Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, July 16, 2013

Download Skripsi Gratis Biologi : Pengaruh Insektisida Nabati terhadap Viabilitas Jamur Entomopatogen Beauveria Bassiana Bals

Hama merupakan masalah utama dalam peningkatan hasil tanaman budidaya.
Untuk mengendalikan hama seringkali digunakan insektisida sintetis yang dapat
menggangu kelestarian lingkungan. Penggunaan insektisida sintetis mempengaruhi
kehidupan dan perkembangan musuh alami jamur entomopatogen Beauveria
bassiana. Salah satu cara pengendalian yang sudah mulai dikembangkan adalah
penggunaan insektisida nabati yang dinilai aman tidak mengganggu kelestarian
lingkungan. Pengendalian hama dengan musuh alami Beauveria bassiana akan
mampu mengendalikan serangga hama apabila sepenuhnya mendapat kesempatan
untuk tumbuh dan berkembangbiak. Aplikasi insektisida nabati diduga akan
menyebabkan viabilitas jamur entomopatogen Beauveria bassiana menurun.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis bahan dan konsentrasi insektisida
nabati terhadap viabilitas jamur entomopatogen Beauveria bassiana
Penelitian ini merupakan penelitian ekspiremental dalam rancangan acak
lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri atas tiga jenis biji bahan
insektisida nabati yaitu Mimba (A. indica), Mahoni (S. mahagoni) dan Srikaya (A.
squamosa), dengan konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Masing-masing jenis
bahan insektisida ditambahkan ke dalam cawan petri yang mengandung medium
alami potato dextrosa agar (PDA). Setelah jamur diinokulasikan, kemudian cawan di
inkubasi pada suhu ruang. Rata-rata diameter koloni, produksi konidia, dan
perkecambahan dihitung setelah 2 x 24 jam inkubasi. Data kemudian dianalisis
dengan analisis variansi ganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa insektisida nabati ekstrak biji mahoni,
mimba, dan srikaya berpengaruh terhadap viabilitas jamur entomopatogen Beauveria
bassiana. Mahoni memberikan pengaruh penghambatan paling tinggi dengan nilai
rata-rata diameter koloni 13,17 mm, produksi konidia 6,49 x 108 dan perkecambahan
45,61%. Konsentrasi bahan nabati yang memberikan pengaruh penghambatan paling
tinggi adalah konsentrasi 10% dengan nilai rata-rata diameter koloni 6,33 mm,
produksi konidia 3,21 x 108 dan perkecambahan 28,91%. Interaksi antara jenis dan
konsentrasi bahan insektisida nabati memberikan penghambatan paling tinggi adalah
mahoni dengan konsentrasi 10% dengan nilai rata-rata diameter koloni 4,33 mm,
produksi konidia 1,43x108, dan perkecambahan konidia 21,03%.


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment