Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, July 20, 2013

Download Skripsi Gratis Biologi : Isolasi Jamur Endofit dari Daun Sirih (Piper betle L.) Sebagai Antimikroba

Banyak mikroba penyebab penyakit berbahaya, misalnya E. coli, S. aureus dan
C. albicans yang merupakan flora normal tubuh manusia. Untuk itu diperlukan
obat antimikroba yang efektif. Islam juga memberikan perhatian khusus dalam hal
kesehatan. Dalam beberapa riwayat disebutkan: “Berobatlah, karena tiada suatu
penyakit yang diturunkan Allah, kecuali diturunkan pula obat penangkalnya,
selain dari satu penyakit, yaitu ketuaan”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari
sahabat Nabi Usamah bin Syuraik). Beberapa penelitian menyebutkan bahwa
senyawa aktif dari daun sirih memiliki aktivitas antimikroba. Namun penggunaan
tanaman obat dari tanaman induknya secara terus-menerus dikhawatirkan akan
menimbulkan kerusakan ekologis. Jamur endofit hidup intraseluler di dalam
jaringan tanaman yang sehat dan mampu memproduksi senyawa metabolit
sekunder sesuai dengan tanaman inangnya. Jamur endofit dapat dijadikan solusi
dalam penemuan antimikroba baru karena dapat diproduksi secara
berkesinambungan, reproducible dalam skala industri, dengan waktu yang relatif
singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menyeleksi jamur endofit
dari daun sirih yang mempunyai potensi sebagai penghasil antimikroba terhadap
bakteri S. aureus, E. coli dan C. albicans.

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium HPT Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya pada bulan Desember 2007 sampai Februari 2008. Metode
yang digunakan adalah metode eksplorasi. Penelitian dilakukan dengan cara
mengisolasi jamur endofit dari daun sirih dan mengidentifikasinya. Sampel daun
sirih diperoleh dari Ds. Banjaranyar Kec. Kras Kab. Kediri dan Kel.
Ketawanggede Kec. Lowokwaru Kota Malang. Produksi metabolit sekunder
jamur endofit didapat dengan metode fermentasi dan diuji aktivitasnya terhadap S.
aureus, E. coli dan C. albicans dengan metode difusi agar (Kirby-Bauer). Kuman
uji yang digunakan diperoleh dari Lab. Mikrobiologi Universitas Brawijaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 9 isolat jamur endofit
berhasil diisolasi dari daun Sirih (P. betle L.), yaitu 5 isolat jamur endofit sampel
dari Ds. Banjaranyar dan 4 isolat jamur endofit sampel dari Kel. Ketawanggede.
Hasil uji 9 isolat jamur endofit, memperlihatkan bahwa semua isolat dapat
menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli dengan zona hambat
31,76 mm pada S. aureus dan 23,44 mm pada E. coli. Sedangkan pada jamur C.
albicans memperlihatkan zona hambat sebesar 1,96 mm, dua dari isolat jamur
endofit tidak bisa menghambat pertumbuhan jamur C. albicans yaitu, isolat B1
dan isolat K1


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment