Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Friday, December 9, 2011

Prinsip-Prinsip Pendekatan Pembelajaran Pada PAUD


Prinsip-Prinsip Pendekatan Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini
Oleh:
Udin S. Sa’ud, Ph.D

Pendekatan apapun yang digunakan dalam pembelajaran anak usia dini, diharapkan selalu mendudukkan anak sebagai pusat perhatian dan perlakuan. Peranan guru dalam pembentukan pola pembelajaran bukan ditentukan oleh didaktik metodik “apa yang akan dipelajari”, melainkan pengalaman belajar diperoleh melalui serangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi secara aktif lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan buatan, serta berkonsultasi dengan nara sumber lain. Pendekatan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Berorientasi pada Kebutuhan Anak
Kegiatan pembelajaran pada anak dini harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak Usia Dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis (intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional). Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan berbagai aspek perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak.
2. Belajar Sambil Bermain
Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia dini. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan. Menggunakan strategi, metode, materi/bahasan media yang menarik, serta mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak untuk yang dekatnya, sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
3. Kreatif dan Inovatif
Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berfikir, dan menemukan hal-hal baru.
4. Lingkungan Kondusif
Lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik, sehingga anak akan betah. Lingkungan fisik hendaknya memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak bermain. Penataan ruang harus senantiasa disesuaikan dengan ruang gerak anak dalam bermain dan tidak menghalangi interaksi dengan pendidik atau dengan temannya.
5. Tema
Jika pembelajaran yang dilakukan memanfaatkan tema, maka pemilihan tema dalam kegiatan hendaknya dikembangkan dari hal-hal yang paling dekat dengan anak, sederhana serta menarik minat anak. Penggunaan tema dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas.
6. Mengembangkan Keterampilan Hidup
Proses pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan keterampilan hidup. Pengembangan konsep keterampilan hidup didasarkan pada 2 tujuan yaitu:
a. Memiliki kemampuan untuk menolong diri sendiri (self help), disiplin dan sosialisasi.
b. Memiliki bekal keterampilan dasar dan beranjak dari tema jenjang selanjutnya.
7. Menggunakan Pembelajaran Terpadu
Kegiatan pembelajaran hendaknya dirancang dengan menggunakan model pembelajaran terpadu dan beranjak dari tema yang menarik minat anak (center of interest). Kegiatan pembelajaran disajikan secara terintegrasi dalam suatu aktivitas yang dialkukan oleh anak.
8. Pembelajaran Berorientasi pada Prinsip-prinsip Perkembangan Anak yaitu: 
  • Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tentram secara psikologis 
  • Siklus belajar anak selalu berulang 
  • Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan anak-anak lainnya 
  • Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya 
  • Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual.


Artikel Terkait: