Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, July 3, 2013

Download Skripsi Gratis Biologi : Pengaruh Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica Less)

Kepadatan penduduk menjadi masalah yang serius yang dihadapi oleh
negara-negara berkembang, khususnya di Indonesia. Berdasarkan Data Pusat
Statistik pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2009 menunjukkan bahwa
peningkatan jumlah penduduk mencapai lebih kurang 2.000.000 jiwa setiap
tahunnya. Dengan alasan inilah, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk
menekan jumlah penduduk Indonesia, salah satu progam yang dilakukan oleh
pemerintah adalah mengadakan progam Keluarga Berencana (KB). Pemanfaatan
tanaman obat sebagai alat kontrasepsi sangat diperlukan, karena selain mudah
didapatkan, murah juga aman untuk di konsumsi. Salah satu tanaman yang
berpotensi sebagai penghambat spermatogenesis adalah beluntas (P. indica Less)
karena daun beluntas mengandung senyawa aktif berupa alkaloid, tanin dan
flavonoid yang dapat menghambat spermatogenesis melalui kontrol hormonal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian
ekstrak daun beluntas (P. indica Less) terhadap proses spermatogenesis pada
mencit (M. musculus L). Penelitian ini dilaksanakan di labolatorium fisiologi
hewan, Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri
(UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada bulan Maret-Mei 2010. Rancangan
penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan di
kelompokkan menjadi 5 kelompok dengan 5 kali ulangan. Ekstrak daun beluntas
(P. indica Less) diberikan dengan dosis 12,5 mg/kg bb, 62,5 mg/kg bb, 125 mg/kg
bb, 187,5 mg/kg bb dan kontrol. Variabel yang diamati adalah jumlah sel
spermatogonia, spermatosit primer, spermatid dan sel leydig. Data yang
didapatkan di analisis dengan menggunakan ANOVA satu arah, bila dari hasil
analisis diperoleh nilai Fhitung > Ftabel 1 % dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf
signifikan 1%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun beluntas mampu
menurunkan jumlah sel spermatogonia, spermatosit primer, spermatid dan sel
leydig. Dosis yang paling baik dalam penelitian ini adalah 187,5 mg/kg bb.
File Download
Abstrak-Indonesia.pdf Abstrak-Indonesia.ps
Abstrak-Inggris.pdf Abstrak-Inggris.ps
Full Text.pdf Full Text.ps


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment