinerja erat kaitannya dengan cara mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang sehingga perlu ditetapkan standart kinerja. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja seorang karyawan, baik itu berasal dari dalam individu tersebut, organisasi ataupun lingkungan eksternal. Untuk menentukan apakah seorang karyawan memiliki kinerja yang efektif atau tidak perlu dikaji lebih dalam tentang seberapa jauh faktor tersebut mempunyai dampak terhadap kondisi tertentu. Kinerja dapat juga dinilai dari apa yang dilakukan seorang karyawan dalam kerjanya, dengan kata lain kinerja individu adalah bagaimana seorang karyawan melaksanakan pekerjaannya apakah sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi. Sekarang ini indutri mobil meningkat dengan pesat dengan diikuti persaingan antar produsen dalam mengeluarkan produk andalannya guna merebut pangsa pasar. Begitupun dengan PT AUTO 2000 sebagai pemegang licensi produk mobil TOYOTA harus dapat menjaga para konsumen yang telah memberikan kepercayaan dalam menggunakan produk yang telah dikeluarkan oleh TOYOTA. Dalam hal ini menjaga mutu tidak hanya dikhususkan pada awal penbelian produk saja tetapi juga dalam hal perawatan sehingga para konsumen dapat merasa puas terhadap produk serta pelayanan. Seperti juga pada PT AUTO 3 2000 Malang, kinerja para karyawan selalu diawasi dengan baik dan untuk meningkatkannya diperlukan motivasi. Untuk sekarang ini PT AUTO 2000 Malang tiap harinya selalu mengalami peningkatan konsumen terutama dengan semakin bertambahnya jumlah konsumen maka para karyawan dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik untuk menjaga kepuasan para konsumen. Di dalam perusahaan pimpinan harus dapat mengetahui kebutuhan para karyawan. Tujuan utama karyawan bekerja untuk memenuhi kebutuhan fisik ( fisiologis ) setelah kebutuhan utama tercapai maka karyawan memenuhi kebutuhan yang kedua yaitu kebutuhan akan keselamatan dan keamanan yang menjamin jiwa mereka dalam melakukan pekerjaan. Karyawan juga butuh kebutuhan bersosialisasi dengan sesama karyawan, pimpinan, ataupun teman, tingkatan kebutuhan keempat adalah kebutuhan akan penghargaan atas hasil kerja mereka dengan begitu para karyawan akan terpacu ataupun meningkatkan kinerja para karyawan. Kebutuhan kelima adalah kebutuhan realisasi diri agar para karyawan mengoptimalkan semua kemampuan, ketrampilan dan potensi yang ada akan berdampak pada peningkatan kinerja yang maksimal. Dengan demikian jelasalah di sini pemberian motivasi kepada karyawan sangat penting, agar para karyawan yang bekerja pada PT AUTO 2000 Malang dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan standar atau harapan dari organisasi Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari dalam dan luar diri individu. Terhadap tenaga tersebut para ahli memberikan istilah yang berbeda, seperti desakan (drive ), motif (motive ), kebutuhan (need ) dan keinginan (wish 4 ).1 Walaupun ada kesamaan tetapi semuanya mengarah pada motivasi. Drive diartikan sebagai dorongan yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan jasmaniah; motive adalah dorongan yang terarah pada pemenuhan kebutuhan psikis atau rohaniah, sedangkan need merupakan suatu keadaan dimana individu merasakan adanya kekurangan atau kebutuhan yang harus dipenuhinya atau diperlukannya. Sementara itu, wish adalah harapan untuk mendapatkan atau memiliki sesuatu yang dibutuhkan. Meskipun ada variasi makna, keempat hal tersebut sangat sulit dipisahkan, sebab semuanya memiliki hubungan yang sangat erat, termasuk kondisi yang mendorong individu untuk melakukan kegiatan, kondisi tersebut dinamakan motivasi. Motivasi memegang peranan yang sangat penting dalam proses kerja.2 Ahli psikologi menggambarkan beberapa orang yang memiliki motivasi pencapaian sukses yang tinggi, mereka adalah orang-orang yang memiliki ciri sebagai individu-individu yang memfungsikan secara penuh seluruh kapasitas dan potensi pribadinya, percaya diri dalam menghadapi dunia luar, mempunyai perasaan bertanggungjawab terhadap keseluruhan prilakunya, serta memiliki daya kreatifitas yang tinggi.3 Selain memperhatikan karyawan sebagai tenaga kerja, perusahaan juga berusaha meningkatkan hasil kerja para karyawannya dan hasil kerja karyawan inilah yang disebut sebagai kinerja karyawan. Kinerja merupakan pencapaian 1 . Sukmadinata S. N (dalam Eva maria ulfah, (2005)). Hubungan antara tingkat kematangan beragama remaja muslim dengan motivasi menuntut ilmu dan kegemaran membaca. Tesis, fakultas psikologi UGM Yogyakarta. hlm. 8 2 . Ibid. hlm. 9 3 .Ibid 5 hasil (the degree of accomplishment).4 Demikian halnya Maier yang memberi batasan pada kinerja sebagai kesuksesan seseorang di dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Pendapat ini didukung oleh Porter dan Lauler yang menyatakan bahwa kinerja adalah Succesfull of role achievement yang diperoleh seseorang dari perbuatannya. Ukuran kesuksesan tidak dapat disamakan dengan individu yang satu dengan individu yang lain.5 Kesuksesan yang dicapai individu adalah berdasarkan ukuran yang berlaku dan disesuaikan dengan jenis pekerjaannya, yang dimaksud dengan kinerja ialah hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran dan standar yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan.6 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kinerja adalah tingkat keberhasilan seseorang dalam melaksanakan pekerjaan. Pernyataan tersebut senada dengan apa yang diutarakan oleh Miner (1998) yang mendefinisikan kinerja sebagai perluasan dari bertemunya individu dan harapan tentang apa yang seharusnya dilakukan individu berkaitan dengan suatu peran. Jika harapan-harapan tersebut hanya memaparkan keabstrakan dan kekaburan, maka individu tidak mengetahui secara pasti apa yang ia harapkan sehingga hasilnya berperan ganda. Jika harapan pada dua atau lebih individu berbeda, individu yang memegang suatu pekerjaan dan unggul akan memiliki perbedaan cara berfikir dari individu lain dalam menghadapi konflik peran.7 Pengertian kinerja yang lain adalah sebagai catatan hasil yang diproduksi pada suatu fungsi 4 . Rue dan Byars (dalam Rahmad, 2005). Hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kinerja karyawan pada PT. Sarinah Malang. (Hlm. 36). Skripsi, Fakultas psikologi UIN Malang. 5 . As'ad A (2000). Upaya meningkatkan produktivitas kerja karyawan, 11-12. On-line: www.Succesfull. Co. id. Akses: 6 Desember 2006 6 . As,ad. (1991), Manajemen personalia, (Hlm. 42) Jakarta: Bumi aksara 7 . Miner, (1998).Motivation and success, London: Tavistok 6 pekerjaan yang spesifik atau aktivitas selama periode waktu tertentu yang berhubungan dengan tujuan organisasi dan memenuhi standar yang ada. 8 Perusahaan yang sangat kecil mungkin tidak memerlukan sistem yang formal dalam menilai, akan tetapi evaluasi tetap dilakukan dan sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam pertumbuhannya membutuhkan standarisasi, pemeliharaan, dan mengkomunikasikan informasi penilaian sehingga akan meningkat seperti lembaga dengan sistem formal. Kinerja adalah hasil dari pekerjaan yang terkait dengan tujuan organisasi, seperti kualitas, efisiensi, dan kriteria keefektifan lainnya. Dikatakan juga bahwa kinerja karyawan merupakan fungsi dari individu dan organisasi. Dengan kata lain disebutkan juga sebagai kombinasi perspektif psikologikal yang memuat kontribusi individu dan sosiologikal yang memuat rangka organisasi.9 Berdasarkan berbagai pengertian atau uraian mengenai kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menentukan kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh individu yang disesuaikan dengan peran atau tugasnya dalam periode tertentu, yang dihubungkan dengan suatu ukuran nilai atau standar tertentu dari perusahaan tempat individu tersebut bekerja dengan maksud untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Dari uraian diatas maka penulis merasa tertarik untuk meneliti lebih lanjut permasalahan tersebut dan menjadi dasar penetapan judul penelitian dengan judul yang penulis ambil adalah penelitian dengan judul “Hubungan Motivasi berprestasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT AUTO 2000 Malang” 8 . (Russell, Singer, Kane & Kane, Campbell, Cascio, (1998). Bussines strategy: How to success in Global era, 7-8. On-line: www. APA. Edu. Org. Akses 20 Januari 2007 9 . Ibid Hal 10 7 B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian-uraian yang telah dipaparkan dalam latar belakang permasalahan, maka diperoleh rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana motivasi berprestasi karyawan PT AUTO 2000 Malang? 2. Bagaimana kinerja karyawan PT AUTO 2000 Malang? 3. Bagaimana hubungan antara motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan PT AUTO 2000 Malang? C. Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi berprestasi dan kinerja karyawan serta bagaimana hubungan antara motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan PT AUTO 2000 Malang? D. Manfaat penelitian Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis. 1. Manfaat teoritik Manfaat teoritis diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada bidang khususnya Psikologi Industri atau bidang ilmu lain yang relefan, juga penelitian yang terkait dengan motivasi berprestasi dan kinerja karyawan. 8 2. Manfaat praktis Bagi Perusahaan/ Industri dan umum, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dan upaya untuk meningkatkan produktifitas yang di dukung oleh motivasi juga kinerja karyawan agar tujuan dari organisasi perusahaan dapat berkembang lebih baik

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Hubungan antara motivasi berprestasi dengan kinerja karyawan pada PT. Auto 2000 Malang." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment