Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, August 8, 2013

Download Skripsi Gratis Biologi : Pengaruh Pemberian Kombinasi Tepung Keong Mas (Pomacea canaliculata) dan Tepung Paku Air (Azolla pinnata)

Problem pakan unggas di Indonesia akan tetap ada selama ternak masih
berorientasi pada produktivitas. Masalah yang terjadi adalah harga pakan yang
cenderungan tidak stabil khususnya tepung ikan dan bungkil kedelai. Tepung ikan
dan bungkil kedelai merupakan sumber protein yang terbaik namun harga protein
hewani ini cenderung mahal sekitar Rp.11000,00/Kg tepung ikan dan Rp.
6.200,00/Kg bungkil kedelai. Penggunaan kombinasi tepung keong mas dan paku
air fermentasi sebagai substitusi tepung ikan dan bungkil kedelai merupakan salah
satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi mahalnya bahan pakan karena
keong mas dan paku air memiliki kandungan protein hampir sama dengan tepung
ikan dan bungkil kedelai. Selain itu, pemanfaatan keong mas dan paku air ini
merupakan salah satu upaya untuk mengurangi masalah yang terjadi pada para
petani. Gulma dan hama yang merusak padi dapat dimanfaatkan sebagai pakan
unggas sehingga kerugian akibat dari gulma dan hama ini dapat diatasi.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei tahun 2011 di
peternakan unggas Desa Pajaran Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan 5 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Materi yang
digunakan adalah 20 ekor ayam petelur periode layer 1,7 tahun dengan rata-rata
bobot badan awal sebesar 1655,75 gr. Data yang diperoleh dianalisis dengan
menggunakan uji ANAVA tunggal dan bila terdapat perbedaan yang nyata
dilanjutkan dengan uji BNT 5%.
Uji F pada semua perlakuan menunjukkan perbedaan yang nyata yaitu
Fhitung > Ftabel (0.05). Konsumsi ransum 3,09 > 3,06, pertambahan bobot badan
4,51 > 3,06 dan konversi ransum 3,19 > 3,06. Hasil uji lanjut BNT 5% pada
konsumsi ransum menunjukkan bahwa kombinasi 10% tepung keong mas dan
2,5% tepung pakau air fermentasi (AP4) memiliki konsumsi paling tinggi begitu
juga untuk pertambahan bobot badan. Nilai konversi ransum pada kombinasi ini
memiliki nilai konversi paling rendah (11,94) ini berarti ransum AP4 memiliki
kualitas yang paling baik dibanding perlakuan lain sehingga kombinasi 10%
tepung keong mas dan 2,5% tepung pakau air fermentasi dapat digunakan sebagai
subtitusi tepung ikan dan bungkil kedelai pada ransum ayam petelur periode layer.


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment