Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, June 16, 2015

Monitoring dan Evaluasi Pola Kemitraan PT. Sumatra Tobacconesia Trader Company (PT. STTC) Dengan Petani Tembakau Di Kabupaten Humbang Hasundutan

Banjarnahor, Royanti Cerlian
 ROYANTI CERLIAN BANJARNAHOR (070309036) dengan judul skripsi “Monitoring dan Evaluasi Pola Kemitraan PT. Sumatra Tobacconesia Trader Company (PT. STTC) Dengan Petani Tembakau Di Kabupaten Humbang Hasundutan”. Studi kasus: Desa Sosor Gonting Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan, yang dibimbing oleh Bapak Ir. Hasudungan Butar-Butar, MSi dan Ibu Emalisa, SP, MSi. Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pola kemitraan antaraPT. STTC dengan petani tembakau di daerah penelitian, Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kemitraan PT. STTC dengan petani tembakau di daerah penelitian, Untuk mengetahui apakah usaha tani tembakau layak atau tidak untuk diusahakan di daerah penelitian, Untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang dihadapi oleh PT. STTC dan Petani tembakau di daerah penelitian dalam bermitra,Untuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh PT.STTC dan petani tembakau di daerah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pola kemitraan yang terjalin antara PT.STTC dengan petani tembakau di daerah penelitian adalah pola Sub-Kontrak. Tingkat keberhasilan pelaksanaan kemitraan antara PT.STTC dengan petani tembakau di daerah penelitian hingga ±5 tahun berjalannya kemitraan termasuk dalam kategori tinggi. Usaha tani tembakau layak untuk diusahakan di daerah penelitian, karena: Nilai ROI 12,77 % lebih besar dari nilai tingkat suku bunga yang hanya 8 %, Nilai R/C Ratio sebesar 1.94. >1, Nilai Produltivitas Tenaga Kerja sebesar Rp.255. 553,-/HKO, lebih besar dari nilai upah tenaga kerja sebesar Rp. 50,000,-/HKO dan rata-rata pendapatan per HKp adalah Rp. 132. 925,-, Nilai Pendapatan sebesar Rp. 9,617,707 per petani dan Rp. 16.886.376,- per hektar,-, lebih besar dari nilai rata-rata sewa lahan Rp. 23,558,-.Masalah-masalah yang dihadapi PT.STTC dengan petani tembakau di daerah penelitian selama dalam bermitra adalah:Pada awal kemitraan sarana produksi petani disediakan oleh perusahaan akan tetapi untuk saat ini petani mengusahakan sendiri sarana produksi yang dibutuhkannya, Petani menerima perbedaan harga yang cukup besar untuk setiap tingkatan harga krosok,dan tingkatan atau kategori untuk krosok terlalu banyak, Perusahaan sering kewalahan pada saat membeli krosok dari petani, ada kalanya petani menjual produk dalam jumlah yang cukup banyak tetapi dilain waktu petani menjual krosok dalam jumlah yang sangat sedikit, Selain itu , ada beberapa bagian dari Memorandum of Understanding (MoU) yang tidak dilaksanakan sesuai kesepakatan sehingga menurut penulis hal tersebut dianggap menjadi masalah selama dalam bermitra, hal tersebut adalah: Perubahan harga tidak dilakukan setiap musim tanam, Petani tidak pernah dilibatkan dalam penetapan dan perubahan harga krosok. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah adalah: Untuk meningkatkan kualitas bibitnya pengambilan bibit dilakukan saat tanaman sudah berumur 5-6 bulan, buah dijemur sampai kering sebelum disemaikan, Agar kualitas produk lebih seragam petani merawat tanamannya dengan baik, dan berdiskusi dengan penyuluh pada saat kegiatan kelompok tani, PT. STTC membuat kontrak produksi dengan petani tembakau agar petani menjual krosoknya pada setiap periode yang ditetapkan dan tidak menumpuk produksinya.

Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment