There was an error in this gadget

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, August 1, 2013

Download Skripsi Gratis Biologi : Pengaruh Perbedaan Lama Pemberian Diet Kolesterol Terhadap Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Kolesterol merupakan salah satu komponen dari lemak, dan lemak merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan oleh tubuh selain zat gizi lainnya. Lemak menjadi salah satu sumber energi yang memiliki kalori paling tinggi. Kadar kolesterol normal 200mg/dl, tetapi apabila kadar kolesterol berlebih dalam darah maka akan menyebabkan timbulnya penyakit, seperti jantung koroner, stroke, diabetes, impotensi, dan perlemakan hati. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh Perbedaan Lama Pemberian Diet Kolesterol Terhadap Perlemakan Hati (Fatty Liver) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus).
Penelitian ini bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel terdiri dari 50 ekor Rattus norvegicus berjenis kelamin jantan yang berumur 2 bulan dengan berat badan 100 – 150 gr. Tikus diperlakukan dengan 2 macam diet, yaitu diet normal dan diet kolesterol. Dengan menggunakan 4 perlakuan yaitu 2 minggu, 4 minggu, 8 minggu dan 12 minggu. Tikus dibagi menjadi 5 ulangan. Data persentase tingkat perlemakan diuji dengan menggunakan ANOVA dua jalur (two way) yang sebelumnya dilakukan uji parametrik dengan uji Levenes Test, uji Kolmogorov-Smirnov dan diuji lanjut dengan uji BNT bertaraf 5%. Jika data tidak memenuhi kriteria parameter maka dilakukan uji Brown-Forsythe dan Welch kemudian di uji lanjut dengan uji Thamhane.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji Brown-Forsythe perhitungan tingkat perlemakan sel hati diperoleh Fhitung 79,73 dengan nilai sig 0,00 atau α < 0,05, sedangkan uji Welch diperoleh Fhitung 201,29 dengan nilai sig 0,00 atau α < 0,05. Hal tersebut memperlihatkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada perbedaan lama pemberian diet kolesterol terhadap perlemakan hati (Fatty Liver) pada Rattus norvegicus. Sedangkan perhitungan uji ANOVA tingkat kerusakan mikroanatomi sel hati diperoleh Fhitung 196,565 dengan nilai sig 0,00 atau α < 0,05. Hal tersebut memperlihatkan bahwa dengan lama waktu perlakuan yaitu 2 minggu, 4 minggu dan 8 minggu dapat menyebabkan terjadinya perlemakan di sel hati. Pada lama waktu 12 minggu, hasil berbeda tetapi tidak nyata untuk terjadinya peningkatan perlemakan hati, hal ini dikarenakan pada perlakuan 8 minggu pada sel hati tikus sudah mengalami perlemakan yang maksimal


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment