There was an error in this gadget

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Friday, June 12, 2015

Analisis Usahatani Dan Usaha Pengolahan Sukun (Artocarpus Altilis P.) Di Kabupaten Serdang Bedagai (Studi Kasus : Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul Dan Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai)

Dalimunthe, Muslainy
Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai April tahun 2008. Pemilihan daerah penelitian dilakukan secara Purposive yaitu daerah dipilih dengan cermat sehingga sesuai dengan tujuan penelitian. Pengambilan sampel dilakukan secara simpel random sampling dan Sensus. Teknik simpel random sampling digunakan karena karakteristik petani yang menjadi sampel relatif homogen dan teknik sensus digunakan karena hanya terdapat 8 sampel yang ada di desa tersebut. Penentuan besarnya sampel dilakukan sebanyak 13 sampel di Desa Bantan dan 8 di Desa Bengkel. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari penduduk yang berada di Desa Bantan dan Desa Perbaungan serta lembaga atau instansi yang terkait dalam penelitian ini. Dari penelitian diperoleh hasil sebagai berikut : 1. Jumlah produksi dan harga jual usahatani sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar 15.315,17/Ha, serta BEP Harga sebesar Rp. 383,00 buah/Ha. 2. Biaya produksi dari usahatani sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar Rp. 4.375.548,54 per Ha dimana BEP Produksi sebesar 445,27 buah per Ha. 3. Pendapatan petani dari usahatani sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar Rp. 13.228.078,96 per Ha dimana BEP Pendapatan sebesar Rp. 479.424,36 per Ha. 4. Penggunaan input produksi (luas lahan, tenaga kerja dan pupuk) secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani sukun, karena input produksi sangat menentukan keberhasilan suatu proses produksi, dan secara parsial yang berpengaruh nyata terhadap produksi adalah luas lahan dan pupuk. 5. Nilai Net B/C Ratio dan IRR rata-rata usahatani sukun adalah 24,25 dan 5,92% per petani, artinya Net B/C Ratio > 1 dan IRR > suku bunga maka usahatani sukun layak secara finansial untuk diusahakan. 6. Jumlah dan harga jual hasil olahan rata-rata dari usaha pengolahan sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar 381,09 buah/bulan, sedangkan harga jual sebesar Rp. 24.031,3/kg dimana BEP Harga sebesar Rp. 13.337,99/kg per bulan. 7. Biaya Pengolahan dari usaha Pengolahan sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar Rp. 5.106.641,12/bulan. 8. Pendapatan dari usaha pengolahan sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar Rp. Rp. 4.133.546,38/bulan dimana BEP Pendapatan sebesar Rp. 28.577,62/bulan.9. Usaha pengolahan sukun memberikan nilai tambah dimana nilai tambah rata-rata pengolahan sukun sebesar Rp. 5.120.920,31/kg, dengan produksi rata-rata 381,09 kg keripik sukun/bulan. 10. Nilai Net B/C Ratio dan IRR rata-rata usaha pengolahan keripik sukun adalah 22,76 dan 18,20%, artinya Net B/C > dan 1RR > suku bunga maka usaha pengolahan keripik sukun layak secara finansial untuk diusahakan.

Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment