There was an error in this gadget

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, July 16, 2013

Download Skripsi Gratis Biologi : Pengaruh Isolat Alami Pseudomonas fluorescens Pada Beberapa Tingkat Pengenceran

Kedelai memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai bahan
pangan dan pakan ternak yang mengandung protein nabati tinggi. Pada tahun
1990 konsumsi kedelai dalam negeri tercatat 1,9 ton sedangkan produksi hanya
mencapai 1,1 ton. Salah satu penyebab rendahnya produksi adalah adanya
serangan penyakit layu oleh S. rolsfii. Penyakit ini sering ditemukan pada
tanaman kedelai baik lahan kering, tadah hujan maupun pasang surut dengan
intensitas serangan sebesar 5-55%. Tingkat serangan lebih dari 5% di lapang
sudah dapat merugikan secara ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa produksi
kedelai nasional tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin
meningkat, sehingga masih perlu ditutup dengan impor.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pada tingkat
pengenceran berapa bakteri P. fluorescens paling menghambat pertumbuhan S.
rolfsii secara in vitro (2) pada tingkat pengenceran berapa bakteri P. fluorescens
paling mempengaruhi pertumbuhan S. rolfsii pada kedelai secara in vivo.
Penelitian dilakukan mulai bulan September 2007 sampai Nopember 2007.
Percobaan terdiri dari 2 kegiatan yaitu in vitro dan in vivo. Pertama, penelitian in
vitro yaitu uji daya antagonisme bakteri P. fluorescens terhadap jamur S. rolfsii
secara in vitro pada media PDA, percobaan dilakukan di laboratorium bakteriologi
BALITKABI Malang, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 ulangan
dan 5 perlakuan yang terdiri dari 4 tingkat pengenceran (10-4, 10-5, 10-6 dan 10-7)
dan kontrol tanpa P. fluorescens. Kedua, penelitian in vivo dilakukan di rumah
kaca dengan parameter pengamatan persentase penyakit, tinggi tanaman dan berat
kering brangkasan tanaman. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) dengan 4 ulangan dan 6 perlakuan yang terdiri dari 4 tingkat pengenceran
(10-4, 10-5, 10-6 dan 10-7), kontrol tanpa P. fluorescens dan kontrol tanaman sehat
tanpa jamur S. rolfsii dan bakteri P. fluorescens.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengenceran isolat bakteri P.
fluorescens berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur S. rolfsii secara in vitro,
hasil uji daya antagonis didapatkan P. fluorescens dengan tingkat pengenceran
10-5 mampu menekan pertumbuhan S. rolfsii sampai 62,66%. Pada percobaan
secara in vivo, persentase serangan terendah pada pengamatan terakhir (28 HST)
adalah 37,02% pada tingkat pengenceran 10-6, tinggi tanaman tidak mengalami
perbedaan nyata secara statistik dan berat kering brangkasan terbesar adalah 1,23
gram pada tingkat pengenceran 10-4.


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment