Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, June 16, 2015

Analisis Komparasi Pendapatan Antara Perkebunan Bersertifikat Dengan Perkebunan Tidak Bersertifikat Roundtable On Sustainable Palm Oil (RSPO) (Studi Kasus: PT Perkebunan Nusantara Di Sumatera Utara)

Ginting, Siti Meiliana
Di pasar dunia khususnya Negara Uni Eropa, minyak sawit yang diproduksi harus memiliki berkelanjutan dan ramah lingkungan agar produknya dapat diterima oleh pasar internasional. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan harga, volume penjualan, biaya produksi dan pendapatan antara perkebunan bersertifikat dengan perkebunan yang tidak bersertifikat RSPO juga pada perusahaan perkebunan sebelum dan sesudah mendapatkan sertifikat RSPO dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi pertimbangan produsen untuk mendapatkan atau tidak mendapatkan sertifikat RSPO. Diduga ada perbedaan pendapatan antara perkebunan bersertifikat dengan perkebunan tidak bersertifikat RSPO. Data yang digunakan adalah data sekunder yakni data biaya produksi, data harga penjualan, volume penjualan ekspor beserta negara tujuan ekspor CPO yang diperoleh dari KPB, PTPN II dan PTPN III. Dalam menganalisis adanya perbedaan antara perkebunan bersertifikat dengan perkebunan tidak bersertifikat digunakan uji beda rata-rata Independent Sample t Test dan Paired Sample t Test. Dari hasil uji beda rata-rata diperoleh hasil penelitian sebagai berikut; 1) Pada perkebunan bersertifikat dengan perkebunan tidak bersertifikat tidak ada perbedaan harga baik harga nominal maupun harga riil, ada perbedaan volume penjualan, biaya produksi dan pendapatan pada tahun 2005-2009. Tidak ada perbedaan harga baik harga nominal maupun harga riil, volume penjualan, biaya produksi maupun pendapatan pada tahun 2010-Agustus 2011; 2) Pada perkebunan sebelum dan setelah bersertifikat RSPO tidak ada perbedaan harga baik harga nominal maupun harga riil, volume penjualan, biaya produksi maupun pendapatan pada tahun 2010-Agustus 2011; 3) PTPN III mempertimbangkan perlunya mendapatkan sertifikat RSPO karena perlunya kepedulian terhadap lingkungan dalam industri kelapa sawit dan adanya permintaan pasar akan CSPO (Certified Sustainable Palm Oil) sedangkan PTPN II mempertimbangkan tidak mengurus sertifikat RSPO karena PTPN II melihat RSPO adalah sebuah barrier (hambatan) untuk melindungi industri perminyakan Negara Uni Eropa.

Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment