Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, July 31, 2013

Download Skripsi Gratis Biologi : Etnobotani Tumbuhan Obat di Kabupaten Pamekasan­ Madura Provinsi Jawa Timur

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional (herbal) telah dikenal sejak
lama oleh masyarakat Madura pada umumnya dan masyarakat Kabupaten
Pamekasan khususnya. Proses ini sudah diwariskan secara turuntemurun
dari
generasi ke generasi, akan tetapi, saat ini ada kecenderungan tradisi ini mulai
ditinggalkan, oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menggali kembali
pengetahuan tentang spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat oleh
masyarakat Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonservasi
pengetahuan lokal (indigenous knowledge) dan keanekaragaman tumbuhan obat di
Kabupaten Pamekasan.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 26 April 27
Mei 2009 di 3
kecamatan di Kabupaten Pamekasan, yaitu: Desa Ambender (Kecamatan
Pagantenan), Desa Blumbungan (Kecamatan Larangan) dan Desa Waru Timur
(Kecamatan Waru). Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan teknik
survei, wawancara semi terstruktur dan angket. Sampel berjumlah 90 responden
(key informant), terdiri atas: (1) masyarakat yang mengetahui tentang pengobatan
(dukun pijat, dukun bayi, penjual jamu) sebanyak 30 sampel; (2) sesepuh desa
sebanyak 30 sampel; (3) petani tumbuhan obat sebanyak 30 sampel; (4)
masyarakat umum yang sering memanfaatkan tumbuhan obat (sampel tambahan).
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat 116 spesies tumbuhan yang
dimanfaatkan sebagai obat. Tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai
bahan obat tradisional oleh masyarakat Pamekasan didominasi oleh spesies
tumbuhan rimpangrimpangan
dari famili Zingiberaceae, diantaranya jahe
(Zingiber officinale), kencur (Kaempferia galanga) dan lainnya. Masyarakat
Pamekasan memperoleh tumbuhan obat dengan cara: liar 45%, budidaya 31%,
membeli 24%. Masyarakat Pamekasan memanfaatkan tumbuhan obat untuk obatobatan,
sebesar 35%, buahbuahan
23%, sayuran 12%, bahan bangunan 3%,
bumbu masakan 22%, tanaman hias 5%, ritual 1% dan lainnya 1%. Bagian
tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan untuk obat adalah daun, sebesar
40%, rimpang 30%, buah 12%, bunga 4%, biji 4%, batang 2%, akar 4% dan
lainnya 4%. Proses pembuatan jamu tradisional Madura melalui beberapa tahap,
yaitu: pencucian, perajangan, penjemuran, peracikan, penyangraian, penggilingan
dan pengemasan. Jenis penyakit yang paling banyak diobati menggunakan
tumbuhan obat adalah penyakit tidak menular 59%, penyakit kronik 16% dan
penyakit menular 6%. Selain daripada itu, tumbuhan obat juga digunakan untuk
menjaga kesehatan sebesar 19%.


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment