Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, June 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi: Penerapan full day school dalam meningkatkan kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang


Abstract

INDONESIA:
Perubahan arus globalisasi menuntut manusia untuk mempunyai keterampilan disegala bidang, dengan proses perkembangan tersebut dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan kreatif dalam menghadapi segala aspek permasalahan kehidupan. Kreativitas sangat penting karena dengan berkreasi dapat mewujudkan dirinya dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup, kreativitas sangat memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidup sehingga kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sangat bergantung pada kreatifnya seseorang dalam mengarungi kehidupan ini. Untuk meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan kreativitas siswa maka harus memperhatikan berbagai aspek seperti: sistem pendidikan, sekolah yang unggul dan bermutu, dll. Salah satunya adalah penerapan full day school dengan metode pembelajaran yang bervariasi dan beragam seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dll dan juga pembelajaran yang menyenangkan dengan Learning by doing dan Learning by playing dengan berbagai metode pembelajaran ini siswa dapat mengekspresikan dirinya dan bisa merangsang sendiri berbagai informasi dan ilmu pengetahuan dengan sendirinya.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan full day school dalam meningkatkan kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang, apa faktor pendukung dan penghambat penerapan full day school dalam meningkatkan kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang dan Bagaimana kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang. Dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan full day school dalam meningkatkan kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang, untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penerapan full day school dalam meningkatkan kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang dan untuk mendeskripsikan kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang.
Penelitian ini merupakan penggabungan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Sumber data (informan) penelitian kualitatif adalah dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru, Sampel penelitian kuantitatif yang diambil adalah siswa kelas VII dan VIII MTs Surya Buana Malang dengan jumlah 40 responden dengan teknik pengambilan sampelnya dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, wawancara dan kuesioner atau angket. Instrument penelitian untuk kualitatif mengggunakan pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi dan untuk instrumen penelitian kuantitatif menggunakan angket kreativitas yang berjumlah 30 item. Analisis data untuk penelitian kualitatif menggunakan analisis kualitatif deskriptif, sedangkan analisis data untuk kuantitatif menggunakan Product Moment dengan bantuan komputer program SPSS versi 11.5 for windows.
Hasil penelitian mengenai Penerapan full day school dalam meningkatkan kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang. Penerapan Full day school merupakan Proses pembelajaran yang berlangsung dari pagi sampai sore (06.45-16.00 WIB) dengan menerapkan berbagai metode pembelajaran yang bervarias seperti: Metode ceramah, Metode diskusi, Metode tanya jawab, Metode demonstrasi, peta konsep, dll dan pembelajaran yang menyenangkan seperti dengan Learning by doing dan Learning by playing, dengan berbagai kegiatan akademik dan non akademik. Faktor pendukung Penerapan full day school dalam meningkatkan kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang adalah diterapkannya berbagai metode pembelajaran yang bervariasi dan beragam dan adanya program-program unggulan sekolah, pengembangan sumber daya manusia (SDM), madrasah yang bernuansakan lingkungan Islami dan alami, dan kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler dan kegiatan outbond dan studi empiris keberbagai tempat yang bisa menambah ilmu pengetahuan dan mengembangkan kreativitas siswa karena siswa mampu menyerap dan merangsang informasi dengan sendirinya. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Tingkat kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang berada pada tingkat sedang yang ditunjukkan dalam prosentasi 70%. Saran untuk MTs Surya Buana Malang dengan informasi hasil penelitian ini bisa dijadikan dokumentasi untuk mempertahankan prestasi dan meningkatkan kreativitas baik dalam bidang akademik dan non akademiknya dan memperhatikan sarana dan prasarana madrasah.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masala
h Perubahan arus globalisasi menuntut manusia untuk mempunyai keterampilan disegala bidang, dengan proses perkembangan tersebut dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan kreatif dalam segala aspek kehidupan, dalam upaya pembentukan manusia yang bersaing dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya kenyataan tersebut dibutuhkan untuk peningkatan potensi dari setiap individu, terutama pada sistem pendidikan dituntut untuk meningkatkan kualitas sebagai wadah individu untuk menjadikan sumber daya manusia dan out put yang bermutu, berbagai sistem pendidikan ditawarkan untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka untuk memunculkan kreativitas siswa haruslah didukung dari semua aspek baik sarana dan prasarana, lingkungan yang kondusif, dukungan dari semua pihak baik sekolah maupun orang tua. Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Wujudnya adalah tindakan manusia 1 . Kreativitas sangat penting dalam hidup dikarenakan banyak hal diantaranya sebagai berikut: Pertama, karena dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup 1 Desmita, Psikologi Perkembangan. (Bandung: Rosda, 2005), hal. 175 manusia. Maslow (1968) yang menyelidiki sistem kebutuhan manusia menekankan bahwa kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya dalam perwujudan dirinya 2 . Kedua, kreativitas atau berfikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. Pemikiran kreatif perlu dilatih karena membuat anak lancar dan luwes (fleksibel) dalam berfikir, mampu melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang dan mampu melahirkan banyak gagasan. Ketiga, bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat tetapi juga memberikan kepuasan kepada individu. Keempat, kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidup. Dalam era pembangunan ini tak dapat dipungkiri bahwa kesejahteraan dan kejayaan masyarakat dan negara kita bergantung pada sumbangan kreatif, berupa ide-ide baru, penemuan-penemuan baru dan teknologi baru dari seseorang. Untuk mencapai hal itu, perlulah sikap dan perilaku kreatif dipupuk sejak dini, agar anak didik kelak tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan pengetahuan baru, tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi mampu menciptakan pekerjaan baru (wiraswasta). 3 Anak adalah generasi penerus, ungkapan yang terlihat sederhana namun kalimat itulah yang seharusnya menjadi tolak acuan para orang tua untuk membekali putra-putranya sehingga anak akan siap menjadi penerus. 2 Utami Munandar. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. (Jakarta: Gramedia, 1985), hal. 45 3 Ibid. hal: 46 Pembekalan yang utama yang harus diberikan pada anak adalah sebuah pendidikan, pendidikan dalam bentuk formal ataupun non formal. Kreativitas siswa sangat bergantung pada bagaimana respon subjek pada suatu rangsangan tertentu. Kreativitas disini sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek baik dari dalam diri individu maupun dari lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah. Berfikir kreatif tumbuh subur bila ditunjang oleh faktor personal dan situasional 4 . Orang-orang kreatif memiliki temperamen yang beraneka ragam. Sungguh orang-orang kreatif yang bisa menjadi generasi-generasi bangsa yang bisa menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan, moral dan tingkah laku mulia dan kepribadian yang bisa dijadikan suritauladan. Suatu hal yang cukup memprihatikankan ialah bahwa hasil survey evaluasi nasional pendidikan di Indonesia menyimpulkan bahwa pengajaran di sekolah pada umumnya cukup berdaya guna untuk menghasilkan keterampilan-keterampilan dasar dalam membaca, menulis, berhitung tetapi kurang waktu tertuju dan kurang bahan tersedia untuk mengembangkan keterampilan tangan, kemampuan seni atau sikap menghargai pekerjaan tangan. Yang ditekankan adalah keterampilanketerampilan rutin dan hafalan semata. Anak-anak biasanya tidak didorong mengajukan pertanyaan dan menggunakan daya imajinasinya, mengajukan masalah-masalah sendiri, mencari jawaban terhadap masalah-masalah non rutin atau menunjukkan banyak inisiatif 5 . Hal-hal seperti inilah yang mendorong suatu sistem pembelajaran untuk menciptakan suasana 4 Jalaluddin Rahmat, Psikologi Komunikasi. (Bandung: Rosda, 2005), hal. 77 5 Utami Munandar, Op.Cit, hal. 52 lingkungan yang kondusif dalam belajar maka sangat perlu didesain terlebih dahulu. Full day school adalah sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang berlangsung dari pagi sampai sore dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali yang dimulai dari pukul (06.45-16.00 WIB) dengan menerapkan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi seperti: metode ceramah, metode diskusi, metode tanya jawab, metode demonstrasi, dll dan pembelajaran yang menyenangkan seperti dengan Learning by doing dan Learning by playing, dengan berbagai kegiatan akademik dan non akademik. Untuk sistem seperti ini, ada beberapa anak yang tidak siap menerimanya karena padatnya jam belajar dengan banyaknya materi pelajaran tentunya membutuhkan kesiapan mental dan fisik anak. Di satu sisi, masa remaja awal adalah masanya untuk melakukan berbagai eksperimen dan eksplorasi terhadap seluruh lingkungannya. Ini tentu saja dapat menimbulkan rasa jenuh, bosan, penuh tekanan, dan berujung dengan adanya stres pada anak. Memang, seringkali anak tidak memperlihatkan secara langsung perubahan suasana emosinya. Pengenalan terhadap kondisi psikis dan fisik anak serta kepekaan emosi terhadap anak menjadi hal utama yang diperlukan dalam mendampingi anak. Dukungan dari orang tua sangat dibutuhkan. Ada banyak orang tua yang memberikan beban baru kepada anak dengan memberikan tugas-tugas baru sebagai dalih proses pembelajaran kepada anak. Selain itu, pola memeriksa semua tugas-tugas anak setiap sore bisa saja menjadi bentuk tekanan yang dirasakan oleh anak-anak. Akan lebih bijak jika orang tua mengajak anak berkomunikasi tentang apa yang dialaminya di sekolah atau dalam satu hari itu. Memang tidak ada salahnya sesekali memeriksa pelajaran anak, namun harus hati-hati jangan sampai anak merasa di tekanan ataupun merasa tidak dipercayai. Yang perlu diingat adalah bahwa anak memiliki keterbatasan dan memiliki hak untuk bermain dan berekreasi. Penelitian terdahulu tentang full day school dan kreativitas sudah banyak dilakukan. Baik yang dilakukan di MTsN 1 Malang maupun di MTs Surya Buana Malang. Penelitian terdahulu tentang kreativitas siswa yang dilakukan oleh Virda Ariza pada tahun 2007 dengan judul Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Kreativitas Siswa kelas VIII MTsN Gresik. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa dari analisis data korelasi antar variabel percaya diri dan kreativitas siswa MTsN Gresik diketahui menunjukkan angka sebesar 0,509 dengan p = 0,000. Hal ini berarti bahwa hubungan antar keduanya adalah kuat karena p

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :  Penerapan full day school dalam meningkatkan kreativitas siswa MTs Surya Buana Malang." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment